Arsip Tag: akuntansi

7 Tips Perencanaan Keuangan Pribadi untuk Gen Z

Sayangnya, perencanaan keuangan pribadi tidak menjadi mata pelajaran wajib di bangku sekolah maupun perguruan tinggi. Nah, kurangnya pendidikan finansial dasar ini membuat banyak kalangan muda, terutama Gen Z, tidak mengerti tentang bagaimana mengelola keuangan pribadi mereka.

Bagi Anda yang ingin mengingat-ingat perencanaan keuangan bisnis, simak di sini.

Untuk membantu kamu memulai menyusun perencanaan finansial pribadi, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan. Berikut ini penjelasannya!

Tinjau Situasi dan Kondisi Kamu Saat Ini

Sebelum mulai membuat perencanaan, kamu perlu tahu bagaimana situasi dan kondisi kamu saat ini, terutama kondisi finanisal. Jangan tunda untuk memeriksa atau melakukan cross check semua pengeluaran yang kamu butuhkan untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan apakah pemasukan kamu bisa menutupi semuanya.

Pengeluaran ini mulai dari kebutuhan makan, membayar pajak, listrik, air, internet, kredit, dan lain-lain. Lebih baik lagi jika kamu memeriksa pengeluaran sejak 3 hingga 6 bulan yang lalu dan mengkategorikannya.

Belajar Self Control

Jika kamu beruntung, orang tua kamu biasanya akan mengajari keterampilan ini sejak kamu masih kecil. Namun, jika tidak, ingatlah bahwa makin cepat kamu mempelajari seni menunda kepuasan, makin cepat pula kamu akan merasa mudah untuk mengatur keuangan.

Biasakanlah dirimu untuk membeli segala sesuatu berdasarkan prioritas kebutuhan, bukan keinginan. Bila kamu sudah terbiasa, kamu tidak akan kesulitan untuk mencapai kesehatan finansial di masa mendatang.

Mencatat Segala Pemasukan dan Pengeluaran

Untuk bisa memperoleh ilmu seputar finansial, kamu juga disarankan untuk perbanyak membaca buku dan referensi tentang keuangan pribadi. Dari situ, kamu akan menyadari betapa pentingnya memastikan pengeluaran tidak melebihi pemasukan kamu. Bagaimana cara memastikannya? Tentu saja dengan membuat catatan anggaran.

Setelah terbiasa mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan kamu setiap hari setidaknya selama sebulan, kamu akan menyadari bahwa membuat perubahan kecil yang dapat dikelola dalam pengeluaran sehari-hari dapat berdampak besar pada kondisi finansial kamu, misalnya mendapatkan kenaikan gaji, mendapat bonus, dan lain-lain.

Pahami Rasio Utang terhadap Pendapatan Kamu

Ini adalah fondasi terpenting untuk kamu bisa mencapai kesehatan finansial yang prima. Uang yang masuk adalah pendapatan pokok, seperti gaji, bonus, hasil investasi, dan sebagainya. Sementara itu, uang yang keluar dari rekening sebaiknya kamu gunakan untuk menutupi pengeluaran dan utang.

Dengan mengetahui rasio antara utang dan pendapatan, kamu bisa merencanakan keuangan dengan lebih cerdas. Ini juga penting untuk memastikan bahwa alokasi pengeluaran kamu digunakan untuk keperluan yang memang sangat penting.

Rencanakan Masa Depan

Menetapkan tujuan sangat penting untuk mencapai kesuksesan finansial. Menabung memang penting. Akan tetapi sebelum itu, pastikan dahulu kamu tahu dan yakin dengan tujuan dan alasan kamu menabung.

Tujuan tersebut bisa jadi untuk membeli rumah atau mobil, melanjutkan pendidikan, menikah, liburan, atau mengumpulkan dana pensiun. Dengan begitu, kamu akan lebih termotivasi dan berkomitmen dalam menyisihkan uang demi mewujudkan impian tersebut.

Belajar Investasi

Dengan berinvestasi, itu artinya kamu mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan yang penuh kejutan dan perubahan serta melatih kedisiplinan diri untuk mencapai tujuan. Secara tidak langsung, belajar investasi juga membantu menggerakkan roda pertumbuhan ekonomi negara melalui investasi di sebuah perusahaan.

