Arsip Tag: contoh kontrak

Jaminan dan Hukum Jaminan Dalam Bisnis

Jaminan adalah barang atau segala sesuatu yang diberikan oleh debitur kepada pihak kreditur, dalam rangka memberikan keyakinan pasti bahwa pihak debitur akan memenuhi kewajibannya. Jaminan ini harus dapat dinilai dengan uang dan mampu mewakili nilai hutang yang timbul dari suatu perikatan atau perjanjian. Ini juga biasa disebut dengan garansi.

Selanjutnya Hukum Jaminan merupakan kaidah-kaidah hukum yang mengatur hubungan hukum antara pemberi dan penerima terkait dengan pembebanan jaminan guna memperoleh fasilitas/kredit.

Azas Hukum Jaminan:

  1. Asas publicity: asas bahwa semua hak, baik itu hak fidusia, hak tanggungan, dan hipotek harus didaftarkan.
  2. Asas speciality: bahwa hak tanggungan, berupa hak hipotek, hak fidusia hanya dapat dibebankan atas barang yang sudah didaftarkan atas nama orang tertentu.
  3. Asas tak dapat dibagi – bagi: dibaginya hutang tidak dapat mengakibatkan dapat dibaginya hak fidusia, hak tanggungan, hipotek, serta hak gadai walaupun sudah dilakukan pembayaran sebagian.
  4. asas bestselling yaitu barang harus dibawa oleh penerima gadai.
  5. asas horizontal yaitu tanah dan bangunan bukan satu kesatuan.

Fungsi Jaminan

Fungsinya tidak lain adalah dalam rangka pemberian hak dan kekuasaan bagi kreditur agar ia memperoleh pelunasan dari barang yang dijadikan objek, ketika si debitur pada akhirnya tidak mampu melunasi hutang yang menjadi tanggungannya.

Jenis-Jenis:

  1. Jaminan umum yaitu garansi dari debitur yang timbul karena adanya Undang-Undang, yaitu bahwa seluruh benda baik yang bergerak ataupun tidak bergerak yang dimiliki oleh debitur menjadi tanggungan kepada kreditur. Jadi apabila debitur wanprestasi (ingkar janji), maka pihak kreditur dapat menyita dan melelang seluruh harta debitur melalui pengadilan.
  2. Jaminan khusus yaitu garansi hutang yang bersifat kontraktual yang timbul dari perjanjian tertentu baik yang ditujukan pada benda-tertentu ataupun orang tertentu.

Kenapa pada umumnya orang lebih memilih jaminan khusus?

Karena,

  1. Jika terjadi wanprestasi untuk eksekusi lebih mudah, cepat dan sederhana.
  2. Kreditur dengan jaminan khusus lebih didahulukan daripada yang menggunakan garansi umum dalam hal pemenuhan piutang.

Macam Jaminan Khusus;

  1. Jaminan kebendaan: yakni berupa hak atas suatu benda yang memiliki hubungan langsung atas benda yang dimiliki debitur yang dapat dipertahankan oleh dan kepada siapapun, yang dapat diperalihkan dan selalu mengikuti bendanya (droit de suit).
  2. Jaminan Immaterial adalah garansi yang timbul dari hubungan orang perorangan serta yang dapat dipertahankan debitur tertentu terhadap harta kekayaan debitur seperti borgtocht.

Jenis Jaminan Kebendaan

  1. Benda Bergerak (Gadai, Fidusia)
  2. Benda Tidak Bergerak (Hypotik dan hak tanggungan)

Penilaian dan Pengikatan Garansi

Penilaian dan pengikatan  perlu dilakukan oleh pihak kreditur, karena nilai dari hasil penilaian akan menentukan besaran nilai benda yang dapat mengkover plafon kredit yang diajukan oleh debitur.

Adapun dasar dari penilaian yang umum dipakai adalah

  1. Harga buku; harga beli dikurangi dengan jumlah penghapusan barang yang dijaminkan
  2. Harga pasar; nilai barang sesuai dengan nilai harga jual pada harga pasar saat terjadinya transaksi.

Adapun pengikatan jaminan yang berfungsi untuk memberikan kenyamanan para pihak yang melakukan transaksi, terdapat dua jenis yakni;

  1. Pengikatan notarial atau akta otentik
  2. Akta dibawah tangan

Demikianlah uraian singkat mengenai jaminan, lebih detailnya simak artikel Usaha Penjaminan Dalam Perspektif Hukum Bisnis

Surat Kontrak Rumah dan Panduan Sewa Rumah Sesuai Standar

Bagi penyewa maupun pemberi sewa, surat kontrak rumah merupakan jaminan keamanan dan jaminan kepercayaan kedua belah pihak. Menyewakan rumah memang menguntungkan, tetapi prosesnya bisa menakutkan. Banyak yang dipertaruhkan – rumah baru Anda! – dan banyak kerugian yang bisa diderita ketika tidak di manage dengan baik.

Semuanya bergantung pada apa yang ada dalam kontrak rumah Anda. Oleh karena itu, Mengetahui komponen apa yang yang harus ada dalam kontrak merupakan hal yang realistis. Surat ini berguna untuk melindungi kepentingan Anda, baik sebagai penyewa maupun pemberi sewa.

Saat Anda mulai mencari rumah untuk ditinggali di kota atau daerah lain untuk ditempati, memiliki dan membuat surat kontrak sendiri akan membantu Anda menaklukkan rintangan apa pun di sepanjang jalan. Berbekal pengetahuan yang Anda butuhkan akan menjadikan Anda dapat membuat kesepakatan yang benar-benar memberikan win-win solution. Dan dalam artikel inilah, Anda akan dipandu bagaimana cara melakukan kesepakatan kontrak rumah hingga bagaimana membuat perjanjian kontrak rumah itu sendiri. 

Bagaimana Surat Kontrak Rumah ini Dapat Efektif?

Saat Anda membeli rumah, surat kontrak rumah adalah dokumen hukum yang menguraikan persyaratan dan detail transaksi Anda. Jenis yang paling umum adalah perjanjian kontrak rumah.

Tujuan utama kontrak adalah untuk mengidentifikasi dengan jelas kehendak pembeli dan penjual serta melindungi keduanya. Mari kita uraikan cara kerja kontrak berikut ini:

Langkah 1

Formulir penawaran resmi biasanya disiapkan oleh pihak penyewa dan diumumkan kepada masyarakat. Di antara rincian lainnya, penawaran tersebut akan mencakup deskripsi pihak penyewa dan properti sewa, penawaran harga pembelian, harga sewa, biaya lain yang terlibat, dan fasilitas lainnya.

Langkah 2

Anda dapat menerima atau menolak tawaran tersebut. Jika Anda berminat atas tawaran tersebut, penyewa mereka akan mengirimkan kembali tawaran balasan agar untuk memastikan kehendak Anda. Biasanya akan ada perubahan atau modifikasi pada satu atau lebih komponen penawaran, seperti harga pembelian, biaya lain yang mungkin timbul.

Langkah 3

Kesepakatan bisa terjadi atau tidak. Setelah pemberi sewa menerima penawaran awal atau Anda menerima penawaran balik, itu menjadi kontrak yang mengikat secara hukum, dan keduanya terikat untuk memenuhi syarat dan ketentuan yang diuraikan dalam kontrak. Jika salah satunya tidak dapat menyetujui semua persyaratan yang diatur dalam penawaran, maka tidak ada perjanjian atau kontrak.

Jadi seberapa cepat negosiasi dan penawaran menjadi kontrak yang ditandatangani dan mengikat secara hukum? Jika hanya ada satu pembeli yang mengajukan penawaran atas sebuah properti, sering kali transaksi disepakati dalam 24 jam pertama.

Dalam situasi penawaran dilakukan oleh lebih dari satu orang, sering kali pemberi sewa akan menempatkan properti di pasar selama 24 hingga 72 jam, untuk memastikan mana penawar yang paling tinggi. Setelah waktu yang ditentukan selesai, pemberi akan membuat keputusan berdasarkan harga terbaik.

Elemen Inti Dalam Surat Kontrak Rumah

Identifikasi Alamat dan Pihak yang Terlibat

Pertama dan terpenting, surat kontrak rumah harus menguraikan objek yang diperjanjikan. Ini harus mencakup alamat persis properti dan deskripsi hukum yang jelas. Selain itu, kontrak harus mencantumkan identitas penyewa dan pemberi sewa.

Pembeli harus menentukan apakah mereka bermaksud untuk bertindak sebagai penyewa bersama atau sendiri dan memasukkan informasi tersebut dalam perjanjian. Dengan penyewa individu, setiap penyewa memiliki bagian dari properti. Dalam kebanyakan situasi, penyewa yang tinggal bersama mengklasifikasikan pengaturan mereka sebagai penyewa bersama.

Harga dan Ketentuan

Perjanjian sewa harus mencakup harga yang ditawarkan yang diterima oleh penjual serta sarana yang akan diperlengkapi. Metode umum termasuk membayar penuh dengan uang tunai, dengan uang muka tunai dan jaminan. Informasi ini dapat dirinci dalam perjanjian pembelian atau tambahan pembiayaan dapat dimasukkan untuk menguraikan secara jelas uang muka pembeli dan situasi pinjaman.

Perjanjian sewa sering kali mencakup persyaratan uang pangkal. Uang yang diperoleh digunakan untuk mengkonfirmasi kontrak; tarif bervariasi dari satu penyewa ke penyewa lainnya berikutnya, tetapi biasanya, penyewa dapat mempersiapkan uang untuk membayar setidaknya 1-2 juta. Dalam kebanyakan kasus, uang pangkal tersebut nantinya akan digunakan untuk uang muka. Dalam situasi lain, uang pangkal dapat dikembalikan sepenuhnya kepada penyewa jika kondisi utama tidak terpenuhi.

Tanggal dan Biaya

Tanggal permulaan dan penutupan sewa harus dicantumkan dalam surat kontrak rumah serta ketentuan bahwa setiap perubahan harus disepakati secara tertulis. Kepemilikan manfaat atas properti biasanya ditransfer ke pembeli pada tanggal dan waktu yang tercantum. Lebih penting lagi, tanggal menandai penyerahan hak memanfaatkan milik dari pemberi sewa kepada penyewa. 

Template Surat Kontrak Rumah

1. Contoh Template Surat Perjanjian Rumah Desain

Template surat kontrak rumah ini berisikan file desain dengan tampilan yang menarik yang berisikan berbagai detail seperti identitas para pihak, detail rumah, harga sewa rumah, hingga cara pembayaran. Di dalamnya juga terdapat detail pasal per pasal ketentuan kontrak yang memudahkan Anda saat membuat surat perjanjian sewa rumah.

117 Downloads

2. Contoh Surat Perjanjian Rumah Sederhana

Contoh surat kontrak rumah ini lebih sederhana, hanya berisikan satu lembar saja. Namun tetap memuat ketentuan pokok yang terdiri atas identitas para pihak, masa sewa, harga sewa, dan sejenisnya.

