Arsip Tag: bank syariah indonesia

Website Resmi Bank Syariah Indonesia dan Official, Jangan Tertipu

Jangan sampai tertipu, bagi Anda yang belum familiar ini dia website bank syariah Indonesia dan akun official resminya.

Bank syariah Indonesia merupakan lembaga keuangan syariah yang baru, beberapa masyarakat masih belum terlalu familiar di era sekarang ini cukup rawan. Pasalnya, ada saja website-website tidak jelas yang hampir mirip, walaupun tidak menyatakan dirinya sebagai bank syariah Indonesia.

Nah! Informasi berikut ini tentu saja untuk membantu Anda, mengurangi resiko tersebut. Berikut merupakan website BSI dan akun officialnya.

Anda juga bisa mendapatkan informasi menarik lain dari postingan kami tentang cara Migrasi BNI Syariah ke BSI, Tips dari Pakar dan Praktisi.

Web Resmi BSI dan Akun Sosial Medianya

1. Website Utama Bank Syariah Indonesia

Website utama bank syariah Indonesia memiliki url sebagai berikut: https://www.bankbsi.co.id/

Di bagian kanan atas terdapat logo bank BSI, sedangkan menunya berada di tengah kiri, jangan lupa pada website resmi selalu ada logo OJK.

Di Bagian footer terdapat beberapa informasi penting mulai dari lokasi kantor dan informasi tentang BSI. Agar terhindar dari salah website, sebaiknya pelajari bagian Tentang Kami. 

2. Website Mobile Bank Syariah Indonesia

Ada satu lagi website resmi milik Bank Syariah Indonesia dengan URL: https://bsimobile.co.id/

Tampilan bsi mobile sedikit berbeda dengan website utama, namun di sana Anda bisa memperoleh informasi link url website utama BSI. 

Selain itu, dari sisi tampilan lebih tampak minimalis dengan logo tetap di bagian kanan atas.

Pada bagian footer juga berbeda dari website pertama, adapun tampilannya adalah sebagai berikut:

Satu hal yang menjadi catatan, selain informasi penting, logo OJK dan LPS terpampang jelas di bagian footer.

3. Akun Facebook

Selain website BSI yang resmi Anda juga bisa mencari informasi dari berbagai akun media sosial milik BSI.

Untuk akun facebook berikut merupakan url-nya: https://www.facebook.com/bankBSI.ID/

4. Akun Instagram

Untuk akun instagram Anda bisa menjelajahinya dan mengikutinya pada url berikut ini: https://www.instagram.com/banksyariahindonesia/

5. Twitter dan Youtube

Berikut merupakan informasi akun twitter resmi dari bank syariah Indonesia dan akun Youtubenya:

Selain link yang dicantumkan di atas atau yang tampilannya hanya menyerupai tapi tampak ada yang berbeda, sebaiknya Anda berhati-hatinya. Baiknya, Anda mengikuti salah satu akun media sosial di atas.

Migrasi BNI Syariah ke BSI, Tips dari Pakar dan Praktisi

Anda nasabah BNI Syariah, mau tau tips migrasi BNI Syariah ke BSI yang cepat dan praktis? Simak artikel ini.

Kebijakan Migrasi BNI Syariah ke BSI

Pada 9-10 Agustus 2021, PT Bank Syariah Indonesia Tbk menyelesaikan prosedur migrasi otomatis akun untuk lebih dari 1 juta mantan nasabah BNI Syariah.

Agar konsumen dapat memanfaatkan barang dan jasa Bank Syariah Indonesia secara maksimal, Direktur Utama BSI Hery Gunardi menjelaskan prosedur migrasi otomatis.

“Setelah migrasi otomatis, semua cabang BSI akan bergabung dan bersiap pada 1 November 2021,” tambah Hery.

Menurut data, DPK yang akan direlokasi eks nasabah BNI Syariah sebesar Rp. 16,1 triliun. Migrasi otomatis juga dilakukan pada 66 ribu akun senilai Rp. 15,4 triliun. 3,2 juta eks nasabah BNI Syariah telah relokasi ke sistem Bank Syariah Indonesia senilai Rp 30,5 triliun. Ini mewakili 24% dari semua klien BSI. BSI juga akan memigrasikan seluruh produk BNI Syariah dan BRI Syariah. Setiap penawaran yang lebih baik dari bank warisan menampilkan migrasi ini.

Rencana migrasi otomatis merupakan strategi BSI yang dirancang untuk menyelaraskan dengan PPKM di Indonesia. Nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang BSI untuk melakukan migrasi karena kartu ATM eks BNI dan eks BRIS masih dapat digunakan. Pengguna eks-BNIS dan eks-BRIS harus memindahkan mobile banking ke BSI Mobile untuk menggunakan mobile banking, karena mobile banking sebelumnya tidak dapat digunakan.