Lebih baik lagi jika kamu telah mulai belajar investasi dari usia muda. Ya, mempelajari cara berinvestasi sejak dini merupakan hal yang perlu dilakukan oleh generasi muda. Terlebih lagi, situasi pandemi ini menuntut kemampuan mengelola keuangan dengan lebih baik.

Generasi muda pada umumnya lebih rentan secara finansial. Hal ini tidak terlepas dari konsep gaya hidup “YOLO” alias You Only Live Once yang masih kuat di kalangan anak muda. Nyatanya, beberapa anak-anak muda Gen Z masih memiliki kebiasaan menghabiskan uang untuk mendapatkan kepuasan pribadi alih-alih memperkuat ketahanan finansial.

Misalnya, menggunakan uang untuk membeli barang-barang mahal yang belum tentu dibutuhkan, jalan-jalan kapan pun ada kesempatan, atau nongkrong tanpa mempertimbangkan tabungan. Menariknya, pandemi COVID-19 mulai menyadarkan masyarakat, termasuk Gen Z dari gaya hidup boros ini.

Di saat seperti inilah, investasi menunjukkan perannya sebagai jawaban dalam mempersiapkan masa depan yang lebih aman. Jika kamu sudah belajar berinvestasi sejak dini, ini akan mempermudah kamu dalam mengumpulkan uang demi mewujudkan impian masa depan kamu.

Gunakan Perlindungan Asuransi

Tips ini berguna sebagai persiapan dana darurat untuk melindungi diri kamu dari segala hal tidak mengenakkan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Dengan menggunakan asuransi, kamu akan mendapat perlindungan dari pengeluaran biaya yang cukup besar yang dapat secara signifikan merusak tujuan perencanaan keuangan pribadi Anda.

Itulah beberapa tips membuat perencanaan keuangan pribadi untuk Gen Z yang patut untuk praktikkan sesegera mungkin.

Membuat Perencanaan Keuangan Jangka Pendek

Mengelola alias perencanaan keuangan dengan pendekatan strategis yang baik adalah upaya terbaik dalam pengawasan bisnis dan mengorganisir rencana pengelolaan dana pribadi. Maka dari itu, perencanaan finansial perlu dilakukan.

Dalam membuat perencanaan finansial, setiap orang tentu memiliki kondisi yang berbeda-beda sehingga memerlukan adanya perencanaan keuangan jangka pendek untuk pribadi.

Apa Itu Perencanaan Keuangan Jangka Pendek?

Rencana keuangan jangka pendek merupakan pedoman atau buku panduan yang memberi kamu batasan finansial, rencana, dan strategi yang harus kamu jalankan selama masa periode terhitung.

Rencana tersebut mencakup setiap aspek kesehatan finansial pribadi maupun bisnis, upaya mendapatkan, investasi, pajak, hingga rencana dana hari tua. Usia, pendapatan, utang, dan aset yang kamu miliki akan memengaruhi rencana yang akan kamu buat.

Peran Penting Rencana Keuangan Jangka Pendek

Membuat rencana finansial jangka pendek memiliki peran yang cukup penting pada berlangsungnya kegiatan usaha. Adapun beberapa peranannya adalah sebagai berikut.

Mengelola Stabilitas Perputaran Dana

Membuat rencana terperinci akan membantu perusahaan dalam mengelola perputaran dana menjadi lebih stabil. Dengan perputaran dana yang sehat, bisnis dapat melakukan tahap ekspansi bisnis.

Mencegah Terjadinya Pemborosan

Dengan membuat rencana finansial yang baik, individu maupun bisnis akan dapat mencegah terjadinya pemborosan biaya pengeluaran yang sia-sia. Dengan begitu, kamu bisa memanfaatkan  dana untuk keperluan lain.

Perencanaan Peristiwa Kehidupan

Mencapai tonggak tertentu pada kehidupan, seperti menikah atau memiliki momongan, adalah alasan yang jelas untuk membentuk kembali rencana pengelolaan dana pribadi. Untuk bisnis sendiri, peristiwa seperti inflasi bisnis maupun pengembangan bisnis juga bisa diagendakan.

