Arsip Tag: surat perjanjian

Tugas Pengawasan Dewan Pengawas Syariah

Sebagaimana telah diketahui secara umum bahwa tugas dewan pengawas syariah (DPS) adalah untuk melakukan audit (pengawasan) terhadap operasional LKS (lembaga keuangan syariah). Artikel berikut ini akan mengulas secara lebih detail dari sisi manajemen dan praktek pengawasan yang dilakukan oleh DPS.

Tahap Pengawasan LKS oleh Dewan Pengawas Syariah

Berkaitan dengan tahapan pengawasan ini konsep yang digunakan adalah konsep manajemen secara umum. Oleh karenanya, secara operasional tahapan yang dilakukan oleh DPS akan senada dengan model pengawasan pada lembaga non-syariah. Secara detail berikut adalah tahap nya:

1. Perencanaan

Dalam hal ini Tugas Dewan Pengawas Syariah adalah membuat perencanaan dalam bentuk program kerja, tujuan serta menetapkan waktu bagi setiap program. Tentu, bagi DPS mengawasi seluruh kegiatan yang dijalankan oleh lembaga keuangan syariah tidaklah dimungkinkan. Oleh karenanya, pada tahap ini Dewan Pengawas Syariah harus menetapkan program prioritas apa yang akan diawasi dalam kurun waktu tertentu. Penentuan durasi waktu dan goal dari pengawasan menjadi sangat penting agar dapat di ukur ketercapaiannya. Selain itu, penentuan target juga akan menjadikan kegiatan pengawasan semakin efektif dan efisien.

2. Pengorganisasian

Perlu diketahui bahwa dari aspek organisasi, ada beberapa pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pengawasan DPS yakni OJK, DSN, dan pihak independen lainnya. Kualitas dan latar belakang setiap anggota yang terlibat akan sangat menentukan hasil audit yang dilakukan. Pada tahap ini ketersediaan sarana dan prasarana juga sangat diperlukan.

3. Pelaksanaan

Sebagaimana telah disinggung di atas, bahwa aktivitas pengawasan oleh Dewan Pengawas Syariah dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung artinya pengawasan dilakukan oleh pihak DPS sendiri di lembaga keuangan bersangkutan. Sedangkan secara tidak langsung bisa dalam bentuk respon masyarakat, pengawasan yang dilakukan oleh OJK dan lainnya.

4. Pengawasan

Pengawasan dalam hal ini adalah audit yang dilakukan secara langsung oleh DSN-MUI terhadap kinerja yang dilakukan oleh DPS. DSN-MUI juga sekaligus melakukan pengawasan terhadap operasional lembaga keuangan syariah yang diawasi oleh DPS.

Mekanisme Pengawasan Dewan Pengawas Syariah di Lembaga Keuangan Syariah

Secara umum setiap periode waktu tertentu, misalnya mingguan atau bulanan dalam menjalankan tugas Dewan Pengawas Syariah. DPS akan mengunjungi lembaga keuangan syariah yang menjadi tanggung jawabnya. Dalam proses ini, DPS pun juga menjalankan beberapa tahapan khusus yakni sebagai berikut:

1. Pengumpulan Data

Tugas Dewan Pengawas Syariah pada tahapan pengumpulan data ini terbagi menjadi dua tujuan pengumpulan. Pertama, pengumpulan data dalam rangka membuat laporan bulanan. Kedua, dalam rangka untuk membuat laporan per semester.

Dalam proses pengumpulan data ini DPS menggunakan dua metode yakni metode wawancara dan metode dokumentasi. Metode wawancara umumnya digunakan oleh DPS untuk menggali data dari staf pengembangan usaha dan staf operasional di LKS. Hal-hal yang digali antara lain; SOP Produk, syarat-syarat pelaksanaan akad dan penerapan akad di LKS.

Sedangkan metode dokumentasi digunakan oleh DPS untuk mengumpulkan data berupa; dokumen perjanjian yang terdiri atas proposal pembiayaan, kwitansi pembelian dan lainnya.

2. Melakukan Review

Setelah semua data yang dibutuhkan terkumpul dan lengkap, maka Tugas Dewan Pengawas Syariah adalah melakukan review terhadap semua data tersebut. Proses pemeriksaan dilakukan dengan cara melakukan analisa data. Membandingkan antara keterangan hasil wawancara operasional dengan dokumen akad. Dalam kaitan ini, DPS hanya akan memeriksa beberapa akad sebagai sampel saja. Dewan Pengawas Syariah tidak memeriksa seluruh akad yang terjadi di LKS.