Selama prosedur migrasi otomatis, nasabah BNI Syariah masih dapat melakukan transaksi perbankan di ATM Bank Syariah Indonesia manapun. Nasabah eks BNI Syariah sebaiknya segera mengunduh layanan digital BSI Mobile dari Google Play atau App Store untuk mempermudah transaksi.

Tahapan Migrasi BNI Syariah ke BSI

Sebelumnya, BSI memigrasikan nasabah BRI Syariah secara otomatis pada 21 Juli 2021. Sejalan dengan Wilayah Sulawesi dan sekitarnya, BSI, bank syariah terbesar di Indonesia, terus memigrasikan nasabahnya. Kemudian datanglah Jawa Tengah, Aceh, dan Sumatera (Palembang, Medan, Padang dan kota-kota lainnya).

Pada 5 Juli 2021, penggajian, prioritas, dan klien lainnya di Jakarta dan Bandung dimigrasikan secara bertahap, diikuti oleh Surabaya dan Banjarmasin pada 12 Juli 2021.

Dalam proses integrasi layanan, BSI menyediakan skema aktivasi mobile banking yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan nasabah dan mempersingkat waktu perjalanan ke Kantor Cabang. Caranya melalui Live Chat Aisyah di website BSI, www.bankbsi.co.id, atau Whatsapp Business BSI di 0815 8411 4040. Instal aplikasi BSI Mobile dari App Store atau Google Play, pilih ‘Previous Activated’, lalu klik ‘Mengaktifkan.’

Kemudian, kembali ke program BSI Mobile dan buat PIN dan Password Transaksi. Setelah aktivasi, klien dapat langsung bertransaksi. http://bit.ly/faqBSI memiliki detail detail migrasi otomatis.

Selain itu, BSI juga memberikan cashback Rp20.000 bagi nasabah migrasi yang telah mengaktifkan dan menggunakan BSI Mobile untuk melakukan isi ulang e-wallet (Gopay, OVO), atau pembelian pulsa dengan minimal transaksi Rp50.000. Penawaran ini berlaku hingga 31 Agustus 2021. Selengkapnya di www.bankbsi.co.id/promo.

Cara Migrasi BNI Syariah Ke BSI dalam 4 Langkah Mudah

Ada dua klasifikasi migrasi BNI Syariah ke BSI, kategori pertama adalah via layanan digital dan kategori kedua dengan mendatangi kantor cabang terdekat. Informasi ini, khusus bagi Anda yang ingin melakukan migrasi via digital secara mudah dan cepat.

Migrasi BNI Syariah Ke BSI Melalui Call Center 14040

  • Kontak BSI di 14040
  • Pilih Angka 2, pada Smatphone Anda
  • Lalu tekan 1, untuk beralih ke transaksi jasa
  • Selanjutnya, layanan aktivasi BSI mobile dengan menekan angka 2
  • Silahkan tunggu hingga tersambung ke Call Center
  • Persiapkan data, dan lakukan verifikasi
  • Anda akan menerima kode yang dikirim ke No HP
  • Selanjutnya, download aplikasinya
  • Aktifkan BSI Mobile, menggunakan kode yang dikirimkan kepada Anda

Migrasi Rekening BNI Syariah ke BSI via WhatsApp 

 

Cara kedua ini terbilang lebih mudah, Anda bisa melakukan kontak ke WhatsApp bisnis milik BSI. Begini tahapannya:

  • Ketahui dan save no kontak WA Bisnis BSI: wa.me/6281584114040
  • Kemudian ketikan pada WA “Aktivasi BSI Mobile”
  • Isi form yang dikirimkan kepada Anda, isi dengan lengkap ya
  • Berikutnya, kode aktivasi akan dikirim ke WA Anda
  • Setelah mendapatkan kode, lakukan instalasi aplikasi BSI
  • Aktifkan menggunakan kode yang dikirimkan

Aktivasi BSI Mobile melalui fitur Live Chat

Teknik aktivasi berikutnya adalah melalui fitur live chat di websit BSI, adapun tahapannya adalah sebagai berikut:

  • Kunjungi websit bankbsi.co.id
  • Isikan nama, email dan no HP anda
  • Ketik keyword “Aktivasi Mobile” dan isikan data Anda
  • Berikutnya Anda dapat menginstall aplikasi di Play Store atau Appstore, lakukan seperti cara di atas.

Aktivasi via Anjungan Tunai Mandiri

Untuk aktivasi via ATM (Anjungan Tunai Mandiri), Anda bisa menyimak langkah pada gambar di bawah ini:

Bagaimana? Sudahkah Anda berhasil melakukan aktivasi? Bila ada kendala silahkan hubungi Call Center BSI di 14040.

Bank Syariah Indonesia: Estimasi Perkembangan dan Pertumbuhan

Tiga bank tingkat regional Indonesia telah dikonversi menjadi bank syariah pada 2022, meningkatkan dominasi pasar bank syariah. Lalu bagaimana perkembangannya?