Perencanaan Dana Pensiun

Dana pensiun untuk hari tua harus direncanakan sedini mungkin. Untuk menunjang keberhasilan pengumpulan biaya, kamu harus menata kembali perencanaan finansial sesuai tujuan dari dana pensiun kamu.

Belajar Berinvestasi

Memiliki passive income merupakan impian bagi banyak orang di dunia. Dengan bekerja seminim mungkin, kamu masih bisa mendapat penghasilan besar. Caranya? Kamu bisa mulai berinvestasi. Namun, dalam berinvestasi, kamu perlu memiliki wawasan dan rencana yang baik.

Meningkatkan Produktivitas

Dengan memiliki perencanaan yang baik, produktivitas individu maupun badan usaha akan ikut meningkat. Rencana tersebut akan membangun masa depan yang lebih baik daripada sebelumnya.

Peluang Tujuan Jangka Panjang Lebih Baik

Perencanaan finansial akan meningkatkan peluang keberhasilan dalam mencapai tujuan jangka panjang. Tujuan tersebut meliputi pembelian rumah, pendidikan anak, maupun biaya pernikahan anak.

Tips Membuat Rencana Keuangan Jangka Pendek

Berikut beberapa tips yang bisa kamu aplikasikan dalam merencanakan keadaan finansial jangka pendek.

Tentukan Tujuan Perencanaan

Menetapkan tujuan keuangan jangka pendek dapat memberi dorongan kepercayaan diri dan pengetahuan dasar yang kamu perlukan dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai. Tujuan tersebut meliputi tujuan jangka pendek maupun jangka panjang.

Membuat Anggaran dengan Skala Terkecil

Kamu harus mendeskripsikan anggaran dengan skala terkecil yang kamu tentukan. Sebagai contoh, untuk perhitungan rencana bulanan, maka kamu harus melakukan breakdown harian untuk mendapatkan rencana yang lebih akurat.

Memisahkan Dana Darurat, Investasi, Maupun Asuransi

Dana darurat, investasi dan asuransi merupakan hal yang wajib kamu pisahkan pengelolaannya. Menggunakan tabungan berbeda beda maupun bantuan jasa pengelolaan dana tepercaya bisa menjadi solusi yang tepat.

Mendata Biaya Utang atau Cicilan

Dalam merencanakan pengelolaan finansial, ada dana lain yang harus kamu sisihkan, yaitu kebutuhan biaya utang atau cicilan. Dengan mendata secara akurat akan membuat perencanaan lebih baik.

Melakukan Konsultasi dengan Expert

Melakukan konsultasi dalam mengelola finansial akan menunjang keberhasilan perencanaan yang kamu buat. Selain itu, expert dengan segala pengalaman dan wawasan yang dimiliki mampu memberikan saran terbaik untuk kemajuan diri maupun bisnismu.

Melakukan Pencatatan dengan Real dan Terperinci

Segala jenis pengeluaran dan pemasukan yang kamu dapatkan harus selalu dicatat dengan sebenar-benarnya dengan rincian yang jelas.

Menggunakan Aplikasi Pendukung

Kemajuan teknologi membuat banyak bermunculan aplikasi pendukung dalam merencanakan finansial, selain perhitungan yang lebih akurat, fitur pendukung lainnya akan meningkatkan produktivitas diri dan efisiensi kerja.

Kini kamu sudah tahu pentingnya perencanaan keuangan bagi individu maupun badan usaha. Bahkan dengan tips di atas, kini kamu bisa membuat rencana finansial sendiri.

Apa itu Akuntansi Berbasis Akrual?

Sebagai pemilik bisnis, Anda memiliki tugas penting untuk memilih metode akuntansi untuk mencatat transaksi. Salah satu metode yang dapat Anda gunakan adalah akuntansi berbasis akrual. Dalam kondisi tertentu, Anda mungkin harus menggunakan metode akuntansi akrual untuk mencatat uang masuk dan keluar. Jadi, apa itu akuntansi akrual?

Apa Itu Akuntansi Akrual?

Akuntansi berbasis akrual adalah salah satu dari tiga metode akuntansi yang dapat Anda gunakan untuk mencatat pendapatan dan pengeluaran bisnis.