3. Pembuatan Laporan Pengawasan

Setelah proses analisa dibuat, maka langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh DPS adalah dengan membuat laporan hasil pengawasan. Sebelum membuat laporan ini, DPS akan melakukan rapat evaluasi bulanan terlebih dahulu dan meninjau ulang hasil analisis mereka. Di sinilah kemudian DPS akan membuat laporan pengawasan dalam bentuk opini audit. Opini ini berisikan pendapat dan penilaian DPS apakah operasional produk tertentu telah sesuai dengan prinsip syariah atau tidak.

Contoh Kasus Pengawasan Sebagai Tugas Dewan Pengawas Syariah

Selain melakukan pengawasan secara berkala, tugas Dewan Pengawas Syariah tentu setiap harinya harus siap untuk memberikan arahan kepada Lembaga Keuangan Syariah terkait operasional kegiatannya. Sebagai contoh adalah beberapa kasus berikut ini:

1. Contoh Kasus A

Seorang nasabah bernama Bapak A adalah nasabah dari Lembaga Keuangan Syariah MISAL. Nasabah ini awalnya telah melakukan akad dengan LKS berupa murabahah. Melalui akad tersebut Nasabah mendapatkan/membeli emas. Dalam kaitan ini kemudian pihak nasabah ingin mengajukan pembiayaan ini dengan skim rahn (gadai) emas. Karena bingung, pihak manajemen bertanya kepada DPS bolehkan Bapak A mengajukan pembiayaan rahn dengan emas yang dibelinya dengan pembiayaan murabahah tersebut?

2. Contoh Kasus B

Lembaga Keuangan Syariah MISAL memiliki cabang Lembaga Keuangan Konvensional CONTOH. Di kantor cabang konvensional kemudian ada nasabah yang ingin mengajukan pembiayaan dengan akad syariah. Pertanyaan yang diajukan oleh staf pengembang usaha di LKS adalah bolehkah cabang Konvensional ini melayani pembiayaan dengan akad syariah?

Untuk menjawab kasus ini tentu diperlukan pengetahuan tidak hanya dari aspek hukum Islam semata, melainkan harus memahami operasional dari Lembaga Keuangan Syariah. Oleh karena itu, salah satu syarat menjadi DPS tidak lain adalah memahami hukum Islam terkait muamalah sekaligus operasional LKS.

Demikianlah uraian mengenai mekanisme dpengawasan LKS sebagai tugas Dewan Pengawas Syariah. Semoga bermanfaat.

Surat Kontrak Rumah dan Panduan Sewa Rumah Sesuai Standar

Bagi penyewa maupun pemberi sewa, surat kontrak rumah merupakan jaminan keamanan dan jaminan kepercayaan kedua belah pihak. Menyewakan rumah memang menguntungkan, tetapi prosesnya bisa menakutkan. Banyak yang dipertaruhkan – rumah baru Anda! – dan banyak kerugian yang bisa diderita ketika tidak di manage dengan baik.

Semuanya bergantung pada apa yang ada dalam kontrak rumah Anda. Oleh karena itu, Mengetahui komponen apa yang yang harus ada dalam kontrak merupakan hal yang realistis. Surat ini berguna untuk melindungi kepentingan Anda, baik sebagai penyewa maupun pemberi sewa.

Saat Anda mulai mencari rumah untuk ditinggali di kota atau daerah lain untuk ditempati, memiliki dan membuat surat kontrak sendiri akan membantu Anda menaklukkan rintangan apa pun di sepanjang jalan. Berbekal pengetahuan yang Anda butuhkan akan menjadikan Anda dapat membuat kesepakatan yang benar-benar memberikan win-win solution. Dan dalam artikel inilah, Anda akan dipandu bagaimana cara melakukan kesepakatan kontrak rumah hingga bagaimana membuat perjanjian kontrak rumah itu sendiri. 

Bagaimana Surat Kontrak Rumah ini Dapat Efektif?

Saat Anda membeli rumah, surat kontrak rumah adalah dokumen hukum yang menguraikan persyaratan dan detail transaksi Anda. Jenis yang paling umum adalah perjanjian kontrak rumah.

