Arsip Tag: perencanaan keuangan

Cara Mendapatkan Passive Income di Era Milenial

Apakah Anda mengharapkan pundi-pundi uang sembari minum kopi, tiduran, dan atau bersenang-senang dengan keluarga? Jika ia, passive income lah jawabannya. Lalu, bagaimana cara mendapatkan passive income?

Telah terbukti bahwa passive income mampu menjadi sumber penghasilan tambahan, aman dari resesi ekonomi, bahkan saat tekanan ekonomi di masa pandemi covid-19 mereka yang memiliki passive income tepat tenang. 

Passive income akan membebaskan Anda dari rasa khawatir kehilangan penghasilan saat masa pensiun tiba, kehilangan pekerjaan dan ketika kondisi keuangan Anda memburuk.

Memiliki penghasilan pasif memang sangat memudahkan kehidupan Anda, hanya saja untuk mendapatkannya diperlukan kerja keras dan tidak instan. Sederhananya, Anda perlu kerja cerdas untuk hal ini. Cara terampuh agar memiliki passive income adalah dengan berinvestasi.

Namun, Anda harus melakukannya dengan benar. Anda harus membangun ide sumber penghasilan yang benar-benar cocok dengan kondisi dan situasi saat ini. Sebab bila salah memilih, Anda hanya akan menghabiskan modal dengan berinvestasi tanpa mendapatkan penghasilan.

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi agar Anda menjadi pemilik passive income selanjutnya.

Apa Itu Passive Income?

Banyak orang beranggapan bahwa passive income adalah mendapatkan penghasilan dengan tanpa melakukan apapun, gratis dan instan. Ini adalah anggapan yang salah. Untuk mendapatkannya, Anda harus tetap bersusah payah, hanya saja karena ini merupakan kerja yang cerdas bukan kerja keras. Anda hanya harus berpikir keras di awal saja. 

Secara praktis, cara mendapatkan passive income yang hanya membutuhkan kerja cerdas di awal-awal saja. Namun, seringkali jenis pendapat ini membutuhkan pemikiran dan tenaga tambahan untuk kelangsungan prosesnya. 

Sebagai contoh, Anda adalah pemilik kos. Artinya, Anda harus terus merawat bangunan dan ruangan agar tetap ada penyewanya bukan?

Ide Investasi untuk Mendapatkan Passive Income

Jika Anda berencana untuk memiliki passive income, pelajari beberapa rekomendasi ide di bawah ini. Sembari mempelajari secara detail resiko-resiko yang harus Anda tanggung dalam setiap jenisnya. Selain itu, temukan juga cara mendapatkan passive income yang tepat sesuai kondisi Anda.

1. Menyewakan Kos

Cara mendapatkan passive income dan mungkin Anda sudah cukup familiar dengan sistem dan resiko bisnisnya adalah dengan menjadi pemilik kos. 

Di era milenial ini Anda dapat dengan mudah memasarkan kos. Anda dapat menggunakan media sosial, instagram, facebook, whatsapp dan sejenisnya. Ada cara lain yang cukup kompleks sistemnya, yakni dengan mengupload gambar rumah di Traveloka, OYO dan platform sejenis. Hanya saja, ada beberapa syarat dan kriteria khusus untuk benar-benar bisa mendapatkan konsumen.

Bisnis ini terbilang sangat minim resiko, Anda bahkan tidak akan mengalami kerugian finansial yang berarti jika pun kos Anda tidak laku. Tanah dan bangunan tetap menjadi milik Anda. Namun, jangan terburu membangun kos yang besar dengan banyak kamar, jika Anda belum paham bagaimana pasar bekerja,

2. Merentalkan Mobil Anda

Jika Anda pemilik mobil dan merasa bahwa ternyata membeli mobil kurang efisien dalam menunjang keseharian Anda. Atau bahkan Anda merasa bahwa memiliki mobil justru menambah pengeluaran. Maka, cara mendapatkan passive income ini tepat untuk Anda.

Anda bisa menawarkan mobil ke pemilik jasa travel atau menyewakannya kepada pengemudi gojek dan grab yang telah memiliki cukup banyak konsumen. Anda juga bisa secara mandiri mengiklankan jasa sewa mobil Anda. Ini memerlukan usaha yang cukup sulit di awal.

Beberapa resiko yang harus Anda tanggung dalam hal ini adalah kerusakan mobil, penipuan, dan sejenisnya. Alternatifnya, Anda bisa mengasuransikannya terlebih dahulu. Antisipasi resiko-resiko kerusakan komponen mobil dengan membuat dana cadangan dari penghasilan Anda.

3. Jual Produk Digital

Jika Anda memiliki keahlian khusus, membuat konten digital seperti video atau ebook, maka jadikan keahlian Anda untuk mendapatkan passive income. Baik Anda berada di desa maupun kota, cara ini tetap secara fleksibel dapat Anda gunakan.

Anda memerlukan modal awal untuk merealisasikannya, Anda harus membeli kamera, komputer dan perangkat lain yang diperlukan. Modal yang dibutuhkan untuk menjalani profesi ini kurang lebih 10 juta hingga 20 juta rupiah.

Resiko yang paling banyak dialami oleh seseorang yang menjalani bisnis ini adalah tidak lakunya produk mereka. Ini biasanya disebabkan karena konten kurang menarik, tidak unik dan tidak berkarakter. Beberapa orang perlu waktu yang sangat lama untuk dapat memperoleh penghasilan.

4. Rekening tabungan online

Tidak ada yang lebih pasif daripada menyimpan uang Anda di bank online atau biasa disebut Fintech yang menawarkan hasil tinggi. Anda hanya cukup duduk dan melihat bagaimana uang Anda diputar oleh mereka.

Bank online biasanya menawarkan tarif tertinggi dan Anda biasanya dapat dengan mudah mentransfer uang Anda antara bank utama dan bank online. Tarif online seringkali 10 kali lebih tinggi atau lebih dari yang mungkin ditawarkan oleh bank lokal Anda.

Jika Anda berinvestasi dalam akun yang diasuransikan, Anda hampir tidak memiliki risiko sama sekali hingga ambang batas $ 250.000 per jenis akun per bank. Risiko terbesar mungkin adalah suku bunga cenderung turun ketika ekonomi melemah, dan dalam hal ini, Anda harus menanggung pembayaran yang lebih rendah yang berpotensi tidak menghasilkan cukup uang untuk mengalahkan inflasi. Itu berarti Anda akan kehilangan daya beli seiring waktu.

5. Saham dividen

Pemegang saham di perusahaan dengan saham yang menghasilkan dividen menerima pembayaran secara berkala dari perusahaan. Perusahaan membayar dividen tunai setiap tiga bulan dari keuntungan mereka, dan yang perlu Anda lakukan hanyalah memiliki saham. Dividen dibayarkan per saham, jadi semakin banyak saham yang Anda miliki, semakin tinggi pembayaran Anda.

Peluang: Karena pendapatan dari saham tidak terkait dengan aktivitas apa pun selain investasi keuangan awal, memiliki saham yang menghasilkan dividen dapat menjadi salah satu bentuk paling pasif untuk menghasilkan uang.

Risiko: Bagian yang sulit adalah memilih saham yang tepat. Banyak pemula yang terjun ke pasar tanpa menyelidiki perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. Anda harus menyelidiki setiap situs web perusahaan dan melihat secara detail laporan keuangan mereka. Anda harus menghabiskan dua hingga tiga minggu untuk menyelidiki setiap perusahaan.

6. Pinjaman peer-to-peer

Pinjaman peer-to-peer (P2P) adalah pinjaman pribadi yang dibuat antara Anda dan peminjam, difasilitasi melalui perantara pihak ketiga.

Peluang: Sebagai pemberi pinjaman, Anda memperoleh penghasilan melalui pembayaran bunga atas pinjaman tersebut. Namun karena pinjaman tersebut tanpa jaminan, Anda menghadapi risiko gagal bayar.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Anda perlu melakukan dua hal:

Diversifikasi portofolio pinjaman Anda dengan menginvestasikan jumlah yang lebih kecil pada beberapa pinjaman. Anda juga harus menganalisis data historis calon peminjam untuk membuat pilihan yang tepat.

Risiko: Butuh waktu untuk menguasai metrik P2P lending, jadi ini tidak sepenuhnya pasif. Karena Anda berinvestasi dalam banyak pinjaman, Anda harus memperhatikan pembayaran yang diterima. Apapun yang Anda hasilkan harus diinvestasikan kembali jika Anda ingin membangun pendapatan. Resesi ekonomi juga dapat membuat pinjaman pribadi berpenghasilan tinggi menjadi kandidat yang lebih mungkin untuk gagal bayar juga.

Berapa Banyak Uang yang Dapat Anda Hasilkan?

Passive income umumnya tidak akan membuat Anda kaya dalam semalam, jadi lupakan skema cepat kaya yang pernah Anda dengar. Namun, opsi penghasilan pasif yang baik dan menguntungkan dapat menghasilkan banyak uang dalam jangka panjang. Kita berbicara mulai dari beberapa ribu dolar hingga ratusan ribu dolar — bergantung pada aliran pendapatan.

Berapa banyak aliran pendapatan yang harus Anda miliki?

Tidak ada nasihat “satu ukuran untuk semua” dalam hal menghasilkan aliran pendapatan. Berapa banyak sumber pendapatan yang Anda miliki harus bergantung pada posisi Anda secara finansial, dan apa tujuan finansial Anda untuk masa depan. Untuk permulaan jangan terburu menyebar portofolio pada beberapa sumber passive income.

Sebagai penutup, sesuaikan kondisi finansial Anda, kondisi lingkungan dan tentu pengalaman Anda sebelum memilih berinvestasi pada jalur yang mana. Intinya cara mendapatkan passive income adalah dengan memiliki pemahaman mendalam terkait peluang dan resiko dari bisnis yang Anda pilih.

Neraca Lajur; Format, Contoh dan Penjelasannya

Memahami apa itu neraca lajur, menjadi kunci bagi seorang akuntan sebelum ia kemudian melakukan posting dan penutupan buku akhir tahun.

Neraca lajur sendiri merupakan teknik yang digunakan oleh akuntan untuk memastikan bahwa pada akhir periode, pencatatan akuntansi benar-benar akurat dan tidak terdapat kesalahan. Langkah ini tentu bukanlah langkah akhir, sebab setelah neraca lajur dibuat, akuntan masih perlu membuat beberapa laporan akhir seperti saldo percobaan yang tidak disesuaikan, menyesuaikan entri jurnal, saldo percobaan yang disesuaikan, dan laporan keuangan.

Format Neraca Lajur

Neraca lajur pada dasarnya merupakan lembar kerja yang digunakan untuk meneliti dan melacak lebih detail setiap siklus akuntansi. Format lembar kerja ini terdiri atas lima kolom dengan urutan, pertama neraca saldo belum disesuaikan dan terakhir adalah kolom laporan keuangan. Sederhananya, neraca lajur merupakan lembar kerja yang menunjukkan semua siklus akuntansi dalam satu jalur (lembar kerja) secara berdampingan.

Secara detail Lima kolom data, yang masing-masing mencantumkan entri debit dan entri kredit secara terpisah adalah sebagai berikut:

  • Neraca saldo yang tidak disesuaikan – kolom ini berisi semua akun aset, kewajiban, pendapatan, dan beban yang digunakan dalam tahun tersebut. Jumlah debit dan kredit sama.
  • Penyesuaian- merupakan kolom yang berisi setiap akun yang memerlukan entri penyesuaian akan dicantumkan di sini. Contohnya adalah entri untuk depresiasi aset jangka panjang perusahaan. Depresiasi untuk tahun tersebut akan muncul sebagai debit sementara entri kredit akan muncul di bawah akun depresiasi yang terakumulasi. Sekali lagi, total entri debit dan entri kredit akan sama.
  • Neraca saldo disesuaikan – merupakan kolom ketiga ini adalah hasil entri pada dua kolom sebelumnya. Total debit akan sama dengan total kredit.
  • Laporan laba rugi – yakni kolom laporan laba rugi hanya akan berisi akun pendapatan dan beban. Jika kolom total pendapatan (kredit) melebihi kolom beban (debit) maka selisihnya adalah pendapatan bersih tahun berjalan. Namun, jika biaya melebihi pendapatan, hasil bersihnya adalah kerugian. Entri penyeimbang harus dibuat dalam kedua kasus tersebut.
  • Neraca yaitu aset, kewajiban, dan modal pemilik tercermin dalam kolom ini. Total debet akan sama dengan total entri kredit.

