Arsip Tag: perbuatan melawan hukum

Cara Legal Mengatasi Kandang Ayam yang Meresahkan

Syarat yang ditetapkan dalam mendirikan kandang ayam, bertujuan untuk menjaga dua hal yakni usaha itu sendiri dan lingkungan.

Masalahnya, tidak jarang perilaku “ngawur” dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Oknum ini mendirikan kandang ternak ayam semaunya, tanpa memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.

Namun, terdapat juga oknum lain, entah karena alasan apa? Secara sengaja melaporkan peternak yang sesungguhnya telah memenuhi standar.

Saling melaporkan tentu bukanlah jalan terbaik, penyelesaian secara kekeluargaan merupakan langkah terbaik yang bisa ditempuh.

Syarat mendirikan kandang ayam yang tidak diindahkan oleh pihak peternak menjadi faktor paling dominan di antara penyebab lainnya.

Untuk itu, sebagai tetangganya peternak yang merasa terganggu, sebaiknya pahami dulu apa itu syarat mendirikan ternak ayam sesuai regulasi.

Syarat Mendirikan Kandang Ayam

Bila dirangkum, setidaknya ada empat syarat utama dalam mendirikan kandang ayam di masyarakat. Adapun syarat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Izin Usaha

Berkaitan dengan lokasi usaha ini merujuk pada UU tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan No. 18 Tahun 2009, maka harus peternak diharuskan memiliki izin usaha.

Hanya saja, kewajiban ini hanya dibebankan kepada peternak dengan skala tertentu, untuk peternak kecil tidak terkena.

Sebagai solusinya, peternak skala kecil diharuskan mendapatkan tanda daftar usaha dari kabupaten/kota setempat.

2. Lingkungan Masyarakat

Sehubungan dengan lingkungan masyarakat ini ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan, yakni persetujuan dari lingkungan, biasanya berbentuk surat yang ditandatangani oleh pihak yang terdampak 4-5 rumah tangga.

Lokasi pembuangan limbah, bau busuk, dan sejenisnya juga harus diperhatikan oleh pihak peternak.

3. Keamanan

Syarat keamanan ini berkaitan dengan bangunan. Aman yang dimaksud adalah aman dari segi struktur dan aman dari segi kesehatan hewan.

Struktur bangunan artinya, kandang harus melindungi hewan ternak dari serangan hewan buas dan juga pencurian. Dari segi kesehatan tentu ada SOP Khusus yang bisa Anda lihat pada lampiran peraturan di bawah nanti.

4. Lokasi

Untuk mendapatkan izin usaha atau tanda daftar di atas, setidaknya harus diperhatikan empat hal yakni tidak berada terlalu dekat dengan lingkungan penduduk, sirkulasi udara juga harus baik, akses lokasi mudah.

Syarat lokasi inilah yang sering menjadi penyebab polemik di lingkungan masyarakat, terlalu dekat dengan pemukiman padat penduduk, limbah yang merusak ekosistem dan sejenisnya.

Download PERMEN tentang Pedoman Budidaya Ayam.

Langkah Hukum Jika Usaha Ternak Ayam Mengganggu Lingkungan

Setelah mengetahui syarat di atas setidaknya Anda sudah memahami apakah benar gangguan yang terjadi adalah akibat tidak terpenuhinya syarat mendirikan ternak ayam, jika demikian ada beberapa pasal yang berkaitan dengan ini:

1. Mengidentifikasi apakah gangguan termasuk perbuatan melawan hukum

Cara mengidentifikasinya, pertama bandingkan peristiwa hukum dan perbuatan hukum dengan pasal 1368 KUHPerdata berikut:

“Pemilik seekor binatang, atau siapa yang yang memakainya, adalah, selama binatang itu dipakainya, bertanggung jawab tentang kerugian yang diterbitkan oleh binatang tersebut, baik binatang itu ada di bawah pengawasannya, maupun tersesat atau terlepas dari pengawasannya.”

Teknik membandingkannya adalah dengan melakukan analisis silogisme, dalam bahasa sederhananya pencocokan kasus dengan pasal, sebagai contoh:

A: Pemilik ayam yang merugikan tetangga harus menanggung ganti rugi

B: Ayam pak ABC membuat toko pak BCD sepi

C: Pak ABC harus menanggung ganti rugi

Perbuatan melawan hukum ini dapat Anda identifikasi pada pasal 1365 KUHPerdata, sebagai berikut:

“Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.”

Namun dalam kasus ini, Anda perlu memperhatikan lebih detail terkait dengan aspek kerugian “apakah benar kandang ayam menimbulkan kerugian”, benarkah sebabnya itu, atau justru toko PAK BCD memang sudah sepi sejak awal.

2. Identifikasi izin usaha Kandang Ayam

Hal pertama yang harus Anda tanyakan adalah izin usaha yang dimiliki oleh peternak ayam, jika skala besar maka bentuknya izin usaha sesuai ketentuan U tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Namun, jika skalanya kecil, maka tanyakan tanda daftar/izin usaha yang dikeluarkan oleh Bupati/Wali Kota.

3. Jika memiliki izin usaha, pertanyakan izin lingkungannya

Tentu sebagai pihak yang merasa terganggu, ada indikasi bahwa izin lingkungan sebagaimana dipersyaratkan di atas tidak dipenuhi oleh peternak. Pertanyakan, dari mana asal izin lingkungan yang dimiliki sebagai syarat mendapatkan izin usaha.