124 Downloads

3. Contoh Surat Pemutusan Sewa Rumah untuk Penyewa

Contoh surat pemutusan kontrak rumah oleh penyewa ini berisikan pokok-pokok pemberitahuan kepada pemilik rumah mengenai kondisi penyewa dan alasan mengapa penyewa memutuskan untuk berhenti menyewa rumahnya. Agar pihak pemilik rumah tidak merasa disinggung oleh Anda, Anda perlu membuat surat pemutusan kontrak ini. Untuk membantu Anda silahkan lihat contohnya berikut ini.

100 Downloads

4. Surat Pemberhentian Sewa Rumah oleh Pemilik

Kebalikan dari contoh surat sebelumnya, ini merupakan surat pemberitahuan kepada pihak penyewa untuk segera pindah dari rumah sewa. Bagi Anda pemilik rumah, agar tidak terjadi sesuatu yang diinginkan menggunakan surat untuk menyampaikan kehendak Anda menjadi penting. Selain itu, surat ini terkadang juga berisi teguran kepada pihak penyewa. Surat ini hampir mirip dengan surat peringatan bagi pihak yang tidak membayar hutang.

116 Downloads

Demikianlah beberapa contoh surat kontrak rumah yang dapat Anda gunakan sebagai referensi ketika ingin menyewa rumah atau ketika ingin menyewakan rumah Anda. 

Kontrak Payung, Contoh dan Penjelasannya

Penggunaan perjanjian payung yang paling tepat adalah ketika pihak pemberi kontrak memiliki persyaratan berulang untuk pekerjaan, layanan, atau pasokan tetapi jumlah pastinya tidak diketahui.

Untuk menilai kesesuaian perjanjian jenis ini, pihak yang membuat kontrak perlu memahami keuntungan dan kerugian perjanjian, jenis jenis perjanjian, bagaimana perjanjian dibuat, dan bagaimana mereka beroperasi dalam praktiknya.

Apa itu Perjanjian Payung?

Perjanjian payung adalah kesepakatan antara satu atau lebih pembeli dan satu atau lebih pemasok yang memberikan ketentuan yang mengatur kontrak yang akan dibuat untuk jangka waktu tertentu, khususnya yang berkaitan dengan harga dan, jika perlu, kuantitas yang diharapkan.

Dalam kontrak ini kondisi lainn yang diketahui sebelumnya, seperti tempat pengiriman, juga dapat disertakan. Perjanjian ini juga biasa disebut dengan perjanjian pembelian selimut dan perjanjian pemesanan induk.

Pada dasarnya, perjanjian dimaksudkan untuk menyediakan pemesanan cepat barang-barang yang biasa digunakan-off-the-shelf-yang dibeli berdasarkan harga terendah. Contoh barang tersebut adalah persediaan percetakan, alat tulis, komputer dan perangkat lunak, dan persediaan farmasi.

Meskipun hal ini membuat perusahaan memiliki keuntungan yang sedikit, namun penting bagi perusahaan untuk mempertimbangkan ruang lingkup perjanjian dan jumlah kontraktor yang mendapatkan tempat.

Karena jumlah pemasok yang lebih banyak, perjanjian kerangka kerja menawarkan peluang sukses yang lebih tinggi untuk bisnis yang memilih untuk melakukan tender, dan bisa sangat bagus untuk membentuk hubungan jangka panjang.

Seperti disebutkan di atas, meskipun mungkin perjanjian ini dipisahkan berdasarkan sektor atau pekerjaan tertentu (umumnya terlihat dalam industri konstruksi), banyak perjanjian kerangka kerja nasional yang dipecah menjadi wilayah geografis, dan dapat menjadi sumber utama pekerjaan berkelanjutan untuk bisnis dan pembentukan. sistem pembelian dinamis.

Berapa banyak pelaku ekonomi yang ditunjuk untuk menjadi pemasok dalam kontrak payung?

Meskipun tidak ada batasan undang-undang mengenai jumlah pelaku ekonomi yang dapat berpartisipasi dalam kontrak payung. Terdapat beberapa masalah praktis yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, penunjukan sejumlah besar pelaku ekonomi dapat menjadi disinsentif bagi pelaku ekonomi untuk berpartisipasi, lantaran pangsa bisnis dari jenis kontrak tersebut kecil.

Selanjutnya, jika proses kompetisi kecil digunakan, pada tahap ini perlu untuk mengundang semua pelaku ekonomi dalam kerangka untuk berpartisipasi dalam kompetisi. Sekali lagi, pelaku ekonomi mungkin enggan untuk berpartisipasi jika jumlahnya terlalu banyak dalam kontrak. Ada juga masalah praktis bagi otoritas kontraktor yang menjalankan kontrak ini yakni tingkat administrasi yang meningkat yang terlibat.

Otoritas kontraktor harus menilai dengan hati-hati aspek pasar, persyaratan dan sumber daya mereka selama tahap persiapan untuk memutuskan jumlah pelaku ekonomi yang tepat.

Dapatkah otoritas kontraktor baru dan pelaku ekonomi baru bergabung dalam perjanjian kerangka kerja setelah dibuat?

Tidak, otoritas kontraktor dan pelaku ekonomi yang merupakan pihak dalam perjanjian payung haruslah persis seperti apa ditetapkan selama jangka waktu kontrak. Otoritas baru atau pelaku ekonomi baru tidak dapat bergabung dengan kontrak payung setelah ditetapkan.

Berapa lama durasi durasi kontrak payung?

Jangka waktu kontrak payung biasanya tidak melebihi empat tahun dan mungkin lebih pendek. Aturan menetapkan bahwa durasi hanya dapat melebihi empat tahun ―dalam kasus luar biasa yang dibenarkan, khususnya oleh subjek perjanjian kontrak. Aturan ini tidak membahas apa yang dapat dijadikan alasan pembenar jika kontrak melebihi batas waktu empat tahun.

Manfaat Kontrak Payung

Perjanjian payung menghemat waktu dan biaya proses pengadaan. Kontrak ini dapat menghindari kebutuhan untuk menegosiasikan ulang syarat dan ketentuan standar berkali-kali. Dalam jangka waktu yang lama, pengaturan seperti itu berkontribusi pada hubungan yang lebih baik antara pembeli dan penjual. Dalam hal ini para pihak  bekerja sama untuk memberikan solusi yang lebih memenuhi kebutuhan kedua belah pihak.

Perjanjian ini juga mendukung hubungan jangka panjang dengan pemasok. Artinya kontrak ini dapat menciptakan lingkungan komersial yang lebih kondusif bagi investasi dan lapangan kerja yang berkelanjutan. Selain itu dapat memotong limbah dalam proses dan sumber daya fisik.

Pekerjaan awal yang diperlukan untuk menetapkan kerangka kerja semacam itu lebih dari sekadar untuk tender dan pemberian kontrak besar tunggal. Manfaat hilir akan jauh lebih besar daripada ini. Perusahaan dengan perjanjian payung telah mencapai peningkatan hingga 10% dari tahun ke tahun dalam hal waktu dan biaya pengiriman. Hal ini terutama terjadi ketika penggunaan pengaturan seperti itu digabungkan dengan sistem pembelian elektronik.

Beberapa Contoh Kontrak Payung:

  • Satu departemen pemerintah mengadakan perjanjian kerangka kerja untuk alat tulis dengan tiga pemasok.
  • Empat otoritas lokal tetangga membuat kesepakatan kerangka kerja dengan salah satu operator ekonomi untuk pemeliharaan jalan.
  • Sebuah badan pembelian pusat, yang bertindak atas nama 10 badan kesehatan, mengadakan perjanjian kerangka kerja dengan empat penyedia untuk pengadaan kendaraan darurat.

Panduan Membuat Kontrak Payung

Dalam menetapkan kesepakatan kontrak payung, pembeli perlu menyadari dampak persaingan terbatas yang terkait dengan pembelian  produk yang sama dari pemasok yang sama. Oleh karena itu, keuntungan dari membangun kemitraan jangka panjang harus diimbangi dengan keuntungan membuka persaingan dengan pemasok potensial baru (terutama UKM) untuk mengikuti evolusi pasar yang berkelanjutan.

#tahap 1

Kesepakatan dalam kontrak payung harus dibuat ketika pembeli perlu mengembangkan hubungan strategis dengan rantai pasokan dalam jangka waktu yang lama, pemasok dapat menyesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Spesifikasi dan kriteria evaluasi ditentukan sebelumnya dan tidak dapat diubah selama perjanjian, yang berlaku minimal 12 bulan hingga maksimal 3 tahun. 

#tahap 2

Setelah itu, persyaratan dan harga dapat dinegosiasikan ulang untuk memastikannya sejalan dengan kondisi pasar yang berkembang. Rekomendasi UNECE 18 mendukung penggunaan perjanjian semacam itu. UNECE juga merekomendasikan bahwa perantara untuk menyediakan layanan komersial dan transportasi dalam rantai pasokan internasional harus disertakan.

#tahap 3

Persaingan dapat ditentukan dengan cara mengatur periode waktu (misalnya setiap tahun) untuk perjanjian dengan pemasok tunggal. Persaingan juga dapat diatur agar terbuka terus menerus bila menyangkut beberapa pemasok. Dalam kasus terakhir, detail harga akan diminta dari semua pihak dalam kesepakatan ketika diperlukan dan pesanan harus dilakukan. Ada banyak jenis perjanjian payung dan dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan khusus pembeli.

#Note

Dalam banyak kasus, perjanjian payung adalah cara di mana otoritas kontrak dapat membuat satu dokumen lengkap untuk pemasok mereka. Artinya, tidak perlu tender lebih dari satu kali. Manfaat dari hal ini bagi perusahaan adalah bahwa setelah Anda mendapat persetujuan, Anda memiliki akses ke sejumlah besar pekerjaan potensial, dengan jumlah yang ditetapkan. Namun, biasanya pembeli “membatalkan” paket pekerjaan melalui kontrak yang dibatalkan, kompetisi kecil, atau bahkan proses tender lebih lanjut jika diperlukan, yang akan diuraikan dalam kriteria penghargaan.

Demikianlah ulasan singkat mengenai kontrak payung, semoga penjelasan di atas dapat memuaskan rasa penasaran Anda. 

Surat Perjanjian Jual Beli; Begini Cara Membuatnya

Surat perjanjian jual beli dibuat antara penjual dan pembeli dibuat ketika dua pihak berkumpul, di mana satu pihak ingin membeli sebagian properti dan pihak lainnya ingin menjual sebagian dari properti pribadi. Perjanjian tersebut merupakan dokumen hukum yang menguraikan ketentuan dan syarat penjualan. Selain itu, tujuan lain dari perjanjian tersebut adalah untuk menghilangkan perselisihan yang terkait dengan pembelian properti di masa depan.

Apa Itu Surat Perjanjian Jual Beli?

Perjanjian Jual Beli (SPA) adalah kontrak yang mengikat secara hukum yang menguraikan kondisi yang disepakati pembeli dan penjual properti (misalnya, korporasi). Ini adalah dokumen hukum utama dalam setiap proses penjualan. Intinya, surat ini menetapkan elemen tertentu yang disepakati oleh kedua belah pihak, mencakup sejumlah perlindungan penting bagi semua pihak yang terlibat dan memberikan kerangka hukum untuk menyelesaikan penjualan. Oleh karena itu, SPA sangat penting bagi penjual dan pembeli.

Pada dasarnya, surat perjanjian jual beli menjabarkan semua detail transaksi sehingga kedua belah pihak memiliki pemahaman yang sama. Di antara istilah-istilah yang biasanya termasuk dalam perjanjian adalah harga pembelian, tanggal penutupan, jumlah uang sungguh-sungguh yang harus diserahkan pembeli sebagai deposit, dan daftar barang yang ada dan tidak termasuk dalam penjualan.

Surat Perjanjian jual beli adalah salah satu dokumen terpenting dalam kehidupan pemilik bisnis. Oleh karena itu, harus di buat dengan hati-hati dan ketat, dengan ahli hukum yang membimbing penjual dan pembeli.

Format Umum dan ketentuan Perjanjian Jual Beli (SPA)

Anda bisa membuat format surat perjanjian jual beli sendiri, baik dalam bentuk yang paling sederhana maupun yang paling kompleks. Secara umum forma dari perjanjian jual beli ini adalah sebagai berikut:

# 1 Pihak dalam perjanjian

Dalam bentuk penjualan yang paling sederhana di mana sebuah perusahaan yang dijual sepenuhnya dimiliki oleh satu orang atau perusahaan induk dan dibeli oleh satu pembeli, hanya ada dua pihak dalam perjanjian tersebut. Namun, pihak tambahan mungkin terlibat ketika, misalnya, ada banyak pemegang saham di perusahaan yang dijual. Dalam kasus ini, masing-masing pemegang saham harus menandatangani perjanjian jual beli untuk menjual saham mereka.

# 2 Perjanjian untuk menjual dan membeli

Ini seringkali merupakan ketentuan terpendek dan paling sederhana di Surat Perjanjian Jual Beli. Namun, ini adalah salah satu yang paling penting, karena memastikan bahwa kepemilikan legal penuh atas saham (juga dikenal sebagai “hak milik”) ditransfer dengan benar, bersama dengan semua hak relevan yang melekat pada saham (misalnya, hak atas dividen) . Ketentuan ini juga biasanya menyatakan bahwa saham tersebut bebas dari sitaan apa pun, yang memberikan kenyamanan kepada pembeli bahwa penjual belum menjaminkan sahamnya kepada bank atau pemberi pinjaman lainnya.

# 3 Pertimbangan

Pertimbangan untuk perusahaan yang diakuisisi dibayarkan oleh pembeli kepada penjual dalam bentuk uang tunai, hutang (seperti surat promes yang diterbitkan oleh pembeli), saham pembeli, atau kombinasi dari semuanya.

# 4 Perjanjian yang membatasi

Pembeli ingin mencegah penjual untuk membangun bisnis baru yang kompetitif yang akan merusak nilai perusahaan yang dijual. Oleh karena itu, perjanjian jual beli akan berisi perjanjian pembatasan yang mencegah penjual (untuk jangka waktu tertentu dan dalam wilayah geografis tertentu) untuk meminta pelanggan, pemasok, atau karyawan yang sudah ada, dan bersaing secara umum dengan perusahaan yang dijual. Perjanjian yang membatasi ini harus wajar dalam geografi, cakupan, dan durasinya. Jika tidak, mereka mungkin melanggar hukum persaingan.

# 5 Jaminan dan ganti rugi

Jaminan adalah pernyataan fakta yang dibuat oleh penjual di SPA yang berkaitan dengan kondisi perusahaan yang dijual. Jika suatu jaminan kemudian terbukti tidak benar dan nilai perusahaan berkurang, pembeli dapat mengajukan klaim atas pelanggaran jaminan. Jaminan mencakup semua area perusahaan termasuk aset, akun, kontrak material, litigasi, karyawan, properti, kebangkrutan, kekayaan intelektual, dan hutangnya.

Jika risiko yang lebih spesifik teridentifikasi selama uji tuntas, kemungkinan besar risiko ini akan dicakup oleh ganti rugi yang sesuai dalam perjanjian jual beli, di mana penjual berjanji untuk mengganti pembeli dengan basis-rupiah untuk rupiah-untuk kewajiban yang diganti rugi.

# 6 Kondisi preseden

Penandatanganan dan penyelesaian kesepakatan secara bersamaan (di mana para pihak menandatangani SPA dan menyelesaikan penjualan pada hari yang sama) adalah cara yang disukai dan paling sederhana untuk menyelesaikan kesepakatan. Kadang-kadang, bagaimanapun, ada kebutuhan untuk jeda waktu antara penandatanganan dan penyelesaian untuk memenuhi kondisi akhir yang luar biasa. Ini dikenal sebagai “preseden kondisi” dan biasanya mencakup izin otoritas pajak, persetujuan merger oleh otoritas, dan persetujuan dari pihak ketiga (misalnya, jika ada perubahan ketentuan kontrol dalam kontrak material perusahaan yang dijual).

Kecuali para pihak setuju sebaliknya, perjanjian jual beli batal jika semua kondisi yang ditentukan tidak dipenuhi oleh tanggal yang disepakati (“tanggal longstop”). Oleh karena itu, SPA sangat penting untuk menentukan bagaimana menentukan kapan kondisi preseden telah terpenuhi dan kapan kondisi tersebut tidak lagi mampu untuk dipenuhi. Ini juga harus menentukan pihak mana yang bertanggung jawab untuk memenuhi setiap kondisi preseden tertentu. Pihak terkait berkewajiban untuk melakukan upaya yang wajar untuk memenuhi kondisi relevan yang didahulukan sebelum tanggal longstop.

# 7 Penyelesaian

Penyelesaian adalah ketika kepemilikan sah atas saham dialihkan kepada pembeli, sehingga pembeli memiliki perusahaan target. Jadwal penyelesaian di SPA biasanya akan mencantumkan semua dokumen yang akan ditandatangani dan tindakan lain yang diperlukan untuk penyelesaian untuk mempengaruhi kesepakatan.

# 8 Pasca Penyelesaian

Setelah selesai, surat perjanjian jual beli terus menjadi dokumen penting untuk referensi, karena mencakup cara kerja apa pun dan berisi perjanjian yang membatasi, kewajiban rahasia, jaminan, dan ganti rugi, yang semuanya mungkin tetap sangat relevan.

Untuk memudahkan Anda dalam membuat surat perjanjian jual beli berikut adalah contohnya:

Apa Inti dari Surat Perjanjian Jual Beli Ini?

Perjanjian jual beli digunakan sebagai konfirmasi dari transaksi bisnis terkait dengan penjualan properti pribadi. Semua aset yang dijual antara kedua pihak harus disertai dengan perjanjian jual beli. Signifikansi perjanjian ini adalah untuk memberikan dokumentasi formal terkait dengan transaksi bisnis agar benar-benar mencerminkan tujuan dan manfaat yang diharapkan.

Apa Saja yang Harus Dimuat Dalam Surat Perjanjian Jual Beli?

Dalam surat perjanjian jual beli, minimal harus memuat beberapa elemen sebagai berikut:

  • Pembeli: Pihak yang membeli properti.
  • Penjual: Pihak yang menjual properti.
  • Harga beli: Jumlah yang akan dibayarkan pembeli kepada penjual untuk properti tersebut.
  • Properti pribadi: Penjelasan tentang properti pribadi yang dijual.
  • Pembayaran: Kapan dan bagaimana pembeli akan membayar penjual untuk properti tersebut.

Anda juga dapat menguraikan berbagai ketentuan detail lain terkait dengan syarat dan ketentuan lain dalam proses jual beli. Misalnya, tentang larangan menjual sebelum properti dilunasi, dalam hal jual-beli dilakukan secara kredit.

Apa Perbedaan Antara Perjanjian Jual Beli dan Bill of Sale?

Perjanjian jual beli biasanya ditandatangani sebelum proses tukar-menukar uang dan properti. Surat Perjanjian ini mencerminkan kesepakatan yang dibuat antara para pihak untuk melakukan transaksi yang baru akan dilaksanakan di masa depan setelah penandatanganan dan akan mendokumentasikan detail di balik properti apa yang sedang dialihkan.

Sebelum atau setelah pertukaran properti (atau uang) selesai, nota penjualan (bill of sale) ditandatangani. Tujuan nota penjualan adalah untuk mendokumentasikan pengalihan properti dari penjual ke pembeli. Selain itu, ini berfungsi sebagai tanda terima transaksi.

Perjanjian jual beli lebih tepat  disebut sebagai salah satu dari berikut ini:

  • Kontrak untuk penjualan properti pribadi.
  • Kesepakatan penjualan dan pembelian.
  • Perjanjian untuk menjual properti pribadi.

Lalu Kapan Perjanjian Jual Beli ini Diperlukan?

Perjanjian pembelian diperlukan jika Anda membeli atau menjual properti pribadi apapun; Sebaiknya Anda selalu mempertimbangkan untuk mencatat transaksi dalam kontrak penjualan properti pribadi. Kontrak tertulis memungkinkan kedua belah pihak untuk meneliti dan menjelaskan rincian terkait penjualan. Selain itu, ini juga mencerminkan persepsi masing-masing pihak tentang bagaimana transaksi akan terjadi.

Lihat juga contoh perjanjian jual beli tanah.

Surat Perjanjian Hutang; Contoh dan Penjelasannya

Surat Perjanjian Hutang atau promissory note merupakan kontrak hutang yang umumnya diterapkan untuk jenis pinjaman non-bisnis dalam jumlah yang kecil. Template surat promes di bawah ini akan membantu Anda dalam menguraikan jumlah pinjaman, suku bunga, dan ketentuan pembayaran ketika ingin membuat surat perjanjian sendiri.

Apa Itu Surat Perjanjian Hutang?

Surat perjanjian hutang adalah instrumen keuangan yang berisi janji tertulis oleh satu pihak (penerbit atau pembuat wesel) untuk membayar pihak lain (penerima wesel bayar) sejumlah uang tertentu, baik atas permintaan atau pada tanggal tertentu di masa depan. Surat promes biasanya berisi semua persyaratan yang berkaitan dengan hutang, seperti jumlah pokok, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, tanggal dan tempat penerbitan, dan tanda tangan penerbit.

