Digital Marketing; Ini 4 Macam Keahlian yang Harus Anda Miliki

Digital marketing menjadi tren terbaru dalam teknik pemasaran di era revolusi industri 4.0 ini. Saat ini telah banyak pengusaha yang menggunakan teknik ini dan terbukti berhasil meningkatkan nilai penjualan produknya.

Teknik pemasaran dengan memanfaatkan jaringan internet ini, oleh berbagai pihak dinilai sebagai pemasaran yang memiliki efektivitas besar, namun membutuhkan biaya rendah. Oleh karena itu, teknik menjadi pilihan yang tepat bila Anda adalah pengusaha pemula yang memiliki modal terbatas.

Petani Go Online

Apa Itu Digital Marketing?

Digital marketing adalah teknik pemasaran modern yang memanfaatkan berbagai platform digital untuk melakukan pemasaran. Media digital yang umumnya digunakan adalah Website, Email, dan Sosial Media. Tujuan dari digital marketing ini pada dasarnya sama dengan pemasaran dengan teknik tradisional, yakni menjangkau calon konsumen secara relevan, efisien, dan tentu lebih personal. Sederhananya pemasaran digital adalah teknik pemasaran yang memadukan antara teknologi dengan psikologi pasat.

Macam Digital Marketing

Awalnya teknik pemasaran online muncul dari adanya  beragama layanan online dalam proses transaksi, kemudian disusul dengan munculnya berbagai aplikasi jual-beli online. Semakin lama teknik digital marketing ini semakin berkembang, hingga saat ini lebih dari sepuluh teknik digital marketing yang sering digunakan oleh kalangan pebisnis.

Berkaitan dengan macam digital marketing, terdapat setidaknya 6 macam teknik yang sering digunakan yaitu SEO (Search Engine Optimization), SEM (Search Engine Marketing), Content Marketing, Social Media Marketing, Email Marketing, dan Affiliate Marketing. 6 bentuk pemasaran online tersebutlah yang saat ini paling laris digunakan.

4 Macam Keahlian yang Harus Anda Miliki Digital Marketer

Pemasaran online memang terkenal sebagai strategi pemasaran yang low cost, namun memiliki efektivitas yang cukup besar. Namun, untuk melakukan digital marketing tidaklah segampang membalik tangan, diperlukan adanya skill yang wajib dikuasai oleh digital marketer sebelum melakukan pemasaran. Adapun teknik tersebut antara lain, sebagai berikut:

Kemampuan Analisis

Kemampuan menganalisis merupakan keahlian mutlak yang harus dimiliki oleh seorang pebisnis, kemampuan ini diperlukan baik dalam teknik digital marketing maupun teknik pemasaran tradisional. Pebisnis harus mampu menganalisa perkembangan pasar, menganalisa kecenderungan/tren produk yang diinginkan konsumen. Untuk menganalisa trends sekarang Anda bisa menggunakan fasilitas Google Trends lhoo!

Teknologi Social Media

Seorang digital marketer tidak hanya mereka yang aktif dalam media sosial semata. Sering kita temui orang yang sehari-hari bermain media sosial, namun tidak mampu memanfaatkannya secara maksimal. Mereka hanya mengetahui menu-menu tertentu saja. Misalnya, hanya menu upload status saja.

Kondisi demikian bagi pebisnis yang menjajaki digital marketing, tentu sangat memprihatinkan. Seorang digital marketer harus paham seluk beluk teknologi sosial media yang sedang ia gunakan. Misalnya, teknologi Facebook Ads, Email Marketing dan lain sebagainya. Jadi agar berhasil dalam pemasaran online, seorang digital marketer wajib tahun teknologi Social Media.

Visualisasi Data

Apa itu visualisasi data? Visualisasi data adalah kemampuan menampilkan sejumlah data yang sangat besar dalam bentuk yang lebih sederhana dan mudah dibaca. Misalnya, data penjualan produk kecantikan dari tahun 2000-2020 yang ditampilkan dalam bentuk grafik, diagram dan sejenisnya. Untuk melakukan visualisasi data ini, seseorang pebisnis harus menguasai aplikasi excel.

Teamwork

Teamwork menjadi salah satu skill yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Seringkali dalam lowongan-lowongan pekerjaan, salah satu syarat yang diharuskan bagi calon pekerja adalah mampu bekerja bersama tim. Mengapa ini penting? Sebab melalui teamwork, banyak ide-ide dari berbagai pihak yang akan tergabung menjadi ide yang lebih brilian. Selain itu, dengan teamwork pekerjaan akan dapat diselesaikan lebih efektif dan efisien.

Itulah 4 macam keahlian yang harus dimiliki dalam dunia digital marketing. Nah! Bagaimana dengan Anda? Sudahkah memiliki semua skill tersebut? Bila belum Anda dapat belajar di website ini lhoo!

Teknik Rahasia Marketing Online

Teknik Rahasia Marketing Online: Dapatkan 1000 Pelanggan Baru dalam 1 Hari

Marketing online kini menjadi satu-satunya media periklanan nomor wahid sedunia. Bagaimana tidak? Kini hampir 97% menggunakan dan mencari informasi melalui situs Google. Logikanya, jika Anda menaruh iklan di sana dan 10% saja orang melihat iklan Anda, artinya lebih dari 100 juta orang telah melihat produk Anda. Diantara 100 juta orang tersebut 1% saja tertarik membeli produk Anda, artinya Anda telah berhasil menjual 1 juta produk dalam sekali iklan. Fantastis bukan?

Masih belum percaya? Dengan hanya bermodal 90 rb rupiah saja, dalam tiga hari iklan Anda telah dilihat oleh lebih dari 10 rb calon pelanggan. Anda mau bukti? Silahkan lihat screen shoot hasil iklan Facebook Ads berikut ini:

Sayangnya, efektifitas marketing online tersebut ternyata tidak dibarengi dengan respon cepat para pelaku bisnis. Lebih dari 55 juta UMKM yang tumbuh di Indonesia, masih sangat sedikit yang mampu memanfaatkan media online sebagai strategi pemasaran mereka. Meskipun jumlah pelaku UMKM yang mulai merambah membuat berbagai situs online, namun banyak di antara mereka yang masih gagal menerapkan trik yang tepat dalam pemasaran online.