Tujuan utama kontrak adalah untuk mengidentifikasi dengan jelas kehendak pembeli dan penjual serta melindungi keduanya. Mari kita uraikan cara kerja kontrak berikut ini:

Langkah 1

Formulir penawaran resmi biasanya disiapkan oleh pihak penyewa dan diumumkan kepada masyarakat. Di antara rincian lainnya, penawaran tersebut akan mencakup deskripsi pihak penyewa dan properti sewa, penawaran harga pembelian, harga sewa, biaya lain yang terlibat, dan fasilitas lainnya.

Langkah 2

Anda dapat menerima atau menolak tawaran tersebut. Jika Anda berminat atas tawaran tersebut, penyewa mereka akan mengirimkan kembali tawaran balasan agar untuk memastikan kehendak Anda. Biasanya akan ada perubahan atau modifikasi pada satu atau lebih komponen penawaran, seperti harga pembelian, biaya lain yang mungkin timbul.

Langkah 3

Kesepakatan bisa terjadi atau tidak. Setelah pemberi sewa menerima penawaran awal atau Anda menerima penawaran balik, itu menjadi kontrak yang mengikat secara hukum, dan keduanya terikat untuk memenuhi syarat dan ketentuan yang diuraikan dalam kontrak. Jika salah satunya tidak dapat menyetujui semua persyaratan yang diatur dalam penawaran, maka tidak ada perjanjian atau kontrak.

Jadi seberapa cepat negosiasi dan penawaran menjadi kontrak yang ditandatangani dan mengikat secara hukum? Jika hanya ada satu pembeli yang mengajukan penawaran atas sebuah properti, sering kali transaksi disepakati dalam 24 jam pertama.

Dalam situasi penawaran dilakukan oleh lebih dari satu orang, sering kali pemberi sewa akan menempatkan properti di pasar selama 24 hingga 72 jam, untuk memastikan mana penawar yang paling tinggi. Setelah waktu yang ditentukan selesai, pemberi akan membuat keputusan berdasarkan harga terbaik.

Elemen Inti Dalam Surat Kontrak Rumah

Identifikasi Alamat dan Pihak yang Terlibat

Pertama dan terpenting, surat kontrak rumah harus menguraikan objek yang diperjanjikan. Ini harus mencakup alamat persis properti dan deskripsi hukum yang jelas. Selain itu, kontrak harus mencantumkan identitas penyewa dan pemberi sewa.

Pembeli harus menentukan apakah mereka bermaksud untuk bertindak sebagai penyewa bersama atau sendiri dan memasukkan informasi tersebut dalam perjanjian. Dengan penyewa individu, setiap penyewa memiliki bagian dari properti. Dalam kebanyakan situasi, penyewa yang tinggal bersama mengklasifikasikan pengaturan mereka sebagai penyewa bersama.

Harga dan Ketentuan

Perjanjian sewa harus mencakup harga yang ditawarkan yang diterima oleh penjual serta sarana yang akan diperlengkapi. Metode umum termasuk membayar penuh dengan uang tunai, dengan uang muka tunai dan jaminan. Informasi ini dapat dirinci dalam perjanjian pembelian atau tambahan pembiayaan dapat dimasukkan untuk menguraikan secara jelas uang muka pembeli dan situasi pinjaman.

Perjanjian sewa sering kali mencakup persyaratan uang pangkal. Uang yang diperoleh digunakan untuk mengkonfirmasi kontrak; tarif bervariasi dari satu penyewa ke penyewa lainnya berikutnya, tetapi biasanya, penyewa dapat mempersiapkan uang untuk membayar setidaknya 1-2 juta. Dalam kebanyakan kasus, uang pangkal tersebut nantinya akan digunakan untuk uang muka. Dalam situasi lain, uang pangkal dapat dikembalikan sepenuhnya kepada penyewa jika kondisi utama tidak terpenuhi.

Tanggal dan Biaya

Tanggal permulaan dan penutupan sewa harus dicantumkan dalam surat kontrak rumah serta ketentuan bahwa setiap perubahan harus disepakati secara tertulis. Kepemilikan manfaat atas properti biasanya ditransfer ke pembeli pada tanggal dan waktu yang tercantum. Lebih penting lagi, tanggal menandai penyerahan hak memanfaatkan milik dari pemberi sewa kepada penyewa. 

Template Surat Kontrak Rumah

1. Contoh Template Surat Perjanjian Rumah Desain

Template surat kontrak rumah ini berisikan file desain dengan tampilan yang menarik yang berisikan berbagai detail seperti identitas para pihak, detail rumah, harga sewa rumah, hingga cara pembayaran. Di dalamnya juga terdapat detail pasal per pasal ketentuan kontrak yang memudahkan Anda saat membuat surat perjanjian sewa rumah.