Ingatlah bahwa semua akun dalam catatan akuntansi perusahaan menemukan jalannya ke lembar kerja akuntansi. Langkah penting ini mencegah kesalahan dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan.

Setiap kolom selalu mencantumkan debit dan kreditnya dengan total dihitung di bagian bawah. Sama seperti neraca saldo, pada lembar kerja juga terdapat heading yang terdiri dari nama perusahaan, judul laporan, dan jangka waktu dokumen laporan.

Contoh Neraca Lajur

 

Berikut adalah contoh neraca lajur Toko Gitar untuk membantu Anda memahami lebih mudah tentang apa dan bagaimana neraca lajur itu sendiri:

Kesimpulan Neraca Lajur

Singkatnya, Neraca Lajur adalah dokumen internal bagi perusahaan untuk menganalisis akun dan saldonya. Neraca ini adalah mekanisme yang berguna untuk mengidentifikasi kesalahan akuntansi yang mungkin telah terjadi dalam proses akuntansi. Semua catatan perusahaan ditampilkan dalam satu lembar di kolom berbeda; dengan demikian, lebih mudah bagi pemegang buku untuk memvisualisasikan keseluruhan proses hingga ke tahap pembuatan laporan keuangan.

Meskipun perusahaan tidak perlu wajib menyajikan neraca lajur dalam laporan keuangan, ini masih merupakan proses yang berguna dan sangat disarankan untuk menyiapkannya.

Langkah berikutnya

Langkah selanjutnya dalam siklus akuntansi adalah membuat jurnal penutup. Dalam langkah ini adalah akuntan akan melakukan entri jurnal manual pada akhir siklus akuntansi dalam rangka menutup semua akun sementara dan mengalihkan saldonya ke akun permanen. Dengan kata lain, akun sementara diatur ulang untuk pencatatan transaksi sebagai dasar bagi periode akuntansi berikutnya. Dengan demikian, perusahaan memindahkan saldo akun sementara ke akun permanen di neraca. 

Neraca Saldo Setelah Penutupan; Penjelasan dan Contohnya

Sebagai finishing dalam siklus akuntansi menyiapkan neraca saldo setelah penutupan merupakan hal yang mutlak dilaksanakan.

Neraca saldo setelah penutupan dibuat setelah jurnal penutup dibuat dan di posting ke buku besar. Ini adalah neraca saldo ketiga (dan terakhir) yang disiapkan dalam siklus akuntansi. Tentu sebelum membaca ini Anda bisa mereview ulang Cara Membuat Neraca Saldo Plus Contohnya

Apa Saja Jenisnya?

Sebelum membahas lebih detail mengenai neraca saldo setelah penutupan, berikut ini akan dibahas tiga jenis neraca saldo dalam siklus akuntansi. Semuanya jenis neraca ini, pada dasarnya tujuan yang sama (yaitu untuk menguji keseimbangan antara debit dan kredit). 3 jenis ini neraca ini disiapkan pada tahapan yang berbeda dalam siklus akuntansi.

1. Neraca saldo yang tidak disesuaikan

Neraca yang disiapkan setelah transaksi jurnalisasi dan mempostingnya ke buku besar. Tujuannya untuk menguji kesetaraan antara debit dan kredit setelah tahap pencatatan.

2. Neraca saldo yang disesuaikan

Merupakan laporan yang disiapkan setelah jurnal penyesuaian dibuat dan di posting. Tujuannya adalah untuk menguji kesetaraan antara debit dan kredit setelah jurnal penyesuaian disiapkan. Ini juga menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan.

Neraca saldo yang disesuaikan berisi akun nominal dan riil. Akun nominal adalah akun yang ditemukan di laporan laba rugi, dan penarikan. Akun riil adalah yang ditemukan di neraca.

3. Neraca saldo pasca penutupan

Laporan ini disiapkan setelah jurnal penutup dibuat. Tujuannya adalah untuk menguji kesetaraan antara debit dan kredit setelah entri penutup disiapkan dan di posting. Neraca saldo setelah penutupan hanya berisi akun riil karena semua akun nominal sudah ditutup pada tahap ini.

Pengertian Neraca Saldo Setelah Penutupan

Neraca saldo pasca penutupan adalah daftar semua akun neraca yang berisi saldo bukan nol pada akhir periode pelaporan. Neraca saldo pasca penutupan digunakan untuk mem-verifikasi bahwa total semua saldo debet sama dengan total semua saldo kredit, yang seharusnya bersih menjadi nol. Saldo percobaan pasca penutupan tidak berisi pendapatan, pengeluaran, keuntungan, kerugian, atau saldo akun ringkasan, karena akun sementara ini telah ditutup dan saldo mereka dipindahkan ke akun laba ditahan sebagai bagian dari proses penutupan.

Setelah akuntan memastikan bahwa total dari semua debit dan kredit dalam laporan memiliki jumlah yang sama, langkah selanjutnya adalah berjaga-jaga untuk mencegah transaksi tambahan dicatat dalam periode akuntansi lama, dan mulai mencatat transaksi akuntansi untuk periode berikutnya. Ini merupakan langkah terakhir dalam proses penutupan akhir periode akuntansi.

Jika ada pendapatan, pengeluaran, keuntungan, kerugian, atau saldo akun ringkasan muncul di neraca saldo setelah proses penutupan, itu karena mereka terkait dengan periode akuntansi berikutnya.

Apa Saja Yang Temuat?

Neraca saldo pasca penutupan berisi kolom nomor rekening, uraian rekening, saldo debet, dan saldo kredit. Kemungkinan besar tidak akan berisi “Saldo Percobaan Penutupan Pasca” di header, karena beberapa sistem komputer akuntansi menggunakan sebutan ini. Sebagai gantinya, ini akan menggunakan tajuk laporan “Saldo Uji Coba” standar.

Software akuntansi mengharuskan semua entri jurnal saldo sebelum memungkinkan untuk diposting ke buku besar, sehingga pada dasarnya tidak mungkin untuk memiliki neraca saldo yang tidak seimbang. Dengan demikian, neraca saldo setelah penutupan hanya berguna jika akuntan menyiapkan laporan keuangan secara manual. Dalam hal ini, sebagai besar proses dan prosedur yang diterapkan dalam penutupan buku, tidak mencangkup langkah-langkah meninjau dan mencetak neracara saldo pasca penutupan.

Ilustrasi Neraca Saldo yang Disesuaikan

Sebagai ilustrasi, dibawah ini adalah ilustrasi dari neraca saldo yang telah disesuaikan:

Pada akhir periode, jurnal penutup berikut dibuat:

Setelah akuntan melakukan posting entri sebagaimana ilustrasi di atas, maka semua nominal dalam akun akan kosong, dan inilah yang disebut sebagai “entri penutup”. 

Dalam entri penutup pertama, Pendapatan Layanan di debit yang sebelumnya memiliki saldo kredit sebesar 9.850 seperti terlihat pada neraca saldo yang telah disesuaikan di atas. Sekarang saldonnya menjadi nol.

Selanjutnya, dalam entri kedua. Semua biaya di kreditkan. Sebelumnya, semua biaya di atas memiliki saldo debet dengan jumlah yang sama dan sekarang memiliki saldo nol.

Dalam entri jurnal penutup di bagian yang pertama dan kedua, saldo Pendapatan Jasa dan beberapa akun beban pada dasarnya telah ditransfer ke bagian Ringkasan Pendapatan, yang berstatus sebagai akun sementara. Akun Ringkasan Pendapatan akan memiliki saldo kredit sebesar $ 1.060 yang berasal dari $ 9.850 kredit di entri yang pertama dan $ 8.790 debit di entri yang kedua.

Ringkasan Pendapatan kemudian ditutup ke akun modal seperti yang ditunjukkan pada entri penutupan ketiga.

Dan terakhir, pada entri keempat akun penarikan ditutup ke akun modal. Pada titik ini, saldo akun modal akan menjadi 7.260 (saldo kredit 13.200, ditambah 1.060 di kreditkan pada entri penutupan ketiga, dan minus 7.000 di debit pada entri keempat).

Contoh Neraca Saldo Setelah Penutupan

Setelah memasukkan ayat jurnal penutup di atas, saldo percobaan setelah penutupan akan terlihat seperti ini:

Saldo akun nominal (akun pendapatan, pengeluaran, dan penarikan) telah diserap oleh akun modal -Anak Marga. Oleh karena itu, Anda tidak akan melihat akun nominal dalam neraca saldo setelah penutupan.

Dan seperti neraca saldo lainnya, total debit dan total kredit harus sama.

Tentukan Harga yang Tepat: Cara Menghitung Harga Jual Nasi Box untuk Event

Cara menghitung harga jual nasi box. Rumus dan teknik perhitungan untuk menemukan harga yang tepat untuk meningkatkan profit Anda.

Musim even sosial masyarakat akan segera tiba, mulai dari acara adat hingga acara resmi dilembaga kampus akan segera datang. Setelah beberapa bulan vakum, Anda perlu segera bergerak untuk segera melakukan tindakan agar usaha Anda semakin berkembang.

Karena perkembangan zaman dan perubahan situasi Anda harus segera menentukan harga yang tepat untuk usaha catering box Anda. Bila salah prediksi sedikit saja, bisa jadi harga menjadi boomerang bagi Anda.

Baca juga Panduan Analisa Laporan Keuangan Bagi Pemula

Menurut Market Research.com, pasar catering kontrak global diharapkan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 4% dari 2016-2021. Kesempatan ini tentu tidak boleh Anda lewatkan. Segera lakukan tindakan dan ikuti tips cara menghitung harga jual nasi box berikut ini:

Cara Menentukan Biaya Catering untuk Event

Untuk menjaga margin pada tingkat yang wajar sehingga Anda dapat menikmati keuntungan yang sehat, Anda perlu menentukan strategi harga pada menu Anda.

Persentase Biaya Bahan Makanan

Cara menghitung harga jual nasi box yang pertama adalah dengan menghitung persentase biaya makanan (FCP) Anda. Persamaan ini cukup sederhana:

Berapa harga bahan-bahannya / (dibagi dengan) Berapa banyak Anda menjual hidangan itu = Persentase Biaya bahan Makanan

Rentang harga yang harus Anda pertahankan pada FCP Anda adalah sekitar 28-35%. Tentu saja, Anda ingin menjaga persentasenya serendah mungkin tanpa mengurangi kualitas makanan Anda.

Mari kita lihat contohnya. Jika Anda menjual makan malam daging dengan salad dan nasi seharga 25.000 dan bahan-bahannya seharga 8.000, persentase biaya bahan makanan Anda adalah:

8.000 / 25.0000 = 32%

Untuk hidangan ini, Anda sudah menentukan harga secara tepat. Pastikan Anda menghitung FCP untuk setiap item menu, bukan hanya hidangan yang Anda tambahkan seiring waktu. Anda bahkan dapat melakukan perhitungan ini untuk menu total. Tambahkan semua biaya item menu dan pendapatan untuk mendapatkan FCP total Anda.

Jika Anda merasa FCP hidangan tertentu terlalu tinggi, pertimbangkan untuk menggunakan bahan-bahan yang lebih murah atau sesuaikan harga Anda, ingatlah berapa banyak pelanggan yang bersedia membayar berdasarkan kualitas yang mereka terima.

Meskipun tampaknya 30-35% itu tinggi, ingatlah bahwa Anda tidak hanya memperhitungkan biaya makanan. Anda harus memperhitungkan biaya restoran lainnya, seperti sewa, tagihan, dan tenaga kerja yang digunakan untuk menghidupkan makanan.

Hitung Laba Kotor

Pertimbangan selanjutnya dalam cara menghitung harga jual nasi box adalah dengan melakukan perhitungan Laba Kotor. Anda juga harus mempertimbangkan Laba Kotor restoran Anda. Dengan penghitungan ini, Anda perlu melakukan perhitungan biaya tenaga kerja, sewa, dan biaya luar lainnya. Biasanya, Margin Laba Kotor untuk sebuah restoran dapat berkisar antara 0-15%. Restoran dengan layanan lengkap biasanya melihat GPM 3-5%.