Beberapa Kesalahan Pengusaha Saat Melakukan Marketing Online

Diantara kesalahan yang paling umum terjadi antara lain sebagai berikut:

  • Upload produk di beranda Facebook (tidak menggunakan Facebook Ads);
  • Upload produk di status WA (tidak menggunakan WA Business)
  • Upload produk di Instagram (tidak menggunakan Instagram Ads)

Tentu dalam beberapa kasus teknik tersebut manjur, akan tetapi untuk mendapatkan konsumen baru hampir mustahil. Truz! Bagaiamana teknik marketing online yang tepat? Kalau cara tersebut di anggap salah? Jangan khawatir! Artikel ini akan memberikan panduan bagi Anda untuk melakukan pemasaran online tepat guna. Simak ulasannya di bahwa ini!

4 Macam Keahlian Digital Marketing

Trik Ampuh Marketing Online Untuk Meningkatkan Penjualan

Strategi pemasaran menjadi ujung tombak atas tumbuh kembangnya suatu perusahaan. Kesalahan menerapkan strategi, mengakibatkan kegagalan perusahaan dalam menjual produk mereka di pasaran. Khusus untuk pemasaran melalui media online, berikut adalah teknik pemasaran online terbaik yang dapat Anda gunakan.

SEO (Search Engine Optimization)

SEO hingga saat ini masih menjadi teknik marketing online paling ampuh yang banyak digunakan oleh para pengguna. SEO sendiri merupakan teknik optimalisasi website, sehingga dapat muncul pada halaman Google urutan 1-10. Tujuan dari SEO ini adalah saat konsumen mencari produk di kolom Search Engine Google, maka produk Anda akan tampil sehingga calon konsumen akan melihat halaman website Anda dan sekaligus membeli produk Anda. Kelebihan dari SEO ini adalah tidak adanya biaya sedikitpun yang dibebankan kepada Anda. Jadi tanpa modal apapun, produk Anda bisa laris dipasaran. Kondisi tersebut sering disebut sebagai Zero Moment of Truth (ZMOT)

SEM (Search Engine Marketing)

SEM sebenarnya merupakan teknik yang sama persis dengan SEO, perbedaannya adalah SEM memanfaatkan Google Ads sebagai media pemasaran. Dengan menggunakan SEM ini dijamin produk yang Anda pasarkan, akan berada pada urutan teratas dalam sistem pencarian Google. Kelemahan dari teknik ini adalah Anda diharuskan mengeluarkan modal yang cukup besar ketika ber-iklan di Google Ads. Semakin besar modal Anda, maka semakin efektif pula hasil dari iklan Anda.

Social Media Marketing

Teknik ketiga marketing online yang sangat ampuh meningkatkan penjualan Anda adalah melalui Social Media Marketing. Pastinya Anda sudah tidak asing lagi dengan apa itu social media. Namun, masih jarang yang mengetahui bahwa ada fitur khusus dari social media yang Anda gunakan untuk melakukan pemasaran online yang efektif. Fitur khusus tersebut antara lain Facebook Ads, WhatApps Business, Instagram Ads, dan beberapa jenis media sosial Ads lainya.

Affiliate Marketing

Strategi rahasia marketing online yang terakhir adalah teknik affiliate marketing. Apa itu Affiliate Marketing? Yakni teknik pemasaran online dengan memberikan komisi kepada blogger atau orang lain yang mampu menjualkan produknya di pasaran. Strategi ini terbukti sangat ampuh mampu meningkatkan penjualan suatu produk dan sampai saat ini masih menjadi teknik yang sering digunakan oleh pebisnis online.

4 jenis Marketing Online ampuh di atas, dijamin mampu meningkatkan penjualan produk Anda. Dengan menerapkan teknik tersebut di atas, dijamin dalam 1 hari Anda akan mendapatkan 1000 pelanggan dalam 1 hari saja, bahkan bisa lebih.

Usaha yang Menjanjikan di Era Revolusi Industri 4.0

Untuk mendapatkan usaha yang menjanjikan perencanaan yang matang, terukur dan terstruktur dalam bisnis merupakan hal yang mutlak harus dilakukan oleh pengusaha. Untuk melakukan perencanaan yang tepat perlu adanya pengetahuan yang cukup mengenai bisnis yang harus dilakukan. Selain itu, perlu bagi seseorang untuk melakukan riset pasar sebelum benar-benar menjalankan bisnisnya.

Seringkali seseorang merasakan kesulitan mencari ide usaha yang menjanjikan ketika ingin berbisnis. Pada dasarnya kesulitan mencari ide bisnis tersebut dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor internal yakni mindset calon pengusaha yang masih merasa takut untuk memulai bisnis dan faktor eksternal berupa kurangnya pengetahuan tentang bisnis. Dalam artikel ini, Anda juga akan menemukan tips menemukan ide bisnis yang menjanjikan untuk calon pengusaha baru. Adapun ide tips tersebut adalah sebagai berikut:

Cara Menemukan Peluang Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0

Fakta telah menunjukkan bahwa pebisnis dan entrepreneur merupakan satu-satunya profesi yang bisa menjadikan seseorang memiliki kekayaan yang luar biasa. Sebut saja, Mark Zuckerberg, Bill Gates, Jack Ma dan lainnya adalah golongan orang terkaya dunia yang tentu berasal dari profesinya sebagai pebisnis.

Untuk menemukan usaha yang menjanjikan tentu tidaklah semudah ketika kita melihat sepak terjang para pengusaha di atas. Perlu adanya ketekunan, kecerdasan dan kecerdikan dalam menjalankan bisnisnya. Berikut adalah cara menemukan peluang bisnis yang tepat untuk Anda!

1. Berbisnis Sesuai Passion

Berbisnis bukan hanya sekedar menemukan peluang yang tepat sesuai kebutuhan pasar. Inti dari berbisnis adalah ketekunan dan kesabaran. Apabila gagal dalam waktu tertentu, seorang pengusaha harus mampu bangkit kembali. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memilih bisnis yang benar-benar sesuai dengan passion Anda, mengapa demikian? Sebab dengan begitu, Anda akan memiliki ketekunan ekstra ketika menjalankan bisnis Anda. Anda tidak akan mudah menyerah dan bergonta-ganti ide bisnis. Dengan keuletan dan kesesuaian passion tersebut Anda akan memperoleh pengalaman demi pengalaman yang membuat Anda semakin professional.