Basis akrual adalah metode akuntansi yang paling kompleks. Untuk menggunakan metode akuntansi akrual, Anda biasanya perlu memiliki pengetahuan akuntansi dasar.

Metode akuntansi akrual menggunakan akun yang lebih canggih, seperti:

  • Akun hutang
  • Kewajiban jangka panjang
  • Inventaris
  • Aktiva lancar dan tetap
  • Piutang

Metode akrual menggunakan akun standar, seperti kas, ekuitas, pendapatan, dan harga pokok penjualan (COGS), selain akun di atas.

Dengan metode akrual, Anda harus mencatat pendapatan saat transaksi Anda terjadi, dengan atau tanpa transfer uang. Dan catat pengeluaran saat Anda ditagih.

Pantau uang yang Anda miliki dan hutangkan kepada Anda. Catat piutang untuk menentukan dana yang harus dibayar dari pelanggan dan hutang untuk dana yang Anda berutang kepada vendor.

Istilah Penting dalam Akuntansi Berbasis Akrual

Berikut ini adalah beberapa poin penting dalam pencatatan laporan keuangan berbasis akrual:

1. Hutang Usaha

Hutang usaha (AP) adalah uang yang harus dibayarkan bisnis Anda kepada bisnis, individu, dan organisasi lain. Dengan hutang dagang, Anda dapat melacak kredit yang telah diberikan orang lain kepada Anda. Setiap entri AP disebut “payable”. Hutang merupakan faktur terutang yang harus Anda bayar.

Misalnya, Anda membeli persediaan dari vendor dan menerima faktur sebesar $ 100. Saat Anda menerima faktur, catat jumlah yang harus dibayar dalam pembukuan Anda sehingga catatan Anda menunjukkan bisnis Anda berhutang $ 100 kepada vendor.

2. Piutang

Anda dapat memberikan kredit kepada pelanggan alih-alih mewajibkan pembayaran pada saat penjualan. Ini mulai berlaku saat Anda memberikan kredit kepada pelanggan Anda.

Piutang adalah uang yang berhutang ke bisnis Anda tetapi belum dibayarkan. Piutang membantu Anda melacak kredit yang Anda berikan kepada pelanggan. Entri AR disebut “piutang”. Entri AR Anda mewakili faktur pelanggan yang terutang. Catat piutang segera setelah Anda melakukan penjualan, bukan saat Anda menerima pembayaran pelanggan.

Misalkan Anda menyediakan layanan untuk pelanggan dan mengirimkan faktur sebesar $ 250. Saat Anda mengirim faktur, catat $ 250 sebagai piutang di pembukuan Anda untuk menunjukkan bahwa pelanggan berhutang uang kepada Anda.

Double-entry Bookkeeping Dalam Akuntansi Akrual

Dengan akuntansi berbasis akrual, gunakan pembukuan entri ganda untuk mencatat pendapatan dan biaya. Untuk pembukuan entri ganda, catat dua entri untuk setiap transaksi yang dilakukan bisnis Anda. Kedua entri itu sama dan berlawanan.

Satu entri menambah akun, dan entri lainnya mengurangi akun. Anda menambah dan mengurangi akun dengan mencatat debit dan kredit. Beberapa akun ditingkatkan dengan debit, sementara kredit meningkatkan yang lain. Lihat bagan di bawah ini untuk melihat bagaimana akun tertentu dipengaruhi oleh kredit dan debit, berikut contoh akuntansi berbasis akrual untuk pencatatan:

Misalkan Anda menjual produk ke pelanggan dan memberi mereka faktur. Dengan metode akrual, catat pendapatan saat pelanggan menerima faktur Anda.

Pendapatan adalah aset karena menambah nilai bagi bisnis Anda. Penghasilan meningkatkan aset Anda. Karena debet menambah aset, debet pendapatan dalam pembukuan Anda.

Setelah men-debet pendapatan, Anda perlu membuat entri lain. Saat Anda menjual produk, Anda kehilangan inventaris. Inventaris adalah aset lain. Hilangnya inventaris menurunkan aset Anda. Kredit menurunkan aset, jadi Anda harus mengkredit inventaris agar memiliki dua entri yang sama dan berlawanan dalam pembukuan Anda.