153 Downloads

2. Contoh Surat Perjanjian Rumah Sederhana

Contoh surat kontrak rumah ini lebih sederhana, hanya berisikan satu lembar saja. Namun tetap memuat ketentuan pokok yang terdiri atas identitas para pihak, masa sewa, harga sewa, dan sejenisnya.

171 Downloads

3. Contoh Surat Pemutusan Sewa Rumah untuk Penyewa

Contoh surat pemutusan kontrak rumah oleh penyewa ini berisikan pokok-pokok pemberitahuan kepada pemilik rumah mengenai kondisi penyewa dan alasan mengapa penyewa memutuskan untuk berhenti menyewa rumahnya. Agar pihak pemilik rumah tidak merasa disinggung oleh Anda, Anda perlu membuat surat pemutusan kontrak ini. Untuk membantu Anda silahkan lihat contohnya berikut ini.

139 Downloads

4. Surat Pemberhentian Sewa Rumah oleh Pemilik

Kebalikan dari contoh surat sebelumnya, ini merupakan surat pemberitahuan kepada pihak penyewa untuk segera pindah dari rumah sewa. Bagi Anda pemilik rumah, agar tidak terjadi sesuatu yang diinginkan menggunakan surat untuk menyampaikan kehendak Anda menjadi penting. Selain itu, surat ini terkadang juga berisi teguran kepada pihak penyewa. Surat ini hampir mirip dengan surat peringatan bagi pihak yang tidak membayar hutang.

161 Downloads

Demikianlah beberapa contoh surat kontrak rumah yang dapat Anda gunakan sebagai referensi ketika ingin menyewa rumah atau ketika ingin menyewakan rumah Anda. 

Surat Perjanjian Jual Beli; Begini Cara Membuatnya

Surat perjanjian jual beli dibuat antara penjual dan pembeli dibuat ketika dua pihak berkumpul, di mana satu pihak ingin membeli sebagian properti dan pihak lainnya ingin menjual sebagian dari properti pribadi. Perjanjian tersebut merupakan dokumen hukum yang menguraikan ketentuan dan syarat penjualan. Selain itu, tujuan lain dari perjanjian tersebut adalah untuk menghilangkan perselisihan yang terkait dengan pembelian properti di masa depan.

Apa Itu Surat Perjanjian Jual Beli?

Perjanjian Jual Beli (SPA) adalah kontrak yang mengikat secara hukum yang menguraikan kondisi yang disepakati pembeli dan penjual properti (misalnya, korporasi). Ini adalah dokumen hukum utama dalam setiap proses penjualan. Intinya, surat ini menetapkan elemen tertentu yang disepakati oleh kedua belah pihak, mencakup sejumlah perlindungan penting bagi semua pihak yang terlibat dan memberikan kerangka hukum untuk menyelesaikan penjualan. Oleh karena itu, SPA sangat penting bagi penjual dan pembeli.

Pada dasarnya, surat perjanjian jual beli menjabarkan semua detail transaksi sehingga kedua belah pihak memiliki pemahaman yang sama. Di antara istilah-istilah yang biasanya termasuk dalam perjanjian adalah harga pembelian, tanggal penutupan, jumlah uang sungguh-sungguh yang harus diserahkan pembeli sebagai deposit, dan daftar barang yang ada dan tidak termasuk dalam penjualan.

Surat Perjanjian jual beli adalah salah satu dokumen terpenting dalam kehidupan pemilik bisnis. Oleh karena itu, harus di buat dengan hati-hati dan ketat, dengan ahli hukum yang membimbing penjual dan pembeli.

Format Umum dan ketentuan Perjanjian Jual Beli (SPA)

Anda bisa membuat format surat perjanjian jual beli sendiri, baik dalam bentuk yang paling sederhana maupun yang paling kompleks. Secara umum forma dari perjanjian jual beli ini adalah sebagai berikut:

# 1 Pihak dalam perjanjian

Dalam bentuk penjualan yang paling sederhana di mana sebuah perusahaan yang dijual sepenuhnya dimiliki oleh satu orang atau perusahaan induk dan dibeli oleh satu pembeli, hanya ada dua pihak dalam perjanjian tersebut. Namun, pihak tambahan mungkin terlibat ketika, misalnya, ada banyak pemegang saham di perusahaan yang dijual. Dalam kasus ini, masing-masing pemegang saham harus menandatangani perjanjian jual beli untuk menjual saham mereka.