4. Musyawarah

Jika ternyata dugaan tersebut benar, izin lingkungan belum didapatkan, kemudian pertemukan pihak peternak dengan pihak terdampak. Lakukan musyawarah untuk menemukan win-win solution. Untuk teknik ini Anda bisa menerapkan Cara Praktis Menyelesaikan Sengketa Tanah, Agar Tidak Salah Langkah.

5. Laporkan kepada Dinas Peternakan 

Jika ternyata tetap tidak ditemukan jalan tengah setelah melakukan musyawarah, langkah selanjutnya adalah dengan mengajukan laporan kepada pihak dinas peternakan.

Lakukan klarifikasi terhadap izin usaha, izin lingkungan dan berikan dokumen pendukung berupa laporan gangguan yang telah ditandatangani penduduk sekitar.

6. Tempuh jalur Peradilan

Terakhir, jika telah memastikan syarat mendirikan kandang ayam dan semua cara di atas telah Anda tempuh tapi tetap tidak diindahkan, maka tidak ada cara lain kecuali menempuh jalur peradilan.

Siapkan bukti-bukti relevan, simpan seluruh bukti saat melakukan proses-proses di atas.

Syarat mendirikan kandang ayam harus menjadi perhatian utama Anda saat merasa terganggu oleh berbagai hal yang ditimbulkan oleh usaha ternak ayam. Ini merupakan kunci utama sebelum Anda melangkah lebih jauh.

4 Tips Mengajukan Gugatan Sederhana Agar Langsung Diterima Saat Pendaftaran

Meskipun namanya gugatan sederhana bukan berarti proses mengajukan gugatan tidak melalui pemeriksaan administratif. Paling minim syarat dan kriteria harus terpenuhi.

Gugatan sederhana tidak lain merupakan upaya pengadilan dalam menjalankan peradilan yang cepat, mudah dan murah. 

Hanya saja, fakta menunjukkan bahwa tidak jarang pencari keadilan yang harus bolak-balik lantaran kurangnya syarat saat mengajukan gugatan jenis ini.

Faktornya bermacam-macam, bisa jadi masyarakat yang salah paham prosedur mengajukan “gugatan sederhana”, atau memang tidak memenuhi syarat.

Bisa juga, karena salah paham dengan istilah “sederhana”, jadi beberapa pihak menganggapnya seperti proses mengajukan laporan ke pak RT.

Agar hal yang sama tidak terjadi kepada Anda, sebaiknya simak tips menarik berikut ini, sehingga dengan cukup sekali datang, gugatan Anda sudah bisa diterima.

Tips Mengajukan Gugatan Sederhana

1. Identifikasi Kriteria Perkara dalam Gugatan Sederhana

Sesuai dengan PERMA Gugatan Sederhana PDF No.4 Tahun 2019, Anda perlu mengidentifikasi apa perkara Anda memenuhi kriteria gugatan jenis ini atau tidak. Secara ringkas, berikut kriterianya:

  • Perkara PMH (Perbuatan Melawan Hukum) dan Cidera Janji (Wanprestasi)
  • Perkara yang tata cara penyelesaiannya telah diatur oleh UU melalui pengadilan khusus
  • Tidak merupakan sengketa yang berkaitan dengan hak atas tanah
  •  Ada batas minimal nilai gugatan, yakni 500 juta jika diukur dengan uang
  • Pihak yang berperkara yakni penggugat dan tergugat jangan lebih dari satu, kecuali jika memang memiliki kepentingan sama.
  • Pihak yang Anda gugat harus diketahui alamatnya
  • Para pihak domisilinya juga harus sama
  • Jika memang tidak sama domisilinya, bisa dengan solusi berupa kuasa insidentil salah satunya.

2. Gugatan Sederhana yang Anda Buat Juga Harus Benar

Ada dua cara membuat gugatan sederhana yakni dengan membuatnya sendiri atau cukup dengan mengisi form gugatan. Jika ternyata Anda membuatnya sendiri, perhatikan tiga hal pokok berikut ini:

  • Identitas pihak tergugat maupun penggugat harus benar dan jelas
  • Jelaskan secara ringkas duduk perkara, termasuk dasar hukum dari gugatan Anda, hubungkan peristiwa yang terjadi dengan hukum yang berlaku
  • Isikan tuntutan Anda, apa yang Anda harapkan dan inginkan, tuangkan dalam poin ini.

3. Siapkan Bukti-bukti yang valid

Anda adalah orang yang tahu apa dan mengapa gugatan ini diajukan, oleh karenanya semua bukti penguat atas gugatan ini hanya Anda yang dapat memperoleh dan menyiapkan.

Bentuk bukti bisa apapun, asal sesuai dengan kriteria, bisa tertulis atau bukti tidak tertulis. Bukti tertulis misalnya dokumen perjanjian atau sejenisnya. Sedangkan untuk yang tidak tertulis, siapkan saksi, sumpah dan lainnya.

4. Mendaftar Melalui E-Court

Anda tips termudah yang bisa Anda lakukan dan ini lebih sederhana dari prosedur umumnya, Anda bisa mengisi blanko gugatan lewat aplikasi E-Court di Pengadilan setempat.

Tentu saja, langkah pertama hingga ketiga di atas harus sudah siap terlebih dahulu, terutama dokumen bukti harus Anda scan terlebih dahulu.

Berkaitan dengan bukti, selain dalam bentuk scan Anda nantinya juga harus menyerahkan dokumen asli ke pengadilan.

Jika tiga langkah di atas, plus tips tambahan mengajukan via online di atas Anda penuhi, maka dipastikan dalam sekali pendaftaran gugatan sederhana Anda sudah dapat diterima, tanpa harus bolak balik ke pengadilan lagi.