Harga Menu untuk Event/Acara

Seperti disinggung di atas, harga menu untuk catering dengan harga menu untuk acara adalah hal yang berbeda. Biasanya, acara di pesan untuk sejumlah orang tertentu dengan menu yang telah ditentukan sebelumnya. Paling sering, ada menu pre fixe dengan biaya per kepala.

Ini dianggap harga tetap. Misalnya, acara bergaya prasmanan dapat menawarkan 3-4 makanan pembuka, 3 pilihan makanan pembuka, salad, dan tiga pilihan makanan penutup.

Sebaiknya gunakan juga Persentase Biaya Makanan dalam situasi ini. Hitung berapa harga semua makanan dan bagi dengan biaya yang Anda rencanakan untuk dikenakan per orang.

Perhitungan Harga Tetap

Tibalah kita pada langkah pamungkas yakni cara menghitung harga jual nasi box untuk harga tetap. Agar mudah dipahami ilustrasi dibawah ini akan membantu Anda.

Misalkan bahan makanan untuk pesta pertunangan bergaya prasmanan akan dikenakan biaya total 8.000.000. Ada 70 tamu yang hadir dan Anda berencana untuk mengenakan biaya 30.000 per tamu.

30.000 (harga per orang) x 70 (jumlah tamu) =  2.100.000

8.000.000 (harga jual Anda) / 2.100.000 (yang Anda kenakan kepada tuan rumah) = 38%

FCP Anda masih cukup tinggi. Coba naikkan biayanya menjadi 35.000 per orang dan hitung ulang:

35.000 x 70 =  2.450.000

8.000.000 / 2.450.000 = 33%

Menaikkan jumlah yang Anda kenakan per orang sebesar 5.000 menurunkan FCP Anda sebesar 5%, yang merupakan peningkatan yang baik. Jika Anda mencoba mencapai titik yang lebih rendah di angka 28-35% sebagaimana rumus cara menghitung harga jual nasi box di atas, carilah pemasok yang berbeda untuk bahan-bahan tertentu untuk menurunkan biaya makanan sebesar 500.000 atau 1.000.000.

35.000 x 70 = 2.450.000

7.000.000 / 2.450.000= 28,5%

Penetapan harga yang efektif adalah tentang strategi dan menghitung angka-angka untuk menghindari menjual diri Anda sendiri. Tentu saja, Anda ingin menyenangkan pelanggan dan memberi mereka kesepakatan yang adil untuk memenangkan bisnis & mudah-mudahan dapat menjadikan mereka sebagai pelanggan setia. Jadi, mari kita bicara tentang sesuatu yang harus Anda hindari terkait harga event dengan katering restoran:

Strategi Usaha Catering Agar Berhasil

1. Jangan Mengorbankan Kepercayaan Pelanggan Untuk Keuntungan Anda Sendiri

Tujuan utama sebagai pemilik bisnis tentu saja mendapatkan keuntungan. Tapi, Anda juga harus berusaha untuk menerima loyalitas dari pelanggan dan menyenangkan tamu Anda dengan makanan dan layanan Anda. Pepatah kuno “kejujuran adalah kebijakan terbaik” berlaku untuk situasi ini. Ini merupakan strategi usaha catering yang wajib Anda terapkan.

Bersikaplah wajar dan adil saat menagih pelanggan untuk suatu acara. Jangan menaikkan biaya per orang hanya untuk melihat keuntungan yang lebih tinggi bagi diri Anda sendiri. Biaya yang lebih tinggi harus dapat dibenarkan. Menjadi serakah itu buruk untuk bisnis dan mungkin membuat Anda kehilangan kesepakatan sama sekali.

2. Diversifikasikan Penawaran Harga Menu

Strategi usaha catering muncul sekali lagi saat Anda membuat menu untuk acara. Tentu tidak bijak jika hanya menawarkan filet mignon, kaviar, dan escargot saja, karena semuanya mahal!

Temukan perpaduan yang bagus antara barang-barang berbiaya tinggi dan rendah dan tawarkan bermacam-macam barang tersebut. Ini memastikan bahwa ada pilihan makanan yang mengesankan dengan harga yang masih terjangkau.

Gunakan kembali bahan yang belum terpakai habis jika memungkinkan, namun pastikan bahan tersebut benar-benar higienis. Bahan makanan sisa adalah topik hangat akhir-akhir ini dan Anda ingin melakukan yang terbaik untuk menghindarinya. Jika Anda membuat hidangan ayam dengan jamur, Anda dapat membeli jamur dan curah tersebut dan menggunakannya dalam risotto pendamping. Arugula yang digunakan dalam salad dengan parmesan dapat dilakukan dan digunakan sebagai lauk. Ini merupakan strategi usaha catering box berupa ,menekan biaya dengan cara yang efektif tanpa mengorbankan rasa.

Ingat, sering kali orang membandingkan tempat yang berbeda sebelum membuat keputusan akhir. Jangan melakukan penjualan Anda dengan harga yang tidak wajar.

Cara Menghitung Harga Jual Nasi Box: Teknik Bertingkat

Penetapan harga tetap bukanlah satu-satunya pilihan untuk acara dengan katering. Struktur berjenjang juga bisa berfungsi. Dengan harga berjenjang, ada biaya tetap per orang yang turun dengan semakin banyak tamu yang Anda miliki. Jadi, jika pesta berlangsung antara 0-50 tamu, biaya per orang mungkin 40 ribu. Namun, jika daftar tamu bertambah menjadi 50-75, Anda dapat mengenakan biaya 35 ribu per tamu.

Tentu saja, Anda harus melakukan beberapa perhitungan untuk melihat apa yang masuk akal. Namun, harga bertingkat adalah pilihan yang bagus untuk acara karena ini menunjukkan kepada pelanggan bahwa semakin banyak orang yang mereka undang, semakin meriah!

Biaya yang lebih rendah dengan jumlah tamu yang lebih tinggi mungkin menarik bagi sebagian orang karena mereka akan melihatnya sebagai peluang untuk mengundang lebih banyak tamu tanpa menambahkan banyak biaya tambahan.

Jika Anda memasukkan biaya lain, seperti biaya pengaturan kamar atau biaya sewa ruang, pastikan Anda juga memasukkannya ke dalam struktur harga dan menjelaskannya dalam kontrak Anda.

Catatan

Selalu lakukan riset tentang kompetisi harga. Cari tahu berapa harga restoran atau layanan katering lain sehingga Anda dapat memastikan harga Anda tidak keluar dari pasar dan dapat memenangkan lebih banyak bisnis.

Demikian rumus dan cara menghitung harga jual nasi box untuk usaha catering Anda. Bagaimana dengan Anda? Apa yang sudah Anda lakukan selama ini?

Panduan Analisa Laporan Keuangan Bagi Pemula

Banyak orang yang baru memulai dengan keuangan sering merasa pusing untuk berurusan dengan laporan keuangan. Faktanya, untuk melakukan analisa laporan keuangan, Anda hanya perlu menguasai rumus “ide + konten + alat”. Tentukan dengan jelas ide untuk analisis laporan, ketahui apa yang harus dianalisis, tentukan matrik, dan terakhir pilih alat pelaporan yang baik untuk mencapai hasil analisis akhir.

Lalu Bagaimana Cara Melakukannya dengan lebih mudah? SImak ulasan berikut ini:

Tujuan Analisa Laporan Keuangan

Orang yang berbeda melakukan analisa laporan keuangan untuk tujuan yang berbeda, tetapi umumnya memiliki tujuan yang sama yakni untuk memperoleh informasi yang berguna untuk menentukan keputusan ekonomi mereka dari laporan keuangan. 

Terdapat tiga objek dalam analisis laporan keuangan: posisi keuangan, hasil operasi dan arus kas. Berdasarkan hal tersebut analisis laporan keuangan dikategorikan menjadi analisis solvabilitas, analisis profitabilitas dan analisis kapabilitas operasional. Ini merupakan kerangka umum analisis laporan keuangan.

Sebagai contoh, departemen perusahaan yang kompeten, perusahaan induk, dan departemen keuangan akan fokus pada tujuan sebagai berikut:

  • analisis dan pemeriksaan alokasi sumber daya perusahaan yang relevan
  • kepatuhan dengan kebijakan keuangan dan ekonomi dan sistem keuangan
  • serta pemeliharaan modal dan apresiasi modal. .

Manajemen mengandalkan laporan keuangan untuk membuat keputusan bisnis yang cerdas dan berkomunikasi dengan investor dan pemangku kepentingan utama.

Beberapa Tujuan Spesifik Analisa Laporan Keuangan

Otoritas pengaturan, seperti Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), mengandalkan laporan keuangan untuk menentukan apakah sebuah perusahaan memenuhi standar akuntansi yang disyaratkan dari perusahaan yang diperdagangkan secara publik.

Selanjutnya, Investor akan cenderung fokus pada analisis profitabilitas, kapasitas operasional dan penggunaan dana, serta memahami hasil investasi dan risiko investasi. Investor mengandalkan laporan keuangan untuk memahami apakah berinvestasi di perusahaan akan menguntungkan. 

Sebaliknya, Kreditur akan fokus pada analisis solvabilitas perusahaan, mengevaluasi tingkat keamanan finansial atau risiko perusahaan, dan sebagainya. Dengan kata lain, Kreditur akan mengandalkan laporan keuangan untuk mengevaluasi apakah perusahaan atau organisasi akan mampu membayar kembali hutangnya. Mengingat kebutuhan yang berbeda dari manajemen internal, isi dari analisis laporan keuangan sangatlah luas. Ini harus membantu pengguna laporan untuk meringkas dan mengevaluasi kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan, dan untuk memberikan dasar yang dapat diandalkan untuk membuat prakiraan ekonomi dan pengambilan keputusan.

Sederhananya, dunia bisnis tidak mungkin ada dalam bentuknya saat ini tanpa laporan keuangan. Lalu apa sesungguhnya yang dimaksud dengan analisa laporan keuangan? Apa jenis laporan keuangan yang paling umum? Dan bagaimana Anda melakukan analisis? Pelajari lebih lanjut tentang keterampilan bisnis mendasar di bawah ini.

Apa Itu Analisa Laporan Keuangan?

Analisa laporan keuangan adalah proses yang dilakukan seseorang untuk menganalisis berbagai dokumen keuangan perusahaan untuk membuat keputusan yang tepat tentang bisnis itu.

Meskipun data spesifik yang terkandung dalam setiap laporan keuangan akan berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya, masing-masing dokumen ini dirancang untuk menawarkan wawasan tentang tingkat kesehatan perusahaan. Dokumen tersebut juga penting untuk memantau kinerja perusahaan dari waktu ke waktu, serta memahami bagaimana perusahaan berkembang.

Intinya, kata Ittelson, analisa laporan keuangan memungkinkan seseorang untuk “mengawasi ke mana perginya uang, barang, dan jasa”.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Sebelum melakukan analisa laporan keuangan Anda setidaknya harus memahami apa itu jenis dari laporan keuangan. 

Perusahaan sering kali akan menghasilkan sejumlah laporan keuangan, yang masing-masing disesuaikan dengan kebutuhan khalayak tertentu. Informasi yang terkandung dalam masing-masing dokumen ini berbeda-beda sesuai kebutuhan.

Jenis laporan keuangan paling umum yang mungkin Anda temui meliputi: Neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan ekuitas pemegang saham.

1. Neraca

Neraca dirancang untuk mengkomunikasikan “nilai buku” sebuah perusahaan. Neraca disusun dengan menggunakan rumus akuntansi. Di dalamnya termuat informasi mengenai semua aset, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham perusahaan, dan menawarkan gambaran singkat kepada analis tentang bagaimana kinerja dan harapan perusahaan.

Kebanyakan laporan keuangan neraca mengikuti rumus dasar: Aset = Kewajiban + Ekuitas Pemegang Saham.