Mengutip pendapat Samuel Langhorne Clemens atau dikenal Mark Twain yang menyatakan sebagai berikut : “temukan pekerjaan yang Anda sukai, dan Anda tidak akan pernah harus bekerja sehari pun dalam hidup Anda” telah terbukti kebenarannya.  Sebut saja salah satu pengusaha bidang fashion di Indonesia yakni Patricia Hia yang telah berhasil merubah hobinya menjadi pundi-pundi penghasilan melalui produk kerajinan manik-maniknya. Kini Patricia telah mampu membuat produk manik-manik yang di banderol dengan harga 3 juta per-item. Sampai di sini jelas bahwa passion merupakan modal usaha yang paling menjanjikan bagi Anda.

2. Bisnis Go to Online

Manfaatkan sarana media sosial seperti Facebook, Instagram dan website sebagai sarana pemasaran produk Anda.  Anda juga bisa memanfaatkan berbagai aplikasi jual beli online yang saat ini menjamur di dunia maya. Saat ini telah terbukti bahwa sarana online mampu meningkatkan penjualan produk seseorang hingga 50%. Dewasa ini jumlah transaksi melalui platform e-commerce telah mencapai sekitar 13 triliun dalam satu bulan.

Petani Go Online

Fakta di atas, membuktikan bahwa bisnis go online sangat efektif bagi Anda yang ingin menjalankan usaha yang menjanjikan. Oleh karena itu, untuk menunjang bisnis, Anda perlu memiliki pengetahuan seputar dunia digital marketing.

4 Macam Keahlian Digital Marketing

3. Lakukan Riset

Hal lain yang harus Anda lakukan sebelum memulai bisnis adalah melakukan riset pendahuluan atas bisnis yang Anda lakukan. Lakukan riset studi kelayakan bisnis, melalui riset tersebut Anda diharuskan menemukan beberapa aspek terkait kekuatan dan kelemahan Anda sehubungan dengan bisnis yang akan dijalankan. Anda juga diharuskan menemukan mengukur tingkat persaingan dari bisnis Anda. Selain itu, akan juga diharuskan untuk menemukan peluang dan tantangan bisnis Anda.

Melalui riset tersebut Anda akan memperoleh modal yang kuat untuk memulai usaha yang menjanjikan. Melalui riset tersebut Anda akan mampu bertahan dari berbagai tantangan di masa depan.

Daftar Peluang Usaha yang Menjanjikan di Era Revolusi Industri 4.0

Era revolusi industri 4.0 telah turut mengubah berbagai segi kehidupan, termasuk di dalamnya munculnya berbagai pekerjaan dan jenis usaha baru. Seperti jual-beli online yang telah disinggung sebelumnya.

Setelah memperoleh bekal menemukan ide bisnis di atas, selanjutnya sebagai tambahan referensi untuk Anda yang masih kebingungan memilih bisnis di era revolusi industri ini berikut adalah daftar usaha yang menjanjikan di era revolusi industri 4.0.

1. Kursus Online

udemy platfrom

Anda pasti sudah pernah mendengar mengenai platform kursus online yang saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan promosi. Dari platform kursus online yakni pemuda yang berasal dari Amerika bernama Nick Walker mampu mengantongi penghasilan sebesar 800 juta per-bulan, setelah mengunggah sejumlah video kursus di Udemy.

2. Kerajinan Tangan

kerajinan tangan tanah liat

Bila Anda salah satu orang yang masih awam mengenai dunia teknologi seperti kursus online di atas, maka salah satu pilih usaha yang menjanjikan bagi Anda adalah menciptakan kerajinan tangan. Salah satu bukti hidup pengusaha kerajinan tangan ini adalah I Nyoman Gede Sumaartha. Ia telah membuat berbagai jenis kerajinan tangan hingga kini omzet usahanya mencapai 700 jutaan. Menariknya, ia memulai usahanya hanya bermodalkan uang ratusan ribu saja. Nah! Bila Anda adalah seorang yang mempunyai hobi yang sama, lalu apa salahnya untuk mencoba?

3. Drop shipper

online shopping

Drop shipper merupakan salah satu jenis usaha yang muncul sebagai akibat perkembangan revolusi industri 4.0, hanya bermodalkan smartphone dan jaringan internet Anda bisa menjalankan bisnis jenis ini.  Salah satu pebisnis yang terbukti mendapatkan penghasilan dari usaha ini adalah Aprie Anggine yang kini telah mampu mengantongi keuntungan hingga puluhan juta dalam beberapa bulan saja.

4. Jualan Software

softwate AI

Merancang dan menjual perangkat lunak juga merupakan salah satu usaha yang menjanjikan di era ini. Telah banyak contoh dari mereka yang telah memperoleh keberhasilan dalam menjalankan usaha ini. Jika Anda adalah seorang yang ahli dalam bidang excel Anda bisa mencoba membuat aplikasi kasir dan menjualnya ke toko-toko ritel di sekitar Anda.

5. Produk Ramah Lingkungan

Recup produk ramah lingkungan

Di era revolusi Industri 4.0 ini produk ramah lingkungan juga menjadi salah satu usaha yang paling laris. Pasalnya, masyarakat kini semakin menyadari akan pentingnya menjaga lingkungan. Salah satu pengusaha yang telah berhasil mengkampanyekan produk ramah lingkungan ini adalah Deasy Esteriana owner bisnis produk ramah lingkungan Kreskros. Melalui platform tersebut ia mampu mendapatkan omzet perbulan hingga 60 juta rupiah.

Itulah beberapa ide usaha yang menjanjikan yang dapat Anda terapkan di era revolusi industri 4.0 ini. Simak berbagai artikel menarik lain di website kami untuk mendukung pengembangan bisnis Anda.

Force Majeure; Bisakah Pandemi Covid-19 dijadikan Alasan Tidak Bayar Hutang?

Pandemi Covid-19 sebagai force majeure (keadaan memaksa), bisakah? Bagaimana tata cara klaimnya? Masa pandemi seperti sekarang ini tentu berat dirasakan bagi Anda yang sedang dililit hutang. Atau bagi Anda yang sebelum masa pandemi telah melakukan kontrak bisnis dengan klien.

Kebijakan PSBB, social distancing dan kampanye #dirumahaja yang terus menerus dihimbau oleh pemerintah memiliki dampak negatif berupa mandeknya kegiatan ekonomi. Hal tersebut bagi mereka pebisnis tentu harus merelakan bisnisnya terbengkalai, bagi pekerja harus rela di PHK, dan masih banyak dampak ekonomi yang terjadi.