Menurut perkiraan fitchratings.com (30 Apr, 2021) konversi tersebut dapat meningkatkan pendanaan syariah menjadi sekitar 9% dari industri perbankan pada akhir-9M21, dari 7% sekarang. Kami memperkirakan pertumbuhan organik di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (AA(idn)/Stabil), bank syariah terbesar di Indonesia dan keenam terbesar secara keseluruhan. 

Masalah Jangka Panjang

Beberapa Masalah Jangka Panjang Tetap Ada: Meskipun populasi Muslim Indonesia sangat besar, hanya ada sedikit kesadaran, pemahaman, atau permintaan akan barang-barang Islami. 

Penawaran produk yang terbatas, jaringan cabang dan perbankan digital yang masih berkembang, serta tenaga kerja yang kompeten menjadi kendala utama. 

Rasio Cadangan Bank Syariah Indonesia

Keistimewaan Rasio Cadangan: Persyaratan rasio cadangan rupiah (RRR) yang lebih rendah untuk bank syariah pada tahun 2022 menunjukkan dukungan berkelanjutan dari otoritas lokal untuk sektor ini. 

RRR untuk bank syariah akan naik dari 3,5 persen menjadi 5,0 persen pada September, dibandingkan dengan 6,5 persen untuk bank konvensional.  Dalam hal ini, fitchratings.com (30 Apr, 2021)  yakin selisih 150bp akan membantu keuntungan bank syariah dalam jangka pendek. Pada akhir-9M21, pengembalian aset bank syariah adalah 1,6%, sebanding dengan bank konvensional.

Alasan Merger Bank Syariah Indonesia

Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas Muslim tertinggi di dunia; sekitar 87 persen dari populasi adalah Muslim, yang menambahkan hingga hampir 210 juta orang. Dan warga negara, khususnya kaum muda, bangga dan aktif sebagai Muslim. Banyak sekali yang tinggal di desa halal, dan di seluruh Indonesia, kosmetik halal, makanan halal, dan wisata halal sangat populer.

Namun penetrasi produk perbankan syariah di Indonesia saat ini sangat rendah: sekitar 7 persen. Itu luar biasa jika kita membandingkan Indonesia dengan negara lain. Ambil contoh Malaysia, di mana pangsa perbankan syariah sekitar 30 persen, atau Brunei, di mana lebih dari 50 persen. Perbankan syariah, tentu saja, juga sangat populer di GCC [Negara Kerjasama Teluk: Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab]. Maka, khususnya saat ini, peluang bisnis produk perbankan syariah di Indonesia sangat terbuka lebar. Itu semua lebih alasan kami ingin bergerak cepat.

Relevansi Merger Bank Syariah Indonesia

Mergernya bank syariah regional menjadi Bank Syariah Indonesia, dinilai merupakan upaya yang baik. Ada beberapa alasan yang mendasarinya, adapun diantaranya adalah:

Momentum yang tepat

Penggabungan tiga Bank Umum Syariah (BUS) menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) terjadi pada waktu yang tepat, sehingga industri perbankan syariah di tanah air dapat mempercepat perkembangannya. Tujuan dari upaya konsolidasi ini adalah untuk meningkatkan perekonomian seluruh rakyat tanah air.

Dapat membuka akses UMKM atau masyarakat lebih luas

Kehadiran BSI juga diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas terhadap sumber daya keuangan untuk pengembangan unit usaha syariah yang dimiliki oleh masyarakat. Apalagi, hal ini diperkuat dengan komitmen BSI untuk berpihak pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diharapkan dapat membantu mitigasi dampak pandemi dan resesi yang dirasakan masyarakat saat ini.

Aset semakin besar

Saat ini, bank syariah dengan aset terbesar ke-10 di dunia menurut The Asian Banker, adalah Bank Rakyat Malaysia. Bank yang memiliki total aset hingga RM 109,62 miliar atau setara Rp 381,44 triliun) per Desember 2019. Artinya, untuk menembus 10 besar perlu sinergi dengan seluruh komponen ummat agar total aset BSI bisa melebihi total aset Bank Rakyat Malaysia dan bank syariah global lainnya.

Meningkatkan manfaat sosial dan kesejahteraan

Inilah salah satu keunggulan perbankan syariah, dimana aspek sosial dan kesejahteraan sudah ada manfaatnya. Manfaat tersebut antara lain ditunjukkan dengan pelunasan kewajiban zakat perusahaan dan penyaluran pembiayaan qardhul hasan (pinjaman tanpa bunga). Upaya ini merupakan proposisi nilai yang secara signifikan membedakan bank syariah dengan bank konvensional. Hal ini merupakan bentuk integrasi antara aspek komersial dan aspek sosial dalam satu paket lembaga yang disebut bank syariah.

Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah

Tabel perbedaan bank konvensional dan bank syariah di Indonesia, baik secara konseptual dan teknis ini akan memudahkan Anda memahami keduanya.

Lanjutkan membaca Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah