Arsip Tag: financial

Fintech Syariah, Karakteristik, Layanan dan Contohnya

Teknologi canggih, dari blockchain hingga kecerdasan buatan, mengubah layanan keuangan. Keuangan Islam pun tidak berbeda. Fintech syariah kini bermunculan di negara-negara Islam dan non-Islam, memiliki target untuk memenangkan pasar dari jutaan pemuda Muslim dan memperluas layanan keuangan kepada mereka yang tidak memiliki rekening bank.

Muslim membentuk sekitar seperempat dari populasi dunia dan merupakan kelompok agama yang tumbuh paling cepat.  Dengan demikian, potensi pasar jasa keuangan syariah sangat besar. Usia rata-rata Muslim secara global adalah 24 tahun, membuat mayoritas “digital natives” siap untuk solusi keuangan Islam digital.

Fintech Syariah merupakan layanan keuangan yang menggabungkan aspek kepatuhan syariah dengan keuangan digital. Hal ini memudahkan umat Islam untuk mengakses tabungan, investasi, asuransi, dan hipotek yang sejalan dengan prinsip keimanan mereka.

Karakteristik Utama dari Investasi Halal atau Syariah

  • Dilarang mengambil keuntungan dari hutang
  • Pembayaran bunga dilarang
  • Berinvestasi dalam bisnis yang mendapat untung dari alkohol, senjata, tembakau, dan perjudian dilarang
  • Penghasilan dihasilkan melalui pembagian keuntungan
  • Aset riil harus mendukung instrumen keuangan Islam

Mewujudkan fintech Islami

Bisnis yang menawarkan solusi investasi Islam secara digital harus memberikan dua hal: kepatuhan dan akses.

1. Operasional yang Sesuai Syariah

Untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum syariah, fintech harus memenuhi seperangkat aturan yang rumit. Biaya bunga, atau riba, dilarang. Begitu pula investasi dalam “saham yang dilarang” dari bisnis yang memperoleh keuntungan dari alkohol, senjata, tembakau, dan perjudian.

Aturan tersebut juga melarang keuntungan dari hutang dan mengharuskan investasi untuk didukung oleh aset nyata. Hal ini yang kemudian menginisiasi pembuatan Sukuk — sertifikat keuangan yang sesuai dengan syariah, mirip dengan obligasi, yang memberikan investor sebagian kepemilikan atas aset yang mendasarinya.

2. Teknologi yang Tepat

Untuk akses, memilih teknologi yang tepat adalah kuncinya. Fintech menyebarkan beragam platform pembayaran halal, dompet elektronik, asuransi, dan layanan pengiriman uang melalui aplikasi ponsel. Bank Islam digital baru seperti Niyah Inggris dan Insha Jerman menawarkan produk bebas bunga melalui saluran serupa.

Selain pengiriman produk, teknologi perusahaan fintech berjanji untuk mendukung keuangan Islam dengan mendorong efisiensi dan mengurangi biaya. Pada gilirannya, ini dapat memotong biaya layanan pembayaran dan transaksi.

Teknologi seperti kecerdasan buatan juga dapat membantu meningkatkan kepatuhan. Jika diterapkan dalam skala besar, Blockchain memiliki potensi untuk mengurangi risiko transaksi penipuan. Emirates Islamic Bank sudah menggunakan teknologi untuk mengautentikasi cek kertas di Uni Emirat Arab.

Pengertian dan Contoh Layanan Fintech Syariah

Berdasarkan paparan mengenai karakter fintech di atas, DinarStandard telah mendefinisikan fintech Islam sebagai, “teknologi fintech secara eksponensial meningkatkan layanan keuangan Islam abad ke-20, operasi, model bisnis, dan keterlibatan pelanggan.”

1. Layanan Pendanaan

Setoran berbasis Deposit (bisa juga berdasarkan Qard), layanan Akun investasi, dan Pembayaran, penagihan, dan manajemen likuiditas yang sesuai dengan Syariah. Contoh perusahaan fintech yang menyediakan jasa ini adalah PayHalal (Souqa Fintech Sdn Bhd, Malaysia), AmalPay (Malaysia), Platform Akun Investasi (IAP –Malaysia).

2. Layanan Modal Kerja

Yakni Modal kerja Murabahah, Murabahah / Wakala / Mudharabah / Surat Kredit. Contoh perusahaan fintech syariah yang menyediakan layanan ini adalah Waqfe – Bahrain (penyedia platform perbankan digital).

3. Pembiayaan

Layanan pembiayaan fintech syariah dengan akad Murabahah / Mudaraba / Musharaka /Pembiayaan Salam / Istisn’a / Ijara, Keuangan Mikro Syariah. Perusahaan yang menyediakan layanan ini adalah Ethis Crowd – Singapura, Indonesia, Malaysia, Australia dan Blossom Finance.

4. Pasar Modal

Layanan yang diberikan berupa treasury Bank Islam, Sukuk (Obligasi Islam). Perusahaan yang menyediakan layanan ini adalah Adab Solution (pertukaran Crypto).

5. Manajemen Kekayaan

Layanan fintech syariah yang berupa manajemen kekayaan yang sesuai dengan Syariah untuk ritel dan HNWI. Disediakan oleh Wahed – AS (investasi penasehat Robo platform) dan HelloGold (emas berbasis blockchain investasi).

6. Asuransi

Mencangkup layanan Asuransi dan re-Asuransi, perusahaan yang menyediakan layanan ini yaitu Uplift Mutuals dan Insure Halal

Perusahaan fintech syariah dewasa ini semakin terlihat posisi dan urgensinya dalam meningkatkan inklusi keuangan baik di Indonesia maupun secara global.

Cara Mencari Investor Untuk Pendanaan Bisnis Anda

Bagaimana cara mencari investor? Jawabannya, ada pada salah satu kutipan dari Buckminster Fuller berikut:

Anda tidak pernah mengubah banyak hal dengan melawan realitas yang ada. Untuk mengubah sesuatu, buat model baru yang membuat model yang ada menjadi usang.

Hal pertama yang harus Anda pahami adalah bahwa Anda harus memiliki bisnis yang benar-benar diminati investor. Kedua, Anda juga harus meyakinkan bahwa berinvestasi pada bisnis Anda bukanlah hal sia-sia.

Cara Mendapatkan Investor Untuk Bisnis Anda

Untuk dapat mendapatkan kedua hal di atas, caranya tidak lain adalah dengan melakukan penelitian terhadap minat dan pola investasi mereka. Namun, sebelum itu Anda juga harus memastikan tahu satu kesamaan dari semua investor yakni mereka ingin menghasilkan uang.

Seringkali, investor memiliki portofolio industri yang menjadi spesialisasi mereka. Bahkan kelompok amal yang memberikan uang akan menginginkan sesuatu sebagai imbalan seperti penciptaan lapangan kerja lokal.

Untuk memberi Anda gambaran tentang hal-hal yang perlu Anda pertimbangkan, tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan yang diajukan di bawah ini.

Jawaban yang Anda dapat akan membantu Anda mempersempit pilihan investor dan membantu menentukan bagaimana Anda perlu merencanakan bisnis Anda.

1. Bisnis Apa yang Sedang Anda Jalankan?

Setiap jenis investor memiliki portofolio tentang investasi mereka. Mereka memiliki keahlian tentang bisnis apa yang cocok untuk mereka danai dan mereka cenderung bertahan dengan pola ini.

Sebagai contoh, seorang manajer dana pensiun dapat membatasi investasinya pada perusahaan berisiko rendah. Selain itu, investasi mereka juga terdiversifikasi dengan baik.

Biasanya manajer dana pensiun memiliki beberapa saham asing, beberapa utilitas, beberapa teknologi, dan sebagainya. Anda perlu mencari investor mana yang akan mendanai jenis bisnis Anda.

2. Berapa Banyak Dana yang Anda Butuhkan?

Investor cenderung memiliki batasan dana rata-rata yang disisihkan untuk investasi. Misalnya, credit unions dan bank cenderung mendanai pinjaman untuk barang-barang yang mencapai jutaan.

Anda sendiri, keluarga Anda, dan teman Anda adalah investor dengan jumlah dana terkecil. Sedangkan investor dengan dan terbesar biasanya adalah pemodal ventura dan lembaga pemerintah tertentu.

Cobalah untuk menyesuaikan kebutuhan Anda dengan kategori investor yang mampu mendanai Anda. Pertimbangkan juga bahwa Anda mungkin butuh lebih dari satu sumber pendanaan.

3. Seberapa Besar Resiko Bisnis Anda?

Untuk menentukan cara mencari investor dengan tepat. Anda harus mampu mengukur dan menjelaskan secara spesifik resiko-resiko dari bisnis Anda. Semakin berisiko bisnis Anda, semakin banyak laba atas investasi yang perlu Anda tawarkan untuk menarik pendukung.

Anda harus dapat menawarkan pengembalian lebih banyak daripada kerugian yang akan diderita oleh investor. Misalnya, jika bank menawarkan tarif CD9%, Anda harus mencari cara untuk menurunkan risiko Anda.

Pastikan untuk menyesuaikan jumlah risiko yang Anda tawarkan dengan jenis vendor yang tepat. Misalnya, di perbankan, mereka menaikkan uang yang mereka berikan kepada deposan sekitar 2%.

Bagi investor, memberikan uangnya kepada Anda berarti kehilangan semua keuntungan yang akan mereka peroleh dari pinjaman mereka kepada pihak lain. Dan juga keuntungan yang akan mereka peroleh jika mereka meminjamkan uang itu kepada orang lain yang tidak gagal bayar.

Artinya Anda harus berani memberikan jaminan bahwa mereka akan mendapatkan uang mereka kembali.

4. Berapa Lama Anda Membutuhkan Uang Tersebut?

Banyak investor memiliki lebih dari satu cara untuk memberikan pembiayaan. Misalnya, bank menawarkan pinjaman mobil berkisar dari 1-5 tahun: semakin lama jangka waktunya semakin rendah tarifnya.  Namun, semakin lama jangka waktunya, semakin banyak uang yang akhirnya Anda bayarkan.

Pinjaman rumah bekerja dengan cara yang sama. Di sisi lain, pemodal ventura biasanya tidak ingin dibayar bunga sama sekali. Mereka ingin mendapatkan uang dalam waktu yang cukup singkat dengan keuntungan yang cukup tinggi.

Rencana Anda harus dirancang berdasarkan kebutuhan ini. Apakah investor Anda menginginkan uangnya kembali dalam jangka pendek atau panjang? Apakah mereka menginginkannya kembali dalam bentuk tunai, dalam bentuk bunga seiring waktu, atau dalam bentuk saham? Bisakah Anda mengubah pinjaman pertama menjadi pinjaman kedua dengan investor baru, dan menguangkan investor pertama?

Apakah Anda berencana untuk mengembangkan bisnis dan kemudian menjualnya? Ini adalah pertanyaan yang perlu Anda jawab sejak awal dalam perencanaan bisnis Anda.

Cara Anda menyusun anggaran untuk jenis tujuan ini berbeda dengan cara Anda menyusun perusahaan yang ingin Anda pertahankan dan jalankan.

Jika Anda berencana untuk menjual, bagaimana Anda membuat bisnis Anda lebih menarik bagi pembeli? Posisi ekuitas seperti apa yang Anda miliki, dan posisi ekuitas seperti apa yang akan dimiliki investor Anda?

Akankah ada pasar bagi perusahaan Anda saat Anda berniat menjualnya? Apakah Anda memiliki pialang bisnis yang membantu Anda? Gambaran finansial seperti apa yang ingin Anda lukis?

5. Apakah Anda memenuhi syarat untuk mendapatkan hibah pemerintah, pinjaman bergaransi, atau dana Zona Pengembangan Ekonomi khusus?

Apakah Anda sudah mempelajari secara menyeluruh kemungkinan hibah, subsidi, atau pinjaman yang dijamin? Institusi pemerintah dan swasta memiliki banyak program untuk membantu sektor-sektor tertentu dunia usaha.

Salah satu prasyarat untuk hibah khusus dan pinjaman pemerintah ini adalah rencana bisnis.Rencana Anda pasti akan ditolak jika Anda tidak menuliskannya dengan baik.

Rencana bisnis Anda harus sangat menarik dan kompetitif. Jadilah pintar. Pikirkan tentang apa isi semua rencana lain itu, lalu soroti mengapa Anda lebih baik dan lebih layak.

6. Apakah Anda mencari semua dana Anda dari satu sumber atau dari beberapa sumber?

Seperti disebutkan di atas, beberapa investor, cenderung mendanai dalam kelompok yang disebut sindikat atau sodium. Ini karena dua alasan utama. Salah satunya adalah mereka ingin menyebarkan risiko.

Alasan lainnya adalah bahwa mereka tidak dapat memenuhi jumlah yang Anda minta secara individual. Cari tahu batasan dana investasi  setiap investor.

Beberapa investor tidak ingin berbagi keuntungan dengan orang lain. Jika Anda memiliki pendanaan sebelumnya dari tempat lain, cobalah untuk mengetahui bagaimana perasaan investor baru dan saat ini jika Anda membawa investor lain bergabung.

Jika Anda berniat untuk mendapatkan investor tambahan, rencana bisnis Anda harus dikirim ke investor yang tepat. Bisnis plan Anda harus menjelaskan dengan tepat bagaimana sistem tersebut akan bekerja dan bagaimana setiap mitra atau pemegang saham membagi ekuitas dan risiko.

7. Bentuk pengembalian apa yang bisa Anda tawarkan?

Ada banyak cara untuk merumuskan strategi pengembalian. Selanjutnya, setiap investor memiliki metode pembayaran kembali yang disukai. Misalnya, pemodal ventura biasanya ingin mendapatkan uang tunai. Anda harus menunjukkan bahwa Anda dapat menghasilkan cukup uang untuk melakukan itu.

Apakah Anda dapat menjual perusahaan saat pembayaran jatuh tempo? Apakah Anda akan berada dalam posisi untuk melakukan penawaran saham publik yang akan menutupi hutang? Atau, dapatkah Anda mengambil mitra yang akan menanggung uang tunai?

Untuk alasan ini, penting untuk mengetahui jenis rencana pembayaran kembali (strategi keluar / pengembalian) yang diharapkan investor Anda. Kemudian Anda perlu memikirkan apakah Anda dapat memenuhi kebutuhan itu dengan satu atau beberapa cara. Jika tidak, cari jenis investor lain atau ubah cara Anda berbisnis.

8. Apa tujuan Anda mencari dana Investor?

Alasan Anda mencari investor memengaruhi siapa yang akan Anda berikan proposal. Jika Anda bertujuan mendanai pertumbuhan atau ekspansi, Anda mungkin melihat penawaran saham daripada bank.

Di sisi lain, jika Anda memiliki aset dalam bentuk inventaris atau piutang, Anda mungkin menemukan perusahaan pembiayaan yang akan meminjamkan uang kepada Anda sebagai jaminan.

Saat Anda membayar kembali pinjaman, Anda dapat meminjam lebih banyak hingga batas tertentu. Jika tujuan Anda adalah untuk membeli properti atau bangunan, Anda mungkin ingin mencari pinjaman pemerintah tertentu yang lebih menyukai jenis ini.

Pada saat yang sama, pertimbangkan sistem leasing atau menyewa. Jika Anda membutuhkan uang untuk membeli peralatan modal atau aset tetap lainnya, seperti mesin khusus untuk produksi, Anda mungkin ingin menjajaki untuk leasing dari produsen dengan opsi pembelian.

9. Apa Keunikan Dari Bisnis Anda?

Apakah Anda memiliki kekayaan intelektual atau sifat unik lainnya? Investor sangat terkesan dengan perusahaan yang memiliki kekayaan intelektual seperti paten atau teknologi kepemilikan karena itu dapat menjadi keunggulan bisnis yang signifikan.

Meskipun Anda tidak memegang paten, Anda mungkin memiliki beberapa atribut unik lain yang dibutuhkan. Mungkin Anda telah mengembangkan baterai mobil listrik yang bertahan selama seminggu tanpa mengisi ulang sebelum orang lain. Itu mungkin menarik minat dan mempermudah cara mencari Investor.

Buat daftar fitur unik ini secara mencolok dalam rencana Anda. Ingatlah bahwa apa yang jelas bagi Anda mungkin tidak terlihat jelas bagi pembaca Anda. Beri tahu pembaca Anda mengapa ini adalah aset, bagaimana hal itu mempengaruhi permintaan, dan berapa lama keuntungan ini akan menjadi milik Anda.

Rangkuman

Sebagai rangkuman dari cara mencari investor dalam artikel ini. Ajukanlah pertanyaan ini kepada diri Anda.

  • Bentuk apa yang Anda inginkan dari investasi ini?
  • Anda ingin tetap mengontrol kepemilikan?
  • Apakah Anda ingin semua uang di muka?
  • Apakah Anda ingin jalur kredit?
  • Pinjaman dengan jaminan atau tanpa jaminan?
  • Apakah Anda ingin menawarkan saham?

Pastikan Anda menyesuaikan kebutuhan investasi Anda dengan investor yang dapat menanganinya. Dengan begitu proses mencari investor akan lebih mudah untuk bisnis Anda

Opini Wajar Tanpa Pengecualian; Ulasan dan Contohnya

Opini wajar tanpa pengecualian adalah opini audit yang diberikan oleh auditor eksternal independen ketika mereka menyimpulkan bahwa laporan keuangan klien tidak mengandung salah saji material. Demikian pula, ketika auditor memberikan opini wajar tanpa pengecualian, itu berarti mereka telah memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk mendukung pendapat mereka bahwa tidak ada yang salah dengan laporan keuangan dari perspektif material.

Dengan kata lain, opini wajar tanpa pengecualian dari auditor berarti laporan keuangan perusahaan disajikan secara wajar, atau memberikan pandangan yang benar dan wajar, dalam semua hal yang material dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

Yang dimaksud dengan “menyajikan secara wajar” atau “memberikan pandangan yang benar dan wajar” di sini berarti bahwa informasi dalam laporan keuangan adalah faktual dan benar-benar ada dalam pembukuan dan pencatatan perusahaan. Selain itu, mereka mencerminkan substansi komersial dari transaksi bisnis dan peristiwa perusahaan. Terakhir, mereka mematuhi aturan dan regulasi akuntansi yang berlaku.

Penting untuk dicatat bahwa ketika auditor memberikan opini wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan, itu tidak berarti bahwa klien dalam keadaan baik atau buruk. Auditor hanya menyatakan pendapatnya bahwa informasi dalam laporan keuangan adalah benar dan adil, yang mencerminkan substansi ekonomi aktual dari bisnis klien.

Contoh Opini Wajar Tanpa Pengecualian

Sebagai contoh, opini Wajar Tanpa Pengecualian yang diberikan auditor atas laporan keuangan Perusahaan ABC dalam laporan audit akan terlihat seperti di bawah ini:

Umumnya, auditor akan memberikan opini wajar tanpa pengecualian dalam laporan auditnya ketika tidak ditemukan kesalahan material. Hal ini dikarenakan biasanya auditor akan berkomunikasi dengan manajemen klien untuk mengusulkan penyesuaian audit untuk memperbaiki salah saji tersebut. Akibatnya, laporan keuangan setelah penyesuaian biasanya tidak mengandung salah saji material.

Namun, terkadang klien dapat menolak proses penyesuaian audit karena beberapa alasan. Misalnya penyesuaian akan berdampak negatif pada perjanjian pinjaman atau prospek keuangan, dll. Dalam hal ini, auditor perlu mengevaluasi apakah memberikan opini wajar tanpa pengecualian pada keuangan klien merupakan pernyataan yang masih sesuai.

Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraf penjelas

Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraf penjelas adalah kondisi dimana auditor menyimpulkan bahwa laporan keuangan tidak mengandung salah saji material. Akan tetapi, mereka yakin bahwa pengungkapan tambahan penting untuk pemahaman pengguna atas laporan keuangan.

Dalam hal ini, auditor akan memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan memberikan paragraf penjelas di bawah paragraf opini untuk mengungkapkan hal yang mereka yakini signifikan dalam laporan audit. Demikian pula, tujuan utama penekanan paragraf masalah adalah untuk menarik perhatian pengguna ke masalah yang diungkapkan.

Beberapa contoh keadaan yang menyebabkan auditor memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan pada paragraf hal tersebut antara lain:

  • Ketidakpastian materi
  • Bencana besar
  • Transaksi pihak terkait, dll.

Pendapat yang tidak memenuhi syarat dengan aspek going concern

Dalam audit, going concern didefinisikan sebagai kemampuan perusahaan untuk melanjutkan operasinya di masa depan (minimal 12 bulan dari tanggal pelaporan).

Demikian pula, auditor memiliki tanggung jawab untuk mengevaluasi apakah terdapat keraguan yang signifikan tentang kemampuan klien. Untuk menilai apakah penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh klien sudah tepat.

Contoh kondisi yang menyebabkan status kelangsungan usaha klien dipertanyakan mungkin termasuk:

  • Penurunan kinerja keuangan untuk jangka waktu yang lama.
  • Rasio keuangan yang merugikan
  • Uang tunai negatif dari operasi
  • Gagal membayar pembayaran pinjaman
  • Kasus pengadilan luar biasa yang signifikan, dll.

Jika auditor menyimpulkan bahwa penggunaan status going concern oleh klien sudah sesuai dan tidak ada ketidakpastian yang signifikan. Auditor akan menerbitkan laporan audit standar dengan opini wajar tanpa pengecualian.

Di sisi lain, jika status kelangsungan usaha klien sesuai (dengan pengungkapan yang memadai dalam laporan keuangan) tetapi terdapat ketidakpastian material yang masih ada sebagai tanggal laporan. Auditor perlu mengeluarkan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan pengungkapan tentang ketidakpastian tersebut dalam laporan keuangan. laporan audit.

Dalam hal ini, paragraf terpisah, yang merupakan ketidakpastian material terkait kelangsungan usaha, diperlukan dalam laporan audit untuk mengungkapkan peristiwa dan kondisi terkait tersebut.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai opini wajar tanpa pengecualian beserta contohnya. Untuk lebih jelasnya Anda bisa menyimak artikel sebelumnya tentang 5 Jenis Opini Audit Plus Contoh Lengkapnya

Neraca Saldo Setelah Penutupan; Penjelasan dan Contohnya

Sebagai finishing dalam siklus akuntansi menyiapkan neraca saldo setelah penutupan merupakan hal yang mutlak dilaksanakan.

Neraca saldo setelah penutupan dibuat setelah jurnal penutup dibuat dan di posting ke buku besar. Ini adalah neraca saldo ketiga (dan terakhir) yang disiapkan dalam siklus akuntansi. Tentu sebelum membaca ini Anda bisa mereview ulang Cara Membuat Neraca Saldo Plus Contohnya

Apa Saja Jenisnya?

Sebelum membahas lebih detail mengenai neraca saldo setelah penutupan, berikut ini akan dibahas tiga jenis neraca saldo dalam siklus akuntansi. Semuanya jenis neraca ini, pada dasarnya tujuan yang sama (yaitu untuk menguji keseimbangan antara debit dan kredit). 3 jenis ini neraca ini disiapkan pada tahapan yang berbeda dalam siklus akuntansi.

1. Neraca saldo yang tidak disesuaikan

Neraca yang disiapkan setelah transaksi jurnalisasi dan mempostingnya ke buku besar. Tujuannya untuk menguji kesetaraan antara debit dan kredit setelah tahap pencatatan.

2. Neraca saldo yang disesuaikan

Merupakan laporan yang disiapkan setelah jurnal penyesuaian dibuat dan di posting. Tujuannya adalah untuk menguji kesetaraan antara debit dan kredit setelah jurnal penyesuaian disiapkan. Ini juga menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan.

Neraca saldo yang disesuaikan berisi akun nominal dan riil. Akun nominal adalah akun yang ditemukan di laporan laba rugi, dan penarikan. Akun riil adalah yang ditemukan di neraca.

3. Neraca saldo pasca penutupan

Laporan ini disiapkan setelah jurnal penutup dibuat. Tujuannya adalah untuk menguji kesetaraan antara debit dan kredit setelah entri penutup disiapkan dan di posting. Neraca saldo setelah penutupan hanya berisi akun riil karena semua akun nominal sudah ditutup pada tahap ini.

Pengertian Neraca Saldo Setelah Penutupan

Neraca saldo pasca penutupan adalah daftar semua akun neraca yang berisi saldo bukan nol pada akhir periode pelaporan. Neraca saldo pasca penutupan digunakan untuk mem-verifikasi bahwa total semua saldo debet sama dengan total semua saldo kredit, yang seharusnya bersih menjadi nol. Saldo percobaan pasca penutupan tidak berisi pendapatan, pengeluaran, keuntungan, kerugian, atau saldo akun ringkasan, karena akun sementara ini telah ditutup dan saldo mereka dipindahkan ke akun laba ditahan sebagai bagian dari proses penutupan.

Setelah akuntan memastikan bahwa total dari semua debit dan kredit dalam laporan memiliki jumlah yang sama, langkah selanjutnya adalah berjaga-jaga untuk mencegah transaksi tambahan dicatat dalam periode akuntansi lama, dan mulai mencatat transaksi akuntansi untuk periode berikutnya. Ini merupakan langkah terakhir dalam proses penutupan akhir periode akuntansi.

Jika ada pendapatan, pengeluaran, keuntungan, kerugian, atau saldo akun ringkasan muncul di neraca saldo setelah proses penutupan, itu karena mereka terkait dengan periode akuntansi berikutnya.

Apa Saja Yang Temuat?

Neraca saldo pasca penutupan berisi kolom nomor rekening, uraian rekening, saldo debet, dan saldo kredit. Kemungkinan besar tidak akan berisi “Saldo Percobaan Penutupan Pasca” di header, karena beberapa sistem komputer akuntansi menggunakan sebutan ini. Sebagai gantinya, ini akan menggunakan tajuk laporan “Saldo Uji Coba” standar.

Software akuntansi mengharuskan semua entri jurnal saldo sebelum memungkinkan untuk diposting ke buku besar, sehingga pada dasarnya tidak mungkin untuk memiliki neraca saldo yang tidak seimbang. Dengan demikian, neraca saldo setelah penutupan hanya berguna jika akuntan menyiapkan laporan keuangan secara manual. Dalam hal ini, sebagai besar proses dan prosedur yang diterapkan dalam penutupan buku, tidak mencangkup langkah-langkah meninjau dan mencetak neracara saldo pasca penutupan.

Ilustrasi Neraca Saldo yang Disesuaikan

Sebagai ilustrasi, dibawah ini adalah ilustrasi dari neraca saldo yang telah disesuaikan:

Pada akhir periode, jurnal penutup berikut dibuat:

Setelah akuntan melakukan posting entri sebagaimana ilustrasi di atas, maka semua nominal dalam akun akan kosong, dan inilah yang disebut sebagai “entri penutup”. 

Dalam entri penutup pertama, Pendapatan Layanan di debit yang sebelumnya memiliki saldo kredit sebesar 9.850 seperti terlihat pada neraca saldo yang telah disesuaikan di atas. Sekarang saldonnya menjadi nol.

Selanjutnya, dalam entri kedua. Semua biaya di kreditkan. Sebelumnya, semua biaya di atas memiliki saldo debet dengan jumlah yang sama dan sekarang memiliki saldo nol.

Dalam entri jurnal penutup di bagian yang pertama dan kedua, saldo Pendapatan Jasa dan beberapa akun beban pada dasarnya telah ditransfer ke bagian Ringkasan Pendapatan, yang berstatus sebagai akun sementara. Akun Ringkasan Pendapatan akan memiliki saldo kredit sebesar $ 1.060 yang berasal dari $ 9.850 kredit di entri yang pertama dan $ 8.790 debit di entri yang kedua.

Ringkasan Pendapatan kemudian ditutup ke akun modal seperti yang ditunjukkan pada entri penutupan ketiga.

Dan terakhir, pada entri keempat akun penarikan ditutup ke akun modal. Pada titik ini, saldo akun modal akan menjadi 7.260 (saldo kredit 13.200, ditambah 1.060 di kreditkan pada entri penutupan ketiga, dan minus 7.000 di debit pada entri keempat).

Contoh Neraca Saldo Setelah Penutupan

Setelah memasukkan ayat jurnal penutup di atas, saldo percobaan setelah penutupan akan terlihat seperti ini:

Saldo akun nominal (akun pendapatan, pengeluaran, dan penarikan) telah diserap oleh akun modal -Anak Marga. Oleh karena itu, Anda tidak akan melihat akun nominal dalam neraca saldo setelah penutupan.

Dan seperti neraca saldo lainnya, total debit dan total kredit harus sama.

Tentukan Harga yang Tepat: Cara Menghitung Harga Jual Nasi Box untuk Event

Cara menghitung harga jual nasi box. Rumus dan teknik perhitungan untuk menemukan harga yang tepat untuk meningkatkan profit Anda.

Musim even sosial masyarakat akan segera tiba, mulai dari acara adat hingga acara resmi dilembaga kampus akan segera datang. Setelah beberapa bulan vakum, Anda perlu segera bergerak untuk segera melakukan tindakan agar usaha Anda semakin berkembang.

Karena perkembangan zaman dan perubahan situasi Anda harus segera menentukan harga yang tepat untuk usaha catering box Anda. Bila salah prediksi sedikit saja, bisa jadi harga menjadi boomerang bagi Anda.

Baca juga Panduan Analisa Laporan Keuangan Bagi Pemula

Menurut Market Research.com, pasar catering kontrak global diharapkan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 4% dari 2016-2021. Kesempatan ini tentu tidak boleh Anda lewatkan. Segera lakukan tindakan dan ikuti tips cara menghitung harga jual nasi box berikut ini:

Cara Menentukan Biaya Catering untuk Event

Untuk menjaga margin pada tingkat yang wajar sehingga Anda dapat menikmati keuntungan yang sehat, Anda perlu menentukan strategi harga pada menu Anda.

Persentase Biaya Bahan Makanan

Cara menghitung harga jual nasi box yang pertama adalah dengan menghitung persentase biaya makanan (FCP) Anda. Persamaan ini cukup sederhana:

Berapa harga bahan-bahannya / (dibagi dengan) Berapa banyak Anda menjual hidangan itu = Persentase Biaya bahan Makanan

Rentang harga yang harus Anda pertahankan pada FCP Anda adalah sekitar 28-35%. Tentu saja, Anda ingin menjaga persentasenya serendah mungkin tanpa mengurangi kualitas makanan Anda.

Mari kita lihat contohnya. Jika Anda menjual makan malam daging dengan salad dan nasi seharga 25.000 dan bahan-bahannya seharga 8.000, persentase biaya bahan makanan Anda adalah:

8.000 / 25.0000 = 32%

Untuk hidangan ini, Anda sudah menentukan harga secara tepat. Pastikan Anda menghitung FCP untuk setiap item menu, bukan hanya hidangan yang Anda tambahkan seiring waktu. Anda bahkan dapat melakukan perhitungan ini untuk menu total. Tambahkan semua biaya item menu dan pendapatan untuk mendapatkan FCP total Anda.

Jika Anda merasa FCP hidangan tertentu terlalu tinggi, pertimbangkan untuk menggunakan bahan-bahan yang lebih murah atau sesuaikan harga Anda, ingatlah berapa banyak pelanggan yang bersedia membayar berdasarkan kualitas yang mereka terima.

Meskipun tampaknya 30-35% itu tinggi, ingatlah bahwa Anda tidak hanya memperhitungkan biaya makanan. Anda harus memperhitungkan biaya restoran lainnya, seperti sewa, tagihan, dan tenaga kerja yang digunakan untuk menghidupkan makanan.

Hitung Laba Kotor

Pertimbangan selanjutnya dalam cara menghitung harga jual nasi box adalah dengan melakukan perhitungan Laba Kotor. Anda juga harus mempertimbangkan Laba Kotor restoran Anda. Dengan penghitungan ini, Anda perlu melakukan perhitungan biaya tenaga kerja, sewa, dan biaya luar lainnya. Biasanya, Margin Laba Kotor untuk sebuah restoran dapat berkisar antara 0-15%. Restoran dengan layanan lengkap biasanya melihat GPM 3-5%.

Harga Menu untuk Event/Acara

Seperti disinggung di atas, harga menu untuk catering dengan harga menu untuk acara adalah hal yang berbeda. Biasanya, acara di pesan untuk sejumlah orang tertentu dengan menu yang telah ditentukan sebelumnya. Paling sering, ada menu pre fixe dengan biaya per kepala.

Ini dianggap harga tetap. Misalnya, acara bergaya prasmanan dapat menawarkan 3-4 makanan pembuka, 3 pilihan makanan pembuka, salad, dan tiga pilihan makanan penutup.

Sebaiknya gunakan juga Persentase Biaya Makanan dalam situasi ini. Hitung berapa harga semua makanan dan bagi dengan biaya yang Anda rencanakan untuk dikenakan per orang.

Perhitungan Harga Tetap

Tibalah kita pada langkah pamungkas yakni cara menghitung harga jual nasi box untuk harga tetap. Agar mudah dipahami ilustrasi dibawah ini akan membantu Anda.

Misalkan bahan makanan untuk pesta pertunangan bergaya prasmanan akan dikenakan biaya total 8.000.000. Ada 70 tamu yang hadir dan Anda berencana untuk mengenakan biaya 30.000 per tamu.

30.000 (harga per orang) x 70 (jumlah tamu) =  2.100.000

8.000.000 (harga jual Anda) / 2.100.000 (yang Anda kenakan kepada tuan rumah) = 38%

FCP Anda masih cukup tinggi. Coba naikkan biayanya menjadi 35.000 per orang dan hitung ulang:

35.000 x 70 =  2.450.000

8.000.000 / 2.450.000 = 33%

Menaikkan jumlah yang Anda kenakan per orang sebesar 5.000 menurunkan FCP Anda sebesar 5%, yang merupakan peningkatan yang baik. Jika Anda mencoba mencapai titik yang lebih rendah di angka 28-35% sebagaimana rumus cara menghitung harga jual nasi box di atas, carilah pemasok yang berbeda untuk bahan-bahan tertentu untuk menurunkan biaya makanan sebesar 500.000 atau 1.000.000.

35.000 x 70 = 2.450.000

7.000.000 / 2.450.000= 28,5%

Penetapan harga yang efektif adalah tentang strategi dan menghitung angka-angka untuk menghindari menjual diri Anda sendiri. Tentu saja, Anda ingin menyenangkan pelanggan dan memberi mereka kesepakatan yang adil untuk memenangkan bisnis & mudah-mudahan dapat menjadikan mereka sebagai pelanggan setia. Jadi, mari kita bicara tentang sesuatu yang harus Anda hindari terkait harga event dengan katering restoran:

Strategi Usaha Catering Agar Berhasil

1. Jangan Mengorbankan Kepercayaan Pelanggan Untuk Keuntungan Anda Sendiri

Tujuan utama sebagai pemilik bisnis tentu saja mendapatkan keuntungan. Tapi, Anda juga harus berusaha untuk menerima loyalitas dari pelanggan dan menyenangkan tamu Anda dengan makanan dan layanan Anda. Pepatah kuno “kejujuran adalah kebijakan terbaik” berlaku untuk situasi ini. Ini merupakan strategi usaha catering yang wajib Anda terapkan.

Bersikaplah wajar dan adil saat menagih pelanggan untuk suatu acara. Jangan menaikkan biaya per orang hanya untuk melihat keuntungan yang lebih tinggi bagi diri Anda sendiri. Biaya yang lebih tinggi harus dapat dibenarkan. Menjadi serakah itu buruk untuk bisnis dan mungkin membuat Anda kehilangan kesepakatan sama sekali.

2. Diversifikasikan Penawaran Harga Menu

Strategi usaha catering muncul sekali lagi saat Anda membuat menu untuk acara. Tentu tidak bijak jika hanya menawarkan filet mignon, kaviar, dan escargot saja, karena semuanya mahal!

Temukan perpaduan yang bagus antara barang-barang berbiaya tinggi dan rendah dan tawarkan bermacam-macam barang tersebut. Ini memastikan bahwa ada pilihan makanan yang mengesankan dengan harga yang masih terjangkau.

Gunakan kembali bahan yang belum terpakai habis jika memungkinkan, namun pastikan bahan tersebut benar-benar higienis. Bahan makanan sisa adalah topik hangat akhir-akhir ini dan Anda ingin melakukan yang terbaik untuk menghindarinya. Jika Anda membuat hidangan ayam dengan jamur, Anda dapat membeli jamur dan curah tersebut dan menggunakannya dalam risotto pendamping. Arugula yang digunakan dalam salad dengan parmesan dapat dilakukan dan digunakan sebagai lauk. Ini merupakan strategi usaha catering box berupa ,menekan biaya dengan cara yang efektif tanpa mengorbankan rasa.

Ingat, sering kali orang membandingkan tempat yang berbeda sebelum membuat keputusan akhir. Jangan melakukan penjualan Anda dengan harga yang tidak wajar.

Cara Menghitung Harga Jual Nasi Box: Teknik Bertingkat

Penetapan harga tetap bukanlah satu-satunya pilihan untuk acara dengan katering. Struktur berjenjang juga bisa berfungsi. Dengan harga berjenjang, ada biaya tetap per orang yang turun dengan semakin banyak tamu yang Anda miliki. Jadi, jika pesta berlangsung antara 0-50 tamu, biaya per orang mungkin 40 ribu. Namun, jika daftar tamu bertambah menjadi 50-75, Anda dapat mengenakan biaya 35 ribu per tamu.

Tentu saja, Anda harus melakukan beberapa perhitungan untuk melihat apa yang masuk akal. Namun, harga bertingkat adalah pilihan yang bagus untuk acara karena ini menunjukkan kepada pelanggan bahwa semakin banyak orang yang mereka undang, semakin meriah!

Biaya yang lebih rendah dengan jumlah tamu yang lebih tinggi mungkin menarik bagi sebagian orang karena mereka akan melihatnya sebagai peluang untuk mengundang lebih banyak tamu tanpa menambahkan banyak biaya tambahan.

Jika Anda memasukkan biaya lain, seperti biaya pengaturan kamar atau biaya sewa ruang, pastikan Anda juga memasukkannya ke dalam struktur harga dan menjelaskannya dalam kontrak Anda.

Catatan

Selalu lakukan riset tentang kompetisi harga. Cari tahu berapa harga restoran atau layanan katering lain sehingga Anda dapat memastikan harga Anda tidak keluar dari pasar dan dapat memenangkan lebih banyak bisnis.

Demikian rumus dan cara menghitung harga jual nasi box untuk usaha catering Anda. Bagaimana dengan Anda? Apa yang sudah Anda lakukan selama ini?

Pilihan dan Strategi Investasi Jangka Panjang Terbaik

Dalam investasi jangka panjang, aspek keamanan atau profit selalu tarik ulur dalam benak seorang investor, Bahkan, yang terjadi justru keduanya sering berlawanan. Ketika suatu produk investasi menawarkan keamanan lebih, maka produk akan cenderung mengurangi profit. Sebaliknya, ketika menawarkan profit lebih maka keamananlah yang di kalahkan.

Dalam kondisi tersebut, apa yang akan Anda lakukan sebagai investor? Mana produk yang akan Anda pilih? 

Mari sama-sama kita lihat faktanya, dalam investasi jangka panjang, jika Anda terlalu mementingkan sisi keamanan, bisa dibilang Anda telah melakukan hal yang salah. Mengapa demikian? Sebab fakta telah menunjukkan bahwa produk yang menjamin keamanan modal Anda tidak mampu memberikan profit yang lebih untuk Anda. Bahkan, produk semacam itu nilainya, lama kelamaan akan jatuh karena investasi.

Kesimpulannya, sebagai investor sebaiknya Anda memfokuskan diri untuk lebih mementingkan cara Anda memperoleh profit sebanyak-banyaknya dari investasi Anda.

Mengapa Investasi Jangka Panjang Harus Demikian?

Tentu setelah membaca ulasan di atas, Anda akan bertanya. Mengapa saya harus lebih mementingkan profit daripada keamanan modal dalam investasi jangka panjang?

Jawabannya, kembali pada karakter dan tujuan investasi itu sendiri. Jika Anda mementingkan modal, sebaiknya pilihlah investasi jangka pendek. Namun, jika Anda ingin benar-benar mendapat profit, pilihannya tidak lain adalah dengan investasi jangka panjang. Lebih jelas silahkan simak artikel investasi jangka pendek terbaik.

Investasi jangka panjang adalah tentang membangun portofolio yang akan memberi Anda penghasilan di kemudian hari, dan bahkan selama sisa hidup Anda. Tentu, berapa lama Anda mendapatkan hasil, bisa cepat dan bisa sangat lama. Tergantung bagaimana Anda berinvestasi.

Meskipun demikian, bukan berarti keamanan tidak dipertimbangkan. Bagaimanapun juga aspek keamanan modal Anda harus diperhitungkan secara detail. Artinya, ketika Anda memutuskan untuk melakukan investasi jangka panjang, artinya Anda telah menerima sejumlah risiko dalam mengejar imbalan yang lebih tinggi dengan pertimbangkan keamanan yang diperhitungan sedemikian rupa. 

Beberapa Jenis Investasi Jangka Panjang Terbaik

Ulasan di atas, tentu kemudian membuat Anda bertanya. Lalu produk apa yang sebaiknya saya pilih? Untuk membantu Anda mempertimbangkan produk pilihan Anda, berikut beberapa produk yang dapat Anda pilih.

Saham

Dalam banyak hal, saham menjadi investasi jangka panjang yang selalu diminati. Dengan menginvestasikan uang Anda dalam bentuk saham, setidaknya Anda akan memperoleh beberapa keuntungan sebagai berikut:

  • Saham adalah investasi dalam bentuk “kertas”, yang berarti Anda tidak perlu mengelola properti atau bisnis.
  • Saham mewakili kepemilikan Anda di perusahaan penghasil laba. Artinya ketika Anda berinvestasi dalam saham sama halnya Anda berinvestasi dalam bisnis Anda sendiri.
  • Saham umumnya selalu naik nilainya, bahkan dalam jangka panjang bisa naik secara signifikan.
  • Banyak saham membayar dividen, memberi Anda penghasilan tetap.
  • Kebanyakan saham sangat likuid, memungkinkan Anda untuk membeli dan menjualnya dengan cepat dan mudah.
  • Anda dapat menyebarkan portofolio investasi Anda ke banyak perusahaan dan industri yang berbeda.
  • Anda dapat berinvestasi melintasi perbatasan internasional.

Cukup banyak manfaat berinvestasi saham bagi investor. Pengembalian tahunan rata-rata atas saham, berdasarkan S&P 500, berada di urutan 10% per tahun. Itu termasuk keuntungan modal dan pendapatan dividen.

Oleh karena itu, hampir setiap investor harus memiliki setidaknya sebagian dari portofolionya diinvestasikan dalam saham. Meskipun beberapa investor adalah pedagang aktif, dan bahkan ada beberapa yang terlibat dalam perdagangan harian, strategi beli-dan-tahan selama bertahun-tahun cenderung memberikan hasil yang konsisten.

Ada dua kategori saham yang mungkin Anda minati, yakni saham pertumbuhan (growth) dan saham dividen.

1. Saham Pertumbuhan

Saham pertumbuhan (growth) adalah saham perusahaan dengan daya tarik utama berupa pertumbuhan/perkembangan perusahaan dalam jangka panjang.

Saham jenis, seringkali tidak akan membayar dividen sama sekali, dan bahkan jika mereka melakukannya, itu pun sangat kecil. Perusahaan dengan saham pertumbuhan akan menginvestasikan kembali keuntungan yang diperoleh untuk mengembangkan perusahaan.

Pengembalian  hasil atas saham jenis ini bisa sangat dramatis. Saham Apple adalah contoh yang bagus. Pada tahun 1990, saham Apple bisa Anda dibeli dengan harga kurang dari $ 1. Namun saat ini, Apple diperdagangkan dengan harga sekitar $ 208 per saham. Seandainya Anda menginvestasikan $ 1.000 di saham pada tahun 1990, Anda sekarang memiliki sekitar $ 208.000!

Tentu saja, Apple adalah contoh saham pertumbuhan yang sukses. Akan tetapi, ada juga saham jenis ini yang bahkan tidak berkembang sama sekali, bahkan justru hilang lantaran perusahaan dipailitkan.

2. Saham Dividen

Saham dividen merupakan kebalikan dari perusahaan yang berorientasi pada pertumbuhan, saham dividen tinggi dikeluarkan oleh perusahaan yang mengembalikan sejumlah besar laba bersih kepada pemegang saham.

Dari sudut pandang investor, saham dividen tinggi seringkali memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan investasi pendapatan tetap.

Sebagai contoh, pada US Treasury Note 10 tahun imbal hasilnya adalah 2,79%, saham dividen tinggi sering kali membayar lebih dari 3% per tahun. Contohnya perusahaan jenis ini adalah seperti AT&T, dengan hasil dividen saat ini sebesar 5,57%. Verizon, dengan hasil dividen saat ini 4,92%, dan General Electric, dengan hasil dividen saat ini 3,61%.

Saham dividen tinggi memiliki keunggulan lain. Selain itu, melakukan investasi di dalamnya juga memiliki prospek apresiasi modal. Hasil dividen tahunan sebesar 4% atau 5%, ditambah 5% hingga 10% per tahun dalam apresiasi modal, dapat menghasilkan investasi jangka panjang terbaik untuk Anda.

Bahkan, sebagian besar investor lebih memilih saham dividen ini. Dividen yang dibayarkan sering kali membuat saham kurang stabil daripada saham pertumbuhan murni. Bahkan terdapat beberapa bukti bahwa hasil dividen yang tinggi memberikan perlindungan terhadap penurunan di pasar saham umum.

Tetapi saham dividen tinggi bukannya tanpa resiko. Penurunan laba bisa membuat perusahaan sulit membayar dividen.

Bukan hal yang aneh jika ada perusahaan yang mengurangi atau menghilangkan dividen mereka sepenuhnya. Seperti yang Anda perkirakan, harga saham bisa runtuh saat itu terjadi.

Obligasi Jangka Panjang – Terkadang!

Obligasi jangka panjang adalah sekuritas berbunga dengan jangka waktu lebih dari 10 tahun. Jangka waktu yang paling sering adalah 20 tahun dan 30 tahun.

Ada berbagai jenis obligasi jangka panjang, termasuk obligasi korporasi, pemerintah, kota, dan internasional.

Daya tarik utama obligasi biasanya adalah suku bunga. Karena sifatnya jangka panjang, umumnya obligasi ini akan membayar hasil yang lebih tinggi daripada sekuritas berbunga jangka pendek.

Misalnya, jika imbal hasil Treasury Note 5 tahun AS saat ini 2,61%, imbal hasil Treasury Bond AS 30 tahun adalah 3,03%. Hasil yang lebih tinggi akan diberikan untuk mengkompensasi investor atas risiko yang lebih besar yang terlibat dalam sekuritas jangka panjang.

Risiko terbesar bagi obligasi adalah suku bunga naik. Misalkan Anda membeli obligasi Treasury AS 30 tahun dengan imbal hasil 3% pada 2018. Namun pada tahun 2020, imbal hasil sekuritas serupa adalah 5%.

Risikonya adalah Anda akan terkunci di obligasi selama 28 tahun lagi, dengan tingkat bunga di bawah pasar.

Tapi itu bukan yang terburuk. Harga obligasi cenderung bergerak berlawanan dengan fluktuasi suku bunga. Artinya, ketika suku bunga naik, nilai pasar obligasi yang mendasarinya turun.

Dalam contoh di atas, obligasi senilai $ 1.000 yang menawarkan profit 3% – atau $ 30 per tahun – harus turun menjadi $ 600 untuk dapat menghasilkan profit 5%, sesuai dengan kondisi pasar yang baru.

Anda masih akan mendapatkan nilai penuh $ 1.000 dari obligasi jika Anda menahannya hingga jatuh tempo. Tetapi jika Anda menjualnya dengan harga pasar yang didiskon, Anda akan kehilangan uang.

Bagaimana Obligasi Dapat Menjadi Salah Satu Investasi Jangka Panjang Terbaik. Yakni jika suku bunga turun di bawah tingkat Anda membeli obligasi, nilai pasar obligasi bisa naik.

Mari kita gunakan contoh yang sama seperti di atas, misalkan pada tahun 2020 suku bunga obligasi 30 tahun turun menjadi 2%.

Karena obligasi Anda menghasilkan 3%, nilai pasarnya mungkin naik menjadi $ 1.500, yang akan menghasilkan hasil efektif sebesar 2% ($ 30 dibagi $ 1.500).

Dalam hal suku bunga jatuh, obligasi tidak hanya memberi Anda pendapatan bunga, tetapi juga apresiasi modal – seperti halnya saham.

Dalam kenyataannya, itu adalah skenario yang tidak mungkin saat ini. Suku bunga terus berjalan mendekati rekor terendah. Misalnya, obligasi Treasury AS 30 tahun menghasilkan lebih dari 15% pada tahun 1981, dan menghabiskan sebagian besar dekade itu dalam dua digit.

Hasil rata-rata jangka panjang lebih di kisaran 6% sampai 8%. Jika itu masalahnya, penurunan suku bunga sepertinya tidak mungkin. Tapi siapa yang tahu?

Reksa Dana dan Exchange Traded Funds (ETF)

Reksa dana dan ETF yang diperdagangkan di bursa sebenarnya bukanlah investasi itu sendiri. Sebaliknya, mereka berfungsi sebagai portofolio dari sejumlah besar saham dan obligasi yang berbeda.

Beberapa dikelola secara profesional, sementara yang lain melacak indeks pasar populer.

Tetapi karena diversifikasi dan manajemen yang baik, masing-masing dapat menjadi salah satu investasi jangka panjang terbaik yang tersedia.

Reksadana sangat berguna bagi orang yang ingin berinvestasi tetapi tidak tahu banyak tentang prosesnya. Yang perlu Anda lakukan adalah mengalokasikan sejumlah modal investasi Anda ke dalam satu atau lebih Reksadana, dan uang itu akan diinvestasikan untuk Anda.

Selain itu, kebanyakan orang yang berinvestasi di saham dan obligasi individu tidak memiliki kinerja terbaik Reksadana.

Reksadana menawarkan keuntungan di luar manajemen investasi. Anda dapat menggunakan EFT untuk berinvestasi di pasar keuangan dengan cara apa pun yang Anda inginkan.

Misalnya, jika Anda ingin berinvestasi di pasar umum, Anda dapat memilih reksa dana yang didasarkan pada indeks luas, seperti S&P 500. Reksa dana juga dapat diinvestasikan dalam saham atau obligasi.

Obligasi sangat cocok untuk reksadana. Sebagai investor individu, mungkin sulit untuk melakukan diversifikasi di antara sejumlah besar obligasi. Banyak investor juga tidak sepenuhnya memahami investasi obligasi. Menggunakan reksa dana untuk alokasi obligasi dapat memberi jaminan  kepada Anda alokasi obligasi yang dikelola secara profesional dan terdiversifikasi dengan baik.

Anda juga dapat berinvestasi di sektor pasar tertentu. Itu bisa termasuk teknologi tinggi, di mana Anda memilih dana dengan spesialisasi itu. Anda dapat melakukan hal yang sama dengan industri lain seperti pertanian, energi, real estate, perawatan kesehatan, atau farmasi.

Bahkan mungkin untuk berinvestasi di negara Anda sendiri, atau wilayah tertentu, seperti Eropa atau Amerika Latin.

Dalam lingkungan investasi saat ini, ada Reksadana untuk hampir semua terspesialisasi. Ini sangat memudahkan Anda untuk berinvestasi berdasarkan industri atau lokasi geografis yang disukai.

1. Reksa Dana

Reksa dana pada umumnya termasuk dalam kategori reksa dana yang dikelola secara aktif. Artinya, tujuan reksa dana bukan hanya untuk mencocokkan indeks pasar yang mendasarinya, tetapi untuk mengungguli itu.

Misalnya, daripada berinvestasi di semua saham di S&P 500, seorang manajer investasi dapat memilih 20, 30, atau 50 saham yang diyakini memiliki prospek masa depan terbaik.

Hal yang sama berlaku di sektor industri. Meskipun mungkin ada 100 perusahaan yang bergerak dalam industri tertentu, manajer investasi dapat memilih 20 atau 30 yang diyakini paling menjanjikan.

Manajer investasi dapat menggunakan berbagai kriteria untuk menentukan mana sektor yang berkinerja terbaik – semuanya tergantung pada tujuan reksa dana.

Misalnya, beberapa dana mungkin mendukung pendapatan atau pertumbuhan pendapatan. Orang lain mungkin mencari nilai – berinvestasi pada saham yang secara fundamental kuat, tetapi menjual di bawah pesaing di industri yang sama.

Manajer reksa dana memiliki berbagai tingkat keberhasilan dalam manajemen aktif. Faktanya, sebagian besar tidak mengungguli pasar. Hanya sekitar 22% dari reksa dana yang berkinerja baik selama lima tahun.

2. ETF

ETF dibentuk mirip dengan reksa dana, karena mereka mewakili portofolio saham, obligasi, atau investasi lainnya.

Namun tidak seperti reksa dana, ETF dikelola secara pasif. Itu berarti bahwa dibandingkan dengan sekuritas tertentu yang dipilih dalam reksa dana, ETF lebih mengarah pada investasi dalam indeks yang mendasarinya.

Yang paling umum adalah S&P 500. Itu memberi dana eksposur penuh ke pasar kapitalisasi besar AS.

Dan karena ini mencakup perusahaan terbesar di hampir setiap industri, semua sektor industri utama akan dimasukkan.

ETF juga dapat berinvestasi pada saham berkapitalisasi menengah dan kecil, berdasarkan indeks yang mewakili pasar tersebut.

Dalam setiap kasus, ETF berusaha untuk mencocokkan alokasi dalam indeks yang mendasarinya. Ini tidak hanya mencakup jumlah saham dalam indeks, tetapi juga mencocokkan representasi persentase dalam indeks masing-masing sekuritas.

Batasan ETF adalah bahwa mereka hanya berusaha untuk mencocokkan kinerja indeks yang mendasarinya, bukan untuk melampauinya.

Tetapi ETF umumnya berbiaya lebih rendah daripada reksa dana. Misalnya, banyak reksa dana mengenakan biaya pemuatan antara 1% dan 3% dari investasi Anda. ETF tidak mengenakan biaya muat.

Biaya perdagangan utama di ETF adalah komisi broker. Itu biasanya sebanding dengan saham, dan berjalan antara $ 5 dan $ 10 di perusahaan pialang diskon besar.

Eksposur pasar tertentu, dikombinasikan dengan biaya perdagangan rendah, membuat ETF sempurna jika Anda sangat ingin membuat alokasi portofolio yang seimbang.

Dan karena ETF dapat dibeli per saham, mereka membutuhkan modal investasi yang jauh lebih sedikit daripada reksa dana, yang biasanya membutuhkan investasi jumlah dolar tetap, katakanlah $ 3.000 atau lebih.

Real Estate

Real estate sering disebut-sebut sebagai investasi jangka panjang terbaik yang sebanding dengan saham. Real estate terbukti nyata telah menghasilkan keuntungan yang serupa dengan saham, setidaknya sejak Perang Dunia II.

Misalnya, menurut Biro Sensus AS, harga rata-rata rumah satu keluarga di AS adalah di bawah $ 3.000 pada tahun 1940. Tetapi pada Maret 2018, Federal Reserve Bank St.Louis melaporkan bahwa harga median dari sebuah rumah yang ada dijual seharga $ 241.700. Itu merupakan peningkatan harga lebih dari 80 kali lipat!

Cara paling dasar untuk berinvestasi di real estate adalah dengan memiliki rumah sendiri. Tidak seperti investasi lain, real estate dapat dimanfaatkan, terutama jika Anda adalah pemiliknya.

Misalnya, Anda bisa membeli rumah untuk ditempati dengan uang muka 3%. Itu akan memberi Anda kemampuan untuk membeli rumah seharga $ 200.000 hanya dengan $ 6.000 sebagai uang muka.

Tentu saja, tidak ada jaminan bahwa harga rumah akan terus naik seperti di masa lalu. Tetapi jika nilai rumah seharga $ 200.000 berlipat ganda dalam 20 tahun, Anda akan mendapatkan laba $ 200.000 dari investasi $ 6.000!

Dan jangan lupa – sementara nilai rumah meningkat dan memberikan hasil investasi yang luar biasa, rumah juga akan menyediakan tempat berlindung untuk Anda dan keluarga Anda.

1. Berinvestasi di Real Estate Sewa

Berinvestasi untuk real estate sewa lebih rumit daripada membeli rumah untuk ditempati sendiri, dalam membelinya harus masuk akal dari sudut pandang investasi.

Misalnya, harga beli dan biaya penyimpanan harus cukup rendah untuk dapat ditutup dengan pembayaran sewa bulanan.

Kerumitan lainnya adalah properti investasi harus dikelola. Tetapi Anda dapat menyewa perusahaan pengelola real estate profesional untuk melakukannya untuk Anda – dengan biaya tertentu.

Masalah lainnya adalah persyaratan uang muka. Meskipun Anda mungkin dapat membeli rumah untuk ditempati sendiri dengan harga diskon 3%, properti investasi biasanya memerlukan minimal 20%.

Jika harga pembelian properti adalah $ 200.000, Anda harus membayar $ 40.000 di muka.

Ada dua cara menghasilkan uang dengan berinvestasi di real estat sewaan, yakni pendapatan sewa, dan apresiasi modal.

Di sebagian besar pasar saat ini, sangat sulit untuk membeli properti sewaan yang akan mengurangi arus kas positif di awal. Impas adalah tujuan yang lebih realistis. Namun seiring berlalunya waktu, dan harga sewa meningkat, Anda akan mulai mendapat untung. Ini akan menghasilkan pendapatan bulanan. Yang terbaik dari semuanya, setelah hipotek Anda lunas, arus kas positif akan meningkat secara dramatis.

Akan tetapi, sebagian besar real estate sewaan dibeli untuk tujuan apresiasi modal. Cara kerjanya sama seperti pada properti yang ditempati pemilik. Misalnya, jika Anda membayar 20% uang muka ($ 40.000) untuk properti senilai $ 200.000, dan nilainya menjadi dua kali lipat dalam 20 tahun, Anda akan memiliki laba $ 200.000 dari investasi di muka $ 40.000.

Dan sekali lagi, setelah 20 tahun, hipotek atas properti akan dibayar lebih dari setengahnya. Sewa real estate adalah salah satu investasi jangka panjang terbaik.

2. Dana Investasi Real Estate

Jika Anda ingin memiliki real estate yang lebih memiliki proses dibandingkan rumah yang ditempati pemilik, atau jika Anda tidak ingin menghadapi kerumitan sewa real estate. Terdapat opsi ketiga yakni anda dapat berinvestasi dalam trust investasi real estate, atau disingkat REIT.

Keuntungan dengan REITs adalah Anda dapat berinvestasi di dalamnya seperti yang Anda lakukan dengan saham. Anda membeli kepercayaan, dan berpartisipasi dalam kepemilikan dan keuntungan real estate yang mendasarinya.

Pengembalian REIT umumnya berasal dari pembiayaan hipotek atau kepemilikan ekuitas. Di mana ekuitas terlibat, properti biasanya bersifat komersial.

REIT dapat mencakup kantor, ritel, gudang atau ruang industri, atau kompleks apartemen besar. REIT adalah peluang untuk berinvestasi dalam real estate komersial dengan jumlah uang yang relatif kecil, dan keuntungan dari manajemen profesional.

Terlebih lagi, Anda dapat membeli atau menjual posisi REIT Anda kapan saja Anda suka.

REIT berfungsi seperti saham yang membayar dividen yang sangat tinggi. Pasalnya, setidaknya 90% pendapatannya harus dikembalikan kepada investor dalam bentuk dividen. Itu dapat menjadikannya salah satu investasi dengan hasil tertinggi yang dapat Anda miliki.

Misalnya, situs web Reit.com memiliki data yang menunjukkan bahwa REITs memiliki tingkat pengembalian tahunan rata-rata 12,87% antara tahun 1970 dan 2016. Ini berarti mereka mengungguli saham, yang memiliki pengembalian tahunan rata-rata 11,64% selama jangka waktu yang sama.

Mengingat riwayat pendapatan dan kinerja REIT, mereka dapat menjadi salah satu investasi jangka panjang terbaik dalam portofolio yang seimbang.

3. Crowdfunding Real Estate

Urun dana real estate masih merupakan cara lain untuk investasi jangka panjang di real estate – tanpa membuat tangan Anda kotor! Ini seperti pinjaman peer-to-peer, kecuali berfokus pada real estate.

Ini sebagian besar melibatkan real estate komersial, tetapi platform crowdfunding memberi Anda kemampuan untuk memilih hampir semua metode untuk berinvestasi di properti.

Tidak seperti REIT, crowdfunding real estate memberi Anda kesempatan untuk memilih investasi real estat spesifik yang ingin Anda ikuti. Anda juga dapat memilih jumlah investasi Anda, meskipun bisa sekecil $ 1.000.

Anda dapat berinvestasi di platform ini hanya dengan $ 500, dan pengembalian rata-rata berjalan antara 12% dan 14% per tahun.

Salah satu keuntungan terbesar dengan Crowdfunding adalah Anda tidak harus menjadi investor terakreditasi.

Itu adalah persyaratan dengan sebagian besar platform crowdfunding real estate, dan pada dasarnya mengharuskan Anda menjadi investor berpenghasilan tinggi / aset tinggi. 

Ketahuilah bahwa sebagian besar platform crowdfunding real estate mengharuskan Anda menjadi investor terakreditasi (berpenghasilan tinggi / kekayaan bersih tinggi), dan tidak akan tersedia untuk investor rata-rata.

Program Pensiun yang Dilindungi Pajak

Ini bukan investasi sebenarnya, tetapi menambahkan dimensi penting pada strategi investasi apa pun. Ketika Anda memiliki investasi dalam program pensiun yang dilindungi pajak, Anda mendapatkan keuntungan pajak yang penting.

Pertama dan terpenting adalah pengurangan pajak dari kontribusi Anda. Tetapi yang lebih penting adalah penangguhan pajak atas pendapatan investasi.

Artinya, investasi Anda dapat memperoleh pendapatan dan apresiasi modal tahun demi tahun, tanpa konsekuensi pajak langsung. Dana menjadi kena pajak hanya jika ditarik dari program.

Misalnya, Anda menginvestasikan $ 10.000 di akun kena pajak, dengan laba atas investasi tahunan rata-rata 10%. Jika Anda termasuk dalam kelompok pajak 30%, laba atas investasi setelah pajak Anda hanya akan menjadi 7%. Setelah 30 tahun, akun akan bertambah menjadi $ 76.125.

Jika $ 10.000 yang sama diinvestasikan dalam rencana pensiun yang dilindungi pajak, dengan pengembalian investasi tahunan rata-rata 10%, tidak akan ada konsekuensi pajak langsung. Setelah 30 tahun, investasi Anda akan tumbuh menjadi $ 174.491.

Anda akan mendapatkan tambahan $ 98.000 hanya karena investasi Anda diparkir dalam rencana pensiun yang dilindungi pajak!

Itulah mengapa tidak ada diskusi tentang investasi jangka panjang terbaik tanpa mempertimbangkan rencana pensiun yang dilindungi pajak.

Penasihat Robot

Ini adalah pertimbangan penting lainnya saat berinvestasi, terutama jika Anda baru dalam hal itu dan tidak tahu cara melakukannya dengan sukses. Penasihat Robot telah muncul dengan cepat dalam waktu kurang dari satu dekade, dan menarik investor di semua tingkat pengalaman.

Alasannya adalah karena robo-advisor menangani semua investasi untuk Anda.

Yang perlu Anda lakukan hanyalah mendanai akun Anda, dan platform akan membuat serta mengelola portofolio Anda. Itu termasuk menginvestasikan kembali dividen dan menyeimbangkan kembali jika perlu.

Banyak yang bahkan menawarkan layanan khusus, seperti panen rugi pajak.

Mereka membangun portofolio saham dan obligasi, menggunakan ETF berbiaya rendah. Tetapi beberapa juga berinvestasi dalam alternatif, seperti real estat dan logam mulia. Anda dapat menemukan robo-advisor yang mencakup 

Anuitas

Beberapa anuitas adalah investasi yang solid, tetapi yang lain sebaiknya dihindari sepenuhnya. Anuitas bukanlah investasi, dan lebih merupakan kontrak investasi yang Anda buat dengan perusahaan asuransi.

Anda menyetor sejumlah uang, baik di muka, atau selama jangka waktu tertentu. Sebagai gantinya, perusahaan asuransi akan memberi Anda penghasilan tertentu. Istilah itu bisa saja dalam beberapa tahun, atau seumur hidup.

Kedengarannya bagus, tapi yang tidak saya sukai adalah detailnya.

Sejak kontrak mereka, anuitas datang dengan banyak detail, dan beberapa di antaranya tidak begitu menjanjikan.

Misalnya, sementara anuitas seumur hidup akan memberi Anda penghasilan meskipun investasi Anda habis, jika Anda meninggal sebelum itu terjadi, sisa saldo akan dikembalikan ke perusahaan asuransi.

Jadi misalnya, jika Anda mulai menerima pembayaran pendapatan pada usia 65, dan Anda hidup sampai usia 95 tahun, Anda menang. Tetapi jika Anda hidup hingga 75, Anda kalah. Atau setidaknya ahli waris Anda.

Kebanyakan anuitas bukanlah investasi yang baik. Anuitas variabel muncul dalam pikiran dengan cepat. Mereka berinvestasi dalam reksa dana yang disponsori perusahaan asuransi, yang biasanya tidak sebaik yang bisa Anda pilih sendiri.

Agen asuransi sering melakukan dorongan keras untuk anuitas ini, yang seharusnya menjadi peringatan tersendiri.

Demikianlah beberapa pilihan dan strategi dalam melakukan investasi jangka panjang agar Anda dapat mempertimbangkan mana jenis investasi yang benar-benar sesuai dengan skill Anda dan juga sesuai dengan tujuan Anda.

6 Strategi dan Pilihan Investasi Jangka Pendek Terbaik Saat Kondisi Ekonomi Memburuk

Saat Anda melakukan investasi jangka pendek, rasio pengembalian dan keamanan terhadap uang menjadi pertimbangan utama. Masalahnya, dalam kondisi ekonomi yang memburuk sebagai akibat Pandemi. Adakah pilihan investasi yang benar-benar aman?

Bagi Anda yang memiliki kelebihan dana, investasi menjadi salah satu pilih terbaik agar uang Anda tidak dihambur-hamburkan untuk kebutuhan yang tidak penting. Oleh karenanya, menginvestasikan uang Anda menjadi penting, tujuannya tentu agar uang tersebut tidak habis oleh pengeluaran yang tidak berguna.

Bagi Anda yang kini sedang mencari pilihan investasi jangka pendek yang benar-benar aman. Berikut adalah tipsnya dan jenisnya untuk Anda.

Apa Investasi Jangka Pendek?

Investasi jangka pendek umumnya dilakukan saat seseorang memprediksi bahwa ia akan memerlukan uang tersebut pada waktu tertentu (relatif tidak lama). Jika Anda ingin menabung untuk uang muka rumah atau pernikahan, misalnya, uang tersebut harus selalu siap saat dibutuhkan. Investasi jangka pendek adalah investasi yang dilakukan kurang dari jangka waktu tiga tahun. Anda akan mengorbankan keuntungan yang berpotensi lebih tinggi demi keamanan memiliki uang.

Sebaliknya, investasi jangka panjang merupakan kegiatan menginvestasikan uang dalam jangka waktu – setidaknya tiga hingga lima tahun (dan lebih lama lebih baik). Untuk jenis investasi ini, Anda dapat memilih berinvestasi saham. Saham menawarkan potensi pengembalian yang jauh lebih tinggi. Pasar saham naik rata-rata 10 persen per tahun dalam periode yang lama – tetapi lebih fluktuatif. Saham sangat berfluktuasi, dan jangka waktu yang lebih lama menawarkan kepada Anda untuk mendapatkan untuk yang lebih besar.

Bagaimana Investasi Jangka Pendek Bekerja?

Ketika Anda mempunyai uang tunai di rekening tabungan dengan bunga 0,01%. Sedangkan Anda berencana menghabiskannya untuk membeli rumah atau mobil atau sesuatu yang lain dalam beberapa tahun. Bagaimana Anda menginvestasikan uang sampai saat itu untuk mendapatkan bunga tambahan yang lebih besar?

Cara paling tepat yang harus Anda tempuh tidak lain adalah dengan melakukan investasi jangka pendek. Masalahnya, bagaimana kemudian memilih jenis investasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan Anda. Jadi apa yang harus Anda lakukan? Jawaban atas pertanyaan Anda akan diulas di bawah ini:

Perlu ditekankan bahwa Anda kemungkinan besar tidak akan dapat memperoleh pendapatan dalam investasi jangka pendek sebanyak yang Anda dapatkan dalam investasi jangka panjang. Jika Anda berinvestasi untuk jangka pendek, Anda akan dibatasi pada jenis investasi tertentu dan tidak boleh membeli jenis investasi yang berisiko seperti saham dan derivasinya.

Namun, investasi jangka pendek memang memiliki beberapa keuntungan. Mereka biasanya sangat likuid, jadi Anda bisa mendapatkan uang kapan pun Anda membutuhkannya. Juga, mereka cenderung berisiko lebih rendah daripada investasi jangka panjang.

Berikut adalah list  investasi jangka pendek terbaik yang Anda butuhkan:

  • P2P Lending
  • Sertifikat Deposito
  • Tabungan Online
  • Obligasi Daerah
  • Obligasi Jangka Pendek
  • Pasar Uang

6 Strategi dan Pilihan Investasi Jangka Pendek Terbaik

1. P2P Lending

Lending Club menawarkan opsi yang bagus dengan potensi keuntungan yang lebih baik. Platform pinjaman P2P ini memudahkan untuk berinvestasi dalam bentuk pinjaman kepada individu dan perusahaan.

P2P Lending juga cocok untuk pinjaman jangka pendek. Platform ini memberikan skema pinjaman dalam jangka waktu tiga atau lima tahun. Jika Anda telah memprediksi bahwa Anda tidak akan membutuhkan uang sampai saat itu, P2P Lending adalah pilihan paling masuk akal.

Namun, dengan penawaran pengembalian yang lebih tinggi, muncul risiko yang lebih tinggi.  Kuncinya investasi jangka pendek di P2P Lending adalah keragaman. Anda dapat berinvestasi dalam pinjaman hanya dengan $ 25. Dengan melakukan diversifikasi di banyak pinjaman. Dengan begitu, Anda telah meminimalkan efek default  (gagal bayar) tunggal terhadap portofolio Anda. Jika Anda memiliki minat untuk berinvestasi di P2P Lending maka Amartha recomended untuk Anda.

Kelebihan

  • Sangat mudah untuk berinvestasi dalam portofolio pinjaman yang terdiversifikasi
  • Potensi pengembalian tinggi dalam jangka pendek

Kekurang

  • Tidak diasuransikan
  • Tidak dapat melikuidasi pinjaman lebih awal
  • Potensi kerugian lebih tinggi

2. Sertifikat Deposito

Pilihan kedua untuk menginvestasikan uang dalam investasi jangka pendek adalah sertifikat deposito (CD). CD memberi kita lebih banyak pilihan daripada rekening tabungan. Jangka waktu CD dapat berkisar dari beberapa bulan hingga lebih dari lima tahun, dan semakin lama jangka waktunya, semakin tinggi tarifnya.

Tingkat yang lebih tinggi ini, bagaimanapun, memiliki risiko tambahan. CD dapat diuangkan sebelum jatuh tempo. Misalnya, Anda dapat berinvestasi dalam CD 5 tahun, tetapi memutuskan untuk menarik uang Anda setelah tahun pertama. Namun, jika ini terjadi, kebanyakan CD mengenakan penalti. Jumlah denda bervariasi menurut bank dan jenis produk CD.

Oleh karena itu, pilihan terbaik adalah menyimpan uang dalam CD sampai jatuh tempo. Untuk alasan ini, memilih seberapa lama jangka waktu CD adalah keputusan penting.

Kelebihan:

  • FDIC diasuransikan
  • Jangka waktu CD mulai dari 6 bulan sampai 5 tahun atau lebih
  • Suku bunga lebih tinggi untuk CD jangka panjang
  • Dapat ditarik kapanpun

Kekurangan

  • Suku bunga masih tergolong rendah
  • Ada Penalti ketika melakukan penarikan lebih awal

3. Tabungan Online

Bank tradisional hanya membayar bunga sebesar 0.01% ketika Anda membuka rekening tabungan. Itu merupakan nominal yang sangat kecil.

Salah satu pilihan untuk investasi jangka pendek yang dapat membayar Anda lebih adalah menggunakan bank online. Meskipun persentase bunganya masih belum bisa dianggap tinggi, tabungan online dengan bunga paling tinggi saat ini mampu membayar sekitar 1,30%.

Kelebihan

  • FDIC diasuransikan
  • Dana bisa ditarik kapan saja
  • Tarif lebih baik daripada bank offline
  • Tanpa biaya

Kekurangan

  • Suku bunga masih rendah
  • Inflasi melebihi tarif

4. Obligasi Daerah

Dalam obligasi pada umumnya, Anda akan dikenakan potongan berupa pajak atas bunga yang Anda peroleh. Oleh karena itu, untuk investasi jangka pendek, obligasi cenderung tidak cocok.

Namun, ada satu pilihan bagi Anda ketika benar-benar ingin menginvestasikan uang dalam bentuk obligasi non-pajak. Obligasi jenis ini biasa dikenal dengan obligasi daerah (dikenal sebagai “munis”). Obligasi ini biasanya bebas dari pajak pendapatan federal dan mungkin juga bebas dari pajak pendapatan negara bagian. Namun, di Indonesia obligasi daerah ini masih sangat jarang ditemukan.

Kelebihan

  • Potensi keuntungan yang lebih tinggi
  • Keuntungan pajak
  • Akses mudah ke dana tanpa penalti

Kekurangan

  • Potensi kerugian
  • Tidak ideal bagi mereka yang termasuk pajaknya penghasilannya rendah
  • Masih jarang ditemukan di Indonesia

5. Obligasi Jangka Pendek

Pilihan ketiga bagi Anda yang ingin melakukan investasi jangka pendek adalah dana obligasi jangka pendek atau menengah. Lebih khusus lagi, Anda bisa mencoba berinvestasi dengan melihat reksa dana indeks biaya rendah dan ETF.

Di sini, Anda harus membuat beberapa pilihan penting. Apakah Anda menginginkan dana yang hanya berinvestasi di obligasi pemerintah atau yang juga berinvestasi di obligasi perusahaan? Apakah Anda menginginkan dana obligasi jangka pendek atau dana obligasi jangka menengah? Seperti segala hal lain dalam hidup, setiap pilihan ini Anda memiliki konsekuensi.

Obligasi Pemerintah lebih aman daripada obligasi korporasi, tetapi pembayarannya lebih sedikit. Obligasi jangka pendek kurang sensitif terhadap fluktuasi suku bunga dibandingkan obligasi jangka menengah, tetapi keuntungan sedikit. Saat ini, obligasi pemerintah jangka pendek bunganya tidak lebih dari rekening tabungan online di atas.

Kelebihan

  • Meskipun tidak diasuransikan oleh FDIC, masih cukup aman
  • Obligasi jangka menengah dapat menghasilkan suku bunga yang jauh lebih tinggi daripada rekening tabungan

Kekurangan

  • Tidak diasuransikan oleh FDIC
  • Bisa kehilangan uang
  • Tarif secara historis rendah
  • Uang tidak bisa ditarik kapan saja

6. Pasar Uang

Pasar uang adalah jenis lain dari simpanan bank, dan biasanya mereka membayar tingkat bunga yang lebih tinggi daripada rekening tabungan, meskipun mereka biasanya juga membutuhkan investasi minimum yang lebih tinggi.

Risiko: Pastikan untuk menemukan akun pasar uang yang diasuransikan sehingga akun Anda akan terlindungi dari kehilangan uang, dengan cakupan hingga $ 250.000 per deposan, per bank. Seperti rekening tabungan, risiko utama rekening pasar uang terjadi seiring waktu, karena suku bunganya yang rendah biasanya menyulitkan investor untuk mengimbangi inflasi. Namun, dalam jangka pendek, itu bukan masalah yang signifikan.

Kelebihan

  • Sangat Likuid
  • Bunga tinggi

Kekurangan

  • Resiko tinggi
  • Ada batasan investasi minimum
  • Ada batasan penarikan

Tabel Pilihan Investasi Jangka Pendek Terbaik

 

Jangka Waktu Anda membutuhkan Uang Pilihan Investasi Potensi Keuntungan Resiko
Kurang dari 1 tahun Rekening tabungan dan pasar uang, rekening pengelolaan kas 0,1-1,1 persen (atau mungkin lebih jika Anda menggunakan bank online) Risiko rendah dan akun didukung oleh FDIC.
2 atau 3 tahun Treasurys dan dana obligasi, CD 1,2+ persen Produk bank dan Treasurys paling aman, dana obligasi korporasi sedikit lebih aman.
3 sampai 5 tahun CD, obligasi dan dana obligasi, dan bahkan saham untuk periode yang lebih lama 1,5+ persen (atau lebih jika Anda berinvestasi pada saham) CD dan obligasi memiliki risiko yang relatif rendah dibandingkan dengan saham, yang dapat berfluktuasi banyak dan berisiko tinggi.

Demikianlah tips dan pilihan investasi jangka pendek terbaik untuk Anda. Dari beberapa jenis di atas, mana yang menurut Anda paling baik?

Laporan Audit Standar; Format dan Cara Membuatnya

Laporan audit adalah media komunikasi yang digunakan oleh auditor, bersifat formal untuk mengomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan tentang kesimpulan dari pelaksanaan audit yang telah dilaksanakan. Umumnya laporan audit ini terbagi menjadi dua yakni laporan audit standar dan tidak standar. Untuk pembahasan di bawah ini akan di uraikan penjelasan mengenai laporan audit yang sifatnya standar.

Laporan audit standar

Laporan standar merupakan bentuk laporan yang lazim diterbitkan. Laporan standar merupakan laporan yang memuat pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion) yang menyatakan bahwa suatu laporan keuangan (pen-bila yang diaudit adalah laporan keuangan) menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang bersifat material, diantaranya adalah arus kas dari entitas yang ada, posisi keuangan perusahaan, hasil usaha yang diperoleh, yang dinilai berdasarkan tingkat kesesuaian nya dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Dalam laporan audit dengan opini “wajar tanpa pengecualian” baru dapat diterbitkan oleh Auditor ketika semua syarat dan kondisi terpenuhi sesuai kriteria yang ditetapkan. Selain itu, juga tidak terdapat adanya kesalahan dalam penyajian informasi dalam laporan keuangan yang berpengaruh secara signifikan. Laporan keuangan ini dinilai oleh akuntan publik berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan mengakui bahwa mereka mendapatkan untung pada tahun 2020 ini. Setelah dilakukan Audit, ternyata akuntan publik menemukan bahwa keuntungan tersebut didasarkan pada piutang yang belum dibayar. Temuan tersebut, merupakan bentuk salah saji dalam laporan keuangan yang bersifat signifikan, karena alasan tersebut maka Auditor tidak bisa menerbitkan pendapat “wajar tanpa pengecualian”.

Cara Membuat Laporan Audit Standar

Proses membuat laporan audit standar di bawah ini juga berlaku untuk laporan audit yang sifatnya menyimpang dari standar. Isinya tidak jauh berbeda dengan laporan audit lainnya. Hanya saja akan ada perbedaan pada bagian pendapat Auditor dan paragraf ruang lingkup yakni bagian kesimpulannya.  Laporan audit wajar tanpa pengecualian ini berisi:

1. Judul laporan

Dalam laporan audit, baik laporan yang bersifat standar atau tidak harus dicantumkan kata “Independen” pada bagian judulnya. Contohnya adalah kalimat berupa “laporan audit independen” atau kalimat berupa “pendapat akuntan independen”. Kata independen ini menunjukkan bahwa audit telah dilakukan secara netral, transparan, dan akuntabel atau sederhananya tidak memihak. Kata ini juga mengandung konsekuensi bahwa jika di kemudian hari ditemukan adanya keberpihakan Auditor terhadap perusahaan yang di audit, maka Auditor bersangkutan wajib bertanggungjawab.

2. Alamat Laporan Audit

Maksud dari alamat audit ini bukanlah alamat dari kantor akuntan publik. Alamat yang dimaksud adalah alamat dari kantor/institusi/perusahaan yang diaudit. Alamat ini harus mencerminkan secara spesifik entitas yang terhadapnya dilakukan audit.

3. Paragraf Pendahuluan

Paragraf pendahuluan harus memuat tiga pernyataan faktual. Tujuan dari adanya penyataan ini adalah agar pembaca laporan dapat membedakan mana tanggung jawab pihak manajemen dan tanggung jawab pihak akuntan publik sebagai auditor. Ada tiga hal yang wajib dimuat dalam paragraf pendahuluan ini, yakni:

  • Suatu pernyataan bahwa auditor telah melaksanakan audit. Pernyataan ini dapat membedakan mana proses audit, mana proses monitoring dan mana proses evaluasi saja.
  • Menyatakan jenis laporan keuangan yang diaudit, termasuk tanggal neraca serta periode akuntansi untuk laporan laba rugi dan laporan arus kas.
  • Menyatakan bahwa penyiapan serta isi laporan keuangan merupakan tanggung jawab manajemen, sedangkan tanggung jawab auditor hanyalah sebatas pada pemberian opini atas laporan keuangan tersebut.

4. Paragraf Ruang Lingkup

Dalam paragraf ruang lingkup ini harus dimuat beberapa paragraf yang menyatakan bahwa Auditor secara faktual telah melakukan hal-hal yang disebut dalam proses audit. Standarnya pernyataan faktual dalam paragraf ruang lingkup di harus dimuat beberapa hal sebagai berikut:

  • Kalimat yang menyatakan bahwa audit telah dilakukan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku secara umum.
  • Kalimat yang menyatakan bahwa program audit telah dirancang untuk mengidentifikasi hal-hal yang berkaitan dengan salah saji informasi dalam LPJ keuangan yang disediakan perusahaan.
  • Pernyataan bahwa auditor telah memperoleh “keyakinan yang sifatnya memadai”, istilah ini digunakan karena auditor hanya bisa mengidentifikasi data-data yang disajikan oleh klien saja, adapun data yang oleh klien sengaja ditutupi bukan termasuk tanggungjawab auditor. Namun, pernyataan ini juga menunjukkan konsekuensi bahwa audit yang dilaksanakan telah memiliki tingkat kepastian yang tinggi.
  • Paragraf ruang lingkup juga menyatakan bahwa atas dasar pengujian, audit meliputi pemeriksaan bukti-bukti yang mendukung jumlah dan pengungkapan laporan keuangan. Berikut adalah contoh dari paragraf ruang lingkup:

5. Paragraf Pendapat

Paragraf pendapat adalah paragraf yang berisi kesimpulan dan pernyataan pendapat akuntan publik terhadap perusahaan yang didasarkan atas hasil audit-nya. Perlu diketahui bahwa, pernyataan dalam paragraf pendapat ini tidaklah bersifat mutlak, akan tetapi pendapat yang muncul atas profesionalisme seorang auditor. Dalam paragraf terakhir ini, auditor wajib menyatakan pendapatnya mengenai hasil dari proses audit secara keseluruhan, dan juga kesimpulan berdasarkan prinsip akuntasi yang secara umum berlaku. Contoh dari paragraf pendapat adalah sebagai berikut:

6. Nama Kantor Auditor

Pada bagian ini disebut dengan jelas nama kantor auditor yang telah melaksanakan audit atas suatu perusahaan/instansi tertentu.

7. Tanda Tangan

Sebagai bentuk perkembangan teknologi, tanda tangan ini bisa dalam bentuk elektronik dan atau tanda tangan manual dengan tinta biasa.

8. Tanggal Pelaporan

Tanggal pelaporan audit adalah hari terakhir laporan dibuat.

Demikianlah format dari laporan audit yang sifatnya standar, berikutnya kita akan membahas laporan yang menyimpang serta jenis-jenisnya.

Pengertian, Jenis dan Tujuan Audit Keuangan

Pengertian dan Tujuan Audit. Dalam laporan keuangan termasuk juga kinerja yang dilakukan perusahaan sering terjadi resiko salah saji terhadap informasi yang diberikan. Resiko salah saji ini disebabkan oleh banyak faktor, baik disebabkan karena kurang akuratnya laporan keuangan yang disusun atau memang karena kesengajaan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Untuk mengurangi risiko informasi tersebut salah satu yang terpenting adalah dilakukannya Independen Audit oleh Akuntan Publik. Dan ini merupakan cara umum untuk memperoleh informasi yang andal. Dalam rangka mendapatkan informasi yang dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan bagi pengambil keputusan, maka pihak manajemen perusahaan misalnya dapat meminta jasa akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan dari pihak penyaji informasi. Audit laporan keuangan dapat meningkatkan kepercayaan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan. Selanjutnya informasi yang telah diaudit tersebut dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan dengan anggapan bahwa laporan telah lengkap, dan wajar sesuai prinsip akuntansi yang berlaku umum.[1]

Kebutuhan audit cukup besar karena banyak pemakai yang berkepentingan dengan laporan keuangan perusahaan. Manajemen perusahaan akan menunjuk auditor untuk meyakinkan pemakai laporan keuangan bahwa laporan keuangan tersebut dapat diandalkan. Auditor dapat dituntut pengambil keputusan, atau perusahaan bila terbukti bahwa laporan keuangan tersebut ternyata tidak benar, tidak seperti yang dilaporkan dalam laporan audit nya. Auditor bertanggung jawab penuh secara legal atas pekerjaannya yang meyakinkan bahwa informasi tersebut andal.[2]

Apa Itu Audit?

Audit adalah proses pemeriksaan secara sistematis guna memperoleh data-data dan melakukan evaluasi terhadap bukti yang dilakukan secara objektif terhadap asersi-asersi kegiatan dan beberapa peristiwa ekonomi dalam suatu lembaga atau perusahaan. Tujuan dari dilaksanakan audit ini adalah untuk menilai derajat validitas dari asersi kegiatan, penyampaian hasil penilaian dan membuat laporan untuk pihak-pihak yang berkepentingan.

  • Berdasarkan pengertian tersebut dapat diambil beberapa poin penting mengenai pengertian dari audit ini yakni:
  • Audit adalah serangkaian langkah prosedural yang direncanakan, bersifat logis, sistematis, terstruktur dan terorganisir.
  • Proses pemeriksaan atas bukti audit dilakukan secara objektif tanpa ada keberpihakan terhadap siapapun.
  • Asersi umumnya terdiri atas laporan keuangan, laporan operasi internal dan hal pokok lainnya.
  • Asersi yang dinilai derajat kesesuaiannya tersebut menunjukkan seberapa dekat asersi yang dibuat dengan kriteria yang telah disepakati dan ditetapkan sebagai standar.
  • Kriteria tersebut dapat berbentuk peraturan yang ditetapkan pemerintah, kebijakan, aturan internal dan anggaran dasar dari perusahaan.
  • Keharusan adanya laporan tertulis dengan format tertentu yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan.

Jenis-jenis Audit

Setelah memahami apa itu audit, perlu untuk disinggung sedikit mengenai beberapa jenis audit yang selama ini ada. Adapun jenis-jenis audit tersebut adalah sebagai berikut:

1. Audit Laporan Keuangan

Yakni proses pemeriksaan sistematis oleh seorang akuntan publik terhadap laporan keuangan yang diolah dan disajikan oleh perusahaan.

2. Audit Kepatuhan

Yakni proses pemeriksaan sistematis oleh seorang auditor untuk memeriksa tingkat kepatuhan perusahaan dalam menjalankan kebijakan, peraturan internal  dan anggaran dasar yang telah dibuat. Termasuk juga kepatuhan terhadap SOP yang dikerjakan.

3. Audit Operasional

Yakni proses pemeriksaan sistematis oleh auditor untuk menilai seberapa baik dan seberapa sesuai kinerja yang dilakukan perusahaan termasuk pegawai dalam menjalankan standar kinerja yang telah ditetapkan.

Tujuan Audit

Sebagai tambahan, berikut ini adalah ulasan singkat mengenai tujuan dari dilaksanakannya audit. Adapun detailnya adalah sebagai berikut:

1. Pengendalian Operasional

Audit dilaksanakan dalam rangka agar operasional kegiatan perusahaan tetap terkendali dan tidak menyimpang dari standar yang berlaku.

2. Penilaian Kinerja

Audit juga dapat digunakan untuk menilai apakah kinerja suatu perusahaan mengalami perkembangan atau penurunan.

3. Membantu Manajemen

Dalam hal ini hasil laporan audit dapat dijadikan bukti valid oleh top manajemen untuk membuat kebijakan strategis terhadap perusahaan yang dikelolanya.

Demikianlah ulasan singkat dan pengantar mengenai pengertian audit dan beberapa tujuan dilaksanakan proses audit. Simak ulasan lain pada artikel selanjutnya.

[1] Mulyadi, Auditing, (Jakarta: Salemba Empat, 1998), h.7

[2] Syahriyah Semaun, Aspek Hukum dalam Audit Koperasi, Jurnal Hukum Diktum, Volume 8, Nomor 1, Januari 2010, h.98