Kondisi ini tentu tidak diharapkan oleh semua pihak, bahkan di luar kemampuan para pihak. Kondisi demikian hampir mirip dengan konsep keadaan memaksa dalam hukum perdata. Kemiripan tersebut menjadikan beberapa pihak mengklaim bahwa mereka layak mengabaikan hutang mereka, bahkan berbagai kontrak bisnis yang diperjanjikan. Hal ini, bila tidak diantisipasi awal akan menimbulkan chaos yang berkepanjangan dalam hubungan ekonomi yang dibuat para pihak. Oleh karena itu, perlu adanya arah yang  jelas mengenai status pandemi sebagai alasan keadaan memaksa. Bagi mereka yang berhutang keapada bank telah diberikan fasilitas keringanan kredit sebagaimana ditentukan dalam Peraturan OJK (POJK) No. 11/POJK.03/2020. Namun, bagi mereka yang berhutang kepada orang lain tentu memiliki prosedur yang berbeda.

Perlu diketahui, force majeure adalah keadaan memaksa (overmacht) yang mengakibatkan seseorang tidak bisa memenuhi prestasinya atas suatu perjanjian, termasuk di dalamnya hutang-piutang. Kondisi yang sering dicontohkan sebagai keadaan memaksa antara lain kebakaran, banjir dan atau bencana yang mengakibatkan seseorang tidak mampu melaksanakan prestasi. Kondisi banjir merupakan peristiwa di luar kemampuan dan tentu tidak dikehendaki oleh para pihak. Oleh karenanya, kondisi tersebut digolongkan sebagai keadaan memaksa.

Pengaturan Force Majeure di Indonesia

Aturan mengenai force majeure dapat kita temui pada pasal 1245 KUHPerdata yang secara umum dapat dimaknai bahwa “para pihak dalam perjanjian tidak dapat dimintai ganti rugi apabila tidak memenuhi prestasi/kewajiban dalam perjanjian karena terhalang oleh sesuatu yang berada diluar kemampuannya (keadaan memaksa)”. Ketentuan pasal 1245 KUHPerdata ini dapat berlaku bagi mereka yang secara tegas menundukkan diri kepada hukum perdata yang berlaku di Indonesia. Selain unsur menundukkan diri, keadaan memaksa juga dapat berlaku bila diatur secara tegas dalam perjanjian.

Selanjutnya, untuk menilai apakah seseorang dapat dikategorikan sedang dalam keadaan memaksa, terdapat dua teori yang dapat diterapkan.  Pertama, teori subjektif yakni keadaan memaksa yang didasarkan pada kondisi spesifik yang dialami seseorang, misalnya tiba-tiba sakit keras. Kedua, teori objektif yakni keadaan memaksa yang didasarkan pada kejadian eksternal di luar kemampuan seseorang seperti bencana.

Bentuk-bentuk Force Majeure di Indonesia

Jika kita melihat pengaturan keadaan memaksa sebagaimana disinggung di atas. Terdapat beberapa kemungkinan bentuk keadaan memaksa yang dipraktikkan di Indonesia.

Pertama, unsur keadaan memaksa tidak diatur dalam perjanjian, akan tetapi tetap menundukkan diri pada aturan hukum perdata di Indonesia. Dalam hal ini, untuk menentukan apakah seseorang mengalami keadaan memaksa atau tidak rujukannya adalah peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan kebiasaan yang berlaku.

Kedua, unsur keadaan memaksa di atur dalam perjanjian namun bersifat umum. Maksud dari bersifat umum adalah bahwa dalam perjanjian klausul keadaan memaksa menggunakan bahasa yang bersifat umum seperti kata “bencana” untuk banjir, tsunami, gunung meletus dan sebagainya. Dalam pemaknaan keadaan memaksa ini, perlu bantuan penafsiran hakim.

Ketiga, unsur keadaan memaksa yang diatur secara spesifik dalam perjanjian. Spesifik artinya jenis-jenis keadaan memaksa secara eksplisit disebutkan, seperti kondisi pandemi, sakit keras, banjir, teror, perang dan sejenisnya.

Pandemi Covid-19 sebagai Alasan Force Majeure

Setelah melihat uraian di atas, setidaknya kita dapat mengambil beberapa kesimpulan terkait pertanyaan bisakah pandemi covid-19 dijadikan alasan keadaan memaksa.

Dalam hal klausul keadaan memaksa bersifat umum, maka untuk melakukan klaim pandemi covid-19 sebagai force majeure perlu secara lebih spesifik melihat kasus yang terjadi (case by case). Artinya, kondisi keadaan memaksa harus didahului dengan meneliti berbagai faktor dan karakter bisnis yang diperjanjikan.

Selanjutnya, dalam hal klausul keadaan memaksa secara spesifik menyebutkan “pandemi” dalam perjanjian yang dilakukan. Maka klaim pandemi covid-19 sebagai keadaan memaksa bersifat relatif mudah dan dapat langsung dilakukan eksekusi.

Sebagai kesimpulan, Anda tidak bisa begitu saja melakukan klaim atas pandemi covid-19 sebagai keadaan memaksa. Perlu beberapa syarat untuk dapat melakukan klaim keadaan memaksa saat pandemi corona, syarat tersebut adalah sebagai berikut:

  • Harus ada unsur itikad baik;
  • Pertimbangan hukum keadaan memaksa harus sesuai ketentuan dalam perjanjian;
  • Klaim dimaksudnya untuk merubah prestasi dalam perjanjian, bukan menghapus perjanjian;
  • Mengutamakan adanya musyawarah yang mengarah pada win-win solution diantara kedua belah pihak;
  • Opsi hukum sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada ahlinya.

Demikianlah uraian singkat mengenai force majeure  saat pandemi covid-19. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi solusi atas permasalahan yang sedang Anda alami.