# 2 Perjanjian untuk menjual dan membeli

Ini seringkali merupakan ketentuan terpendek dan paling sederhana di Surat Perjanjian Jual Beli. Namun, ini adalah salah satu yang paling penting, karena memastikan bahwa kepemilikan legal penuh atas saham (juga dikenal sebagai “hak milik”) ditransfer dengan benar, bersama dengan semua hak relevan yang melekat pada saham (misalnya, hak atas dividen) . Ketentuan ini juga biasanya menyatakan bahwa saham tersebut bebas dari sitaan apa pun, yang memberikan kenyamanan kepada pembeli bahwa penjual belum menjaminkan sahamnya kepada bank atau pemberi pinjaman lainnya.

# 3 Pertimbangan

Pertimbangan untuk perusahaan yang diakuisisi dibayarkan oleh pembeli kepada penjual dalam bentuk uang tunai, hutang (seperti surat promes yang diterbitkan oleh pembeli), saham pembeli, atau kombinasi dari semuanya.

# 4 Perjanjian yang membatasi

Pembeli ingin mencegah penjual untuk membangun bisnis baru yang kompetitif yang akan merusak nilai perusahaan yang dijual. Oleh karena itu, perjanjian jual beli akan berisi perjanjian pembatasan yang mencegah penjual (untuk jangka waktu tertentu dan dalam wilayah geografis tertentu) untuk meminta pelanggan, pemasok, atau karyawan yang sudah ada, dan bersaing secara umum dengan perusahaan yang dijual. Perjanjian yang membatasi ini harus wajar dalam geografi, cakupan, dan durasinya. Jika tidak, mereka mungkin melanggar hukum persaingan.

# 5 Jaminan dan ganti rugi

Jaminan adalah pernyataan fakta yang dibuat oleh penjual di SPA yang berkaitan dengan kondisi perusahaan yang dijual. Jika suatu jaminan kemudian terbukti tidak benar dan nilai perusahaan berkurang, pembeli dapat mengajukan klaim atas pelanggaran jaminan. Jaminan mencakup semua area perusahaan termasuk aset, akun, kontrak material, litigasi, karyawan, properti, kebangkrutan, kekayaan intelektual, dan hutangnya.

Jika risiko yang lebih spesifik teridentifikasi selama uji tuntas, kemungkinan besar risiko ini akan dicakup oleh ganti rugi yang sesuai dalam perjanjian jual beli, di mana penjual berjanji untuk mengganti pembeli dengan basis-rupiah untuk rupiah-untuk kewajiban yang diganti rugi.

# 6 Kondisi preseden

Penandatanganan dan penyelesaian kesepakatan secara bersamaan (di mana para pihak menandatangani SPA dan menyelesaikan penjualan pada hari yang sama) adalah cara yang disukai dan paling sederhana untuk menyelesaikan kesepakatan. Kadang-kadang, bagaimanapun, ada kebutuhan untuk jeda waktu antara penandatanganan dan penyelesaian untuk memenuhi kondisi akhir yang luar biasa. Ini dikenal sebagai “preseden kondisi” dan biasanya mencakup izin otoritas pajak, persetujuan merger oleh otoritas, dan persetujuan dari pihak ketiga (misalnya, jika ada perubahan ketentuan kontrol dalam kontrak material perusahaan yang dijual).

Kecuali para pihak setuju sebaliknya, perjanjian jual beli batal jika semua kondisi yang ditentukan tidak dipenuhi oleh tanggal yang disepakati (“tanggal longstop”). Oleh karena itu, SPA sangat penting untuk menentukan bagaimana menentukan kapan kondisi preseden telah terpenuhi dan kapan kondisi tersebut tidak lagi mampu untuk dipenuhi. Ini juga harus menentukan pihak mana yang bertanggung jawab untuk memenuhi setiap kondisi preseden tertentu. Pihak terkait berkewajiban untuk melakukan upaya yang wajar untuk memenuhi kondisi relevan yang didahulukan sebelum tanggal longstop.

# 7 Penyelesaian

Penyelesaian adalah ketika kepemilikan sah atas saham dialihkan kepada pembeli, sehingga pembeli memiliki perusahaan target. Jadwal penyelesaian di SPA biasanya akan mencantumkan semua dokumen yang akan ditandatangani dan tindakan lain yang diperlukan untuk penyelesaian untuk mempengaruhi kesepakatan.