Aturan Akuntansi Berbasis Akrual yang Harus Anda Ingat

Seperti disebutkan sebelumnya, bisnis tertentu harus menggunakan akuntansi akrual untuk pencatatan. Lalu, perusahaan mana yang harus menggunakan metode akrual?

Apakah Anda diharuskan menggunakan akuntansi akrual atau tidak bergantung pada penjualan rata-rata bisnis Anda. Anda harus menggunakan metode akrual jika perusahaan Anda memiliki rata-rata penjualan lebih dari $ 5 juta.

Jika Anda tidak menghasilkan lebih dari $ 5 juta dalam penjualan, Anda masih dapat memilih untuk menggunakan metode akrual untuk catatan bisnis Anda. Perlu diingat bahwa basis akrual akuntansi lebih kompleks daripada metode lainnya dan memiliki lebih banyak kurva pembelajaran. Sebelum Anda memutuskan untuk pergi ke jalur akrual, pertimbangkan keuntungan dan kerugian dari akuntansi akrual.

Kelebihan dan Kekurangan dari Akuntansi Berbasis Akrual

Pertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari basis akrual sebelum Anda membuat keputusan.

Kelebihan dari Metode Akrual

Simak beberapa keuntungan dari metode akuntansi akrual:

  • Metode ini memberi Anda gambaran akurat tentang arus kas keseluruhan bisnis Anda
  • Akrual menunjukkan kepada Anda gambaran yang jelas tentang pendapatan dan pengeluaran Anda untuk membantu Anda membuat keputusan keuangan yang cerdas
  • Memberikan pandangan keuangan jangka panjang yang lebih baik
  • Metode ini memberi Anda pilihan untuk menunda pendapatan atas pengembalian pajak Anda untuk pengurangan pajak yang berpotensi lebih besar

Kekurangan dari Metode Akrual

Berikut beberapa kelemahan akuntansi akrual:

  • Lebih kompleks dari metode akuntansi lainnya
  • Metode ini tidak menunjukkan gambaran jelas tentang uang tunai di tangan
  • Sistem ini bisa memakan lebih banyak waktu untuk pemula

Metode akuntansi lainnya

Metode akuntansi akrual bukanlah satu-satunya pilihan pembukuan bagi pemilik bisnis. Berikut dua metode lain yang dapat Anda gunakan:

  • Akuntansi berbasis kas
  • Akuntansi berbasis kas yang dimodifikasi

1. Akuntansi Berbasis Kas

Ada banyak perbedaan antara akuntansi kas vs. akrual. Akuntansi berbasis kas adalah metode akuntansi yang paling sederhana dan tidak membutuhkan pengetahuan akuntansi yang luas. Tidak seperti akuntansi akrual, metode cash-basis hanya menggunakan akun kas, seperti ekuitas, pendapatan, beban, dan (tentu saja) kas.

Dengan akuntansi berbasis kas, Anda tidak dapat melacak hal-hal seperti kewajiban jangka panjang, aset saat ini, hutang dagang, dan piutang. Umumnya, Anda tidak dapat menggunakan akuntansi berbasis kas jika Anda perlu melacak inventaris, aset tetap, atau pinjaman.

Dengan akuntansi berbasis kas, catat pendapatan saat Anda menerimanya. Dan laporkan pengeluaran saat Anda membayarnya.

2. Akuntansi Berbasis Kas yang Dimodifikasi

Akuntansi berbasis kas yang dimodifikasi, atau metode hybrid, adalah campuran akuntansi akrual dan berbasis kas.

Seperti akuntansi berbasis kas, catat pendapatan saat Anda menerimanya dan catat pengeluaran saat Anda melakukan pembayaran. Dan seperti akuntansi akrual, basis kas yang dimodifikasi juga menggunakan akuntansi entri ganda.

Dengan basis kas yang dimodifikasi, Anda dapat mencatat item jangka pendek dan panjang. Metode hybrid menggunakan akun kas dan akun akrual, bukan hanya akun kas agar lebih kompleks daripada akuntansi berbasis kas.

Mana metode yang akan Anda gunakan sangat bergantung pada karakteristik bisnis Anda dan tentu bergantung juga pada perputaran keuangan Anda selama periode tertentu. Akuntansi berbasis akrual cocok bagi bisnis yang memiliki penjualan rata-rata $5 juta.

Terapkan Cara Mudah Menghitung Harga Jual Produk dengan 2 Metode Ini

Bagaimana cara menghitung harga jual produk saya? Harus mulai dari mana? Merupakan dua pertanyaan yang sering muncul di benak pebisnis pemula.

Jawabannya tidak lain adalah untuk menghitung harga jual, Anda harus mulai dengan menyiapkan laporan keuangan yang reliable. Dalam kaitan ini, Anda tidak perlu menunggu bisnis Anda berjalan dan kemudian melakukan pencatatan transaksi, Anda bisa memulai dengan melihat laporan keuangan dari pesaing Anda. Dari laporan ini, Anda dapat menggunakan metode akuntansi untuk mendapatkan strategi penetapan harga yang menguntungkan. Bagaimana penerapannya, simak ulasan di bawah ini.

2 Metode Penetapan Harga untuk Menghitung Harga Jual Produk Anda

Bagaimana Anda melakukan ini? Ada dua metode yang umum digunakan untuk membuat label harga pada produk Anda. Anda juga bisa melihat ulasan terkait mengenai Tentukan Harga yang Tepat: Cara Menghitung Harga Jual Nasi Box untuk Event

1. Cara Menghitung Harga Jual Produk dengan Metode Cost-Plus

Metode ini merupakan metode yang paling umum digunakan. Dengan teknik Cost-Plus ini Anda cukup mendapatkan total semua biaya untuk memproduksi satu unit produk atau layanan Anda.

Apa yang harus dimasukkan dalam harga produk Anda?

Jika Anda tertarik pada produk manufaktur, biaya Anda akan mencakup semua bahan langsung dan tenaga kerja yang diperlukan untuk membuat produk.

Di sisi lain, jika Anda adalah seorang pedagang retail, Anda dapat menyertakan jumlah yang Anda bayarkan untuk produk tersebut.

Tapi, bagaimana dengan layanan jasa?

Menentukan biaya layanan/jasa bisa sedikit rumit. Pelajari rutinitas layanan Anda dan biaya yang Anda keluarkan selama proses tersebut. Grafik dibawah ini menunjukkan contoh hipotesis tentang cara menghitung biaya layanan perbaikan:

Margin kemudian akan ditambahkan ke biaya produk (atau layanan) untuk menentukan harga yang sesuai.

Contoh Cara Menghitung Harga Jual Produk dengan Metode Cost-Plus:

Sebelum melihat contohnya, mari kita simak beberapa istilah kunci dalam penetapan harga model Cost-Plus ini. Adapun istilah tersebut adalah sebagai berikut:

  • Markup adalah selisih antara harga jual dengan biaya dari produk. Umumnya, tergantung pada industrinya, ini dinyatakan sebagai persentase biaya.
  • Margin (juga disebut Laba Kotor) = Harga jual – Harga pokok penjualan.
  • Margin dan Markup bergerak bersamaan. Misalnya, markup 40% selalu sama dengan margin keuntungan 28,6%, markup 50% selalu sama dengan margin 33%.

Menggunakan Markup

Anda memiliki usaha membuat kursi mebel kayu. Setelah melakukan penelusuran biaya, Anda menentukan beban biaya berikut:

  • Biaya kayu: 100
  • Tenaga kerja dan bahan:  40
  • Total Biaya:  140
  • Markup yang Diinginkan: 40%

Harga jual Anda akan dihitung sebagai:  140 X 140% =  196

Dalam contoh di atas, laba kotor adalah  196 –  140 =  56.

Dinyatakan sebagai persentase: Margin adalah Laba Kotor ÷ Harga jual = 0,286 = 28,6%.

Menggunakan Margin

Dengan menggunakan contoh di atas, misalkan kita ingin harga jual memberi kita margin 40.

Untuk metode margin ini Anda dapat menggunakan aljabar sederhana sebagai berikut:

Harga jual (SP) - Harga Pokok Penjualan = Margin Yang Diinginkan
  • 1 (SP) – 140 = 0,40 (SP)
  • 1 (SP) – .40 (SP) = 140
  • 0,6 (SP) = 140
  • (SP) = 233,33

Dari perhitungan tersebut, kemudian didapatkan kesimpulan bahwa Anda akan menjualnya seharga 233,33. Laba kotor kami adalah 233,33 – 140 = 93,33.