  • Aset adalah segala sesuatu yang dimiliki perusahaan yang memiliki nilai yang dapat diukur. Ini mungkin termasuk properti fisik (kendaraan, real estat, inventaris yang tidak terjual, dll.), Serta properti non-fisik (paten, merek dagang, dll.).
  • Kewajiban mengacu pada uang yang dimiliki perusahaan kepada debitur. Ini mungkin termasuk biaya penggajian yang luar biasa, pembayaran hutang, pembayaran sewa dan utilitas, uang yang terutang kepada pemasok, pajak, hutang obligasi, dan banyak lagi.
  • Ekuitas pemegang saham adalah istilah yang umumnya mengacu pada kekayaan bersih suatu perusahaan. Ini mencerminkan jumlah uang yang akan tersisa jika semua aset dijual dan semua kewajiban dibayarkan. Uang ini menjadi milik pemegang saham, apakah mereka pemilik pribadi atau investor publik.

2. Laporan Pendapatan

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan untuk mengkomunikasikan berapa banyak uang yang diperolehnya selama periode waktu tertentu. Mereka sering ditemukan sebagai laporan triwulanan dan tahunan.

Selain mengkomunikasikan pendapatan, laporan laba rugi merinci sejumlah metrik lain yang dapat membantu analis dan investor. Ini termasuk:

  • Biaya operasional, yang merinci setiap biaya yang dihadapi perusahaan selama periode pelaporan
  • Depresiasi, yang mengukur sejauh mana aset perusahaan (misalnya, peralatan atau kendaraan yang sudah tua) telah kehilangan nilainya seiring waktu
  • Pendapatan bersih, yang mengurangi biaya perusahaan dari pendapatan kotornya untuk menentukan tingkat total laba atau rugi
  • Laba per saham (EPS), yang membagi laba bersih dengan jumlah total saham yang beredar

3. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang merinci bagaimana perusahaan menerima dan membelanjakan kasnya. Ini juga disebut arus masuk dan arus kas keluar.

Perusahaan hanya dapat beroperasi selama ia memiliki uang untuk menutupi pengeluarannya. Arus kas mencerminkan kemampuan perusahaan untuk beroperasi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, dan digunakan oleh investor, kreditor, dan regulator untuk menentukan apakah perusahaan memiliki reputasi keuangan yang baik.

Laporan arus kas biasanya dibagi menjadi tiga bagian:

  • Aktivitas operasi, yang merinci arus kas yang dihasilkan dari pengiriman perusahaan atas barang atau jasanya, termasuk pendapatan dan biaya
  • Aktivitas investasi, yang merinci arus kas yang dihasilkan dari pembelian atau penjualan aset, seperti real estat, kendaraan, dan peralatan (menggunakan uang tunai gratis dan bukan hutang)
  • Aktivitas pendanaan, yang merinci arus kas dari pembiayaan hutang dan ekuitas

4. Pernyataan Ekuitas Pemegang Saham

Pernyataan ekuitas pemegang saham adalah laporan keuangan yang merinci perubahan ekuitas yang dimiliki oleh pemegang saham, apakah pemegang saham tersebut adalah investor publik atau swasta.

Pernyataan ekuitas pemegang saham biasanya akan melaporkan perubahan jumlah saham dan nilai saham biasa dan preferen, serta rincian tentang apakah perusahaan telah membeli kembali saham yang sebelumnya dipegang oleh pemegang saham (disebut treasury stock) dan data lainnya. poin.

5. Analisis dan Pembahasan Manajemen (MD&A)

MD&A adalah dokumen yang ditulis oleh manajemen perusahaan, yang dirancang untuk melengkapi laporan keuangan.

Meskipun bukan dokumen keuangan itu sendiri, MD&A biasanya akan memberikan konteks tambahan tentang mengapa perusahaan melakukan seperti periode pelaporan, yang dapat sangat membantu investor, analis, dan kreditor.

Itulah beberapa jenis laporan yang harus Anda ketahui sebelum melakukan analisa laporan keuangan untuk bisnis Anda.

Cara Melakukan Analisa Laporan Keuangan

Biasanya, profesional akan mengikuti salah satu dari dua metode umum untuk melakukan analisa laporan keuangan perusahaan berikut ini: Analisis vertikal dan horizontal, dan analisis rasio.

1. Analisis Vertikal dan Horizontal

Analisis vertikal dan horizontal adalah dua teknik yang terkait, tetapi berbeda, yang digunakan untuk analisa laporan keuangan. Masing-masing mengacu pada cara pembacaan laporan keuangan, dan perbandingan yang dapat diambil oleh seorang analis dari pembacaan itu. Kedua jenis analisis tersebut penting untuk mendapatkan pemahaman yang akurat tentang informasi yang diberikan dalam laporan keuangan.

  • Analisis vertikal adalah proses membaca satu kolom dalam laporan keuangan. Sedangkan analisis horizontal digunakan untuk mengidentifikasi tren dari waktu ke waktu, analisis vertikal digunakan untuk menentukan bagaimana masing-masing item baris dalam sebuah pernyataan berhubungan dengan item lain dalam laporan. Misalnya, dalam laporan laba rugi, setiap item baris mungkin dicantumkan sebagai persentase dari penjualan kotor.
  • Analisis horizontal, di sisi lain, mengacu pada proses membaca data keuangan saat ini dibandingkan dengan periode pelaporan sebelumnya. Juga disebut “analisis tren,” membaca laporan keuangan dengan cara ini memungkinkan seseorang untuk melihat bagaimana metrik keuangan yang berbeda telah berubah dari waktu ke waktu: Misalnya, apakah kewajiban meningkat atau menurun dari Q1 ke Q2.

2. Analisis Rasio

Analisis rasio adalah proses menganalisis informasi dalam analisa laporan keuangan yang berkaitan dengan informasi lain dalam laporan yang sama.

Ada berbagai jenis rasio yang dapat membantu Anda mendapatkan wawasan tentang kesehatan perusahaan. Ini biasanya dibagi ke dalam kategori luas berikut:

  • Rasio Profitabilitas: Rasio ini menawarkan wawasan tentang seberapa menguntungkan perusahaan. Beberapa rasio profitabilitas penting termasuk rasio laba kotor, laba atas ekuitas, titik impas, laba atas ekuitas, dan laba atas aset bersih.
  • Rasio Likuiditas: Rasio likuiditas menawarkan wawasan tentang seberapa likuid suatu perusahaan, yang penting dalam mengukur kemampuan perusahaan untuk bertahan dalam bisnis. Beberapa rasio likuiditas penting antara lain cash coverage ratio, current ratio, dan indeks likuiditas.
  • Rasio Leverage: Rasio leverage menawarkan wawasan tentang seberapa besar perusahaan bergantung pada hutang untuk mempertahankan operasinya. Beberapa rasio leverage penting termasuk rasio hutang terhadap ekuitas, rasio cakupan layanan hutang, dan cakupan biaya tetap.
  • Rasio Aktivitas: Rasio aktivitas menawarkan wawasan tentang seberapa baik perusahaan memanfaatkan sumber daya. Beberapa rasio aktivitas penting antara lain tingkat perputaran hutang, tingkat perputaran piutang, tingkat perputaran persediaan, dan tingkat perputaran modal kerja.

Setelah Anda menghitung rasio untuk periode saat ini, Anda dapat membandingkannya dengan periode sebelumnya untuk memahami bagaimana kinerja perusahaan dari waktu ke waktu. Anda juga dapat membandingkan rasio dengan standar industri untuk memahami apakah perusahaan tersebut berkinerja di bawah atau di atas.

Menyusun Analisa Laporan Keuangan Cepat dan Mudah

Penjelasan di atas merupakan langkah konseptual dalam teori akuntansi. Lalu adakah cara yang lebih praktis dalam analisa laporan keuangan ? Bagaimana langkahnya? Simak ulasan berikut ini:

1. Kuasai Ide Dasar Dalam Analisa Laporan Keuangan

#Tangkap setiap item dari laporan keuangan

Data spesifik untuk setiap item laporan hanya permukaan, strukturnya (berbagai rasio atau indikator) adalah kerangka, dan tren adalah intinya. Struktur lebih penting daripada nilainya, dan tren lebih penting daripada struktur. Untuk screening cepat Anda bisa melihat neraca saldo. Apa itu neraca saldo? Anda bisa membacanya pada Cara Membuat Neraca Saldo Plus Contohnya 

#Bandingkan Laporan Keuangan yang Disajikan

Laporan keuangan hanya masuk akal melalui pembacaan komparatif. Jika Anda menginginkan kemahiran membaca dan memanajemen laporan keuangan ikutilah program Scale Up Bisnis melalui Manajemen Keuangan.

#Kuasai Prinsip Dasar Akuntansi

Berbagai prinsip akuntansi memiliki keterbatasan alamiah. Anda tidak dapat dibatasi pada analisis laporan untuk mengambil kesimpulan. Jika Anda menginginkan scale up bisnis UKM termasuk mahir melakukan analisa dasar untuk keperluan analisa laporan keuangan upgrade pengetahuan dengan kuliah online via whatsApp ringkas dan mudah.

Terapkan Metode Analisa Laporan Keuangan

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bahwa ada dua metode analisa laporan keuangan. Lalu bagaimana cara menerapkannya? Berikut panduannya:

#Lakukan Analisis struktural

Memperjelas berbagai hubungan pemeriksaan laporan, yang merupakan keterampilan dasar.

Buat perbandingan horizontal struktur laporan, cari tahu perbedaan indikator utama dengan perusahaan sejenis dan analisis alasannya. Indikator penting adalah marjin laba kotor, marjin laba bersih, arus kas dari kegiatan operasi / pendapatan penjualan, pendapatan penjualan / aktiva tetap, aktiva lancar / aktiva tidak lancar, persediaan / aktiva tetap, kewajiban / total aktiva, dan sebagainya. Anda tidak harus terpaku pada indikator klasik di buku teks. Buat rasio Anda sendiri berdasarkan karakteristik industri.

Setelah perbedaan struktural dicantumkan maka perlu dilihat dari aspek daya saing, segmentasi produk, model bisnis, skala, dan geografi. Jika tidak ada alasan yang tepat, Anda mungkin meragukan keaslian laporan tersebut.

#Lakukan Analisis Tren

Isi penting dari analisis tren adalah aset, pendapatan, dan keuntungan.

Proses analisa laporan keuangan dalam analisis tren dimulai dengan menganalisis apakah peningkatan aset berasal dari hutang atau ekuitas (keuntungan atau masukan pemegang saham). Selain itu, fokus pada perubahan proporsi setiap akun aset, yang sering kali mencerminkan perubahan model perusahaan.

Cari tahu apakah peningkatan pendapatan ini karena perluasan ruang lingkup konsolidasi atau ekspansi bisnis sendiri. Dan fokus pada perubahan margin kotor dan pangsa pasar. Secara umum, peningkatan bertahap dalam pangsa pasar di bawah premis fluktuasi kecil dalam marjin laba kotor adalah situasi yang paling dapat diandalkan dan paling berkelanjutan.

Peningkatan laba harus menjadi alasan logis dari pertumbuhan aset dan pendapatan komprehensif, tetapi laba berada di akhir laporan setelah sejumlah penambahan dan pengurangan, dan objektivitas adalah yang paling lemah. Cacat dan celah dari sistem akrual perlu dipahami secara dialektis.

Anda harus mempertimbangkan peningkatan aset dan pendapatan untuk menganalisis peningkatan keuntungan. Tetapi setelah serangkaian operasi data, keuntungan adalah yang paling tidak objektif. Anda harus memahami secara mendalam kelemahan dan kerentanan sistem akrual dan kemudian menganalisis keuntungan dengan cara dialektis.

Fokus Pada Tiga Jenis Laporan Keuangan

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah fokuslah pada tiga kegiatan analisa laporan keuangan yang umumnya dibutuhkan perusahaan. Apa saja, simak ulasannya berikut ini:

1. Neraca

Neraca terutama memberitahu kita bagaimana aset dan kewajiban perusahaan dalam situasi saat ini. Oleh karena itu, kunci laporan tersebut adalah waktu yang terlihat. Dan waktu berdampak besar pada laporan. Hubungan pemeriksaan yang paling penting adalah bahwa hutang ditambah ekuitas sama dengan aset. Dalam akuntansi, apa yang saya miliki saat ini disebut aset, dan uang yang dipinjam adalah hutang, dan uang saya sendiri disebut ekuitas.

2. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi atau lembar laba terutama memberi tahu kita untung dan rugi perusahaan selama periode waktu tertentu. Poin kunci dari lembar laba adalah untuk melihat berapa lama periode ini, biasanya satu bulan, satu kuartal atau satu tahun. Dalam laporan laba rugi, hubungan pemeriksaan yang paling penting adalah bahwa pendapatan dikurangi biaya sama dengan laba.

3. Laporan Arus Kas

Lembar arus kas terutama memberi tahu kita berapa banyak kas yang telah diterima perusahaan dalam periode waktu tertentu, berapa banyak kas yang telah dibayarkan, dan berapa banyak kas yang tersisa di bank. Kunci dari laporan ini juga untuk melihat berapa lama periode ini, yang sama dengan lembar laba. Hubungan pemeriksaan yang paling penting dari lembar arus kas adalah bahwa arus masuk kas dikurangi arus keluar kas sama dengan sisa kas. Hubungan ini juga sangat sederhana, jadi saya tidak akan menjelaskan banyak.

Demikianlah penjelasan dan panduan praktis melakukan analisa laporan keuangan untuk bisnis Anda sendiri. Bila ingin memahami secara detail cobalah untuk mengikuti kuliah online mahir akuntansi.

Contoh Analisa Laporan Keuangan

Contoh Analisa Laporan Keuangan berikut ini merupakan contoh analisis atas kinerja dan tren perusahaan dengan menghitung rasio keuangan seperti rasio profitabilitas. Hal-hal yang dihitung meliputi rasio laba bersih yang dihitung dengan laba bersih dibagi penjualan dimana kita dapat menilai profitabilitas perusahaan dan tren keuntungan. 

Di bawah ini adalah laporan keuangan XYZ Ltd & ABC Ltd.

Pendapatan P&L XYZ Ltd. & ABC Ltd.

Berikut adalah contoh analisis rasio keuangan berdasarkan laporan keuangan yang disajikan di atas:

Contoh # 1 – Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban lancarnya. Jenis yang paling umum adalah:

1. Rasio Lancar

Rasio Lancar mengukur sejauh mana jumlah aset lancar terhadap kewajiban lancar. Secara umum, rasio 1 dianggap ideal untuk menggambarkan bahwa perusahaan memiliki aset lancar yang cukup untuk membayar kewajiban lancarnya.

Rumus Rasio Lancar = Aktiva Lancar / Kewajiban Lancar


Rasio Lancar ABC lebih baik dibandingkan dengan XYZ yang menunjukkan ABC berada pada posisi yang lebih baik untuk membayar kewajiban lancarnya.

2. Rasio cepat

Rasio cepat membantu dalam menganalisis kemampuan pembayaran instan perusahaan dari kewajibannya saat ini.

Rumus Rasio Cepat = (Aktiva Lancar - Persediaan) / Kewajiban Lancar


ABC berada dalam posisi yang lebih baik dibandingkan dengan XYZ untuk segera menutupi kewajibannya saat ini.

Contoh # 2 – Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas analisa laporan keuangan yang ditujukan untuk mengetahui kemampuan laba perusahaan. Ini juga membantu dalam memahami efisiensi operasi bisnis perusahaan. Beberapa rasio profitabilitas adalah sebagai berikut:

1. Rasio Profitabilitas Operasi

Rumus Rasio Laba Operasi = Pendapatan Sebelum Bunga & Pajak / Penjualan

Kedua perusahaan memiliki rasio operasi yang serupa.

2. Rasio Laba Bersih

Mengukur profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.

Rumus Rasio Laba Bersih = Laba / Penjualan Bersih

XYZ memiliki profitabilitas yang lebih baik dibandingkan ABC. Return on Capital Employed mengukur pengembalian yang direalisasikan dari total modal yang digunakan dalam bisnis.

3. Laba atas Ekuitas/Return on Equity (ROE)

Return on Equity mengukur pengembalian yang direalisasikan dari ekuitas pemegang saham perusahaan.

Rumus Laba atas Ekuitas = Laba Bersih / Ekuitas Pemegang Saham

XYZ memberikan pengembalian yang lebih baik kepada pemegang ekuitasnya dibandingkan dengan ABC.

4. Return on Capital Employed (ROCE)

Rumus ROCE = Pendapatan sebelum Bunga & Pajak / Modal yang Digunakan

Kedua perusahaan memiliki rasio pengembalian yang sama untuk diberikan kepada semua pemilik modal.

Contoh # 3 – Rasio Perputaran

Rasio perputaran menganalisis seberapa efisien perusahaan dalam menggunakan asetnya.

Beberapa rasio perputaran penting adalah sebagai berikut:

1. Rasio Perputaran Persediaan

Rasio Perputaran Persediaan mengukur dalam mengevaluasi tingkat efektif pengelolaan persediaan bisnis.

Rumus Rasio Perputaran Persediaan = Harga Pokok Penjualan / Persediaan Rata-rata

Rasio yang lebih tinggi berarti perusahaan menjual barang dengan sangat cepat dan mengelola tingkat persediaannya secara efektif.

2. Rasio Perputaran Piutang

Rasio Perputaran Piutang membantu dalam mengukur efektivitas perusahaan dalam menagih piutang atau hutangnya.

Rumus Rasio Perputaran Piutang = Penjualan Kredit / Piutang Rata-rata

Semakin tinggi rasio berarti perusahaan lebih cepat menagih hutangnya dan mengelola piutang secara efektif.

3. Rasio Perputaran Hutang

Rasio Perputaran Hutang membantu dalam mengukur tingkat dimana perusahaan mampu membayar pemasoknya.

Rumus Rasio Perputaran Hutang = Total Pembelian / Hutang Rata-rata

Semakin tinggi rasio berarti perusahaan membayar tagihannya lebih cepat dan mampu mengelola hutangnya dengan lebih efektif.

Contoh # 4 – Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas mengukur sejauh mana jumlah aset yang dimiliki perusahaan untuk menutupi kewajibannya di masa depan. Beberapa rasio solvabilitas yang penting adalah sebagai berikut:

1. Rasio Ekuitas Hutang

Debt to Equity Ratio mengukur jumlah ekuitas yang tersedia dengan perusahaan untuk melunasi kewajiban hutangnya. Semakin tinggi rasio tersebut menunjukkan keengganan perusahaan untuk melunasi kewajibannya. Oleh karena itu, sebaiknya menjaga jumlah debt-equity ratio yang tepat untuk mengelola solvabilitas perusahaan.

Rumus Rasio Ekuitas Hutang = Total Hutang / Total Ekuitas

Rasio yang lebih tinggi berarti leverage yang lebih tinggi. XYZ berada dalam posisi solvabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan ABC.

2. Leverage Keuangan

Leverage keuangan mengukur jumlah aset yang tersedia bagi pemegang ekuitas perusahaan. Semakin tinggi rasio tersebut berarti semakin tinggi pula risiko keuangan dalam hal posisi hutang untuk membiayai aset perusahaan.

Rumus Leverage Keuangan = Total Aset / Ekuitas

Rasio ABC yang lebih tinggi menyiratkan bahwa perusahaan memiliki leverage yang tinggi dan dapat menghadapi kesulitan dalam melunasi utangnya dibandingkan dengan XYZ.

Kesimpulan

Penting untuk dipahami bahwa rasio keuangan adalah salah satu metrik terpenting yang digunakan oleh profesional keuangan dalam menganalisis kinerja keuangan perusahaan. Juga, ini membantu dalam memahami kinerja relatif dari dua atau lebih perusahaan dalam industri yang sama.

Saran

Demikianlah panduan melakukan analisa laporan Keuangan. Dalam contoh di atas kita membahas 4 Contoh Analisis Keuangan termasuk rasio profitabilitas, likuiditas, perputaran, dan solvabilitas. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang manajemen keuangan pada tautan berikut.

Contoh Bisnis Plan Sederhana Untuk Mahasiswa

Apakah Anda punya ide bagus untuk bisnis? Cara terbaik untuk mengetahui apakah ide Anda baik atau buruk adalah dengan melakukan penelitian dan menulis rencana bisnis. Contoh bisnis plan sederhana untuk mahasiswa yang disajikan di sini akan membantu Anda dalam menyusunnya.

Rencana bisnis standar terdiri dari satu dokumen yang dibagi menjadi beberapa bagian termasuk deskripsi organisasi, riset pasar, analisis persaingan, strategi penjualan, persyaratan modal dan tenaga kerja, dan data keuangan. Dokumen yang dihasilkan dapat berfungsi sebagai cetak biru bisnis Anda dan dipasok ke lembaga keuangan atau investor jika pembiayaan hutang atau ekuitas diperlukan untuk memulai bisnis Anda.

Plus Minus Bisnis Plan

Kelebihan menggunakan contoh bisnis plan: Contoh bisnis plan yang baik dapat membantu Anda mengatur pikiran Anda. Contoh ini dapat dijadikan pedoman sehingga Anda tidak kesulitan mencari tahu dari mana harus memulai. Plus, contoh ini menunjukkan kepada Anda tata letak umum dari rencana bisnis standar sehingga Anda tahu apa yang terjadi di mana dan Anda tidak akan melewatkan apa pun.

Contoh bisnis plan yang bagus juga akan memberikan instruksi untuk setiap langkah dari rencana Anda dan menunjukkan kepada Anda seperti apa rencana bisnis yang siap untuk investor dan disetujui SBA.

Kekurangan contoh bisnis plan: Meskipun ada manfaat menggunakan template rencana bisnis, tergantung pada situasi Anda, ini mungkin bukan cara terbaik untuk menyelesaikan rencana Anda. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

Contoh Format Bisnis Plan Sederhana

Dunia bisnis bergerak sangat cepat, dan dipenuhi dengan perusahaan yang berebut untuk mendapatkan sebagian besar pangsa pasar industrinya. Jadi, bagaimana Anda mengikutinya? Menulis rencana bisnis yang layak dan mengikutinya dengan disiplin adalah salah satu langkah pertama yang paling penting.

Bisnis plan akan memandu Anda di sepanjang perjalanan berbatu dalam menumbuhkan perusahaan. Rencana bisnis bermanfaat akan membuat Anda tetap berada di jalur menuju kesuksesan. Dan jika rencana bisnis Anda cukup menarik, itu juga dapat meyakinkan investor untuk memberi Anda pendanaan.

Tetapi bagaimana cara Anda menulis bisnis plan yang layak dan meyakinkan?

Di bawah ini, mari kita tinjau format rencana bisnis dan contoh bisnis plan sederhana untuk mahasiswa yang dapat Anda gunakan menjalankan bisnis Anda sendiri.

Format Bisnis Plan Sederhana Untuk Mahasiswa

Sebelum Anda memulai rencana bisnis Anda, Anda mungkin bertanya-tanya, “Di mana saya harus memulai? Bagaimana saya harus memformatnya?”

Biasanya, contoh bisnis plan sederhana untuk mahasiswa merupakan dokumen yang akan merinci bagaimana perusahaan akan mencapai tujuannya. Sebagian besar rencana bisnis mencakup bagian-bagian berikut:

  • Ringkasan eksekutif: Bagian ini akan mencakup gambaran umum perusahaan, proposisi nilai unik Anda, dan gambaran umum tim.
  • Peluang pasar: Disinilah Anda akan merinci peluang di pasar. Di manakah celah dalam industri saat ini dan bagaimana produk Anda akan mengisi celah itu?
  • Fitur dan manfaat utama: Di beberapa titik dalam rencana bisnis Anda, Anda akan meninjau fitur dan manfaat utama dari produk dan / atau layanan Anda.
  • Penetapan harga dan pendapatan: Disinilah Anda akan membahas struktur biaya dan berbagai aliran pendapatan.
  • Target audiens: Bagian ini akan menjelaskan siapa segmen pelanggan Anda secara detail. Apa informasi demografis dan psikografis audiens Anda?
  • Strategi pemasaran: Di sini, Anda akan membahas bagaimana Anda akan mendapatkan pelanggan baru dengan strategi pemasaran Anda.
  • Lanskap kompetitif: Disinilah Anda akan merinci siapa pesaing teratas.
  • Keuangan: Disinilah Anda akan merinci pendanaan yang diperlukan dan mendiskusikan peluang investasi.