Meskipun lembaga keuangan dapat menerbitkannya, surat perjanjian adalah instrumen utang yang memungkinkan perusahaan dan individu mendapatkan pembiayaan dari sumber selain bank. Sumber ini dapat berupa individu atau perusahaan yang bersedia untuk membawa catatan tersebut (dan memberikan pembiayaan) berdasarkan persyaratan yang telah disepakati. Akibatnya, siapa pun menjadi pemberi pinjaman ketika dia mengeluarkan surat promes. Misalnya, meskipun tidak diberikan, Anda mungkin diminta untuk menandatangani surat promes untuk mengambil pinjaman pribadi kecil.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan beberapa kunci dalam memahami surat perjanjian hutang, yakni sebagai berikut:

Surat promes adalah instrumen keuangan yang berisi janji tertulis oleh satu pihak (penerbit atau pembuat wesel) untuk membayar pihak lain (penerima wesel bayar) sejumlah uang tertentu, baik atas permintaan atau pada tanggal tertentu di masa depan.

Surat promes biasanya berisi semua persyaratan yang berkaitan dengan hutang, seperti jumlah pokok, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, tanggal dan tempat penerbitan, dan tanda tangan penerbit.

Memahami Seluk Beluk Surat Perjanjian Hutang

Surat promes, serta wesel, diatur oleh konvensi internasional tahun 1930-an, yang juga menetapkan bahwa istilah “surat promes” harus dimasukkan ke dalam badan instrumen dan harus berisi janji tanpa syarat untuk membayar.

Surat promes mencakup janji khusus untuk membayar, dan langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukannya (seperti jadwal pembayaran kembali), sementara IOU hanya mengakui bahwa ada hutang, dan jumlah satu pihak berhutang kepada pihak lain.

Sebuah kontrak pinjaman, di sisi lain, biasanya menyatakan hak pemberi pinjaman untuk meminta bantuan — seperti penyitaan — jika peminjam gagal bayar; ketentuan tersebut umumnya tidak ada dalam surat promes. Meskipun mungkin mencatat konsekuensi dari pembayaran yang tidak dibayar atau pembayaran yang tidak tepat waktu (seperti biaya keterlambatan), biasanya tidak menjelaskan metode bantuan jika penerbit tidak membayar tepat waktu.

Surat Perjanjian Hutang di Masyarakat

Banyak orang dalam kehidupan sehari-harinya membuat surat perjanjian hutang sebagai bagian dari proses mendapatkan pinjaman. Pemberi pinjaman swasta biasanya meminta peminjam untuk menandatangani surat hutang untuk setiap jenis pinjaman yang mereka ambil. Setelah membuat surat hutang, peminjam dapat menerima beberapa pinjaman untuk kebutuhan mendesak mereka.

Catatan dalam surat hutang ini umumnya menguraikan beberapa hak dan tanggung jawab peminjam serta kondisi dan persyaratan pinjaman. Dengan menandatangani tersebut, peminjam berjanji untuk membayar kembali jumlah pinjaman ditambah bunga dan biaya kepada Pemberi Pinjaman. Catatan yang terdapat dalam surat hutang juga mencakup informasi kontak pribadi dan informasi pekerjaan serta nama dan informasi kontak untuk referensi pribadi.

Kapan Surat Perjanjian Hutang Digunakan?

Surat perjanjian hutang umumnya digunakan untuk hipotek, pinjaman mahasiswa, pinjaman mobil, pinjaman bisnis, dan pinjaman pribadi antara keluarga dan teman. Jika Anda meminjamkan sejumlah besar uang kepada seseorang (atau bisnis), Anda mungkin ingin membuat surat promes. Surat perjanjian ini akan menjadi catatan hukum pinjaman dan akan melindungi Anda serta membantu memastikan hutang Anda dilunasi.

Apa Saja Muatan Dalam Surat Perjanjian Hutang?

Dalam surat perjanjian pinjaman umumnya memuat segala jenis persyaratan dan rincian pinjaman. Dalam surat perjanjian minimal harus dimuat beberapa poin penting sebagai berikut:

  • Nama dan alamat pemberi pinjaman dan peminjam
  • Jumlah uang yang dipinjam dan apa, jika ada, jaminan yang digunakan
  • Seberapa sering pembayaran akan dilakukan dan berapa jumlahnya
  • Tanda tangan kedua belah pihak, agar catatan tersebut dapat diberlakukan

Agunan yang disebutkan di atas adalah properti yang dapat disita oleh pemberi pinjaman jika wesel tidak dilunasi; Misalnya, saat Anda membeli rumah, rumah tersebut menjadi jaminan atas cicilannya.

Beberapa Jenis Surat Perjanjian Hutang?

Surat hutang harus dibuat dan disesuaikan dengan transaksi yang Anda lakukan. Sebaiknya mengacu pada contoh surat perjanjian hutang dibawah ini saat Anda menulisnya sehingga Anda dapat memastikan untuk memasukkan bahasa yang tepat. Adapun jenis dari surat ini terbagi menjadi dua, yakni:

2. Surat Perjanjian Sederhana

Surat perjanjian yang sederhana biasanya dibuat untuk transaksi utang-piutang yang pembayarannya dilakukan sekaligus pada tanggal tertentu. Misalnya, Anda meminjamkan Rp 100.000 kepada teman Anda dan dia setuju untuk melunasinya sebelum 1 Desember. Jumlah penuh jatuh tempo pada tanggal itu, dan tidak ada jadwal pembayaran didalamnya.

2. Surat Perjanjian Detail

Surat perjanjian yang sifatnya lebih rumit, surat ini biasanya dibuat untuk jenis transaksi yang rumit juga seperti hipotek dan pinjaman mobil yang menyertakan suku bunga, jadwal amortisasi, dan detail lainnya.

Bagaimana Cara Menagih Hutang Dengan Menggunakan Surat Perjanjian Hutang?

Jika Anda telah meminjamkan uang kepada seseorang dengan menggunakan surat perjanjian, dan sesuai janjinya mereka akan membayar Anda sesuai dengan ketentuan dalam surat tersebut, yang dalam banyak kasus itulah yang terjadi. Tetapi bagaimana jika mereka tidak memenuhi persyaratan catatan? Maka ada beberapa langkah yang bisa Anda terapkan ketika memiliki surat perjanjian hutang ini. Adapun langkah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Meminta Pembayaran Secara Langsung

Hal pertama yang harus dilakukan sebenarnya adalah meminta pembayaran kembali secara tertulis. Pengingat atau permintaan tertulis seringkali merupakan satu-satunya yang dibutuhkan. Anda dapat mengirimkan pemberitahuan lewat jatuh tempo pada 30, 60, dan 90 hari setelah tanggal jatuh tempo.

Pastikan untuk berbicara dengan peminjam Anda. Bisakah mereka melakukan pembayaran sebagian? Apakah rencana pembayaran yang diperpanjang memungkinkan mereka untuk membayar? Jika Anda memutuskan untuk menerima pembayaran sebagian hutang, maka Anda dapat membuat perjanjian penyelesaian hutang dengan peminjam Anda.

2. Menggunakan Debt Collector

Pilihan lainnya adalah dengan menggunakan debt collector. Bisnis ini akan bekerja untuk mengumpulkan catatan Anda dan biasanya akan mengambil sebagian dari hutang. Anda juga dapat menjual nota kepada penagih utang, artinya mereka memiliki pinjaman dan mengumpulkan jumlah penuh (ini serupa dengan yang terjadi ketika bank menjual pinjaman kepada satu sama lain). Jika semuanya gagal, Anda dapat menuntut peminjam untuk seluruh utangnya.

Surat perjanjian adalah cara yang berguna untuk membuat catatan pinjaman yang jelas — baik antara entitas atau individu — dan untuk menuliskan semua istilah yang relevan secara tertulis, sehingga tidak ada pertanyaan tentang jumlah uang yang dipinjamkan dan kapan pembayaran jatuh tempo.

Contoh Surat Perjanjian Hutang

Untuk Anda yang kini sedang mencari referensi untuk membuat surat perjanjian hutang Anda sendiri, berikut ini adalah contoh template yang dapat Anda jadikan dasar dalam menyusun kontrak.

Demikianlah penjelasan mengenai surat perjanjian hutang berikut contohnya. Selama menggunakan.

Contoh Surat Kontrak Kerja Proyek; Cara Membuat dan Segala Hal yang Harus Anda Ketahui

Jika Anda ingin mempelajari cara menulis dan contoh surat kontrak kerja proyek, Anda harus memahami tujuan surat tersebut terlebih dahulu, bersama dengan pihak lain yang terlibat dalam kontrak.

Bagaimana Cara Membuat Surat Kontrak Kerja Proyek?

Jika Anda ingin mempelajari cara menulis dan contoh surat kontrak kerja proyek, Anda harus memahami tujuan surat tersebut terlebih dahulu, bersama dengan pihak lain yang terlibat dalam kontrak. Surat kontrak mewakili tahap awal hubungan kerja resmi antara Anda dan klien. Oleh karena itu, penting untuk menyusun surat kontrak yang terperinci dan menyeluruh agar klien tersebut benar-benar menyadari kewajiban dan tugasnya.

Contoh-Surat kontrak kerja proyek harus menjelaskan tanggung jawab kedua belah pihak untuk mencegah timbulnya sengketa hukum yang potensial. Misalnya, surat kontrak tidak boleh meninggalkan ruang untuk negosiasi, karena klien baru harus bisa membaca kontrak dan memahami haknya sepenuhnya. Negosiasi harus dilakukan sebelum surat kontrak dibuat, dan istilah yang ambigu harus didiskusikan sebelum surat ini juga.

Contoh lain saat Anda mungkin ingin menulis surat kontrak adalah untuk proyek perbaikan rumah. Misalnya, jika Anda menyewa kontraktor untuk menyelesaikan proyek di rumah Anda, Anda dapat membuat draf surat ini, yang akan memberikan informasi tentang ruang lingkup pekerjaan, lamanya waktu, biaya, dan bahan yang terkait dengan proyek tersebut. Pastikan Anda dan kontraktor menandatangani dokumen tersebut, karena akan menjadi dokumen yang mengikat secara hukum.

Apa Saja Bagian Dari Surat Kontrak Kerja Proyek?

Ada beberapa unsur yang harus dicantumkan dalam contoh surat kontrak kerja proyek, antara lain sebagai berikut:

  • Judul posisi
  • Nama Perusahaan
  • Tanggal mulai
  • Status karyawan sebagai karyawan penuh waktu, paruh waktu, atau kontraktor
  • Apakah karyawan tersebut akan dikecualikan atau tidak
  • Jumlah gaji
  • Kapan karyawan akan dibayar (dua mingguan, mingguan, dll.)
  • Manfaat perusahaan
  • Informasi waktu libur dibayar
  • Struktur organisasi
  • Informasi masa percobaan, jika berlaku
  • Kondisi kerja, jika ada
  • Bahasa yang tidak ambigu yang menyatakan bahwa karyawan tersebut menandatangani kontrak sesuka hati, jika berlaku

Anda harus memperjelas apakah karyawan tersebut akan menjadi karyawan penuh waktu atau penuh waktu, sambil juga memberikan informasi tentang berapa jam per minggu karyawan harus bekerja, terutama untuk karyawan paruh waktu.

Gaji pokok juga merupakan komponen penting lainnya untuk dimasukkan dalam surat kontrak, karena ini bisa berbeda jika Anda mempekerjakan karyawan yang tidak dikecualikan. Pastikan juga Anda mengetahui dengan jelas berapa hari PTO yang dimiliki karyawan, dan sertakan apakah karyawan tersebut akan cuti kerja pada hari libur tertentu atau tidak.

Bagian tunjangan perusahaan harus mencakup semua tunjangan yang ditawarkan kepada karyawan, termasuk tunjangan yang tidak akan ditawarkan sampai karyawan tersebut telah bekerja untuk perusahaan Anda selama jangka waktu tertentu. Ini dapat mencakup investasi 401rb, penggantian biaya perjalanan pulang pergi, pelatihan internal dan eksternal, dll.

Pedoman Membuat Surat Kontrak Kerja Proyek

Tidak ada format khusus di mana surat itu harus diatur. Tetapi ada beberapa pedoman bermanfaat yang dapat membantu Anda ketika Anda siap untuk membuat draf surat kontrak, sebagaimana contoh surat kontrak kerja proyek di bawah nanti.

1. Identifikasi Sifat Proyek

Sebelum membuat dan mempelajari contoh surat kontrak kerja proyek, Anda perlu melakukan identifikasi sifat proyek. Misalnya, mungkin ada baiknya untuk terlebih dahulu mengidentifikasi sifat proyek. Dengan asumsi Anda sedang menyusun surat kontrak bukan untuk kontrak kerja (bisnis-karyawan) melainkan sebagai pemilik rumah yang menyewa kontraktor untuk terlibat dalam renovasi rumah. Anda akan ingin mengidentifikasi sifat dari keseluruhan proyek, yang dapat mencakup apa yang Anda harapkan dari kontraktor, bagaimana Anda ingin tempat untuk merawat setelah proyek selesai, dan jenis bahan apa yang ingin Anda gunakan.

2. Jenis Produk Anda

Selanjutnya, Anda harus mengidentifikasi jenis produk yang ingin Anda kirimkan. Ini dapat mencakup foto-foto bagaimana Anda ingin rumah terlihat, yaitu, renovasi dapur atau kamar mandi. Anda bisa melihat detailnya pada contoh surat kontrak kerja proyek di bawah.

3. Identifikasi Jangka Waktu

Anda juga ingin memasukkan lamanya waktu dan biaya yang terkait dengan proyek tersebut. Misalnya, kapan Anda ingin pekerjaan selesai? Berapa jam kontraktor dibutuhkan untuk mengerjakan proyek? Apakah Anda ingin dia datang pada akhir pekan? Apa yang terjadi jika proyek memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan? Apa yang terjadi jika lebih banyak bahan yang dibutuhkan? Semua informasi ini harus dirinci dalam surat kontrak. Anda bisa melihat detailnya pada contoh surat kontrak kerja proyek di bawah.

4. Identifikasi Cara Pembayaran

Selain itu, cara pembayaran juga perlu diperhatikan. Misalnya, apakah Anda ingin kontraktor menerima pembayaran tunai, kartu kredit, atau cek? Sebelum merinci bagaimana Anda ingin membayar, Anda harus berbicara dengan kontraktor, karena dia mungkin memiliki persyaratan pembayaran tertentu. Beberapa perusahaan kontrak mengharuskan Anda menyerahkan cek, dan tidak mengizinkan pembayaran melalui kartu kredit. Ini terutama berlaku untuk bisnis kecil. nda bisa melihat detailnya pada contoh surat kontrak kerja proyek di bawah ini.

Demikianlah contoh surat kontrak kerja proyek konstruksi, Anda bisa melakukan modifikasi ulang. Anda juga bisa mendownload versi word dari contoh ini di sini [download id=”4305″]. Atau Anda mencari contoh surat perjanjian lainnya di sini.

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu; Tempalte

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu merupakan kontrak yang sifatnya sementara. Artinya pekerja dipekerjakan hanya untuk jangka waktu tertentu. Perjanjian ini umumnya digunakan untuk kontrak berbasis proyek atau tugas, serta pekerjaan musiman atau kasual, termasuk pekerja harian.

Pekerjaan sementara mulai menarik perhatian kebijakan khusus sekitar tiga dekade lalu ketika penggunaannya di pasar tenaga kerja meningkat.

Apa itu Perjanjian Kerja Waktu Tertentu?

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, kontrak berbasis proyek atau tugas adalah pengaturan kerja kontrak antara satu pemberi kerja dan satu karyawan yang dicirikan oleh durasi terbatas atau peristiwa yang ditentukan sebelumnya untuk mengakhiri kontrak.

Mengapa Kontrak Kerja ini Ada?

Kontrak ini selalu ada di pasar tenaga kerja dan melayani tujuan tertentu. Kontrak ini memberikan fleksibilitas kepada perusahaan dalam hal terjadi perubahan kebutuhan mendadak, seperti karena fluktuasi musiman, untuk mengganti pekerja yang tidak hadir sementara, atau untuk mengevaluasi karyawan yang baru dipekerjakan.

Namun di luar alasan tradisional ini, beberapa perusahaan akhirnya menjadi sangat bergantung pada pekerja non-tetap. Alasannya kerena mempekerjakan pekerja tetap dianggap menyulitkan dan membebani anggara.

Sebenarnya tidak demikian, pekerjaan sementara juga dapat membawa tantangan bagi perusahaan, termasuk tentang bagaimana mengelola pekerja dengan jenis pengaturan yang berbeda tetapi melakukan tugas yang serupa. Hal ini juga berisiko menyebabkan kurangnya investasi dalam pelatihan dan inovasi dan karenanya menurunkan produktivitas.

Beberapa pekerja memilih untuk dipekerjakan dalam pekerjaan sementara karena mereka sedang menempuh pendidikan atau memiliki tanggung jawab lain. Hal ini membuat mereka tidak dapat berkomitmen untuk bekerja dalam jangka waktu yang tidak terbatas.

Namun, bagi sebagian besar pekerja, ini bukanlah pilihan. Pekerjaan jangka waktu tertentu ini pengaturannya seringkali berkualitas lebih rendah dibandingkan dengan kontrak jangka waktu tidak terbatas. Oleh karena itu, penting untuk mencegah penyalahgunaan dalam penggunaan pekerja sementara melalui pembatasan dan larangan kerja jangka tetap untuk tugas permanen. Penting juga untuk memberikan kondisi kerja yang sama kepada pekerja dalam pekerjaan sementara dibandingkan dengan pekerja dalam pekerjaan standar.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tertentu

Template Perjanjian Kerja Waktu Tertentu

Perjanjian kerja waktu tertentu ini (“Kontrak” atau “Kontrak Kerja Sementara”) merupakan syarat dan ketentuan yang mengatur perjanjian kontrak antara [PERUSAHAAN PENGUSAHA] yang memiliki tempat bisnis utama di [ALAMAT PERUSAHAAN] (“Perusahaan”), dan [KARYAWAN SEMENTARA] (“Sementara”) para pihak setuju untuk terikat dengan Kontrak ini.

BAHWA, Perusahaan bergerak di [DESKRIPSI BISNIS]; dan

MENGINGAT, Perusahaan ingin menggunakan dan mempertahankan layanan {Pekerja} untuk sementara waktu sesuai dengan syarat dan ketentuan di sini.

OLEH KARENA ITU, Dengan mempertimbangkan perjanjian dan kesepakatan bersama yang dibuat oleh para pihak, Perusahaan dan Pekerja (secara individu, masing-masing disebut “Pihak” dan secara kolektif, “Para Pihak”) membuat perjanjian dan menyetujui sebagai berikut:

Jangka Waktu

  • Jangka waktu Kontrak Kerja Sementara ini akan dimulai pada [TANGGAL MULAI] dan berlanjut pada [RANGKA WAKTU].
  • Beberapa perjanjian kerja waktu tertentu berlangsung selama jangka waktu tertentu dan yang lainnya berlaku hingga penyelesaian proyek tertentu. Di sini, Anda dapat menambahkan, misalnya, “untuk delapan (8) minggu sesudahnya” atau “hingga selesainya …” dan menjelaskan proyek tersebut. Anda juga dapat menambahkan “tetapi tidak melebihi dua puluh enam (26) minggu” jika itu berbasis proyek dengan batas waktu.

Pemutusan Hubungan Kerja

  • Pekerja setuju dan mengakui bahwa, sebagaimana mereka berhak memutuskan hubungan kerja dengan Perusahaan kapan saja dengan alasan apapun, Perusahaan memiliki hak yang sama, dan dapat memutuskan hubungan kerja mereka dengan Perusahaan kapan saja dengan alasan apapun. Salah satu Pihak dapat menghentikan pekerjaan tersebut dengan pemberitahuan tertulis kepada Pihak lainnya.

Jenis Pekerjaan

  • Perusahaan akan menggunakan Pekerja [JUDUL POSISI] (“Posisi”). Pekerja sementara menerima pekerjaan dengan Perusahaan dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ini, dan setuju untuk mencurahkan waktu dan perhatian penuhnya (kecuali periode sakit yang wajar) untuk melaksanakan tugasnya berdasarkan Perjanjian ini. Secara umum, Pekerja akan melakukan semua tugas seperti yang dijelaskan pada Bukti A terlampir.

Jam Kerja

  • Jam kerja Karyawan adalah [HARI MINGGU] sampai [HARI MINGGU] pada jam yang ditentukan oleh pemberi kerja dengan ketentuan bahwa jam kerja biasa tidak boleh melebihi [JUMLAH] jam per minggu.

Pembayaran

  • Dalam pertimbangan untuk pelaksanaan tugas di bawah ini, Karyawan berhak atas kompensasi seperti yang dijelaskan dalam Bukti A terlampir disini.

Pengembalian Properti

  • Dalam Tujuh (7) hari setelah penghentian Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ini, baik karena kedaluwarsa atau sebaliknya, Karyawan setuju untuk mengembalikan ke Perusahaan, semua produk, sampel, atau model, dan semua dokumen, tidak menyimpan salinan atau catatan, terkait dengan Bisnis Perusahaan termasuk, namun tidak terbatas pada, [DAFTAR ITEM] yang diperoleh Karyawan selama mewakili Perusahaan.

Prosedur Perusahaan

  • Karyawan setuju dan mengakui bahwa dia harus mematuhi kode disiplin yang ditetapkan Perusahaan serta aturan, kebijakan, dan prosedur lain yang mungkin diberlakukan dari waktu ke waktu. Salinan dokumen tersebut tersedia atas permintaan.

Perubahan Perjanjian

  • Segala bentuk perubahan Perjanjian ini tidak akan sah kecuali secara tertulis dan disetujui oleh kedua Pihak.

Hukum yang Berlaku

  • Kontrak Kerja Sementara ini dan interpretasi persyaratannya akan diatur oleh dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Negara [NEGARA] dan tunduk pada yurisdiksi eksklusif pengadilan [NAMA PENGADILAN] bagian yang berlokasi di [WILAYAH].

SEBAGAI BUKTI, masing-masing Pihak telah menandatangani Kontrak Kerja Sementara ini, kedua Pihak oleh pejabat yang berwenang, pada hari dan tahun yang ditetapkan di bawah ini.

[NAMA PERUSAHAAN]

 _________________________________ ______________

[NAMA], [JUDUL] TANGGAL

[PEKERJA SEMENTARA]

_________________________________ ______________

                                                                        TANGGAL

BUKTI-A

Secara umum tugas Jabatan yang akan diisi oleh Karyawan adalah sebagai berikut:

[DESKRIPSI TUGAS]

BUKTI-B

  • KOMPENSASI. Karyawan berhak untuk menerima tarif [tarif per jam] sebesar [RUPIAH] per [JAM] (“Compensation”) untuk pelaksanaan tugas yang dijelaskan dalam Perjanjian ini selama jangka waktu Perjanjian.
  • WAKTU PEMBAYARAN. Kompensasi akan dibayarkan oleh Perusahaan setiap [PERIODE PEMBAYARAN] (“Periode Pembayaran”) dalam [JUMLAH HARI] sejak akhir Periode Pembayaran dimana Kompensasi dibayarkan. Misalnya, pembayaran dari Periode Pembayaran yang berakhir pada [DATE] akan dibayarkan pada atau sebelum [DATE].
  • TIDAK ADA KOMPENSASI LAIN. Kompensasi yang ditetapkan di atas akan menjadi satu-satunya kompensasi Temp menurut Perjanjian ini.
  • PAJAK. Pembayaran kepada Karyawan akan tunduk pada pemotongan majikan.

Download Perjanjian Kerja Waktu Tertentu [download id=”4305″]

Perjanjian Kontrak Rumah; Contoh dan Uraiannya

Ingin melakukan perjanjian kontrak rumah? Temukan penjelasan serta contoh lengkapnya dengan mudah di sini. Atau perjanjian kerja karyawan di sini.

Kontrak rumah merupakan bagian dari perjanjian sewa. Perjanjian sewa atau sewa adalah dokumen yang menguraikan pengaturan antara pemilik real estat, yang dikenal sebagai “pemberi penyewa”, dan orang lain yang bersedia membayar sewa saat menempati properti, yang dikenal sebagai “penyewa” . Dalam istilah awam, ini adalah dokumen yang digunakan untuk menempati ruang (baik komersial atau residensial) untuk jangka waktu tertentu dengan imbalan sewa bulanan/tahunan. Persyaratan kontrak bisa dinegosiasikan antara penyewa dan pemilik dan setelah ditandatangani, formulir dianggap mengikat secara hukum dan saling mengikat.

Agar Anda tidak harus repot-repot menyewa ahli ketika ingin menyewakan rumah, tapi tetap memiliki dokumen hukum yang kuat sebagai dasar. Untuk memudahkan Anda berikut adalah contoh perjanjian kontrak rumah lengkap untuk Anda:

Contoh Perjanjian Kontrak Rumah

Contoh  ini lebih mengarah pada sewa properti di lokasi wisata daripada sewa rumah hunian biasa.

Judul# Perjanjian Kontrak Rumah

Judul cukup ditulis sederhana yakni perjanjian kontrak rumah.

Bagian# Pengantar/Konsideran

Pada bagian pengantar surat perjanjian kontrak rumah ini, yang harus Anda perhatikan adalah alamat, tanggal mulai dan berakhirnya masa sewa. Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Terima kasih atas minat Anda untuk menyewa rumah yang berlokasi di [ALAMAT RUMAH] (“Rumah”) dari [TANGGAL MULAI] sampai [TANGGAL AKHIR]. Harap tinjau dan tanda tangani di bawah ini untuk mengonfirmasi persetujuan Anda dengan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian Sewa Sewa Rumah ini. Tanda tangan oleh kedua belah pihak yang disebutkan dalam Perjanjian Sewa Sewa Rumah ini akan mengikat mereka pada kontrak yang memiliki kekuatan hukum, jadi pastikan untuk berkonsultasi dengan pengacara sebelum menandatangani jika Anda ingin melakukannya.

Terkadang menggunakan sedikit informasi secara informal membantu para pihak lebih memahami apa yang mereka setujui dan merupakan langkah penting untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.

Bagian# Jangka Waktu

Pada perjanjian kontrak rumah ini, contoh kalimat yang harus dimuat dalam bagian syarat dan ketentuan adalah sebagai berikut:

  • Kesepakatan untuk menyewa. [PEMILIK] (“Pemilik”) setuju untuk menyewakan rumah yang berlokasi di [ALAMAT RUMAH] kepada [PENYEWA] (“Penyewa”) untuk jangka waktu Perjanjian Sewa Sewa Rumah ini.
  • Jangka waktu sewa. Jangka waktu sewa akan mulai pada [START DATE] dan berakhir pada [END DATE].
  • Penyewa setuju untuk membayar [JUMLAH SEWA] sebagai imbalan atas penggunaan Rumah sesuai dengan ketentuan Perjanjian Sewa Sewa Rumah ini, yang harus dibayar sebagai berikut: [JADWAL PEMBAYARAN SEWA].

Jika  sewa jangka pendek, Anda mungkin ingin seluruh jumlah dibayar sekaligus, tetapi jika lebih lama, mungkin beberapa minggu (seperti dengan properti sewa liburan), atau bulan demi bulan (untuk penggunaan perumahan biasa). Tetapkan jadwal pembayaran dan tanggal jatuh tempo yang sesuai dengan situasi Anda.

Bagian# Cara Pembayaran

Cara pembayaran juga harus Anda atur sedemikian rupa dalam perjanjian kontrak rumah, apakah secara tunai atau transfer. Demikian halnya apakah cicil atau lunas.

  • Pembayaran akan dilakukan dengan [METODE PEMBAYARAN] ke [REKENING] pada atau sebelum tanggal jatuh tempo yang ditetapkan di atas. Pembayaran yang terlambat akan mengakibatkan [KONSEKUENSI PEMBAYARAN TERLAMBAT]; cek yang dikembalikan akan menghasilkan [KONSEKUENSI PERIKSA YANG DIKEMBALIKAN.]
  • Uang jaminan. Penyewa akan membayar kepada Pemilik uang jaminan sebesar Rp [DEPOSIT KEAMANAN] pada hari Perjanjian Sewa Sewa Rumah ini ditandatangani. Ini akan dikembalikan setelah penyerahan Rumah dalam kondisi bersih dan tidak rusak, tunduk pada keausan biasa. Setiap penggunaan uang jaminan untuk mengganti uang Pemilik untuk biaya pembersihan atau perbaikan yang tidak biasa akan dirinci oleh Pemilik setelah uang jaminan dikembalikan.

Bergantung pada persyaratan pembayaran sewa Anda di atas, Anda mungkin ingin menambahkan biaya keterlambatan atau biaya yang dikembalikan.

Bagian# Syarat Penghuni, Resiko dan Tanggung Jawab

Dalam perjanjian kontrak rumah juga harus Anda perhatikan perihal, berapa jumlah penghuninya. Kemudian, siapa yang bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul di kemudian hari dan sejenisnya.

  • Penghuni. Penghuni rumah maksimal adalah [TAMU MAKSIMUM]. Setiap tamu yang tidak sah melebihi jumlah tersebut akan dikenakan biaya tambahan sebesar $ [BIAYA TAMBAHAN] per tamu per hari.
  • Asumsi tanggung jawab dan risiko. Penyewa setuju untuk membebaskan Pemilik dari cedera, tanggung jawab, kerusakan, atau biaya Penyewa, atau tamu Penyewa, yang mungkin timbul karena penghunian Rumah atau area sekitarnya, dan Penyewa menanggung semua risiko yang terkait dengannya.

Bagian adalah tempat untuk mengatur secara detail hal-hal seperti parkir, atau penggunaan fasilitas tertentu, kerusakan dan kebijakan pembersihan, hewan peliharaan, merokok, hal-hal yang spesifik untuk properti rumah tersebut.

Bagian# Ketentuan Lainnya

Ketentuan tambahan dalam perjanjian kontrak rumah tidak harus ada, tetapi terkadang penting dan perlu diperhatikan oleh para pihak.

  • Peraturan dan Ketentuan. Penyewa akan mematuhi Peraturan dan Ketentuan, daftar yang dilampirkan di sini sebagai Bukti A.
  • Ketentuan tambahan. Ketentuan tambahan untuk Perjanjian ini adalah sebagai berikut: [KETENTUAN TAMBAHAN]

Mungkin ada beberapa undang-undang negara atau peraturan lokal yang berkaitan dengan properti sewaan yang mungkin belum dibahas dalam paragraf di atas; tambahkan di sini. Berkonsultasilah dengan pengacara untuk memastikan Anda mematuhi hukum di wilayah Anda.

Bagian# Penutup

Perjanjian Kontrak Rumah ini, termasuk semua lampiran (jika ada), adalah keseluruhan perjanjian antara Pemilik dan Penyewa. Setiap perubahan harus dibuat secara tertulis dan ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Disetujui oleh Para Pihak pada [TANDA TANGAN].

_________________________________________

Pemilik [OWNER]

[ALAMAT PEMILIK]

[Kota, Kode Pos]

[TELEPON]

 [SUREL]

_________________________________________

Penyewa [RENTER]

[ALAMAT PENYEWA]

[Kota, Kode Pos]

[TELEPON]

[SUREL]

Demikianlah contoh dari perjanjian kontrak rumah yang dapat Anda jadikan sebagai patokan untuk membuat surat perjanjian Anda sendiri.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu Terlengkap

Surat Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu merupakan surat perjanjian antara karyawan dan pemberi kerja dengan tanpa menjelaskan secara spesifik durasi waktu/lamanya karyawan bekerja.

Anda dapat menemukan contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu terlengkap secara gratis dalam ulasan di bawah ini.

Contoh Surat Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Surat Perjanjian Kerja

Surat Perjanjian Kerja, selanjutnya disebut (Perjanjian), dibuat pada tanggal 8 Agustus 2020.

ANTARA:

Hukumline 1 yang beralamat di Jl. Hukum Line No.8, Jakarta. Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA (Pekerja)

Dengan

Hukumline 2 beralamat di Jl. Hukum Line No.10, Jakarta. Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA. (Pemberi Kerja)

MENIMBANG:

  1. Pemberi Kerja berpendapat bahwa Pekerja memiliki kualifikasi, pengalaman dan kemampuan yang diperlukan untuk membantu dan memberi manfaat kepada Pemberi Kerja dalam bisnisnya.
  2. Pemberi Kerja ingin mempekerjakan Pekerja dan Pekerja telah setuju untuk menerima dan memasuki pekerjaan tersebut dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan dalam Perjanjian ini.

Menimbang bahwa hal-hal yang dijelaskan di atas dan manfaat dan kewajiban bersama yang ditetapkan dalam Perjanjian ini, penerimaan dan kecukupan yang pertimbangannya dengan ini diakui, para pihak dalam Perjanjian ini setuju untuk menjalankan kesepakatan sebagai berikut:

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Tanggal dan Jangka Waktu Mulai

  1. Karyawan akan memulai pekerjaan full time permanen dengan Pemberi Kerja pada tanggal 8 Agustus 2020 (Awal).
  2. Karyawan harus berhasil menyelesaikan masa percobaan enam (6) bulan (‘Masa Percobaan’) dimulai pada Tanggal Mulai. Kapan pun selama Masa Percobaan, sebagaimana dan jika diizinkan oleh undang-undang, Majikan berhak memutuskan hubungan kerja tanpa pemberitahuan atau kompensasi apapun kepada Karyawan selain gaji yang harus dibayarkan untuk jam kerja yang telah diselesaikan.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Jenis dan Deskripsi Pekerjaan

  1. Jenis pekerjaan Karyawan adalah sebagai berikut: Petugas Hukum.
  2. Karyawan setuju untuk dipekerjakan dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan dalam Perjanjian ini. Karyawan setuju untuk tunduk pada pengawasan umum dan bertindak sesuai dengan perintah, saran, dan arahan dari Majikan.
  3. Karyawan akan melakukan setiap dan semua tugas yang diminta oleh Pemberi Kerja selama masih dalam kategori wajar dan biasanya dilakukan oleh seseorang yang memegang posisi serupa di industri atau bisnis Pemberi Kerja.
  4. Pemberi Kerja dapat membuat perubahan pada jabatan atau tugas Karyawan di mana perubahan tersebut dianggap wajar untuk posisi serupa di industri atau bisnis Pemberi Kerja. Jenis pekerjaan atau tugas Karyawan dapat diubah dengan kesepakatan dan dengan persetujuan Karyawan dan Pemberi Kerja atau setelah periode pemberitahuan yang diwajibkan menurut undang-undang.
  5. Karyawan setuju untuk mematuhi peraturan, regulasi, kebijakan, dan praktik Pemberi Kerja, termasuk yang berkaitan dengan jadwal kerja, liburan dan cuti sakit, yang sewaktu-waktu dapat diadopsi atau diubah.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Kompensasi Karyawan

  1. Kompensasi yang dibayarkan kepada Karyawan atas layanan yang diberikan oleh Karyawan sebagaimana disyaratkan oleh Perjanjian ini (Kompensasi) akan terdiri dari gaji $ 35.000,00 (dolar) per bulan ditambah komisi sesuai dengan rumus komisi berikut: 5000/jam
  2. Kompensasi ini akan dibayarkan sebulan sekali selama Perjanjian ini berlaku. Majikan berhak untuk memotong dari Kompensasi Karyawan, atau dari kompensasi lain dalam bentuk apapun, setiap pemotongan dan pengiriman uang yang berlaku seperti yang atur oleh hukum.
  3. Karyawan memahami dan menyetujui bahwa setiap remunerasi tambahan yang dibayarkan kepada Karyawan dalam bentuk bonus atau remunerasi insentif serupa lainnya akan menjadi kebijakan tunggal Pemberi Kerja dan bahwa Karyawan tidak akan memperoleh atau memperoleh hak atas remunerasi insentif dengan alasan Pekerjaan karyawan.
  4. Pemberi Kerja akan mengganti uang Karyawan untuk semua pengeluaran yang wajar, sesuai dengan kebijakan Pemberi Kerja yang sah yang berlaku dari waktu ke waktu, termasuk namun tidak terbatas pada, biaya perjalanan dan hiburan yang dikeluarkan oleh Karyawan sehubungan dengan bisnis Pemberi Kerja. Biaya akan dibayarkan dalam waktu yang wajar setelah penyerahan bukti pendukung yang dapat diterima.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Tempat kerja

  1. Tempat kerja utama Karyawan adalah di lokasi berikut: Hukum Line.com
  2. Jam kerja normal Karyawan, termasuk istirahat, adalah sebagai berikut: 7 Jam/Hari
  3. Namun demikian, Karyawan akan, setelah menerima pemberitahuan yang wajar dari Pemberi Kerja, akan bekerja tambahan jam dan / atau jam di luar Jam Kerja Normal Karyawan sebagaimana dianggap perlu oleh Pemberi Kerja untuk memenuhi kebutuhan bisnis Pemberi Kerja.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Hak Karyawan

  1. Karyawan hanya berhak atas tunjangan tambahan yang saat ini tersedia seperti yang dijelaskan dalam ketentuan yang sah dari pedoman, manual, dan dokumen kebijakan Perusahaan atau sebagaimana diwajibkan oleh hukum.
  2. Kebijakan Perusahaan dapat berubah, tanpa kompensasi, setelah Perusahaan memberikan pemberitahuan tertulis 60 hari kepada Karyawan tentang perubahan tersebut dan dengan ketentuan bahwa setiap perubahan pada hak-hak karyawan tersebut diambil secara umum sehubungan dengan karyawan lain dan tidak memilih Karyawan.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Hak Cuti

  1. Karyawan berhak atas cuti (tetap digaji) oleh perusahaan selama empat minggu setiap tahun selama jangka waktu Perjanjian ini, atau sebagaimana berhak menurut undang-undang, mana saja yang lebih besar.
  2. Waktu dan tanggal untuk setiap cuti akan ditentukan oleh kesepakatan bersama antara Pemberi Kerja dan Pekerja.
  3. Setelah pemutusan hubungan kerja, Pemberi Kerja akan memberi kompensasi kepada Karyawan untuk cuti yang masih harus dibayar tetapi tidak digunakan.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Konflik Kepentingan

  1. Selama masih aktif bekerja, perlu dipahami dan disepakati bahwa setiap peluang bisnis yang berkaitan dengan atau serupa dengan peluang bisnis aktual atau yang diantisipasi secara wajar oleh Pemberi Kerja (dengan pengecualian investasi pribadi kurang dari 5% dari ekuitas bisnis, investasi dalam bisnis keluarga yang sudah mapan, real estat, atau investasi dalam saham dan obligasi yang diperdagangkan di bursa saham publik) menjadi perhatian Karyawan, adalah peluang milik Pemberi Kerja. Oleh karena itu, Karyawan akan memberitahu Pemberi Kerja tentang peluang tersebut dan tidak dapat mengejar peluang tersebut, secara langsung atau tidak langsung, tanpa persetujuan tertulis dari Pemberi Kerja.
  2. Selama masih aktif bekerja, Karyawan tidak akan, secara langsung atau tidak langsung, terlibat atau berpartisipasi dalam aktivitas bisnis lain apapun yang menurut pertimbangannya yang wajar, dianggap bertentangan dengan kepentingan terbaik Pemberi Kerja . tanpa persetujuan tertulis dari Pemberi Kerja.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Informasi Rahasia

  1. Karyawan mengakui bahwa, dalam posisi apapun yang mungkin dimiliki oleh Karyawan, dalam dan sebagai akibat dari dipekerjakannya Karyawan oleh Pemberi Kerja, Karyawan akan, atau mungkin, dengan memanfaatkan, memperoleh atau menambah informasi yang dirahasiakan oleh Majikan ( Informasi Rahasia) dan Informasi Rahasia adalah milik eksklusif Pemberi Kerja.
  2. Informasi Rahasia akan mencakup semua data dan informasi yang berkaitan dengan bisnis dan manajemen Pemberi Kerja, termasuk namun tidak terbatas pada, teknologi kepemilikan dan rahasia dagang dan catatan akuntansi yang aksesnya diperoleh oleh Karyawan, termasuk Produk Kerja, Perangkat Lunak Komputer, Lainnya. Data Kepemilikan, Operasi Bisnis, Operasi Pemasaran dan Pengembangan, dan Informasi Pelanggan.
  3. Informasi Rahasia juga akan mencakup informasi apa pun yang telah diungkapkan oleh pihak ketiga kepada Perusahaan dan diatur oleh perjanjian kerahasiaan yang dibuat antara pihak ketiga tersebut dan Perusahaan tersebut.
  4. Informasi Rahasia tidak akan mencakup informasi yang: Secara umum dikenal di industri Pengusaha; Sekarang atau selanjutnya tersedia secara umum untuk publik melalui tindakan Karyawan yang tidak salah; Informasi yang secara sah dimiliki oleh Karyawan sebelum diungkapkan oleh Pemberi Kerja kepada Karyawan; Dibuat secara independen oleh Karyawan tanpa penggunaan Informasi Rahasia secara langsung atau tidak langsung; Karyawan berhak memperolehnya dari pihak ketiga yang memiliki hak untuk mentransfer atau mengungkapkannya.

Tugas dan Kewajiban Mengenai Informasi Rahasia

  1. Karyawan setuju bahwa persyaratan material dari kontrak Karyawan dengan Pemberi adalah untuk menjaga semua Informasi Rahasia benar-benar rahasia dan melindungi pembebasannya dari publik. Karyawan setuju untuk tidak membocorkan, mengungkapkan, melaporkan, atau menggunakan, untuk tujuan apa pun, Informasi Rahasia apa pun yang telah diperoleh Karyawan atau yang diungkapkan kepada Karyawan oleh Majikan sebagai akibat karyawan dipekerjakan oleh Majikan. Karyawan setuju bahwa jika ada pertanyaan tentang pengungkapan tersebut, maka Karyawan akan mencari manajemen senior dari Perusahaan sebelum melakukan pengungkapan informasi Perusahaan yang mungkin tercakup dalam Perjanjian ini.
  2. Karyawan setuju dan mengakui bahwa Informasi Rahasia bersifat eksklusif dan rahasia dan bahwa setiap pengungkapan Informasi Rahasia kepada pihak ketiga yang melanggar Perjanjian ini tidak dapat diberi kompensasi yang wajar atau memadai untuk ganti rugi uang, akan menyebabkan cedera yang tidak dapat diperbaiki kepada Majikan , akan sangat mempengaruhi efektivitas dan keberhasilan pelaksanaan bisnis dan niat baik Pemberi Kerja, dan akan menjadi pelanggaran material dari Perjanjian ini.
  3. Kewajiban untuk memastikan dan melindungi kerahasiaan Informasi Rahasia yang diberlakukan pada Karyawan dalam Perjanjian ini akan berlanjut hingga Karyawan tidak lagi dipekerjakan oleh Pemberi Kerja.
  4. Karyawan dapat mengungkapkan Informasi Rahasia apa pun: Kepada pihak ketiga dimana Majikan telah menyetujui secara tertulis untuk pengungkapan tersebut; atau Sejauh yang diwajibkan oleh undang-undang atau oleh permintaan atau persyaratan dari badan yudisial, legislatif, administratif atau pemerintah lainnya setelah memberikan pemberitahuan sebelumnya yang wajar kepada Pemberi Kerja.