Petani Go Online, Solusi Alternatif Kesejahteraan Petani di Tengah Pandemi Covid-19

Aplikasi Petani Go Online, Solusi Alternatif Kesejahteraan Petani di Tengah Pandemi Covid-19. Kebijakan PSBB memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap berbagai sektor ekonomi masyarakat. Banyak pekerja di beberapa sektor mengeluhkan telah kehilangan mata pencaharian mereka, kalangan pebisnis pun juga demikian. Tidak terkecuali di kalangan petani dan peternak, mulai dari harga ternak yang merosot tajam, distribusi pakan dan pupuk yang terhambat dan lain sebagainya banyak terdengar di sana-sini. Oleh karena itu, perlu adanya solusi jitu untuk menghadapi kondisi ini, perlu adanya solusi alternatif untuk tetap menjaga kesejahteraan para petani dan peternak.

Salah satu solusi yang ditawarkan oleh Kominfo dalam mendukung kesejahteraan petani adalah program Petani Go Online. Namun, sayangnya sosialisasi terhadap masyarakat mengenai program ini masih sangat minim. Selain itu, program ini dirilis sejak 2019 sebelum terjadi wabah pandemi Covi-19. Oleh karenanya, arah program perlu dilakukan sinkronisasi dengan situasi saat ini. Namun sebelum membahas urgensi aplikasi ini dalam mengatasi problem ekonomi masyarakat. Terlebih dahulu kita harus mengenal isi dari program tersebut. Untuk itulah artikel ini dihadirkan bagi Anda yang sedang resah menghadapi kondisi yang terjadi saat ini. Lalu apa saja, tawaran dari program ini? Yuk simak ulasannya berikut ini!

Alur dan Proses Kerja

Aplikasi Petani Kominfo sumber aptika.kominfo.go.id

Mengenai alur dan proses kerja dari program ini, terdiri dari 5 (lima) poin mendasar yakni sebagai berikut:

  1. Aset dan Infrastruktur

Infrastruktur dalam program ini berupa persiapan infrastruktur TIK berupa data dan voice. Selanjutnya disusul dengan menyiapkan perangkat akses yang dapat digunakan petani berupa Smartphone dan Sim Card.

  1. Praproduksi

Dalam tahap prapoduksi ini berdasarkan program Petani Go Online, para petani akan diberikan permodalan dan asuransi tani.

  1. Tahap Produksi

Tahap selanjutnya adalah proses produksi, dalam tahap ini petani akan mendapatkan penyuluhan pertanian dan juga penyuluhan periklanan hasil pertanian.

  1. Pasca Produksi

Dalam tahap pasca produksi petani akan mendapatkan beberapa pelatihan berupa pelatihan sortasi, pelatihan grading dan pelatihan packaging.

  1. Pemasaran

Dalam proses pemasaran petani akan mendapatkan pelatihan berupa cara penyiapan logistk dan offtaker.

Tujuan dan Sasaran

Adapun tujuan dari program petani go online ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan ketahanan pangan, serta memelihara keberlanjutan lingkungan. Sedangkan yang merupakan sasaran dari program ini adalah petani tanaman pangan dan hortikultura dengan luas lahan kurang atau sama dengan 2 Ha dan nelayan perikanan tangkap dengan kapasitas kapal kurang atau sama dengan 10 GT.

Ruang Lingkup Program

Ada dua ruang lingkup program yang dimiliki Kominfo, yakni Petani Go Online yang berisikan aplikasi penyuluhan pertanian, aplikasi informasi pengendalian stok, aplikasi jual beli online hasil pertanian. Kedua adalah Aplikasi Nelayan Go Online yang terdiri dari informasi dasar dan aplikasi jual beli online hasil tangkapan ikan.

Aplikasi ini sebenarnya telah dirilis sejak 2019 lalu, target dari program ini adalah 300 rb petani dan nelayan. Untuk penyelenggaraan aplikasi telah diterapkan pada beberapa lokasi sebagai berikut:

Mitra Aplikasi Petani Online

Dalam program petani Go Online ini Kominfo telah menggandeng beberapa platfrom yang berfokus pada bidang pertanian, sebagai berikut:

Beberapa aplikasi petani online sumber play.google.com

eFishery

Aplikasi ini berfokus pada bidang perikanan dan peternakan. Alat ini berfungsi untuk melakukan pengendalian pakan dan dosis obat secara terjadwal, serta mampu mencatat pemberian pakan secara realtime.

Aruna

Aplikasi ini khusus bergerak dalam bidang perikanan, aplikasi ini hanya ditujukan untuk para nelayan. Aplikasi ini membantu nelayan mengumpulkan data-data mitra. Selain itu, aplikasi ini membantu nelayan dalam proses pengelolaan bisnis mereka.

Eragano

Aplikasi yang bekerjasama dengan program Petani Go Online berikutnya adalah Eragano yakni aplikasi mobile bidang pertanian. Dengan aplikasi ini petani akan mendapatkan informasi mengenai tata cara bertanam yang baik, serta informasi harga terbaik produk pertanian. Uniknya, aplikasi ini sudah terintegrasi dengan fasilitas pinjaman mikro. Layanan B2B Eragano Store yang terintegrasi dengan hotel, restoran dan katering untuk menjual produk petani.

8Villages

Aplikasi 8Villages ini lebih berfokus pada pemberdayaan masyarakat di pedesaan. Dalam aplikasi ini berisi berbagai layanan seperti pendataan, pemberdayaan komunitas dengan akses informasi dan edukasi, hingga pemasaran produk-produk pertanian dari petani langsung ke konsumen akhir.

TaniHub

TaniHub merupakan aplikasi yang berfokus pada proses distribusi hasil pertanian. TaniHub adalah aplikasi Ecommerce yang menyediakan lima kategori penjualan di dalamnya yakni sayuran organik, sayuran nonorganik, hasil ternak, buah nonorganik, dan bahan pangan organik.

SayurBox

Sebagaimana namanya SayurBox merupakan aplikasi penyedia jasa layanan antar sayur antar pengepul dan pelanggan. Sayurbox juga menjelaskan profil setiap petani. Pemesanan sayur dilakukan sistem pre-order (pemesanan di depan), dua hari sebelum panen dan langsung dikirim pada hari panen tersebut).

Setelah kita membahas program Petani Go Online sebagaimana disinggung di atas, lalu bagaimana inisiatif pemerintah dalam memanfaatkan program ini di tengah Pandemi Covid-19? Sudahkah mereka melakukan langkah-langkah sinkronisasi program ini dengan situasi sekarang?