Meskipun beberapa contoh rencana bisnis plan untuk mahasiswa mungkin menyertakan lebih banyak atau lebih sedikit informasi. Daftar di atas adalah detail utama yang umumnya selalu dicantumkan. Perlu diingat, bahwa setiap bagian akan diformat secara berbeda. Beberapa mungkin dalam format paragraf, sementara yang lain dalam grafik. Sekarang setelah Anda mengetahui apa yang disertakan dan bagaimana memformat rencana bisnis, mari kita tinjau contoh bisnis plan sederhana berikut ini:

Ringkasan Eksekutif

  • Mulailah dengan penjelasan singkat tentang perusahaan Anda untuk memberikan latar belakang dan konteks. Beri tahu pembaca mengapa Anda memulai usaha baru ini.
  • Kemudian, lanjutkan ke deskripsi peluang. Jelaskan proyek Anda dari konteks terluas hingga paling sempit. Beri tahu pembaca produk atau layanan apa yang Anda rencanakan untuk ditawarkan, bagaimana kesesuaiannya dengan industri tempat Anda beroperasi, siapa target pelanggan Anda, dan apa yang Anda harapkan dari pasar di masa depan. Jelaskan Anda proposisi nilai, dan berikan gambaran umum tentang pasar.
  • Jelaskan secara singkat tim manajemen Anda untuk membantu calon investor memahami keterampilan dan pengalaman yang dibawa perusahaan Anda. Selanjutnya, lanjutkan ke deskripsi tentang bagaimana bisnis Anda akan beroperasi sehari-hari.
  • Kemudian, jelaskan bagaimana Anda akan mempromosikan produk / layanan baru Anda. Anda tidak perlu menjelaskan secara detail di sini, tetapi Anda harus memberikan informasi yang cukup untuk menggambarkan metode pemasaran yang akan Anda gunakan dan bagaimana Anda akan menarik pelanggan baru.
  • Jelaskan struktur biaya dan aspek keuangan bisnis. Anda harus menjelaskan jenis dan jumlah investasi yang Anda butuhkan, untuk apa Anda akan menggunakan uangnya, dan bagaimana Anda membayangkan bisnis Anda menjadi menguntungkan.
  • Selanjutnya, Anda harus beralih ke deskripsi tentang bagaimana Anda akan mengimplementasikan rencana bisnis Anda. Bagaimana Anda akan meluncurkan bisnis baru Anda? Apa jadwal yang diharapkan?
  • Terakhir, tutup bagian ini dengan penjelasan yang jelas dan ringkas tentang proyek Anda, mengapa dibutuhkan, dan bagaimana hal itu akan bermanfaat bagi pelanggan dan investor di masa depan.

Contoh bisnis plan sederhana untuk mahasiswa: Tulislah bagian ini terakhir, setelah Anda menulis semua bagian lainnya. Ini harus meringkas seluruh rencana bisnis Anda dalam satu atau dua halaman (paling banyak).

Deskripsi Perusahaan

  • Berikan deskripsi tentang organisasi Anda. Cantumkan nama perusahaan, jenis entitasnya, siapa pemiliknya, dan catat aset penting apa pun.
  • Ini adalah tempat yang baik untuk membicarakan mengapa Anda melakukan apa yang Anda lakukan. Apa pernyataan misi perusahaan Anda? Apa tujuan dan sasaran Anda?
  • Produk atau layanan apa yang Anda sediakan? Siapa pelanggan Anda? Apakah Anda memiliki fokus geografis? Jika ya, dimana?
  • Jelaskan secara singkat industri, peluang yang ditawarkan, dan pertumbuhan yang dialaminya.
  • Catat beberapa kekuatan utama perusahaan Anda dan jelaskan secara singkat di mana Anda cocok dengan industri tersebut. Anda akan mempelajari ini lebih dalam nanti.

Tips contoh bisnis plan untuk makanan tradisional : Buat bagian ini singkat. Anda akan memiliki banyak waktu untuk membicarakan detail perusahaan Anda dan peluang bisnis nanti di dokumen.

Peluang

  • Jelaskan kebutuhan pasar yang akan diisi oleh ide bisnis Anda. Bagaimana kebutuhan ini muncul dan mengapa itu belum dipenuhi?
  • Jelaskan bagaimana Anda mengidentifikasi kebutuhan dan bagaimana produk / layanan Anda akan memenuhinya.
  • Jelaskan produk / layanan Anda di sini. Anda dapat menyertakan diagram atau gambar untuk membantu mengilustrasikan penawaran Anda.
  • Anda juga harus memasukkan deskripsi fitur dan manfaat produk / layanan Anda kepada pelanggan Anda. Pertimbangkan untuk menangkap ini dalam tabel sederhana seperti di bawah ini.

Contoh bisnis plan sederhana untuk mahasiswa: Pastikan untuk memasukkan Anda proposisi nilai di bagian ini – jelaskan bagaimana layanan / produk Anda menarik bagi pelanggan.

Analisis Industri

  • Di bagian ini, Anda akan ingin berbicara tentang tren lingkungan utama dalam industri Anda. Apa saja hambatan untuk masuk (misalnya, biaya produksi atau pemasaran yang tinggi, hambatan tarif, tantangan peraturan, pelatihan ekstensif)? Bagaimana kemajuan industri ini? Apa yang berubah?
  • Kemudian pikirkan tentang keunggulan kompetitif bisnis Anda. Apakah ada perusahaan lain yang menyediakan barang / jasa yang sama dengan yang akan Anda tawarkan? Jika ya, apakah pelanggan cenderung beralih ke produk / layanan Anda? Bagaimana Anda membandingkan dengan pesaing Anda?

Contoh bisnis plan sederhana untuk mahasiswa: Catat faktor kunci kesuksesan dalam industri ini, dan tunjukkan bahwa perusahaan Anda memilikinya.

Riset dan Definisi Pasar Sasaran

  • Berdasarkan riset pasar yang Anda lakukan sebelumnya, berikan penjelasan tentang pasar di mana bisnis Anda akan berada. Seberapa besar pasarnya? Seberapa cepat pertumbuhannya? Apakah produk / layanan Anda akan menjadi faktor utama di pasar?
  • Tentukan target pelanggan Anda. Siapa yang Anda harapkan untuk membeli produk / layanan Anda?
  • Anda juga harus mengidentifikasi dan menjelaskan pesaing utama Anda di bagian ini.
  • Identifikasi apa yang mendefinisikan produk / layanan Anda di pasar. Kompetensi atau penawaran khusus apa yang Anda tawarkan yang tidak ditawarkan oleh perusahaan lain?

Contoh bisnis plan sederhana untuk mahasiswa: Meskipun Anda ingin menyebutkan beberapa pesaing, pastikan fokusnya ada pada bisnis Anda dan bagaimana itu akan melayani pelanggan target Anda.

Tim Manajemen & Organisasi

  • Pembaca Anda pasti ingin tahu bahwa tim Anda memiliki keterampilan dan kualifikasi untuk menerapkan apa yang telah Anda digariskan dalam rencana bisnis. Sertakan sketsa biografi singkat tentang kepemimpinan Anda, termasuk dewan direksi (jika ada) dan penasihat eksternal tingkat tinggi yang digunakan perusahaan Anda.
  • Sertakan kredensial pendidikan mereka dan deskripsi tentang pekerjaan relevan yang telah mereka lakukan dan pencapaian yang telah mereka capai. Anda juga dapat mempersonalisasi bagian ini dengan headshots dari staf Anda untuk membantu menempelkan wajah ke nama.
  • Jika Anda memiliki struktur manajemen yang rumit, pertimbangkan untuk menyertakan bagan organisasi seperti yang ditunjukkan di bawah ini. Sesuaikan itu untuk memasukkan nama dan peran tim kepemimpinan Anda.

Tips contoh bisnis plan untuk pemula: Anda tidak perlu menyertakan deskripsi dari setiap posisi di perusahaan, cukup manajemen tingkat tinggi.

Rencana Operasi

Di bagian ini, jelaskan bagaimana Anda akan mengelola bisnis Anda dan seperti apa operasi harian nantinya. Anda harus mencakup setidaknya topik berikut, dan informasi relevan lainnya yang mungkin unik untuk industri Anda:

  • Kepegawaian – Berapa banyak karyawan yang akan Anda miliki? Dimana mereka akan ditempatkan? Keterampilan dan sertifikasi apa yang mereka butuhkan?
  • Infrastruktur – Ruang fisik seperti apa yang akan ditempati perusahaan Anda? Jelaskan lokasi bisnis Anda. Jenis teknologi apa yang Anda butuhkan?
  • Struktur Hukum – Masalah hukum penting dalam setiap industri. Jelaskan aspek unik Anda dan bagaimana Anda akan mengatasinya.
  • Regulasi – Regulasi juga memainkan peran kunci di sebagian besar bisnis. Sertakan diskusi tentang masalah regulasi yang dihadapi dalam industri Anda dan bagaimana Anda akan menanganinya.
  • Sertifikasi atau Akreditasi – Apakah perusahaan Anda memerlukan dokumentasi khusus untuk berbisnis? Jika ya, jelaskan bagaimana Anda akan memperoleh sertifikasi atau akreditasi yang disyaratkan.
  • Proses Pengiriman Produk / Layanan – Jelaskan proses bisnis Anda. Ini mungkin termasuk inventaris, rantai pasokan, dan hutang dan piutang.

Tips contoh bisnis plan jasa: Daftar ini tidak lengkap, jadi pastikan untuk menyertakan informasi yang cukup untuk membantu calon investor memahami bagaimana bisnis Anda akan beroperasi.

Strategi

Pemasaran Pemasaran sangat penting untuk keberhasilan bisnis apa pun. Berdasarkan apa yang Anda jelaskan di bagian Riset dan Definisi Pasar Sasaran, tentukan komponen strategi Anda untuk memasarkan produk / layanan Anda.

  • Jelaskan tantangan apapun, termasuk hambatan untuk memasuki pasar. Masalah potensial apa yang Anda perkirakan? Bagaimana Anda akan mengatasinya?
  • Jelaskan mengapa Anda memilih untuk menjalankan bisnis Anda di lokasi yang dipilih. Apakah ada penghematan biaya dalam memilih lokasi ini? Apakah itu membawa Anda lebih dekat ke basis pelanggan Anda?
  • Apa strategi penetapan harga Anda? Jelaskan dan berikan bukti yang jelas mengapa struktur harga yang Anda pilih akan mengarahkan pelanggan untuk membeli produk / layanan Anda dan akan, pada saat yang sama, menghasilkan keuntungan bagi bisnis dan investor Anda.
  • Jelaskan rencana Anda untuk mempromosikan bisnis, produk, atau layanan baru Anda. Apakah Anda akan menggunakan media cetak, radio, televisi, atau sosial? Apakah Anda akan menyewa manajer pemasaran?
  • Pastikan untuk menunjukkan anggaran untuk strategi pemasaran Anda dan dari mana Anda akan memperoleh pendanaan untuk aspek penting bisnis Anda ini. Anda mungkin perlu mempekerjakan konsultan atau biro iklan – pastikan untuk memasukkan biaya ini.

Tips contoh bisnis plan untuk makanan: Pertimbangkan untuk menyertakan beberapa mockup logo, kemasan, dan bahkan iklan Anda untuk memberikan pratinjau calon investor tentang materi pemasaran perusahaan Anda.

Rencana Implementasi dan Garis Waktu

Jelaskan tahapan dimana bisnis Anda akan diluncurkan. Tunjukkan fase Anda saat ini, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa produk / layanan Anda ke pasar.

Pertimbangkan untuk menyertakan garis waktu seperti di bawah ini untuk mengilustrasikan langkah-langkah dalam prosesnya. Sesuaikan dengan tanggal Anda dan langkah spesifik untuk bisnis Anda.

Tips contoh business plan mahasiswa: Meskipun bertujuan untuk menyenangkan calon investor, pastikan untuk menetapkan tenggat waktu yang wajar yang dapat Anda penuhi.

Rencana Keuangan

Beri tahu calon investor Anda jumlah dana yang telah Anda terima sejauh ini dan siapa yang menyediakannya. Berapa banyak dana lagi yang Anda butuhkan?

