Arsip Tag: shopee

Cara Menjual Barang di Shopee Teknik Upload Produk

Temukan tips atau cara menjual barang di Shopee dengan memaksimalkan teknik upload produk Anda.

Setelah sebelumnya kita mengulas panduan atau cara menjual produk alias barang di Shopee, dalam artikel ini kita akan sedikit lebih spesifik mengulas mengenai cara upload produk di platform ini agar terlihat luar biasa dan tentu menarik minat konsumen.

Namun, sebelum kita membahas bagaimana teknik upload produk ini, mari kita ulas terlebih dahulu cara kerja dari platform Shopee. Hal ini penting, sebab ini akan menentukan laris tidaknya barang yang Anda jual.

Karakter Platform Jual Beli Online Shopee

Pada artikel sebelumnya, telah di ulas mengenai tiga kunci utama agar jualan online Anda laris. Pertama, searchability atau mudah dicari, kedua tampilan visual, ketiga adalah optimasi toko online Anda. Lihat artikel sebelumnya Cara Menjual Produk di Shopee Secara Profesional untuk penjelasan mengenai tiga kategori ini. Untuk lebih memahaminya lihat gambar di bawah ini.

Ilustrasi di atas cukup banyak merangkum bagaimana daftar produk Anda terhubung dengan bagaimana Anda akan mendapatkan penjualan – mulai dari ditemukan di hasil pencarian hingga memiliki daya tarik visual yang cukup untuk mendapatkan klik hingga menarik pengguna agar melihat Halaman Detail Produk Anda.

Jika Anda sudah Ingat maka mari mulai kita ulas tips upload produk sebagai kunci utama cara menjual barang di Shopee agar laris.

Teknik Upload Produk di Shopee Agar Terlihat Dahsyat

Cara menjual barang di Shopee yang akan dibahas kali ini adalah tentang tips mengupload produk. Ada beberapa step yang harus Anda lewati sebelum benar-benar melakukan upload produk. Anda tidak hanya menyiapkan foto kemudian mengupload dan memberikan label harga saja. Anda perlu melakukan beberapa hal sebelumnya, sebagaimana dijelaskan berikut ini:

1. Melakukan Riset Kata Kunci

Research kata kunci sangat penting bagi produk Anda, sebab ini akan menentukan akurasi sasaran konsumen Anda. Cara menjual barang di Shopee ini juga memungkinkan Anda untuk melihat istilah mana yang memiliki volume pencarian tinggi.

Memublikasikan postingan produk yang tidak dioptimalkan dengan kata kunci dapat sangat mempengaruhi kemampuan penelusuran dan visibilitas produk Anda. Artinya produk Anda tidak akan muncul di hasil pencarian item di Shopee.

Menggunakan Split Dragon Sebagai Alat Research

Split Dragon adalah salah satu alat luar biasa yang dapat Anda gunakan untuk melakukan research kata kunci Anda. Berbeda halnya dengan tool seperti Google Keyword Planner dan SEMrush, Split Dragon merupakan tool yang dapat digunakan secara khusus menargetkan kata kunci yang digunakan dalam platform eCommerce seperti Shopee dan Lazada.

Untuk melakukan research kata kunci dengan tool Split Dragon ini, Anda perlu membuat akun terlebih dahulu. Kemudian Anda dapat memiliki akun percobaan selama 7 hari. Untuk mendapatkan akses lebih Anda bisa memilih beberapa opsi berbayar.

Setelah membuat akun, login dan carilah opsi “Keyword Research” kemudian pilih “Shopee Keyword Research”. Berikutnya, masukkan kata kunci yang ingin Anda cari, misalnya kata kunci “Shampoo”.

Selanjutnya, Anda pilih opsi get keyword sebagaimana tampilan di atas. Maka dengan mudah Anda akan mendapatkan kata kunci yang Anda cari.

Secara otomatis, platform ini akan menampilkan daftar kata kunci yang sering digunakan konsumen saat mencari produk dalam platform Shopee. Daftar ini juga dilengkapi dengan angka-angka yang dapat membantu Anda menilai kata kunci mana yang terbaik untuk digunakan dalam daftar produk Anda.

  • Volume – jumlah orang yang menggunakan kata kunci ini untuk mencari item di Shopee.
  • Relevansi – ini berkaitan dengan pengukuran seberapa erat kaitan kata kunci dengan produk Anda.
  • Persaingan – pengukuran numerik dari berapa banyak daftar produk Shopee yang menyertakan kata kunci khusus ini.
  • Tren – data yang merangkum frekuensi pelanggan memasukkan kata kunci khusus ini ke dalam fitur pencarian Shopee.

Keunggulan utama dalam menggunakan teknologi Split Dragon adalah kata kunci sudah diuraikan untuk Anda. Split Dragon menyajikan kata kunci yang dimasukkan ke Shopee.

2. Memilih Nama Produk yang Menjual

Membangun kepercayaan konsumen merupakan kunci dalam penjualan online. Menariknya, dalam rangka membangun kepercayaan ini, harus Anda mulai sejak melakukan listing  dan memilih nama produk Anda.

Artinya, untuk menjadi penjual Shopee yang profesional, Anda perlu memberikan identitas yang unik pada daftar produk Anda. Pertama, Anda dapat memulainya dengan membuat nama produk yang menjual. Bagaimana merumuskan nama produk yang menarik di Shopee?

Berikut beberapa petunjuk yang perlu Anda diperhatikan:

  • Pastikan huruf pertama di setiap kata di nama produk Anda menggunakan huruf besar
  • Hanya kapitalisasi semua huruf Anda jika Anda merujuk ke merek besar seperti ASUS atau ZARA
  • Sebaiknya Anda tidak menggunakan deskripsi pada bagian nama produk ini seperti “buku paling laris” atau “item paling menarik”
  • Jangan gunakan kata-kata yang tidak relevan dengan produk
  • Jangan gunakan hashtag atau simbol emoji

Standar Nama Produk di Shopee

Anda tidak hanya membutuhkan nama produk Anda agar terdengar profesional, tetapi Anda juga perlu memastikan bahwa semua informasi penting yang ingin diketahui pelanggan ada terkandung di nama produk Anda.

Jika Anda memiliki halaman produk untuk item yang memiliki ukuran tertentu, rumus terbaik untuk digunakan adalah:

Nama Merek + Model Produk + Spesifikasi + Ukuran + Kata Kunci untuk SEO

Namun, jika Anda ternyata menjual produk yang memiliki beberapa jenis ukuran. Sebaiknya, Anda dapat membuat daftar produk Anda dengan beberapa variasi ukuran.

Bagaimana jika produk tersebut tidak memiliki merek? Jika demikian, Anda dapat menggunakan format nama produk berikut:

  • Jenis Kelamin + Spesifikasi + Produk + Kata Kunci untuk SEO
  • Usia + Spesifikasi + Produk + Kata Kunci untuk SEO
  • Usia + Jenis Kelamin + Spesifikasi + Produk + Kata Kunci untuk SEO
  • Spesifikasi + Produk + Kata Kunci untuk SEO

Hanya yang disebutkan di atas yang harus ditambahkan pada nama produk Anda. Berhati-hatilah dalam menggunakan variasi nama produk Anda.

Satu-satunya tempat variasi yang harus Anda sertakan adalah di bagian variasi produk Anda. Jika tidak, Anda membuang-buang panjang karakter berharga yang dapat digunakan untuk SEO.

3. Pilih Kategori yang Sesuai Untuk Produk Anda

Ingat bahwa konsumen tidak hanya mencari produk berdasarkan kata kunci semata, sebagian konsumen mencari produk dengan menelusuri kategori dari produk. Perlu Anda ketahui bahwa kisaran 25% pengunjung di Shopee mencari produk berdasarkan kategori atau gambar dari produk.