Mencontoh Negara Lain

Tampilan Aplikasi eNAM India by play.google.com

Salah satu negara yang juga memiliki aplikasi digital platform yang berfokus pada bidang pertanian adalah negara India. Tepatnya sejak 2016 lalu pemerintah India telah merilis aplikasi ini dengan sebutan National Agriculture Market (eNAM). eNAM sendiri adalah portal perdagangan elektronik yang dibuat oleh Pemerintah India untuk menciptakan pasar nasional terpadu untuk komoditas pertanian. Tujuan dari Aplikasi seluler ini adalah untuk memfasilitasi penawaran jarak jauh oleh pedagang dan akses informasi terkait harga kepada petani dan pemangku kepentingan lainnya melalui ponsel cerdas mereka.

Berkaitan dengan situasi Covid-19 ini, langkah yang dilakukan pemerintah India dengan aplikasi eNAM-nya sebagai salah satu program Petani Go Online adalah dengan menambah 200 pasar baru. Langkah ini dilakukan pemerintah India untuk memfasilitasi mereka yang terbelenggu kebijakan Lockdown. Dengan aplikasi ini petani akan terbantu dalam proses distribusi hasil pertanian. Mobilitas pengepul hasil pertanian pun juga berkurang, selain itu adanya aplikasi ini disinyalir akan berdampak positif terhadap kebutuhan pemenuhan pangan nasional.

Langkah Pemerintah Indonesia

Setelah kita melihat langkah pemerintah India, kemudian dapat kita bandingkan dengan langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Bagaimana langkah yang ditempuh? Apa bentuk real-nya? Bagaimana sistemnya?

Berkaitan dengan langkah yang dilakukan pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertanian secara resmi telah mengumumkan kerjasamanya dengan Gojek untuk mendistribusikan pangan murah.

Sebagaimana dinyatakan oleh Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita dalam money.kompas.com (07/04/2020) lalu bahwa Gojek kini bekerjasama dengan Toko Tani miliki Kementerian Pertanian. Fokus utama dari kerjasama ini adalah kemudahan mendapatkan bahan pangan selama pandemi Covid-19.

Pertanyaannya kemudian, lalu bagaimana dengan mereka pengepul? Atau mereka para petani yang kini sedang masa panen? Melihat fokus kerjasama Gojek dengan Toko Tani belum nampak adanya upaya menggandeng masyarakat di pedesaan agar terbantu dalam menjual produknya. Memang Toko Tani sendiri bertindak sebagai pengepul dan petani sebagai supplier, namun kita belum menemui adanya cabang dari Toko Tani sendiri.

Langkah pemerintah bekerjasama dengan Gojek ini sangat menggembirakan kita semua. Namun, masih timbul pertanyaan bagaimana dengan supplier petani? Kemana arahnya? Hal ini masih merupakan pertanyaa besar yang perlu dijawab.

Hemat penulis, selain program kerjasama dengan Gojek, seharusnya pemerintah juga melihat kembali program Petani Go Online yang sejak 2019 lalu sudah mulai diterapkan. Sebagaimana dijelaskan di atas, program tersebut nampak lebih komprehensif dalam mengatasi kebutuhan masyarakat petani. Mulai dari jalur pra produksi hingga proses distribusi semua sudah terkonsep dengan rapi. Optimalisasi program tersebut, secara konseptual lebih komprehensif dibandingkan hanya berfokus pada stok pangan saja.

Ternyata Saya tidak Gaptek? Evolusi Masyarakat Pasca Pandemi Covid-19

Respon Masyakat Terhadap Social Distancing

Di tengah pandemi Covid-19 ini pemerintah mengeluarkan kebijakan social distancing sekaligus physical distancing. Sebagai konsekuensinya segala aktivitas utama masyarakat seperti bekerja di kantor beralih menjadi work from home, belajar di sekolah dan kampus berubah menjadi study at home.

Di bidang pembelajaran, perguruan tinggi di Indonesia akhirnya melakukan optimasi sistem e-learning mereka, sekolah-sekolah dari tingkat dasar sampai pada tingkat menengah juga menerapkan hal yang sama, berbagai platform pembelajaran digital seperti Ruangguru, Cakap, Ilmupedia dan lainnya turut bergembira menyambut himbauan pemerintah tersebut. Media pembelajaran online seperti zoom, Google classroom, Google meet dibanjiri oleh pendidik dan peserta didik. Termasuk juga media sosial seperti WhatApps, Facebook, Telegram dijadikan sarana pembelajaran online. Berbagai provider kuota-kuota internet melakukan kebijakan gratis kuota dan diskon di sana sini.

Demikian halnya dengan kegiatan work from home, aplikasi seperti Google Drive, Trello dan sejenisnya dijadikan sebagai alat komunikasi penyelesaian project bersama. Alat komunikasi, intergrasi dan pembagian job masing-masing. Bagi mereka yang belum mengenal cara kerja dua aplikasi tersebut, maka untuk bekerja mereka cenderung menggunakan aplikasi media sosial sebagai alat integrasi, pengumpulan dan pembagian job.

Fakta Unik di Tengah Kebijakan Social Distancing

Di balik respon masyarakat atas kebijakan sosial distancing baik dalam dunia kerja maupun dunia pendidikan di atas terdapat beberapa fakta-fakta unik yang kirannya dapat kita nilai sebagai sisi positif dari kebijakan lock down. Mengapa demikian? Apa yang terjadi?

Berdasar pengalaman pribadi, sejak kurun waktu 1 bulan lalu pulang kampung, saya melihat fenomena lain yang terjadi kepada ibu rumah tangga di desa saya. Dulu ketika urusan rumah tangga selesai, umumnya mereka akan beristirahat sambil berbincang-bincang mengenai kegiatan sore hari atau malam hari. Kegiatan yang diperbincangkan pun bermacam-macam. bisa tentang konsep acara tasyakuran kenduri, bisa berkaitan dengan jamaah shalawat, atau perbincangan kecil lainnya. Namun waktu itu saya kaget, ketika kemudian tiba-tiba ada salah satu ibu rumah tangga yang menanyakan bagaimana melakukan scan lewat smartphone. Ada juga yang bertanya bagaimana mengirim dokumen lewat aplikasi WhatApps, bahkan ada yang bertanya apa itu “TOKEN” ujian.