  • Jelaskan bagaimana Anda akan menggunakan setiap bagian dari pendanaan yang Anda minta. Investor seringkali merasa lebih nyaman jika mereka tahu persis bagaimana uang mereka akan digunakan.
  • Berikan gambaran kepada pembaca tentang proyeksi masa depan keuangan perusahaan Anda. Sertakan yang berikut ini sebagai lampiran, tetapi jelaskan di bagian ini:
  • Proyeksi arus kas – Perkiraan berapa banyak uang yang Anda harapkan untuk mengalir masuk dan keluar dari bisnis Anda.
  • Rencana kapitalisasi – Buat daftar sumber dan penggunaan modal yang akan dikumpulkan oleh bisnis Anda.
  • Analisis Impas titik- Penentuan tentang apa yang perlu Anda jual untuk menutupi biaya melakukan bisnis.

Selain hal di atas, Anda harus menyertakan laporan laba rugi dan neraca. Karena ini bisa jadi panjang dan kemungkinan besar dikembangkan di Excel atau perangkat lunak akuntansi, Anda harus merujuknya di sini dan memasukkannya ke dalam lampiran.

Anda juga ingin menjelaskan asumsi apa pun yang Anda buat yang mempengaruhi informasi keuangan Anda. Nanti Anda akan dapat menunjukkan ini untuk menjelaskan mengapa sesuatu berubah menjadi berbeda dari yang diharapkan.

Tips contoh proposal bisnis plan untuk mahasiswa: Ini adalah salah satu bagian terpenting dari proposal bisnis Anda. Jika Anda bukan seorang ahli keuangan, pastikan untuk mencari bantuan dari seseorang yang ahli.

Kesimpulan

Dalam beberapa kalimat, rangkum poin utama yang Anda ingin pembaca pahami tentang bisnis Anda. Bertujuan untuk meyakinkan mereka bahwa mereka harus berinvestasi!

Jelaskan langkah selanjutnya, dan berikan informasi kontak yang mendetail agar mereka dapat menghubungi Anda dengan mudah.

Contoh bisnis plan sederhana untuk mahasiswa: Bagian ini harus mendorong pembaca untuk bertindak. Permudah calon investor Anda dengan memasukkan di bagian ini semua informasi yang mereka butuhkan untuk melangkah maju.

Lampiran

Sertakan dokumen pendukung untuk bagian sebelumnya di sini. Anda dapat mereferensikannya dalam teks dan menggunakannya untuk memberikan detail tambahan tanpa memutus aliran teks rencana bisnis Anda.

Contoh bisnis plan sederhana untuk mahasiswa: Beberapa item yang dapat Anda masukkan adalah: materi pemasaran, peta lokasi bisnis, penelitian latar belakang, artikel yang telah ditulis tentang perusahaan, dan dokumen keuangan.

Laporan Keuangan Syariah; Sejarah, Format dan Contohnya

Entitas syariah memiliki karakter yang berbeda dengan entitas lainnya, oleh karena itu laporan keuangan syariah yang dibuat juga memiliki karakter yang berbeda. Sehubungan dengan itu, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mengeluarkan pedoman penyajian laporan keuangan untuk bank syariah tersendiri pada tahun 2007. Apa dan bagaimana isi pedoman tersebut?

Sejarah Laporan Keuangan Syariah

Pedoman khusus mengenai penyusunan laporan keuangan untuk entitas syariah ini dikeluarkan pertama kali oleh DSAK IAI (Dewan Standar Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesia), tepatnya pada 27 Juni 2007 lalu.

Kemudian pada tahun 2013 kewenangan yang sebelumnya dimiliki oleh DSAK IAI ini dialihkan kewenangan kepada Dewan Standar Akuntansi Syariah (DSAS IAI) sesuai dengan surat resmi dari Dewan Pengurus Nasional (DPN) IAI No. 0823-B/DPN/IAI/XI/2013.

Secara kronologis berikut adalah sejarah dari akuntansi syariah di Indonesia:

  • Terdapat revisi atas Pedoman Standar Akuntansi Keuangan ke-1 bagian Penyajian Laporan Keuangan, pada 16 Desember 2011;
  • Bagian penyajian laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, pada 15 Oktober 2014 dilakukan penyesuaian ulang;
  • Sebagai dampak dari adanya revisi PSAK 108 tentang Akuntansi Transaksi Keuangan Syariah, dilakukan perubahan pada lampiran bagian B yakni penyajian laporan keuangan syariah.

Format Laporan Keuangan Syariah

Berdasarkan pada PSAK 101 format laporan keuangan syariah serta beberapa unsur pokok serta ketentuan spesifik lainnya ditentukan sebagai berikut:

Berdasarkan pedoman tersebut di atas, karakteristiknya adalah sebagai berikut:

1. Penyajian Secara Wajar dan Kepatuhan Terhadap PSAK

Ini berarti bahwa seorang akuntan harus mampu menentukan dan mengimplementasikan penyajian secara wajar yang didasarkan pada kebijakan akuntansi, estimasi perubahan akuntansi, unsur kesalahan berdasarkan pada PSAK Nomor 25. Akuntansi juga harus mampu menyajikan laporan keuangan syariah yang mudah dimengerti, andal dan relevan. Selain itu, sebagai pendukung dapat ditambahkan informasi lain seperti mata uang dan sejenisnya.

2. Dasar Akrual

Karakteristik dalam entitas syariah adalah pengakuan penghasilan terhadap sesuatu yang benar-benar terjadi. Dasar akrual ini juga menunjukkan bahwa pengakuan pendapatan pada bank syariah harus benar-benar sudah diperoleh dan bukan pendapatan yang baru akan diperoleh dikemudian hari.

3. Materialitas dan Penggabungan

Artinya entitas atau perusahaan harus menyajikan secara terpisah kelompok pos-pos yang sifatnya material. Materialitas menunjukkan bahwa laporan keuangan merupakan proses yang menghasilkan informasi keuangan, informasi ini diolah dan diklasifikan berdasarkan jenis dan fungsinya. Ketika dalam proses klasifikasi ditemukan adanya pos yang tidak material, maka dalam prosesnya dapat dilakukan penggabungan dengan pos lain yang sifatnya material.

4. Saling Hapus

Maksud dari saling hapus ini adalah bahwa akuntan tidak melakukan kesalahan atau menghapus suatu akun berdasarkan pertimbangan atau logika akuntansi yang salah. Misalnya, menggunakan liabilitas untuk menghapus aset, beban dengan pendapatan. Sebagai ilustrasi, perusahaan A tidak boleh mengakui hutang sebesar 100 juta saja, ketika meminjam dari pihak lain sebesar 400 juta, meskipun pihak lain tersebut dalam kondisi berhutang kepadanya sebesar 300 juta.

5. Frekuensi Pelaporan

Artinya entitas melakukan pelaporan minimal satu tahun sekali atau secara periodik dilakukan misalnya triwulan atau 6 bulan sekali. Jika kemudian laporan keuangan dibuat melebihi periode yang seharusnya, maka akuntan harus dapat mengemukakan alasan-alasan yang logis mengapa laporan dibuat melebihi periode sebelumnya dan juga menunjukkan beberapa bukti jika laporan keuangan bersangkutan memang tidak dapat dibandingkan dengan laporan sebelumnya atau secara keseluruh.

6. Konsistensi Penyajian

Tentu konsistensi penyajian merupakan tolak ukur utama ketika akuntan membuat laporan keuangan. Ada dua kondisi yang membolehkan akuntan untuk berlaku inkonsisten yakni:

  • Setelah mempertimbangkan aturan dalam PSAK 25 ditemukan bahwa penyajian akan lebih tepat jika dilakukan dalam pos lain;
  • Diperbolehkan oleh PSAK

Format Laporan Keuangan Syariah

Adapun standar format dari laporan keuangan syariah berdasarkan PSAK 101 adalah sebagai berikut:

1. Laporan Posisi Keuangan

Laporan posisi keuangan ini sering disebut dengan neraca keuangan yakni salah satu bagian dari laporan keuangan dari entitas dalam suatu periode tertentu yang menunjukkan tingkat keseimbangan antara aktiva dan pasiva.

2. Laporan Laba Rugi

Laporan yang menunjukkan posisi atau selisih antara seluruh penghasilan perusahaan dalam periode tertentu yang dikurangi dengan beban yang dikeluarkan untuk memperoleh penghasilan tersebut.

3. Laporan Perubahan Modal

Bagian laporan keuangan yang menunjukkan nilai perubahan modal dari suatu periode ke periode selanjutnya.

4. Laporan Arus Kas

Adalah bentuk rinci dari setiap pengeluaran kas yang dilakukan oleh perusahaan dan pemasukan yang diperoleh perusahaan.

5. Catatan Atas Laporan Keuangan

Dalam laporan keuangan , akuntan juga dapat memberikan beberapa catatan mengenai laporan keuangan yang dibuatnya.

Contoh Laporan Keuangan Syariah

Agar Anda dapat dengan mudah memahami format laporan keuangan tersebut di atas, silahkan lihat contoh berikut ini:

Demikianlah ulasan mengenai laporan keuangan syariah sesuai dengan PSAK 101. Yang perlu diperhatikan bahwa laporan keuangan perbankan berbeda dengan laporan keuangan perusahaan dagang dan jasa.

Bukti Audit Pengertian, Jenis dan Contohnya

Untuk memberikan opini audit, tidak hanya dipertimbangkan berdasarkan asumsi auditor semata. Setiap pendapat haruslah didasarkan fakta dan data atau biasa disebut bukti audit.

Apa Itu Bukti Audit

Bukti Audit (Audit Evidence) merupakan segala jenis informasi relevan yang nanti akan digunakan oleh akuntan publik/konsultan hukum/auditor sebagai dasar dalam mengeluarkan opini auditnya. Bukti ini dalam laporan keuangan umumnya berbentuk nominal, dalam legal audit berbentuk dokumen hukum. Selain itu, bukti bisa juga berupa hasil observasi auditor dan hasil wawancara yang dilakukan kepada pihak terkait.

Seorang auditor pasti membutuhkan bukti audit ini sebagai dasar dalam mengeluarkan opini yang dapat dipercaya dan berkualitas. Bukti ini bisa didapatkan melalui beragam cara yakni bisa melalui inspeksi, pengamatan, meminta keterangan dari pihak terkait, dan melakukan konfirmasi atas laporan-laporan yang sebelumnya telah dikirimkan kepada auditor.

Bagaimana Cara Auditor Mengukur Kelayakan Bukti Audit?

Perusahaan umumnya selalu menyediakan bukti atas informasi yang diberikan kepada auditor. Bahkan, bukti yang dihadirkan terkadang berjumlah besar dan bertumpuk antara satu jenis bukti dengan bukti lainnya. Diantara berbagai bukti yang disediakan seringkali perusahaan menyuguhkan bukti-bukti yang sesungguhnya tidak relevan dengan maksud dilakukannya audit. Oleh karena itu, umumnya auditor akan melakukan seleksi terhadap kelayakan bukti audit ini. Adapun beberapa hal yang umumnya dijadikan dasar oleh auditor untuk mengukur kelayakan audit evidence adalah sebagai berikut:

1. Pertimbangan Profesional Auditor

Auditor wajib menguasai bidang keilmuan baik teoritis maupun praktis terhadap objek yang diaudit. Dalam audit hukum, auditor harus menguasai keilmuan bidang hukum. Demikian halnya dalam bidang audit keuangan, auditor haruslah seorang akuntan publik. Kompetensi tersebut nantinya akan digunakan oleh auditor melakukan screening secara cepat dan tepat terhadap laporan keuangan atau dokumen hukum yang disediakan oleh perusahaan. Melalui pertimbangan profesional, seorang auditor akan dengan mudah menilai mana bukti yang relevan dan bukti non-relevan.

2. Integritas Manajemen

Terkadang seorang auditor juga menilai track record dari pihak manajemen, bagaimana selama ini profil mereka, bagaimana tingkat integritas mereka. Ini juga mempengaruhi keyakinan auditor terhadap segala bukti yang diajukan.

3. Status Badan Hukum

Status badan hukum dari suatu perusahaan juga akan mempengaruhi cara penilaian bukti oleh auditor. Badan hukum perseroan terbatas tentu akan dinilai lebih detail dibandingkan dengan badan hukum CV, dan seterusnya.