Oleh karena itu, penting untuk mempublikasikan produk Anda pada kategori yang paling sesuai.

Ini memungkinkan pembeli menemukan produk Anda dengan mudah saat mereka melihat kategori tertentu.

Untuk melakukan konfigurasi kategori produk bukalah akun Penjual Anda. Kemudian carilah opsi Produk Saya. Sekarang, arahkan pointer Anda pada alat Batch lalu pilih Unggah Massal. Pilih list kategori yang tersedia. Anda sekarang dapat melihat daftar lengkap kategori Shopee. Dengan mengetikkan produk Anda di kotak pencarian, Anda akan dapat meneliti kategori apa dari barang tersebut.

Berikut adalah beberapa level kategori di Shopee:

Tingkat pertama adalah kategori utama. Sebagai kategori utama, penting untuk mencerminkan fungsi spesifik produk. Kategori tingkat kedua dan ketiga berkaitan dengan deskripsi produk Anda yang lebih luas.

Berikut adalah contoh dari setiap level kategori:

  • L1 Kategori: Tas & Koper
  • Kategori L2: Ransel
  • Kategori L3: Ransel Kasual

Jika produk Anda spesifik gender, pastikan untuk mempertimbangkannya saat memilih untuk mempublikasikan produk di bawah kategori.

Misalnya, jika Anda menjual sepatu olahraga untuk wanita, maka kategori utama ialah Sepatu Wanita. Selanjutnya, Anda kemudian dapat menentukan kategori tingkat kedua yakni Sepatu Lari. Sedangkan untuk kategori level ketiga, Anda bisa menandainya di bawah alas kaki.

Perhatikan bahwa jika kategori utama sudah menjelaskan jenis kelamin atau kelompok usia tertentu dari produk tersebut, maka tidak perlu lagi menggunakan Jenis Kelamin + Spesifikasi + Produk / Usia + Spesifikasi + Produk / Usia + Jenis Kelamin + Spesifikasi + Format nama produk.

4. Pastikan Semua Atribut Produk Terisi

Atribut produk berkaitan dengan detail atau karakteristik yang menggambarkan produk Anda. Dengan memasukkan atribut produk yang akurat dan tepat, Anda tidak hanya akan meningkatkan keterpaparan produk dan kemudahan pencarian, tetapi Anda juga akan membantu pelanggan mendapatkan gambaran yang jelas tentang bahan pembuatan produk Anda.

Jika Anda tidak mengisi atribut produk dengan konten, Anda tidak akan pernah muncul dalam hasil filter atribut dan kehilangan semua potensi lalu lintas dan pendapatan tersebut.

5. Membuat Deskripsi Produk yang Menjual

Gunakan opsi deskripsi produk untuk mendeskripsikan produk Anda lebih lanjut sehingga Anda tidak meninggalkan keraguan dalam benak pelanggan tentang nilai produk Anda.

Tulis tentang manfaat produk Anda untuk meningkatkan tingkat ketertarikan konsumen.

Anda juga harus memasukkan value added Anda sebagai penjual dan komitmen layanan pelanggan untuk meningkatkan tingkat konversi.

Gunakan fitur produk Anda secara komprehensif untuk meningkatkan tingkat konversi.

6. Gunakan Gambar yang Menjual

Karena pembeli online tidak dapat merasakan produk secara real, sebagian besar akan mengandalkan gambar produk untuk memberikan visualisasi tentang seberapa bagus produk tersebut. Karena itu, sebelum meluncurkan produk Anda, pastikan Anda memiliki dua hingga empat gambar yang dapat memikat pelanggan. Anda dapat mengunggah hingga sembilan gambar per produk.

Jika Anda membuat gambar produk sendiri, berikut beberapa tips tentang cara membuat gambar yang menarik perhatian pembeli:

Gunakan kamera ponsel atau kamera DSLR berkualitas tinggi

Kamera berkualitas tinggi adalah investasi besar dalam penjualan online. Tanpa visual yang menarik, akan sulit untuk meyakinkan orang bahwa produk Anda layak untuk dibeli.

Jika Anda tidak mampu membeli kamera mahal saat ini, Anda selalu dapat menggunakan kreativitas untuk menyempurnakan gambar selama Anda menggunakan ponsel kamera yang dapat mengambil gambar yang layak.

Bidik Gambar dari Berbagai Sudut

Aturan praktis dalam fotografi adalah tidak puas dengan beberapa bidikan gambar. Anda harus memotret sebanyak yang Anda bisa. Coba sudut dan ketinggian yang berbeda dan tunjukkan semua sisi produk, baik yang diperbesar maupun diperkecil.

Dan setelah Anda selesai, Anda dapat memindahkan foto Anda ke laptop atau komputer di mana Anda dapat memeriksa gambar Anda dan menemukan mana yang terbaik. Ini adalah cara yang jauh lebih baik untuk menilai kualitas gambar Anda dibandingkan dengan hanya meninjau gambar Anda dari pratinjau kamera Anda.

Gunakan Aplikasi Editing Foto

Beberapa orang lebih suka mengambil beberapa foto dan kemudian melakukan editing menggunakan PhotoShop.

Meskipun keterampilan mengedit foto sangat penting agar gambar produk Anda dapat memberikan pengaruh yang paling besar bagi pelanggan Anda, pengeditan foto hanya bisa sejauh ini.

Memiliki pola pikir “bidik untuk diedit” berarti mengambil foto yang sudah terlihat cukup baik tanpa pengeditan ekstensif. Melakukan hal ini akan memberi Anda hasil yang luar biasa.

Gunakan Gambar Kreatif

Gambar kreatif berkaitan dengan menambahkan teks ke gambar Anda untuk menunjukkan fitur dan kemampuan produk yang tidak langsung terlihat. Perhatikan bahwa citra kreatif hanya boleh diterapkan pada gambar produk sekunder Anda. Yang utama harus tetap bersih dan diambil dengan latar belakang dan properti terbaik.

Berikut beberapa tip untuk pencitraan kreatif:

  • Hanya gunakan gaya teks dan font yang sederhana dan enak dilihat
  • Pastikan teks tidak menutupi atau tumpang tindih dengan gambar
  • Tambahkan bagan atau infografis yang menarik di dalam gambar yang menampilkan informasi produk

Bersikaplah pilih-pilih dalam memilih gambar untuk pencitraan kreatif. Gunakan teknik ini hanya untuk gambar produk yang tidak cukup jelas

Gunakan Gambar Lifestyle

Gambar lifestyle adalah penggunaan latar belakang, alat peraga, dan model yang memungkinkan pelanggan untuk memvisualisasikan produk.

Pada gambar produk kopi ini terlihat kurang menarik, tidak menggugah selera. Gambar lifestyle lebih terlihat menarik. Sebagai contoh perhatikan gambar berikut:

Bandingkan perbandingan contoh Gambar Lifestyle dan non-Lifestyle di atas. Berikut beberapa tip untuk Gambar Lifestyle:

  • Tunjukkan item yang ada di dalam paket produk
  • Tekankan pada gambar, manfaat produk bagi pelanggan
  • Perhatikan latar belakang yang Anda gunakan untuk gambar. Latar belakang perlu mencerminkan sifat produk itu sendiri

Satu tip lagi: Jika ternyata Anda tidak yakin dapat mengambil foto yang baik untuk produk Anda, maka dengan mudah Anda dapat mencari foto produk di website penyedia foto baik versi berbayar atau gratis.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai cara menjual barang di Shopee, dengan spesifikasi tips mengunggah produk di toko online Anda. Selamat mencoba.

Cara Menjual Produk di Shopee Secara Profesional

Menjual produk di Shopee merupakan cara atau alternatif paling menjanjikan bagi mereka yang kesulitan modal dalam membuka usaha secara offline. Bisnis pemula dengan modal kurang dari 1 juta pun dapat memulai usaha dan membuka toko di Shopee tanpa syarat yang muluk-muluk.