Pertanyaan demikian tidak pernah muncul sebelumnya, sebelum ada kebijakan lock down ini. Saya pun juga melihat adik-adik yang dulu menggunakan smartphone hanya untuk eksitensi diri di media sosial (buat status alay, tiktok, nonton drama dan game) kini mulai memfungsikan ke arah lain, beberapa jenis aplikasi berbau pendidikan mulai menghiasi layar Smartphone mereka. Kekhawatiran saya dulu terhadap generasi millennial mengenai kemampuan mereka menghadapi perkembangan industri 4.0 pun akhirnya turut memudar sedikit demi sedikit.

Tidak mau ketinggalan, guru, dosen, pengajar privat juga terpaksa harus menerapkan pembelajaran daring kepada anak didiknya. Metode apapun mereka gunakan, semampu mereka sepaham mereka terhadap teknologi yang ada itulah yang digunakan. Model daring yang paling sederhana antara lain, membuat group kelas-mengirim foto tugas-siswa mengirim jawaban. Untuk beberapa perguruan tinggi yang tentu sudah memiliki tim IT sendiri, melakukan optimalisasi sistem e-learning mereka. Selain itu, muncul Youtuber  baru dari kalangan dosen-dosen sebagai upaya mereka dalam memberikan pelajaran terhadap anak didik tercintanya.

Saya sendiri pun juga demikian, dulu sempat menggunakan Google Classroom namun tidak berjalan karena dirasa kurang efektif. Kemudian, akibat lock down ini website ini tercipta, khusus untuk pembelajaran saya menggunakan bantuan Plugin Learning Manajemen Sistem (LMS).

Harapan Pasca Social Distancing

Dengan penuh harapan agar Pandemi Covid-19 ini berakhir, dengan penuh harapan dan keyakinan pula bahwa usai Pandemi ini masyarakat setidaknya akan berevolusi dari yang awalnya Gaptek (gagap teknologi) menjadi Meletek (melek teknologi).

Akhir kata, setidaknya Pandemi Covid-19 mengajari kita bagaimana ber-internet secara bijak.

Payung Hukum Pekerja Freelance di Indonesia

Perkembangan industri 4.0 mendorong berbagai pekerjaan baru muncul, termasuk di dalamnya pekerja freelance. Belum lama ini sebagaimana tercatat di BPS pada Februari 2018 lalu, pekerja freelance di Indonesia mencapai 131 juta orang. Berkaitan dengan maraknya pekerja freelance tersebut, sudah adakah payung hukum yang mengatur hubungan antara pekerja freelance dan pemberi kerja?

Sebelum membahas terkait aspek hukum, terlebih dahulu kita mencoba mengklasifikasikan kategori pekerja freelance di Indonesia.

Macam Pekerja Freelance

Dari sisi pekerja, setidaknya freelance di Indonesia dapat dibagi menjadi dua kategori yakni:

1. Pekerja Full Freelance

Pekerja full freelance maksudnya adalah mereka yang secara hukum mendaftarkan diri menjalankan usaha freelance membayar pajak untuk kerja yang dilakukan. Ciri lainya dari full freelance ini adalah mereka secara sah mendeklarasikan diri dalam Profilnya sebagai pekerja freelance. Secara sah disini berarti pekerjaan utama mereka memang hanya itu dan memiliki npwp usaha yang menyebutkan bidang tersebut sebagai pekerjaannya.

2. Pekerja Freelance Sampingan

Kategori yang kedua adalah mereka yang juga menawarkan jasa freelance , akan tetapi mereka sebenarnya memiliki pekerjaan yang lain. Umumnya pekerja jenis ini sudah memiliki pekerjaan tetap dan skill tertentu, untuk mencari tambahan penghasilan skill yang mereka miliki ditawarkan kepada pihak lain yang membutuhkan dengan niat mendapat penghasilan tambahan dari bekerja secara freelance.

Macam Perjanjian Freelance

Selanjutnya dari sisi macam perjanjian kerja yang dilakukan oleh freelance setidaknya terbagi atas kategori berikut ini.

1. Perjanjian melalui perantara

Maksud dari perjanjian melalui perantara ini bahwa di Indonesia sendiri telah tersedia banyak platform yang mempertemukan antara pekerja freelance dengan pengguna, platform tersebut antara lain pjoject.id, sribulancer, fastwork dan sejenisnya. Melalui perantara situs tersebutlah kemudian antar pekerja dan pemberi kerja melakukan perjanjian. Dalam hal ini pihak penyedia situs berposisi sebagai mediator antara keduanya. Umumnya, sifat perjanjian adalah semi baku, bentuk pekerjaan dan durasi ditentukan sendiri oleh para pihak, sedangkan untuk proses upah mengupah ditentukan dan atas campur tangan situs.

2. Perjanjian dua belah pihak

Maksud dari pekerjaan freelance dua belah pihak adalah lawan dari perjanjian di atas, dalam hal ini para pihak secara langsung melakukan pekerjaan via media sosial/komunikasi tertentu. Media komunikasi bentuknya bisa bermacam-macam, bisa Facebook Messenger, WhatApps dan sejenisnya.

Untuk jenis pekerjaan yang ditawarkan sangatlah beragam, bisa Kontributor content website, design logo, pembuatan aplikasi, entri data dan lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu dalam tulisan ini.

Setelah mengetahui sedikit gambaran mengenai pekerjaan freelance sebagaimana disinggung di atas, lalu bagaimana dengan payung hukum atas jenis pekerjaan tersebut? Adakah payung hukumnya? Bagaimana pengaturannya?

Pekerja Freelance dalam UU Ketenagakerjaan

Pertama, kita bisa memulai dari aturan yang paling umum terlebih dahulu yakni Undang-Undang (UU) No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam undang-undang ini ternyata tidak ditemukan secara eksplisit istilah pekerja freelance atau dalam bahasa Indonesia pekerja lepas. Dalam undang-undang ini setidaknya istilah yang bisa mencangkup seluruh jenis kerja adalah mengenai definisi dari hubungan kerja. Hubungan kerja dalam UU Ketenagakerjaan didefinisikan sebagai hubungan kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja antara pengusaha dan pekerja/buruh. Perjanjian kerja itu dibuat atas dasar kesepakatan kedua belah pihak; kemampuan/kecakapan melakukan perbuatan hukum; adanya pekerjaan yang diperjanjikan; dan pekerjaan yang diperjanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Artinya setiap hubungan yang didasarkan atas perjanjian kerja antara pekerja dan pengusaha masuk dalam pengaturan UU Ketenagakerjaan.

Selanjutnya berkaitan dengan jenis perjanjian dalam UU ini disebutkan bahwa perjanjian kerja dibuat untuk waktu tertentu (PKWT) atau untuk waktu tidak tertentu (PKWTT). Untuk PKWT dibuat secara tertulis, berbahasa Indonesia dan huruf latin. PKWT yang tidak dibuat secara tertulis dinyatakan sebagai PKWTT.

Melihat bunyi ketentuan tersebut, dapat kita identifikasi jenis perjanjian kerja dalam freelance yakni ketika perjanjian diadakan melalui perantara situs, maka praktik tersebut mendekati definisi dari PKWT. Untuk perjanjian yang dibuat tanpa perantara situs, bisa berbentuk PKWT maupun PKWTT, dalam praktik perjanjian yang digunakan umumnya PKWTT.

Bagaimana kedudukan hukum perjanjian tersebut?

Sebagai perjanjian maka untuk menilai sah atau tidaknya maka kita dapat merujuk pada pasal 1320 KUHPerdata tentang Syarat Sah Perjanjian, sebagai berikut:

  • sepakat mereka yang mengikatkan dirinya;
  • kecakapan untuk membuat suatu perikatan;
  • suatu hal tertentu;
  • suatu sebab yang halal.

Seuatu perjanjian yang telah memenuhi syarat tersebut, maka memiliki kekuatan hukum yang mengikat kedua belah pihak. Hal ini sebagaimana diatur dalam pasal 1338 ayat KUH Perdata yang berbunyi:

“Semua persetujuan yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya”

Dengan demikian praktik perjanjian kerja freelance yang selama ini telah dilakukan baik melalui perantara atau tidak, baik secara tertulis, lisan maupun elektronik asalkan tidak menyalahi ketentuan pasal 1320 di atas, memilki kekuatan hukum yang mengikat bagi kedua belah pihak. Oleh karena itu bila ada salah satu pihak yang ingkar janji, ia dapat dituntut untuk bertanggungjawab.

Adakah aturan khusus pekerja freelance di Indonesia?

Berkaitan dengan ketentuan lebih lanjut mengenai perjanjian kerta diatur dalam Kepmenakertrans No.100 Tahun 2004. Kepmenakertrans ini mengatur beberapa jenis PKWT, salah satunya perjanjian kerja harian lepas atau dikenal dengan istilah freelance. Artinya ada peraturan khusus di Indonesia yang secara eksplisit menyebut istilah freelance. Akan tetapi, apakah yang dimaksud oleh Undang-Undang, sesuai dengan praktik yang ada?

Secara lebih detail, Perjanjian Pekerja Harian Lepas menurut KEPMEN No. 100 Tahun 2004 adalah :

  • Pekerja  harian lepas  yang melaksanakan pekerjaan – pekerjaan tertentu yang berubah – ubah dalam hal waktu dan volume pekerjaannya serta upah didasarkan kepada kehadirannya.
  • Pekerja harian lepas melaksanakan pekerjaan kurang dari dua puluh satu ( 21 ) hari dalam satu bulan.
  • Dalam hal pekerja bekerja selama dua puluh satu ( 21 ) hari atau lebih selama tiga ( 3 ) bulan berturut-turut atau lebih, maka perjanjian kerja harian lepas menjadi karyawan PKWTT.

Perusahaan (pemberi kerja) yang mempekerjakan tenaga harian lepas, wajib membuat perjanjian kerja secara tertulis, agar jelas hak dan kewajiban pekerja harian tersebut, dimana perjanjian tertulis tersebut berisi :

  • Nama/Alamat pemberi kerja ( perusahaan ) yang mempekerjakan tenaga harian lepas tersebut.
  • Nama/Alamat Pekerja harian tersebut.
  • Jenis Pekerjaan yang dilakukan Pekerja harian tersebut.
  • Besarnya upah dan imbalan yang diberikan pemberi kerja kepada pekerja harian tersebut.

Setelah dibuat, perjanjian tersebut disampaikan kepada instansi terkait, yang bertanggung jawab kepada ketenagakerjaan setempat, selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak mempekerjakan tenaga harian tersebut.

Jika melihat maksud dari pekerja lepas dalam konsep Kepmenakertrans No.100 Tahun 2004 di atas maka berkaitan dengan praktik freelance dalam kategori yang disinggung di atas tidak termasuk dalam pengertian peraturan tersebut.

Jadi dapat disimpulkan berkaitan dengan freelance sebagaimana disinggung sebelumnya belum terdapat aturan yang jelas sebagai payung hukum yang menaunginya. Oleh karena itu, perjanjian antara freelancer dan pemberi kerja hanya dapat didasarkan pada pengaturan perjanjian dalam KUHPerdata sebagaimana disinggung di atas.

Lalu seperti apakah pekerja lepas/freelance yang dimaksud dalam Kepmenakertrans No.100 Tahun 2004, freelance yang demikian adalah mereka yang mengadakan kontrak kerja dengan perusahaan tertentu dalam kurun waktu kurang dari 21. Mereka juga freelance seperti umumnya, bedanya mereka mendapatkan proyek yang cukup besar seperti membuat aplikasi tertentu untuk perusahaan.

Lalu apa fungsinya Kepmenakertrans No.100 Tahun 2004 tersebut, dalam hal ini jika Anda adalah seorang freelance ketika Anda memperoleh job baik melalui situs perantara atau tidak, maka sebaiknya Anda meminta syarat-syarat Administratif sebagaimana dijelaskan dalam aturan tersebut.

Mengapa Perlu ada Payung Hukum?

Sebagaimana disinggung dalam hukumonline.com (06/04/2019) bahwa Koordinator Advokasi Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif (Sindikasi), Nur Aini melihat pekerja lepas sering menghadapi kondisi kerja yang buruk, seperti upah telat, kurang atau tidak dibayar. “Seringkali pekerja freelance bekerja tanpa batas waktu, upah lembur, jaminan sosial, kesehatan, serta perlindungan keselamatan kerja,”.

Bagaimana dengan Anda? Apakah anda mendapatkan hak-hak seharusnya sebagai pekerja? Sudah standarkah upah Anda?

Hukumline, ide bisnis, hukum bisnis, kontrak bisnis, marketing dan keuangan (your business legal aspects, financial and ideas to the next level

Open chat
Konsultasi Online
Exit mobile version