Harga produk tersebut bila dinyatakan sebagai persentase maka hasilnya sebagai berikut:

93,33 ÷ 233,33 = 40%.

Seperti yang Anda lihat, penghitungan markup sedikit lebih mudah dilakukan daripada penghitungan menggunakan persentase margin.

Tetapi begitu Anda tahu margin keuntungan apa yang ingin Anda capai, Anda selalu dapat menggunakan perhitungan markup yang sama.

2. Cara Menghitung Harga Produk dengan Target Costing

Target Costing adalah kebalikan Cost-Plus. Teknik ini tidak dimulai dengan menganalisis struktur biaya untuk menentukan harga. Dalam model ini, Anda harus memulai dengan mencari harga pasar untuk menentukan batasan biaya yang dapat Anda gunakan untuk membuat produk.

Bagaimana Anda menentukan harga pasar?

Gunakan rata-rata. Di era digital ini, sangat mudah untuk melihat toko online pesaing Anda. Dari sana, Anda bisa mendapatkan perkiraan kasar berapa harga pasar rata-rata.

Jika Anda memiliki produk yang unik, pertimbangkan produk serupa. Jika tidak, Anda akan menjadi pembuat harga, yaitu Anda dapat menentukan harga di pasar.

Dari harga pasar, kurangi margin keuntungan yang Anda inginkan, dan sisanya akan menjadi biaya target Anda.

Contoh Cara  Memberi Harga Produk dengan Target Costing:

Anda memiliki bisnis di mana Anda akan membuat Kandang Kucing. Harga pasar rata-rata adalah 200 di daerah Anda. Berapa biaya target Anda?

  • Harga Pasar Rata-rata: 200
  • Target Margin: 50%
  • Target Biaya: 100

Oleh karena itu, jumlah maksimum yang dapat Anda gunakan untuk memproduksi setiap produk hanya 100. Menghabiskan lebih dari 100 akan mengurangi margin yang Anda inginkan.

Tapi, berapa marginnya?

Tidak ada cara cepat dan mudah untuk menentukan margin yang sesuai. Secara umum, bagaimanapun, margin 40-50% merupakan standar margin bagi setiap bisnis apapun.

Ada yang menggunakan Metode Pengganda Harga. Mereka hanya mengalikan total biaya dengan 2 (markup 100% atau margin 50%) atau dengan 3 (markup 200% atau margin 67%) untuk menentukan mark-up yang akan mereka berikan pada produk mereka.

Anda juga harus mempertimbangkan apakah produk Anda unik atau tidak. Jika produk Anda unik, artinya tidak ada penggantinya yang jelas, Anda dapat mengenakan margin yang lebih tinggi.

Jika tidak, Anda dibatasi oleh kemampuan dan kemauan pasar. Semakin umum produk Anda, semakin kecil margin yang dapat Anda berikan pada harga Anda.

Jika Anda menyukai harga eceran, Anda dapat melihat Harga Eceran yang Disarankan pabrikan. Ini biasanya cara termudah dan teraman untuk menentukan harga produk Anda. Anda hanya mengikuti harganya, mengetahui bahwa bisnis lain yang menjual produk yang sama memiliki label harga yang sama.

Setelah Anda menentukan margin yang tepat, Anda dapat memberi harga pada produk Anda dengan mudah.

Kesimpulan – Masih Terlalu Rumit?

Ada beberapa penghitungan harga lain, tetapi lebih rumit dari ini. Tapi, apa bisnis tanpa tantangan? Setidaknya sekarang Anda lebih tahu tentang harga produk Anda. Penetapan harga yang tidak tepat dapat menyebabkan kehancuran dalam bisnis Anda.

Tip dan cara menghitung harga produk yang terbaik untuk bisnis kecil adalah memulai dengan metode harga yang sederhana. Gunakan metode yang kita diskusikan di atas. Ubah metode penetapan harga Anda hanya setelah Anda benar-benar paham tentang lingkungan bisnis Anda.