Kepemilikan dan Hak atas Informasi Rahasia

  1. Karyawan mengakui dan menyetujui bahwa semua hak, kepemilikan, dan kepentingan dalam Informasi Rahasia akan tetap menjadi milik eksklusif Pemberi Kerja. Oleh karena itu, Karyawan secara khusus menyetujui dan mengakui bahwa Karyawan tidak akan memiliki kepentingan atas Informasi Rahasia, termasuk, namun tidak terbatas pada, tidak ada kepentingan dalam pengetahuan, hak cipta, merek dagang atau nama dagang, meskipun pada kenyataannya Karyawan mungkin telah membuat atau berkontribusi pada pembuatan Informasi Rahasia.
  2. Karyawan melepaskan hak moral apa pun yang mungkin dimiliki oleh Karyawan terkait dengan Informasi Rahasia.
  3. Karyawan setuju untuk segera mengungkapkan kepada Pemberi Kerja semua Informasi Rahasia yang dikembangkan secara keseluruhan atau sebagian oleh Karyawan selama masa kerja Karyawan dengan Pemberi Kerja dan untuk menyerahkan kepada Pemberi Kerja segala hak, kepemilikan, atau kepentingan yang mungkin dimiliki Karyawan dalam Informasi Rahasia. . Karyawan setuju untuk menjalankan instrumen apa pun dan untuk melakukan semua hal lain yang secara wajar diminta oleh Majikan, baik selama dan setelah Pekerja bekerja dengan Majikan, untuk memberikan sepenuhnya kepada Pemberi Kerja semua hak kepemilikan atas barang-barang yang dialihkan oleh Pekerja ke karyawan.

Pengembalian Informasi Rahasia

  1. Karyawan setuju bahwa, atas permintaan Pemberi Kerja atau setelah pemutusan hubungan kerja atau kadaluwarsa, tergantung kasusnya, dari pekerjaan ini, Karyawan akan menyerahkan kepada Pemberi Kerja semua Informasi Rahasia milik Majikan, termasuk namun tidak terbatas pada, semua dokumen , rencana, spesifikasi, disk atau media komputer lainnya, serta setiap duplikat atau cadangan yang dibuat dari Informasi Rahasia dalam bentuk atau media apa pun, yang dimiliki atau dikendalikan oleh Karyawan yang: Mungkin berisi atau berasal dari ide, konsep, kreasi, atau rahasia dagang dan Informasi rahasia dan kepemilikan lainnya sebagaimana didefinisikan dalam Perjanjian ini; atau Terhubung dengan atau berasal dari pekerjaan Karyawan dengan Pemberi Kerja.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Otoritas Pengikatan Kontrak

  1. Terlepas dari adanya syarat atau ketentuan lain yang dinyatakan atau tersirat dalam Perjanjian ini yang sebaliknya, Karyawan tidak akan memiliki wewenang untuk menandatangani kontrak atau komitmen apa pun untuk atau atas nama Pemberi Kerja tanpa terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari Pemberi Kerja.
  2. Terlepas dari syarat atau ketentuan lain yang tersurat maupun tersirat dalam Perjanjian ini, dalam hal Pemberi Kerja akan menghentikan operasi bisnisnya di lokasi di mana Karyawan dipekerjakan, maka, atas pilihan tunggal Pemberi Kerja, dan sebagaimana diizinkan oleh hukum, Perjanjian ini akan berakhir pada hari terakhir bulan di mana Pemberi Kerja menghentikan operasinya di lokasi tersebut dengan kekuatan dan efek yang sama seolah-olah hari terakhir bulan itu pada awalnya ditetapkan sebagai Tanggal Pengakhiran Perjanjian ini.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Pemutusan Hubungan Kerja

  1. Jika hanya ada alasan untuk pemutusan hubungan kerja, Pemberi Kerja dapat memutuskan hubungan kerja Karyawan tanpa pemberitahuan, sebagaimana diizinkan oleh undang-undang.
  2. Karyawan dan Pemberi Kerja setuju bahwa pemberitahuan pemutusan hubungan kerja yang wajar dan memadai oleh Pemberi Kerja adalah lebih dari satu (1) minggu atau pemberitahuan minimum apapun yang diwajibkan oleh hukum.
  3. Jika Karyawan ingin memutuskan hubungan kerja ini dengan Majikan, Karyawan akan memberi Pemberi Kerja waktu lebih dari satu (1) minggu dan jumlah minimum yang disyaratkan oleh hukum. Sebagai alternatif, jika Karyawan bekerja sama dengan pelatihan dan pengembangan pengganti, maka pemberitahuan yang memadai akan diberikan jika pemberitahuan cukup memadai agar Pemberi Kerja dapat mencari dan melatih pengganti.
  4. Tanggal pemutusan hubungan kerja yang ditentukan oleh Karyawan atau Pemberi dapat kedaluwarsa pada hari apa pun dalam sebulan dan setelah Tanggal Pengakhiran, Pemberi Kerja akan segera membayar kepada Karyawan setiap bagian kompensasi yang belum dibayar termasuk liburan yang masih harus dibayar dan waktu yang ditabung, jika ada, dihitung ke Tanggal Pengakhiran.
  5. Setelah pemberitahuan diberikan oleh salah satu pihak untuk alasan apapun, Karyawan dan Pemberi Kerja setuju untuk melaksanakan tugas dan kewajiban mereka berdasarkan Perjanjian ini dengan tekun dan dengan itikad baik hingga akhir periode pemberitahuan. Pemberi Kerja tidak boleh membuat perubahan apa pun pada kompensasi atau syarat atau ketentuan lain apa pun dari Perjanjian ini antara waktu pemberitahuan penghentian diberikan hingga akhir periode pemberitahuan.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Upaya Hukum

  1. Jika terjadi pelanggaran atau ancaman pelanggaran oleh Karyawan atas salah satu ketentuan Perjanjian ini, Karyawan setuju bahwa Pemberi berhak atas perintah permanen, selain dan tidak terbatas pada hak dan upaya hukum lainnya yang tersedia untuk Pemberi Kerja secara hukum atau ekuitas, untuk mencegah atau menahan pelanggaran semacam itu oleh Karyawan atau oleh mitra, agen, perwakilan, pelayan, karyawan, dan / atau setiap dan semua orang yang secara langsung atau tidak langsung bertindak untuk atau dengan Karyawan.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Ketentuan Peralihan

  1. Majikan dan Karyawan mengakui bahwa Perjanjian ini wajar, sah dan dapat dilaksanakan. Namun, jika ada istilah, perjanjian, kondisi atau ketentuan dalam Perjanjian ini yang dianggap tidak sah, batal, atau tidak dapat dilaksanakan oleh pengadilan dengan yurisdiksi yang kompeten, maksud para pihak adalah agar ketentuan tersebut diubah cakupannya oleh pengadilan hanya sejauh dianggap perlu oleh pengadilan tersebut untuk membuat ketentuan tersebut masuk akal dan dapat dilaksanakan dan ketentuan lainnya dalam Perjanjian ini sama sekali tidak akan terpengaruh, dirugikan atau dibatalkan sebagai akibatnya.

Catatan

Setiap pemberitahuan, pengiriman, permintaan, permintaan, atau komunikasi lain yang diperlukan di sini akan dianggap selesai saat dikirimkan secara manual, dikirim oleh agen, atau tujuh (7) hari setelah ditempatkan di pos, prabayar prabayar, ke pihak-pihak berikut ini alamat atau yang nantinya dapat ditunjuk oleh para pihak secara tertulis:

Karyawan:

  • Hukumline
  • Jl. Hujum Line No.8
  • 6666666666
  • hukumline@gmail.com

Pemberi Kerja

  • Hukumline
  • Jl. Hukumline No.10
  • hukumline@gmail.com

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Perubahan Perjanjian

Setiap amandemen atau modifikasi Perjanjian ini atau kewajiban tambahan yang diambil oleh salah satu pihak sehubungan dengan Perjanjian ini hanya akan mengikat jika dibuktikan secara tertulis yang ditandatangani oleh masing-masing pihak atau perwakilan resmi dari masing-masing pihak.

Peraturan Pemerintah

Perjanjian ini akan ditafsirkan sesuai dengan dan diatur oleh hukum negara bagian Hawaii.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Ketentuan Umum

  1. Waktu sangat penting dalam Perjanjian ini.
  2. Judul disisipkan untuk kenyamanan para pihak saja dan tidak untuk dipertimbangkan saat menafsirkan Perjanjian ini. Kata dalam arti tunggal dan termasuk jamak dan sebaliknya. Kata-kata dalam maskulin berarti dan termasuk feminin dan sebaliknya.
  3. Tidak ada kegagalan atau penundaan oleh salah satu pihak dalam Perjanjian ini dalam menjalankan kekuasaan, hak, atau hak istimewa apa pun yang diberikan dalam Perjanjian ini yang akan berlaku sebagai pengabaian, dan pelaksanaan tunggal atau sebagian dari hak, kekuasaan, atau hak istimewa tersebut tidak menghalangi pelaksanaan lebih lanjut dari mereka atau pelaksanaan hak, kekuasaan, atau hak istimewa lain yang disediakan dalam Perjanjian ini.
  4. Perjanjian ini akan diberlakukan untuk kepentingan dan mengikat masing-masing ahli waris, pelaksana, administrator, penerus dan penerima hak, tergantung kasusnya, dari Majikan dan Karyawan.
  5. Perjanjian ini dapat dilaksanakan di beberapa bagian. Tanda tangan faksimili bersifat mengikat dan dianggap sebagai tanda tangan asli.
  6. Perjanjian ini merupakan keseluruhan perjanjian antara para pihak dan tidak ada item atau ketentuan lebih lanjut, baik lisan maupun tertulis. Para pihak dalam Perjanjian ini menetapkan bahwa tidak satupun dari mereka yang membuat pernyataan apapun sehubungan dengan pokok bahasan Perjanjian ini kecuali pernyataan seperti yang secara khusus ditetapkan dalam Perjanjian ini.
  7. SEBAGAI BUKTI, para pihak telah membubuhkan tanda tangan dan materai sebagaimana mestinya pada tanggal 8 Agustus 2020 ini.

KARYAWAN

Hukumline

PEMBERI KERJA

PT. Hukumline

Demikianlah contoh lengkap dari Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu yang dapat Anda jadikan referensi. Tentu beberapa hal dalam perjanjian ini tidak sesuai dengan kondisi perusahaan Anda. Oleh karenanya, masih harus dilakukan beberapa penyesuaian. Lihat juga contoh perjanjian kerja karyawan pada postingan sebelumnya.