4. Kondisi Keuangan

Dalam audit keuangan, financial condition menjadi faktor yang sangat menentukan apakah auditor akan menilai secara detail (satu per-satu) bukti yang disodorkan atau hanya melihat sampel saja. Semakin baik kondisi keuangan yang baik tentu buktinya berbeda dengan ketika kondisi keuangan perusahaan buruk.

Cara Mengukur Kualitas Bukti Audit

Sejauh mana bukti-bukti yang ada dapat dipercaya? Bagaimana cara mengukurnya? Untuk menjawab ini auditor harus memiliki indikator yang dijadikan olehnya sebagai dasar pertimbangan dalam mengukur tingkat kompeten dari bukti audit. Semakin kompeten bukti yang diberikan, maka semakin baik nilai dari kewajaran atas laporan keuangan yang disodorkan perusahaan. Adapun indikator-indikator tersebut adalah sebagai berikut:

1. Relevansi

Bukti audit yang diberikan haruslah relevan dengan tujuan dilaksanakannya audit. Misalnya, ketika yang ingin di audit dalam perusahaan adalah persediaan, maka bukti yang paling relevan adalah dengan cara melihat langsung stok persediaan yang ada.

2. Sumber Perolehan Bukti

Asal peroleh bukti juga menjadi dasar pertimbangan yang menentukan bagi seorang audit, informasi yang diperoleh dari pihak lain yang independen akan semakin dipercaya. Kemudian, informasi yang bersalah dari manajemen internal yang sangat transparan dengan pengelolaan yang baik, pasti dapat lebih dipercaya. Terakhir, informasi yang diperoleh auditor sendiri melalui pengamatan, inspeksi dan sejenisnya tentu lebih dapat dipercaya.

3. Ketepatan Waktu

Dalam audit keuangan ketepatan waktu atau tanggal dari bukti audit sangat menentukan tingkat validitas, terutama bila yang diaudit adalah mengenai hutang dan aktiva lancar, laporan laba rugi, surplus keuangan, dan sejenisnya. Ketepatan waktu digunakan untuk mengetahui apakah pengakuan yang dilakukan sudah tepat. Ketepatan waktu ini dalam audit hukum juga berpengaruh, ini bisa digunakan untuk menilai ketaatan perusahaan terhadap aturan hukum seperti pajak.

4. Objektivitas

Bukti yang sifatnya objektif tentu lebih baik dari bukti yang sifatnya subjektif. Bagaimana cara menentukan suatu bukti adalah objektif atau subjektif? Tentu caranya adalah dengan menentukan siapa yang menandatangani bukti dan siapa yang memberikan bukti tersebut.

Jenis Bukti Audit

Setelah mengetahui beberapa hal penting mengenai bukti dalam proses audit ini, selanjutnya penting untuk Anda mengetahui jenis-jenis dari audit evidence ini. Adapun secara detail berikut adalah uraiannya:

1. Pengujian Fisik

Bukti jenis ini adalah fakta atau informasi yang diperoleh oleh auditor dengan cara melihat secara langsung fisik dari aset perusahaan. Misalnya fisik dari persediaan yang dimiliki perusahaan. Pengujian fisik ini digunakan dalam audit hukum misalnya untuk melakukan cek kebenaran luas tanah yang tertera dalam sertifikat tanah.

2. Konfirmasi

Bukti konfirmasi ini adalah fakta yang diperoleh auditor berdasarkan pernyataan, baik bersifat langsung maupun tertulis oleh pihak ketiga yang independen. Auditor umumnya lebih memilih bukti yang sifatnya tertulis dibandingkan bukti yang sifatnya pernyataan langsung, sebab lebih mudah dianalisis.

3. Dokumentasi

Dalam memperoleh bukti yang valid, setelah melakukan pengujian fisik atau terhadap bukti barang yang sifatnya habis pakai, atau berupa kegiatan maka cara pembuktian yang paling relevan adalah dengan melakukan dokumentasi.

4. Analitis

Bukti analitis ini berkaitan dengan kompetensi keilmuan dari auditor, dalam memperoleh bukti analitis ini umumnya auditor akan membandingkan suatu objek dengan objek lainnya. Atau dalam laporan keuangan auditor tentu akan melakukan perbandingan antara neraca saldo dengan beberapa laporan keuangan lainnya seperti laba-rugi.

5. Wawancara

Wawancara ini diperlukan sebagai bukti pendukung, misalnya untuk menilai bagaimana kinerja manajemen dalam mengelola perusahaan, bukti yang paling valid antara lain adalah dengan melakukan wawancara terhadap pegawai atau organisasi dibawahnya.

6. Perhitungan Ulang

Bukti ini hanya berlaku jika yang diaudit adalah laporan keuangan. Teknik ini digunakan untuk mengukur validitas hasil perhitungan yang dilakukan klien.

7. Observasi

Meskipun hampir sama pengujian fisik, tapi prakteknya berbeda. Pengujian fisik lebih detail dari observasi, sebab dalam observasi ini hanya dilakukan pengamatan saja tanpa melakukan kontak fisik. Namun, metode ini juga bisa mendapatkan fakta lain yang lebih valid dibandingkan dengan uji fisik. Tujuannya tentu berbeda, bila uji fisik dilakukan untuk melakukan cek terhadap informasi yang dicantumkan, observasi dilakukan untuk tujuan memperoleh data diluar informasi yang disediakan.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian dari bukti audit, jenis dan beberapa contohnya. Untuk mendapatkan informasi lebih rinci mengenai tema ini, Anda bisa menyimak makalah di bawah ini.

Laporan Audit Standar; Format dan Cara Membuatnya

Laporan audit adalah media komunikasi yang digunakan oleh auditor, bersifat formal untuk mengomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan tentang kesimpulan dari pelaksanaan audit yang telah dilaksanakan. Umumnya laporan audit ini terbagi menjadi dua yakni laporan audit standar dan tidak standar. Untuk pembahasan di bawah ini akan di uraikan penjelasan mengenai laporan audit yang sifatnya standar.

Laporan audit standar

Laporan standar merupakan bentuk laporan yang lazim diterbitkan. Laporan standar merupakan laporan yang memuat pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion) yang menyatakan bahwa suatu laporan keuangan (pen-bila yang diaudit adalah laporan keuangan) menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang bersifat material, diantaranya adalah arus kas dari entitas yang ada, posisi keuangan perusahaan, hasil usaha yang diperoleh, yang dinilai berdasarkan tingkat kesesuaian nya dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Dalam laporan audit dengan opini “wajar tanpa pengecualian” baru dapat diterbitkan oleh Auditor ketika semua syarat dan kondisi terpenuhi sesuai kriteria yang ditetapkan. Selain itu, juga tidak terdapat adanya kesalahan dalam penyajian informasi dalam laporan keuangan yang berpengaruh secara signifikan. Laporan keuangan ini dinilai oleh akuntan publik berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan mengakui bahwa mereka mendapatkan untung pada tahun 2020 ini. Setelah dilakukan Audit, ternyata akuntan publik menemukan bahwa keuntungan tersebut didasarkan pada piutang yang belum dibayar. Temuan tersebut, merupakan bentuk salah saji dalam laporan keuangan yang bersifat signifikan, karena alasan tersebut maka Auditor tidak bisa menerbitkan pendapat “wajar tanpa pengecualian”.

Cara Membuat Laporan Audit Standar

Proses membuat laporan audit standar di bawah ini juga berlaku untuk laporan audit yang sifatnya menyimpang dari standar. Isinya tidak jauh berbeda dengan laporan audit lainnya. Hanya saja akan ada perbedaan pada bagian pendapat Auditor dan paragraf ruang lingkup yakni bagian kesimpulannya.  Laporan audit wajar tanpa pengecualian ini berisi:

1. Judul laporan

Dalam laporan audit, baik laporan yang bersifat standar atau tidak harus dicantumkan kata “Independen” pada bagian judulnya. Contohnya adalah kalimat berupa “laporan audit independen” atau kalimat berupa “pendapat akuntan independen”. Kata independen ini menunjukkan bahwa audit telah dilakukan secara netral, transparan, dan akuntabel atau sederhananya tidak memihak. Kata ini juga mengandung konsekuensi bahwa jika di kemudian hari ditemukan adanya keberpihakan Auditor terhadap perusahaan yang di audit, maka Auditor bersangkutan wajib bertanggungjawab.

2. Alamat Laporan Audit

Maksud dari alamat audit ini bukanlah alamat dari kantor akuntan publik. Alamat yang dimaksud adalah alamat dari kantor/institusi/perusahaan yang diaudit. Alamat ini harus mencerminkan secara spesifik entitas yang terhadapnya dilakukan audit.

3. Paragraf Pendahuluan

Paragraf pendahuluan harus memuat tiga pernyataan faktual. Tujuan dari adanya penyataan ini adalah agar pembaca laporan dapat membedakan mana tanggung jawab pihak manajemen dan tanggung jawab pihak akuntan publik sebagai auditor. Ada tiga hal yang wajib dimuat dalam paragraf pendahuluan ini, yakni:

  • Suatu pernyataan bahwa auditor telah melaksanakan audit. Pernyataan ini dapat membedakan mana proses audit, mana proses monitoring dan mana proses evaluasi saja.
  • Menyatakan jenis laporan keuangan yang diaudit, termasuk tanggal neraca serta periode akuntansi untuk laporan laba rugi dan laporan arus kas.
  • Menyatakan bahwa penyiapan serta isi laporan keuangan merupakan tanggung jawab manajemen, sedangkan tanggung jawab auditor hanyalah sebatas pada pemberian opini atas laporan keuangan tersebut.

4. Paragraf Ruang Lingkup

Dalam paragraf ruang lingkup ini harus dimuat beberapa paragraf yang menyatakan bahwa Auditor secara faktual telah melakukan hal-hal yang disebut dalam proses audit. Standarnya pernyataan faktual dalam paragraf ruang lingkup di harus dimuat beberapa hal sebagai berikut:

  • Kalimat yang menyatakan bahwa audit telah dilakukan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku secara umum.
  • Kalimat yang menyatakan bahwa program audit telah dirancang untuk mengidentifikasi hal-hal yang berkaitan dengan salah saji informasi dalam LPJ keuangan yang disediakan perusahaan.
  • Pernyataan bahwa auditor telah memperoleh “keyakinan yang sifatnya memadai”, istilah ini digunakan karena auditor hanya bisa mengidentifikasi data-data yang disajikan oleh klien saja, adapun data yang oleh klien sengaja ditutupi bukan termasuk tanggungjawab auditor. Namun, pernyataan ini juga menunjukkan konsekuensi bahwa audit yang dilaksanakan telah memiliki tingkat kepastian yang tinggi.
  • Paragraf ruang lingkup juga menyatakan bahwa atas dasar pengujian, audit meliputi pemeriksaan bukti-bukti yang mendukung jumlah dan pengungkapan laporan keuangan. Berikut adalah contoh dari paragraf ruang lingkup:

5. Paragraf Pendapat

Paragraf pendapat adalah paragraf yang berisi kesimpulan dan pernyataan pendapat akuntan publik terhadap perusahaan yang didasarkan atas hasil audit-nya. Perlu diketahui bahwa, pernyataan dalam paragraf pendapat ini tidaklah bersifat mutlak, akan tetapi pendapat yang muncul atas profesionalisme seorang auditor. Dalam paragraf terakhir ini, auditor wajib menyatakan pendapatnya mengenai hasil dari proses audit secara keseluruhan, dan juga kesimpulan berdasarkan prinsip akuntasi yang secara umum berlaku. Contoh dari paragraf pendapat adalah sebagai berikut:

6. Nama Kantor Auditor

Pada bagian ini disebut dengan jelas nama kantor auditor yang telah melaksanakan audit atas suatu perusahaan/instansi tertentu.

7. Tanda Tangan

Sebagai bentuk perkembangan teknologi, tanda tangan ini bisa dalam bentuk elektronik dan atau tanda tangan manual dengan tinta biasa.

8. Tanggal Pelaporan

Tanggal pelaporan audit adalah hari terakhir laporan dibuat.

Demikianlah format dari laporan audit yang sifatnya standar, berikutnya kita akan membahas laporan yang menyimpang serta jenis-jenisnya.