Hanya saja, tantangan sesungguhnya bagi para penjual Online bukanlah bagaimana membuka toko dan atau mem-posting produk. Dengan syarat yang begitu mudah dan mekanisme yang tidak rumit, sudah jelas persaingan dengan toko Online sejenis merupakan tantangan utama bisnis ini.

Sebagai penjual Shopee baik yang sudah Pro atau masih pemula, apa selama ini langkah yang Anda tempuh? Meningkatkan iklan kah? Atau membuat sarana promo/diskon? Cara ini mungkin akan efektif untuk beberapa waktu, namun bagaimana jika pesaing Anda juga melakukan hal yang sama?

Di sinilah kemudian penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa tips yang dibahas di artikel ini. Langsung saja mari kita ulas bersama:

6 Tips Menjual Produk di Shopee

Tips ini setidaknya akan membantu Anda untuk mendapatkan ide cemerlang bagaimana mengembangkan toko Online Anda. Berikut adalah penjelasannya:

1. Buatlah Listing Produk yang Menakjubkan

Sudah bukan hal asing lagi, di Shopee ada banyak sekali produk sejenis dengan produk yang Anda jual. Tidak hanya ratusan, bahkan ribuan produk yang sama dengan miliki Anda sudah terlebih dahulu ada di list Platform ini. Pertanyaannya kemudian? Apa daya tawar Anda? Satu-satunya pilihan yang mungkin adalah “membuat listing produk”, list ini harus menjual dan memiliki daya tarik yang luar biasa. Jika tidak, maka jangan harap produk Anda dilihat oleh calon konsumen. Lalu bagaimana caranya membuat list yang baik? Setidaknya penuhi beberapa standar berikut ini:

A. Produk Harus Mudah Ditemukan

Istilah yang tepat dalam hal ini sebenarnya adalah searchability dari produk Anda. Hal ini berkaitan dengan nama produk yang Anda upload di toko Anda. Sederhananya, nama produk harus mudah ditemukan oleh siapa pun. Sebagai contoh, Anda memiliki produk tas dengan kelebihan “dapat mengisi baterai pada smartphone”. Kemudian Anda memberikan nama dengan “tas charge otomatis”, pertanyaannya apakah nama produk tersebut adalah yang sering diketik oleh konsumen pada kolom pencarian atau tidak? Jika bukan, sebaik apapun produk Anda, semurah apapun, jika konsumen pun tidak pernah melihatnya, bagaimana produk bisa laku? Intinya, nama produk harus mencerminkan apa yang sering dicari konsumen, produk Anda setidaknya harus muncul di 10 urutan teratas.

B. Lakukan Optimasi Produk Berdasarkan Karakter Pelanggan Online

Aspek penting lainnya yang harus dipertimbangkan adalah pengoptimalan tingkat konversi. Hal yang hebat tentang e-Commerce adalah memungkinkan siapa saja untuk memulai bisnis tanpa harus menggunakan modal yang besar. Sisi negatifnya adalah di e-Commerce, Anda tidak memiliki banyak cara untuk meyakinkan pengguna untuk membeli produk. Anda hanya dapat menggunakan gambar produk dan teknik copywriting saja. Lalu bagaimana cara melakukan optimasi produk ini, simak ilustrasi berikut ini:

1. Karakter Konsumen Offline

Katakanlah ada seorang pelanggan sedang berada di Mall dan ingin membeli Syal Kasmir. Pelanggan berjalan ke tempat syal yang Anda pajang. Pada awalnya, dia ragu-ragu karena harga dari produk Anda, akan tetapi ia tetap memutuskan untuk merasakan bahannya sebelum meninggalkan toko. Setelah menyaksikan keunikan bahan yang digunakan pada produk tersebut, ia memutuskan untuk untuk membeli barang tersebut, lantaran secara fisik dapat merasakan perbedaan dari bahan yang digunakan.

Dalam ilustrasi ini, bukan berarti bahwa harga tidak berpengaruh. Harga tetap merupakan faktor yang sangat besar bagi pelanggan saat memutuskan untuk membeli suatu barang atau tidak. Namun, dalam toko offline begitu pelanggan melihat bahwa harga tersebut realistis (karena kualitas produk atau fitur tambahan). Trik ini dengan memajang produk yang berkualitas ini mungkin akan efektif di Mall. Akan tetapi, bagaimana dengan toko Online?

Sebagai penjual Shopee, Anda perlu memastikan bahwa Anda memiliki daftar produk yang bagus (baik itu terkait biaya, kualitas, atau persaingan). Dan ini sudah hal yang mutlak. Namun, untuk memenuhi kriteria tersebut Anda harus tahu terlebih dahulu karakter pembeli Anda.

2. Karakter Konsumen Online

Berkaitan dengan itu, katakanlah pelanggan yang sama ingin mencari syal hangat sebagai persiapan menghadapi musim dingin. Namun, kali ini dia memutuskan untuk membuka aplikasi Shopee-nya dan melihat apa yang bisa ditemukan.

Setelah mencari daftar produk di Shopee, syal Kasmir yang Anda pajang adalah yang menarik minatnya. Akan tetap, ketika dia melihat secara detail produk Anda, konsumen kemudian tidak yakin apakah syal Anda adalah yang memenuhi kebutuhannya saat ini. Sebab, yang konsumen cari adalah produk Syal dengan kualitas baik dan lembut.

Selanjutnya, ia melihat deskripsi dari produk Anda untuk melihat lebih rinci produk yang bagaimana yang Anda tawarkan. Ia kemudian memperbesar gambar produk Anda, sayangnya konsumen tidak mendapatkan detail dari gambar tersebut. Tetapi gambar Anda tidak menunjukkan detail yang dia inginkan dan tidak menyampaikan nilai spesifik produk Anda dengan cukup baik untuk membuatnya tertarik.

Selanjutnya, ia beralih ke produk lain yang sejenis. Ternyata, penjual Shopee lainnya menggambarkan Syal nya sebagai “sesuatu yang bagus untuk musim dingin, lembut digunakan dan gambaran menarik lainnya” sedangkan Anda hanya menggambarkan produk Anda sebagai bahan yang terbuat dari Kasmir.

Masalahnya, sebagai penjual Shopee, tentu Anda sudah tahu untuk apa Syal Kasmir tersebut. Namun, berbeda halnya dengan pembeli, meskipun beberapa konsumen mengetahui hal ini, akan tetap banyak calon pelanggan lain yang tidak tahu kegunaannya.

Jika situasi ini terjadi di mal atau lokasi fisik lainnya, pelanggan akan mengetahui bahwa kualitas sebenarnya dari syal Anda. Dia akan dapat menilai secara fisik dan merasakan produknya. Namun, karena transaksinya dilakukan secara Online, dia tidak memiliki dasar lain selain konten daftar produk Anda sendiri.

Kesimpulan

Oleh karena itu, penting untuk me-listing produk Anda secara maksimal. Ketahui bahwa di Platform ini yang Anda jual adalah gambar dan teks. Ini menjadi poin penting yang harus Anda penuhi dari cara menjual produk di Shopee sebelum kita berlanjut ke tahap berikutnya.

Sebagai tambahan, jika Anda ingin tips lengkap membuat daftar produk di Toko Online berikut ulasannya Cara Menjual Barang di Shopee Teknik Upload Produk

2. Gunakan Alat Promo Secara Efektif

Sebagai Platform e-Commerce terbaik sudah jelas jika Shopee telah menyediakan alat/tool iklan sebagai fasilitas untuk para penjual. Hanya saja, Anda harus mengetahui cara menggunakannya secara efektif. Jika tidak semua tool tersebut tidak ada gunanya. Bila Anda masih belum mengenal apa saja tool tersebut, mari kita bahas satu persatu di bawah ini.

A. Shopee My Ads

Shopee My Ads merupakan salah satu tool yang cukup power full untuk digunakan sebagai sarana promosi Anda. Tool ini dilengkapi dengan mesin pencari kata kunci yang diperlukan untuk membantu penjual melakukan penelitian kata kunci dengan cara yang paling mudah dan mulus.

Dengan fitur kata kunci ini, penjual akan sangat terbantu lantaran memungkinkan mereka untuk lebih efektif dalam menargetkan pembeli potensial. Tanpa pemilihan kata kunci yang tepat di iklan Anda, Anda tidak akan dapat mengubah upaya pemasaran Anda menjadi pertumbuhan penjualan ROI yang positif.

Selain itu, Shopee My Ads juga merupakan fitur yang sangat mudah di konfigurasi. Anda bisa melihat ulasan sebelumnya mengenai Panduan menggunakan Shopee My Ads.

B. Add-On Deals

Add-On Deals merupakan fitur yang memungkinkan Anda memberikan penawaran tambahan bagi konsumen Anda. Fungsi lainnya dari fitur ini adalah untuk meningkatkan tanggapan positif mengenai produk dan sekaligus toko Online Anda.

Alat ini memungkinkan Anda mendorong pembeli untuk membeli barang lain yang melengkapi produk yang mereka incar.

Berikut beberapa contoh item tambahan pelengkap:

  • Sikat Gigi + Pasta Gigi
  • Sepatu + Kaus Kaki
  • Ponsel cerdas + casing ponsel
  • Bedak Rias + Kuas

Dalam teknik ini, intinya adalah jika konsumen Anda membeli produk plus pelengkapnya mereka akan mendapat diskon sebagai alat menarik minat mereka.

C. Bundle-Deals

Bundle Deals adalah cara untuk mendorong pembeli, agar tertarik membeli lebih banyak produk Anda melalui diskon. Apa sesungguhnya perbedaan cara ini dengan cara sebelumnya? Pada teknik ini, konsumen hanya akan mendapatkan harga diskon lebih murah jika memenuhi syarat bundel yang telah Anda tetapkan.

Misalnya, jika penjual membuat kesepakatan bundel “Beli 3 dapatkan 10% off”, pembeli hanya akan memenuhi syarat untuk mendapatkan diskon jika dia membeli ketiga item tersebut.

Teknik semacam ini paling efektif selama musim liburan dan dalam rangka launching toko, sebab ini adalah waktu ketika pelanggan bersemangat untuk membeli. Banyak pembeli dan penjual menggunakan penawaran tambahan selama launching. Untuk membuat bundle deals di Shopee terapkan cara berikut:

  • Buka Akun Shopee Seller Anda
  • Buka opsi Marketing Center
  • Pilih Bundle Deal dan kemudian klik
  • Selanjutnya, pilih Buat Bundel baru

Jika sudah, maka langkah selanjutnya buat nama untuk Bundel Anda. Tunjukkan jangka waktu yang Anda inginkan untuk menjalankan Bundel.

Anda dapat membuat diskon per persentase atau jumlah mata uang yang sebenarnya. Harga paket khusus memungkinkan Anda menawarkan diskon jika pembeli membeli sejumlah item tertentu misalnya (Beli 5 item dengan harga khusus $70)

  • Jangan lupa untuk menunjukkan batas pembelian untuk transaksi.
  • Berikutnya tambahkan produk untuk promosi ini.
  • Gunakan fitur pilih produk untuk meng konfirmasi produk mana yang akan menjadi bagian dari bundel. Klik Konfirmasi setelah selesai.
  • Setelah itu, Klik tombol di sisi kanan setiap produk untuk mengaktifkan item. Setelah mengkatifkan produk, Anda tidak dapat mengubah kurir pengiriman. Jika tidak, pembeli tidak akan bisa memesannya.
  • Jika selesai, fitur Bundel Anda akan muncul di bawah tab di dasbor Bundel Anda.

D. Promosi dengan Diskon

Selain dua cara di atas, Anda juga bisa meningkatkan optimasi toko dengan memberikan diskon kepada calon konsumen. Hebatnya, Shopee juga telah menyediakan fitur semacam ini bagi para Seller. Untuk melakukan hal ini, Anda bisa menerapkan cara berikut:

  • Pergi ke Marketing Center di Shopee
  • Pilih menu Discount Promotions
  • Masukkan nama promosi Anda. Tunjukkan jangka waktu kapan Anda ingin menjalankan promo ini. Berhati-hatilah dengan selang waktu yang diperlukan untuk waktu mulai dan waktu berakhir. Klik Simpan & Lanjutkan.
  • Pilih dan masukan beberapa produk yang ingin Anda diskon.
  • Jika Anda berencana untuk menerapkan hanya satu diskon untuk semua produk, cara paling efisien yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan pengaturan batch untuk mengatur diskon. Untuk melakukan itu, cukup masukkan persentase diskon yang Anda pikirkan. Tunjukkan batas pembelian untuk setiap pelanggan. Klik Perbarui Semua Produk.
  • Pengaturan batch terletak di atas jendela.
  • Namun, jika ingin menetapkan berbagai diskon, Anda bisa menentukan diskon satu per satu per produk.

Demikianlah penjelasan mengenai mengatur diskon untuk produk Anda. Jika semua tahap telah Anda pastikan benar, maka kemudian klik selesai dan sebarkan informasi Anda.

Masih ada beberapa tool lain yang dapat Anda maksimalkan sebagai sarana promo di Shopee baik yang disediakan oleh Platform ini atau bukan. Mari kita lihat penjelasannya pada ulasan di bawah.

3. Off-Site Marketing

Sebagaimana paparan cara menjual produk di Shopee sebelumnya dijelaskan bahwa konsumen Anda adalah pembeli Online. Anda harus menekankan bahwa pembeli Online tidak hanya berasal dari Shopee. Oleh karena itu, Anda bisa memanfaatkan media selain Shopee untuk meningkatkan penjualan. Apa saja media tersebut? Berikut detail nya:

A. Facebook Page

Sarana lain yang dapat Anda gunakan untuk mengiklankan toko Online Anda adalah dengan menggunakan Facebook Page. Untuk dapat melakukan promosi Anda terlebih dahulu harus membuat akun Facebook Business. Kemudian membuat Facebook Page dan melakukan optimasi mulai dari membuat listing produk dan seterusnya. Selain itu, Anda juga dapat mengaturnya dengan mudah di Smartphone dengan mengunduh aplikasi Facebook Business Suite. Lebih jelas bagaimana melakukan pemasaran menggunakan Facebook Page simak artikel saya tentang Cara Membuat Facebook Bisnis dan Mengelolanya

B. Instagram Marketing

Selain Facebook, alat lain yang dapat Anda gunakan untuk memasarkan produk Online Anda adalah dengan menggunakan media Instagram. Perlu Anda ketahui bahwa kunci sukses pemasaran via Instagram adalah dengan membuat foto dan pesan hebat yang mendorong keterlibatan, like, dan bahkan membagikan foto Andai. Anda tidak hanya akan menarik lebih banyak perhatian untuk produk Anda, tetapi Anda juga akan memiliki akses ke data yang dapat membantu Anda meningkatkan pemasaran Anda secara keseluruhan (melalui strategi pemasaran ulang). Pastikan Anda untuk membuat akun se-profesional mungkin dengan profil pribadi.

Akun Instagram bisnis hadir dengan alat gratis seperti Instagram Insight yang merupakan alat yang memungkinkan Anda melihat data keterlibatan, tayangan, dan banyak lagi.

Setelah Anda mencapai setidaknya 100 pengikut di Instagram, Anda akan dapat mengetahui rincian demografi pengikut Anda. Dengan melakukannya, Anda dapat menilai kepribadian dan minat persona pembeli Anda dan dengan demikian meningkatkan pemasaran Anda secara keseluruhan.

C. Google Ads

Google Ads berkaitan dengan item iklan yang biasanya Anda lihat di Search Engine Results Pages (SERPs) saat Anda mencari kata kunci di Google.

Shopee memiliki perangkat lunak terintegrasi (Shopee My Ads) yang dapat membantu penjual meningkatkan visibilitas dan penjualan. Satu-satunya perbedaan antara keduanya adalah ini:

  • Shopee Iklan Saya: Meningkatkan visibilitas dalam aplikasi dan situs web Shopee
  • Google Ads: Mendorong lalu lintas dan visibilitas di seluruh internet

Dalam hal ini, Google Ads memungkinkan Anda menjangkau kelompok orang yang lebih luas dan lebih luas dan memberitahu mereka tentang daftar produk Shopee Anda.

Selain tiga media yang disebutkan di atas tentu masih terdapat beberapa metode untuk mengiklankan produk Anda. Seperti, Video Ads, Remarketing Ads dan sejenisnya. Saat ini media iklan Online berkembang pesat, Anda dengan mudah dapat mencari informasinya di manapun.

4. Gunakan Smart Automations

Agar sukses menjalankan bisnis Shopee Anda, fokus pada hal-hal penting yang dapat memberikan nilai dan meningkatkan mutu bisnis Anda.

Ini bisa menjadi tantangan yang cukup sulit untuk dicapai jika Anda mengelola setiap departemen bisnis Online Anda sendiri atau dengan tim kecil. Dari listing produk, SEO, iklan berbayar, layanan pelanggan hingga pergudangan, pemenuhan pesanan, dan manajemen pengembalian – itu membutuhkan banyak pekerjaan!

Rekomendasi kami adalah agar Anda menggunakan otomatisasi dan smart outsourcing jika memungkinkan

Banyak tugas yang Anda lakukan setiap hari mungkin kecil, tetapi menghabiskan banyak waktu. Dengan mendelegasikan tugas-tugas tertentu ke perangkat lunak otomatisasi, Anda akan dapat lebih memfokuskan waktu Anda pada tantangan paling kritis untuk pertumbuhan bisnis Anda. Untuk mempermudah proses dan cara menjual produk di Shopee, maka gunakanlah software atau aplikasi smart automations. Sebagai contoh adalah beberapa aplikasi berikut ini:

A. Webchat Shopee

Webchat Shopee adalah fitur perpesanan terintegrasi dalam Platform Shopee. Ini adalah sarana bagi penjual dan pembeli untuk mengkomunikasikan pembaruan dan klarifikasi tentang transaksi mereka.

Fitur webchat ini dapat digunakan untuk melakukan otomatisasi terhadap beberapa hal, sehingga dapat membantu melakukan tugas-tugas kecil secara efisien.

B. Balas Otomatis

Sebagai Penjual Shopee Anda akan menerima banyak pertanyaan tentang produk Anda. Menjawab pertanyaan tersebut satu per satu bisa melelahkan dan kurang produktif.

Cara yang dapat Anda terapkan agar lebih efisien adalah dengan menggunakan fitur auto reply (balasan otomatis) Shopee yakni menulis balasan siap pakai untuk menjawab pertanyaan paling umum pelanggan Anda.

5. Mengoptimalkan Kampanye Besar dan Peluncuran Produk

Energi pemasaran yang sangat besar dibutuhkan agar Anda memenuhi standar dan ekspektasi yang tinggi selama kampanye besar. Kampanye normal menghasilkan sekitar 10-20 x pendapatan penjualan dibandingkan dengan hari biasa dalam kehidupan penjual Shopee, jadi sangat penting untuk memastikan Anda dioptimalkan dengan baik sebelum rencana dan berjalan lancar selama itu.

Penawaran diskon mungkin memberi Anda beberapa pembelian dalam waktu seminggu atau sebulan, tetapi membuat kombinasi yang kuat dari berbagai kampanye pemasaran akan memberi Anda hadiah besar di akhir periode.

Berikut adalah kampanye dan penawaran Shopee yang dapat Anda buat:

  • Promo Diskon
  • Penawaran Add-On
  • Promosi Biaya Pengiriman
  • Penawaran Bundle

Sekali lagi, Anda harus berpikir secara strategis. Promo diskon pasti akan menarik perhatian banyak pembeli.

Tetapi akan selalu ada produk yang jauh lebih diminati daripada yang lain. Untuk menyamakan pesanan per produk, Anda dapat memanfaatkan Penawaran Add-On dan Penawaran Bundel. Ini adalah kampanye yang mendorong pembeli untuk membeli produk lain yang melengkapi produk utama yang mereka minati. Sebagai gantinya, mereka akan menerima diskon. Promosi biaya ongkir juga merupakan salah satu teknik efektif yang dapat menarik minat konsumen Anda.

Menggunakan semua promo ini bersama-sama akan menciptakan mekanisme dorongan yang kuat bagi pelanggan Anda.

6. Mengatur Penyimpanan Barang dan Pengepakan Produk Secara Efisien

Cara menjual Produk di Shopee yang terakhir adalah dengan manajemen pergudangan yang baik. Maksud dari poin ini adalah bahwa Anda harus memiliki data barang, lokasi penyimpanan hingga teknik pengiriman yang benar-benar efisien.  Untuk manajemen pendataan barang Anda bisa memanfaatkan penyedia perangkat lunak ERP yang menangani daftar silang, pengelolaan pesanan, dan pengelolaan inventaris Anda.

Selanjutnya, berkaitan dengan penyimpanan barang Anda. Selain itu Anda harus memiliki pedoman yang jelas mengenai bagaimana mengatur operasi pergudangan, bagaimana Anda mendistribusikan produk Anda ke berbagai lokasi gudang. Dengan cara ini, mengirimkan produk Anda ke lokasi terpisah akan jauh lebih mudah dan lebih cepat.

Bagaimanapun, jika bisnis Shopee Anda baru saja dimulai dan belum berkembang, sebaiknya Anda membangun gudang sederhana di mana Anda dapat dengan mudah bolak-balik mengelola dan memenuhi pesanan.

Untuk penjual skala kecil, direkomendasikan bagi Anda untuk membangun ruang gudang di dalam rumah, tetapi lokasi terdekat juga dapat digunakan.

Apa pun lokasi yang Anda pilih, Anda perlu memastikan bahwa gudang Anda dapat memenuhi arus barang yang terstandarisasi.

Gudang harus cukup luas untuk menampung kegiatan / area berikut:

  • Menerima
  • Penyimpanan
  • Pemetikan
  • Pengepakan dan Pengiriman
  • Area bebas

Demikianlah 6 cara menjual Produk di Shopee secara Profesional, ulasan di atas tentu belum menyeluruh dan detail. Namun, gambaran di atas setidaknya dapat meningkatkan wawasan bagi Anda bagaimana menjadi penjual profesional di Shopee.

Cara Jualan di Bukalapak Sampai Mahir

Cara jualan di Bukalapak sebenarnya tidak jauh berbeda dengan jualan di toko online lainnya. Namun, untuk menjadi mahir Anda perlu melihat ulasan ini!

Bagi Anda yang kini mulai berminat untuk merambah dunia jual beli online, Bukalapak merupakan salah satu platform yang cukup menjanjikan untuk Anda jajaki. Berjualan di Bukalapak menurut keterangan beberapa seller mampu meningkatkan omset mereka hingga lebih dari 50%.

Namun semua hasil tentu tidak ada yang bersifat instan, selain diperlukan cara jualan di Bukalapak dengan benar. Sebagai penjual pemula, Anda juga harus mengetahui tips dan trik berjualan di platform ini. Untuk tujuan itulah artikel ini dibuat, sehingga Anda tidak saja bisa mengetahui cara membuka toko di Bukalapak melainkan juga mampu menguasai teknik berjualan hingga mahir. Baik, mari langsung kita lihat uraian di bawah ini.

Buat Akun Bukalapak

Langkah pertama yang harus Anda tempuh adalah membuka toko di platform ini terlebih dahulu. Adapun caranya adalah sebagai berikut:

  • Buka situs utama dari Bukalapak dengan alamat berikut https://www.bukalapak.com/
  • Setelah itu carilah menu/opsi “DAFTAR”, yang terletak di sisi kanan atas.

  • Seperti biasa, Anda akan diarahkan ke halaman “Form” pendaftaran, isikan data diri Anda sesuai KTP.
  • Namun, selain mengisi form, Anda juga bisa memilih menu pendaftaran dengan menggunakan akun Google atau Facebook.

  • Jika Anda memilih akun google Anda akan diarahkan ke halaman yang mengharuskan Anda login dengan akun email Anda. Login seperti biasa.
  • Kemudian Anda akan dialihkan ke halaman isian password, sebagai berikut:

  • Isikan password Anda, setelah itu pilih opsi daftar berwarna merah. Pastikan kolom username benar-benar tersedia. Setelah itu Anda akan langsung dialihkan ke halaman lain dalam keadaan login.

  • Pastikan Anda terlebih dahulu membuka email dan melakukan konfirmasi email Anda.

Buat Toko Online Bukalapak

Setelah Anda melihat tampilan di atas, klik gambar avatar/icon boneka di atas yang merupakan profil Anda. Anda akan ditampilkan beberapa opsi, salah satunya adalah “Lapak Saya”. Pilih opsi tersebut.

Selanjutnya, Anda akan diarahkan ke laman seller Bukalapak. Yang perlu Anda perhatikan berkaitan dengan profil lapak Anda adalah nomor HP dan alamat yang benar.

Selain itu, Anda juga harus menentukan nama spesifik dari toko Anda. Pilih kategori produk Anda dan terakhir upload foto produk yang benar-benar mampu menarik minat pembeli.

Cara Jualan di Bukalapak Hingga Mahir

Jual beli online sangat berbeda dengan jual beli secara biasa. Demikian halnya ketika Anda memutuskan berjualan di Bukalapak diperlukan teknik yang tepat dan trik jitu agar jualan Anda laris. Tanpa melakukannya jualan di Bukalapak tidak laku.

Agar sukses jualan di Bukalapak Anda harus tahu dan menerapkan tips berjualan di Bukalapak agar cepat laku yang diuraikan di bawah ini. Untuk itu, perhatikan dan kemudian terapkan trik ini semaksimal mungkin. Apa saja? Berikut adalah uraiannya:

Foto yang Jelas

Maksud dari foto yang jelas di sini adalah bahwa setiap produk yang Anda pajang di toko online harus jelas dan bisa dibedakan oleh calon pembeli. Jangan sampai Anda memasang foto yang terlihat sama di mata pembeli, sedangkan harganya berbeda. Ini seringkali terjadi pada penjual pemula saat menawarkan produk baju misalnya. Ada juga penjual jasa yang juga memposting foto yang sama dengan deskripsi berbeda.

Pastikan Toko Aktif Setiap Hari

Toko online yang terlihat selalu aktif setiap hari akan lebih dipercaya konsumen daripada toko yang terlihat aktif hanya 1 minggu sekali. Sebagian besar konsumen lebih memilih produk dengan harga mahal dari toko yang pengelolanya aktif daripada produk murah tapi pengelolanya terlihat kurang aktif.

Kecepatan Respon

Tentu kecepatan respon akan sangat menentukan laris tidaknya produk Anda. Sebelum konsumen beralih ke toko lain, sebisa mungkin Anda harus merespon chat dari calon pembeli. Ini tentu berbeda dengan keaktifan toko, kecepatan respon lebih daripada sekedar terlihat aktif.

Hindari 3 N dalam Deskripsi Produk

Setelah melihat foto, hal yang seringkali dibaca oleh calon pembeli adalah deskripsi produk. Dalam memberikan deskripsi produk ini hindari menggunakan kata-kata yang biasa disingkat dengan 3N ini. Apa itu yakni No Retur, No Cancel, No Complain. Ketika membaca salah satu dari kata tersebut hampir dipastikan calon pembeli akan langsung lari dari Anda.

Aktifkan Fitur Notifikasi

Salah satu fitur dari Bukalapak adalah fitur notifikasi email. Fitur ini akan membantu Anda untuk mendapatkan berbagai informasi penting, tidak saja berkaitan dengan informasi dari Bukalapak. Dengan fitur ini Anda juga akan memperoleh pemberitahuan ketika ada pesanan dan chat di Produk Anda.

Hindari Perang Harga

Tentu dengan melihat judulnya Anda sudah bisa memahami apa maksud perang harga. Perang harga ini adalah kondisi dimana antar penjual produk yang sama saling menurunkan harga jualnya. Dengan harga murah memang bisa menarik minat konsumen, namun perilaku Anda harus tetap rasional. Sebab berjualan tidak hanya untuk saat ini, tapi untuk jangka panjang. Jika Anda terlalu fokus dengan melakukan banting harga, bisa-bisa Anda rugi. Lakukan promo 1 atau 2 kali dalam periode tertentu. Melakukan promo lebih efektif dibandingkan hanya berfokus pada harga murah.

Demikianlah ulasan mengenai cara jualan di Bukalapak dan tips banjir agar banjir orderan di Bukalapak. Nantikan tips selanjutnya ya!

Cara Jualan di Lazada

Temukan cara lengkap jualan di Lazada berikut beberapa tips penting agar akun Anda segera dikonfirmasi oleh pihak Lazada.

Memilih Lazada sebagai platform jualan online Anda adalah langkah yang jitu. Pasalnya, Lazada merupakan toko online ternama di Indonesia, yang bahkan kini telah merambah ke dunia Internasional. Dengan mengusung tagline “belanja gak pake ribet” Lazada memanjakan masyarakat Indonesia dengan beragam produknya. Tagline tersebut benar-benar mencerminkan kondisi saat ini, dimana belanja bisa dilakukan dengan hanya menggerakan jari Anda.

Dengan cukup geser kanan-klik, geser kiri-klik, produk dambaan Anda sudah diantar ke alamat rumah dengan durasi yang tidak lama.

Kesempatan yang demikian tentu tidak boleh Anda tinggalkan sebagai pembeli, Anda harus segera memanfaatkan kesempatan menawarkan produk cukup dengan jentikan jari Anda. Lalu bagaimana cara jualan di Lazada? Bagaimana tips memasarkan produk pada platform ini? Simak ulasannya di sini!

Cara Jualan di Lazada Untuk Pemula

1. Daftar Akun Penjual di Lazada

 

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mendaftarkan diri di Lazada. Untuk mendapatkan akun Lazada ini terapkan langkah sebagai berikut:

  • Buka situs Lazada, akses saja melalui search engine
  • Setelah tampil halaman Lazada di Browser, carilah opsi “MENJADI SELLER” di pojok kanan atas
  • Anda akan ditampilkan halaman landing dayang berisi penjelasan dan syarat menjadi seller:
  • Selanjutnya scroll kebawah hingga Anda menemukan kolom yang berisi step by step daftar menjadi penjual di Lazada. Carilah tulisan berwarna biru untuk daftar menjadi penjual. Atau klik link berikut daftar penjual.

Selanjutnya Anda akan dialihkan ke halaman pendaftaran seller, pastikan tampilannya sebagaimana gambar berikut:

cara jualan di lazada agar cepat laku

Jangan lupa baca detail informasi pada gambar ya! Selanjutnya klik “Daftar” dan isikan detail Anda sebagai berikut:

  • Jenis Akun
  • Nama Toko
  • Tipe Toko
  • Lokasi
  • Nomor Handphone
  • Email

Selanjutnya, geser ke arah kanan untuk melakukan validasi.

cara daftar lazada lewat hp

Langkah pendaftaran akun penjual di Lazada telah selesai, berikutnya Anda harus mengikuti step selanjutnya yakni mengatur alamat Anda, mengupload produk Anda dan terakhir mendaftarkan rekening bank Anda.

cara upload produk di lazada dan cara mengisi akun bank di seller lazada

2. Syarat Jualan di Lazada

Perlu Anda ketahui bahwa Lazada menetapkan beberapa kategori dan syarat bagi penjualnya. Agar berhasil menjadi penjual, dalam artikel cara jualan di Lazada ini juga menjelaskan kepada Anda beberapa syarat seller Lazada sebagai berikut:

sumber lazada.co.id
  • Marketplace Perorangan: syaratnya cukup KTP dan informasi mengenai rekening
  • Marketplace Perusahaan: syaratnya berupa NIB dan Izin Usaha melalui OSS (simak penjelasannya di Online Single Submission (OSS) Permudah Proses Perizinan Usaha) dan rekening.
  • Distributor resmi: syaratnya adalah NIB, Rekening, Surat Distributor, Website, dan telah terdaftar di minimal 3 toko retail cabang.
  • Pemilik Brand/Distributor Tunggal syaratnya hampir sama dengan distributor resmi, namun ditambah dengan sertifikat merek, dan tidak memerlukan surat distributor.

3. Upload Produk Anda

Setelah memastikan bahwa Anda memiliki syarat sesuai kategori di atas dan telah mendapatkan konfirmasi akun penjual dari Lazada, langkah selanjutnya adalah mengupload produk Anda. Perlu diketahui bahwa agar produk Anda dapat terlihat oleh pengunjung, Anda harus mengupload foto produk minimal 5 jenis. Selain itu, Anda juga harus menyiapkan foto produk yang benar-benar menarik.

4. Konfirmasi Rekening Anda

Langkah selanjutnya, sebelum Anda benar-benar memulai cara berjualan di Lazada ini, Anda harus terlebih dahulu melakukan konfirmasi rekening bank Anda. Pastikan semua detail informasi yang Anda isikan benar dan pastikan rekening Anda sudah terkonfirmasi oleh Lazada. Jika, masih gagal sebaiknya tunda dulu proses promosi Anda.

5. Mulailah Memasarkan Produk Anda

Jika langkah keempat sudah Anda tempuh dengan lancar, maka saatnya Anda melakukan promosi dan memasarkan produk Anda. Anda bisa memanfaatkan berbagai jenis platform untuk memposting toko online Anda, seperti Facebook, WA dan sejenisnya. Anda juga bisa memanfaatkan facebook business. Apa itu facebook business, simak penjelasannya di artikel Cara Membuat Facebook Bisnis dan Mengelolanya

Cara Jualan di Lazada Agar Omset Meledak

Setelah langkah pendaftaran, upload produk, pemasaran awal selesai. Berikutnya adalah memastikan bahwa Anda telah melakukan optimasi pada toko Anda. Melakukan hal ini, akan menaikkan omset penjualan Anda. Adapun tekniknya adalah sebagai berikut:

1. Pilih Foto Berkualitas dan Menarik

Pertama, pastikan bahwa foto produk yang Anda upload benar-benar terlihat menarik. Terkadang real picture justru lebih menarik minat pembeli dibandingkan foto hasil editing. Anda juga bisa menggabungkan di antara keduanya.

2. Berikan deskripsi dengan teknik copywriting

Anda juga harus memberikan deskripsi yang benar-benar mampu menghipnotis pengunjung toko online Anda. Berikan deskripsi yang pada singkat namun mengena. Gunakan teknik copywriting ketika memberikan deskripsi produk.

3. Lakukan Promo

Memberikan hadiah, bonus, dan promo merupakan teknik yang paling manjur dalam pemasaran. Sebagai penjual pemula, pastikan terlebih dahulu menjual seluruh produk Anda dengan harga promo, fokuskan pada menarik minat pengunjung dan mendapatkan order. Keuntungan! Abaikan saja dulu hehehe.

4. Minta Review dan Rating dari Pembeli Anda

Salah satu tujuan promo di atas adalah agar Anda mendapat pembeli yang kemudian mau memberikan ulasan terhadap produk Anda. Selain itu jangan lupa meminta mereka untuk memberikan rating. Perlu diketahui bahwa 90% pengunjung platform jual beli online akan melihat hasil review dan ulasan.

5. Tanggapi Pelanggan dengan Cepat

Platform jual beli apapun akan melakukan kalkulasi terhadap tingkat kecepatan Anda merespon chat dan merespon orderan pembeli. Kualitas respon Anda angka rangking oleh sistem dan diperlihatkan kepada pengunjung. Jadi, mau tidak mau selalu tanggapi pelanggan Anda dengan cepat.

Demikianlah tips dan cara jualan di Lazada mulai dari mendaftarkan diri hingga menaikkan omset dengan melakukan optimasi terhadap toko Anda. Baca juga artikel Cara Jualan di Shopee Untuk Pemula; Step by Step

Cara Jualan di Tokopedia; Step By Step

Ketahui cara jualan di Tokopedia Step by Step untuk mendapatkan kinerja yang efektif dan efisien dalam mengelola toko online Anda.

E-Commerce asal Indonesia kini telah mampu bersaing dengan platform jual beli online lain di dunia. Salah satunya adalah Tokopedia. Bahkan, dalam beberapa dekade mendatang Pasar E-Commerce Indonesia ini akan menjadi salah satu platform terbaik di Asia.

Dalam artikel ini, akan diulas secara lebih detail bagaimana cara jualan di Tokopedia untuk mendapatkan kinerja yang maksimal dari toko online Anda. Tentu tujuan akhirnya adalah untuk mendapatkan profit maksimal.

Apa Itu Tokopedia?

Sebelum membahas terlebih dahulu, mari kita bernostalgia untuk mengenal kembali apa itu sesungguhnya Tokopedia.

Tokopedia dimulai pada tahun 2009 dan saat ini merupakan pasar E-Commerce terbesar pertama di Indonesia pada 2019 lalu. Lihat artikel sebelumnya Pertumbuhan Perusahaan E-Commerce di Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa perusahaan besar, termasuk Alibaba dan SoftBank, telah banyak berinvestasi di perusahaan tersebut dengan pendanaan mencapai jauh di atas angka USD 1 miliar.

Model bisnis Tokopedia membawa beberapa kesamaan dengan Taobao (China) beberapa tahun yang lalu.

Di sini, Anda akan menemukan lebih dari 4 juta penjual, yang sebagian besar melakukan penjualan dengan model C2C. Produk-produk di Tokopedia sebagian besar berada di segmen harga rendah hingga menengah untuk melayani penduduk lokal.

Dalam beberapa dekade mendatang, Tokopedia mungkin akan mencapai suatu titik keberhasilan paling gemilang ketika akan berpindah dari C2C ke B2C, dan lebih fokus pada produk asing (kelas atas).

Namun, karena Indonesia membutuhkan waktu yang lebih dalam hal pertumbuhan ekonomi, perkembangan Tokopedia mungkin membutuhkan waktu lebih.

Mengapa Tokopedia Saat Ini Menarik?

Berbeda dengan kompetitornya seperti Shopee dan Lazada, Tokopedia hanya tersedia di Indonesia. Sedangkan persaingnya telah tersedia di hampir semua negara ASEAN, termasuk Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, dan Singapura.

Lantas kalau Tokopedia hanya ada di Indonesia, apa yang membuatnya begitu menarik?

Untuk memahami hal ini, kita perlu mengetahui bagaimana lanskap E-Commerce Indonesia akan berubah. Sebagaimana pembahasan di bawah ini.

Sekilas Pasar E-Commerce Indonesia

Indonesia adalah negara terkaya di Asia Tenggara dan dengan jumlah penduduk terbesar, yaitu sekitar 270 juta orang

Penetrasi internet dan seluler masih sangat rendah, tetapi akan tumbuh pesat dalam beberapa dekade mendatang

Pasar E-Commerce Indonesia akan tumbuh paling pesat di Asia Tenggara, dari nilai pasar sebesar USD 1,5 miliar pada 2015, menjadi USD 48 miliar pada 2025. Thailand, di sisi lain, akan memiliki pasar E-Commerce terbesar kedua. senilai USD 11,1 miliar pada tahun 2025. Itu akan kurang dari 20% pasar E-Commerce Indonesia

Di Negara Mana Saja Tokopedia Tersedia?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Tokopedia saat ini hanya tersedia di Indonesia. Bukalapak adalah situs web E-Commerce lokal lain yang hanya tersedia di negara tersebut.

Dengan populasi 270 juta dan pasar E-Commerce yang akan tumbuh secara signifikan dalam dekade mendatang, ekspansi mungkin tidak diperlukan untuk saat ini. Ini adalah sesuatu yang secara resmi diklaim oleh CEO Tokopedia.

Juga, itu semua tergantung bagaimana Indonesia akan berkembang secara ekonomi.

Cepat atau lambat, Tokopedia dan Bukalapak mungkin perlu pindah ke luar negeri dan bertarung langsung dengan perusahaan seperti Lazada dan Shopee.

Produk Apa yang Paling Populer di Tokopedia?

Sebelum Anda memutuskan untuk memasuki pasar luar negeri, penting bagi Anda untuk melakukan analisis pasar, memeriksa persaingan dan mengkonfirmasi potensi volume penjualan.

Di sini, kategori produk memainkan peran penting. Di bawah ini Anda dapat menemukan produk-produk terpopuler di Tokopedia pada tahun 2018:

  • Seluler & Elektronik: 22%
  • Mode: 12%
  • Bahan makanan: 11%
  • Gaya Hidup & Hobi: 10%
  • Rumah dan Tempat Tinggal: 9%
  • Mainan: 9%
  • Kecantikan: 5%
  • Kesehatan & Kebugaran: 5%
  • Olahraga: 4%
  • Ibu & Bayi: 4%

Siapakah Pendiri Tokopedia?

William Tanuwijaya lahir pada tahun 1981 dan salah satu pendiri Tokopedia. Dia seorang wirausaha mandiri yang mewakili Indonesia sebagai Pemimpin Global Muda di World Economic Forum, misalnya. Lebih detail simak artikel tentang 4 Pengusaha Sukses Pendiri Startup Asli Indonesia

Cara Jualan di Tokopedia; Step by Step

Langkah paling awal dari cara jualan di Tokopedia, sebelum memulai mengupload produk dan menjual produk Anda adalah membuat akun terlebih dahulu. Adapun langkah detailnya dijelaskan pada tutorial berikut ini:

1. Buat Akun di Tokopedia

Buka Play Store atau App Store dan cari aplikasi Tokopedia, kemudian lakukan instalasi sebagaimana aplikasi lainnya. Di Play Store ada aplikasi khusus bernama “Tokopedia Seller”, bila ingin menjadi penjual di Tokopedia. Namun, sebelumnya Anda harus punya akun pembeli untuk dapat menggunakan aplikasi ini. Adapun cara untuk mendaftar akun pembeli adalah sebagai berikut:

  • Pilih “Daftar” atau “Gabung Sekarang”
  • Masukan nomor HP yang akan kamu gunakan, pastikan nomor HP aktif atau digunakan di WhatsApp. Kemudian “Klik Daftar”
  • Setelah itu, Anda akan mendapatkan kode one time password atau biasa disingkat OTP di Nomor Anda atau di nomor WhatsApp Anda. Pastikan memilih cara verifikasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
  • Selanjutnya, masukan nama dengan benar, pastikan sesuai dengan tulisan yang tertera di KTP. Mengapa demikian? Sebab, nanti akan berguna ketika Anda ingin memindahkan saldo ke rekening Anda.
  • Setelah selesai, klik opsi “Selanjutnya” dan pendaftaran Anda telah selesai.

2. Buat Toko Online di Tokopedia

Tentu cara jualan di Tokopedia yang wajib Anda lakukan adalah dengan membuat toko online di platform ini. Untuk membuat toko, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Pertama, buka aplikasi Tokopedia terlebih dahulu. Di kolom pencarian ketikan “buka toko”, atau cari saja di tampilan menu opsi tersebut.
  • Klik opsi tersebut, selanjutnya Anda akan dialihkan ke halaman buka toko.
  • Kemudian tuliskan nama toko Anda. Pastikan menuliskannya dengan benar, sebab nama toko yang sudah terlanjur ditulis tidak bisa diubah lagi. Tuliskan juga nama domain dari tokomu. Contohnya sebagai berikut:
    • Nama toko: jualan
    • Nama domain: tokopedia.com/jualan
  • Jika sudah selesai, Anda akan diarahkan ke halam survei singkat sebagai prosedur Tokopedia. Isi sesuai dengan keyakinan Anda.
  • Selanjutnya, isikan data toko Anda yang terdiri atas:
    • Alamat jalan
    • Kelurahan
    • Kecamatan
    • Kode Pos
  • Ini berguna sebagai standar alamat pengiriman. Pastikan isi dengan benar sesuai dengan KTP Anda. Selanjutnya, pilih “Simpan”

  • Langkah terakhir adalah tambahkan produk-produk yang Anda jual. Pastikan foto produk Anda menarik dan isi detail dari produk tersebut serta harganya.

Tips Cara Jualan di Tokopedia

1. Gunakan Tokocash: e-Wallet untuk Tokopedia

Memastikan pembayaran yang aman, terjamin, dan tidak ribet sangat penting untuk keberhasilan setiap Commerce, apapun ukuran dan skala bisnisnya.

Tokopedia memastikan solusi pembayaran yang mulus bagi para penjualnya. Penjual diharuskan membuka rekening escrow yang pada akhirnya terintegrasi dengan Tokopedia. Ini memastikan transfer uang ke rekening bank lokal.

Selain memperluas portofolio layanannya dengan merambah ke FinTech, dan meminjamkan, Tokopedia juga berencana membangun sistem pembayaran atau solusi gateway pembayarannya sendiri.

Tokopedia memiliki E-Wallet sendiri yang disebut Tokocash, yang kemudian diganti dengan dompet canggih dan kuat yang disebut OVO. OVO telah berhasil mendapatkan dukungan dari beberapa investor besar.

Dengan lanskap eCommerce yang terus berubah dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, Indonesia akan memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi. Sangat penting bagi bisnis untuk menyadari skenario pasar, masa lalu, sekarang, dan masa depan agar tetap kompetitif.

2. Gunakan Teknik Cross-Selling dan Upselling

Cross-selling merupakan teknik memikat konsumen agar membeli produk pelengkap dari produk yang telah dimiliki sebelumnya. Misalnya, konsumen telah membeli baju, tawarkan produk celana yang matching dengan baju yang dibeli konsumen. Sedangkan Upselling, merupakan teknik memikat konsumen dengan merekomendasikan produk yang kualitasnya lebih (setidaknya satu tingkat) dibandingkan dengan produk yang sedang dicari konsumen. Sebagai contoh, konsumen ingin beli laptop dengan RAM 2 GB seharga 3 juta, Anda menawarkan produk laptop dengan RAM 4 GB, seharga 4 juta.

Demikianlah cara jualan di Tokopedia, dari overview tentang produk hingga cara membuka toko di Tokopedia hingga tips jualan di sana. Semoga bermanfaat.