# 8 Pasca Penyelesaian

Setelah selesai, surat perjanjian jual beli terus menjadi dokumen penting untuk referensi, karena mencakup cara kerja apa pun dan berisi perjanjian yang membatasi, kewajiban rahasia, jaminan, dan ganti rugi, yang semuanya mungkin tetap sangat relevan.

Untuk memudahkan Anda dalam membuat surat perjanjian jual beli berikut adalah contohnya:

Apa Inti dari Surat Perjanjian Jual Beli Ini?

Perjanjian jual beli digunakan sebagai konfirmasi dari transaksi bisnis terkait dengan penjualan properti pribadi. Semua aset yang dijual antara kedua pihak harus disertai dengan perjanjian jual beli. Signifikansi perjanjian ini adalah untuk memberikan dokumentasi formal terkait dengan transaksi bisnis agar benar-benar mencerminkan tujuan dan manfaat yang diharapkan.

Apa Saja yang Harus Dimuat Dalam Surat Perjanjian Jual Beli?

Dalam surat perjanjian jual beli, minimal harus memuat beberapa elemen sebagai berikut:

  • Pembeli: Pihak yang membeli properti.
  • Penjual: Pihak yang menjual properti.
  • Harga beli: Jumlah yang akan dibayarkan pembeli kepada penjual untuk properti tersebut.
  • Properti pribadi: Penjelasan tentang properti pribadi yang dijual.
  • Pembayaran: Kapan dan bagaimana pembeli akan membayar penjual untuk properti tersebut.

Anda juga dapat menguraikan berbagai ketentuan detail lain terkait dengan syarat dan ketentuan lain dalam proses jual beli. Misalnya, tentang larangan menjual sebelum properti dilunasi, dalam hal jual-beli dilakukan secara kredit.

Apa Perbedaan Antara Perjanjian Jual Beli dan Bill of Sale?

Perjanjian jual beli biasanya ditandatangani sebelum proses tukar-menukar uang dan properti. Surat Perjanjian ini mencerminkan kesepakatan yang dibuat antara para pihak untuk melakukan transaksi yang baru akan dilaksanakan di masa depan setelah penandatanganan dan akan mendokumentasikan detail di balik properti apa yang sedang dialihkan.

Sebelum atau setelah pertukaran properti (atau uang) selesai, nota penjualan (bill of sale) ditandatangani. Tujuan nota penjualan adalah untuk mendokumentasikan pengalihan properti dari penjual ke pembeli. Selain itu, ini berfungsi sebagai tanda terima transaksi.

Perjanjian jual beli lebih tepat  disebut sebagai salah satu dari berikut ini:

  • Kontrak untuk penjualan properti pribadi.
  • Kesepakatan penjualan dan pembelian.
  • Perjanjian untuk menjual properti pribadi.

Lalu Kapan Perjanjian Jual Beli ini Diperlukan?

Perjanjian pembelian diperlukan jika Anda membeli atau menjual properti pribadi apapun; Sebaiknya Anda selalu mempertimbangkan untuk mencatat transaksi dalam kontrak penjualan properti pribadi. Kontrak tertulis memungkinkan kedua belah pihak untuk meneliti dan menjelaskan rincian terkait penjualan. Selain itu, ini juga mencerminkan persepsi masing-masing pihak tentang bagaimana transaksi akan terjadi.

Lihat juga contoh perjanjian jual beli tanah.

Perjanjian Kontrak Rumah; Contoh dan Uraiannya

Ingin melakukan perjanjian kontrak rumah? Temukan penjelasan serta contoh lengkapnya dengan mudah di sini. Atau perjanjian kerja karyawan di sini.

Kontrak rumah merupakan bagian dari perjanjian sewa. Perjanjian sewa atau sewa adalah dokumen yang menguraikan pengaturan antara pemilik real estat, yang dikenal sebagai “pemberi penyewa”, dan orang lain yang bersedia membayar sewa saat menempati properti, yang dikenal sebagai “penyewa” . Dalam istilah awam, ini adalah dokumen yang digunakan untuk menempati ruang (baik komersial atau residensial) untuk jangka waktu tertentu dengan imbalan sewa bulanan/tahunan. Persyaratan kontrak bisa dinegosiasikan antara penyewa dan pemilik dan setelah ditandatangani, formulir dianggap mengikat secara hukum dan saling mengikat.

Agar Anda tidak harus repot-repot menyewa ahli ketika ingin menyewakan rumah, tapi tetap memiliki dokumen hukum yang kuat sebagai dasar. Untuk memudahkan Anda berikut adalah contoh perjanjian kontrak rumah lengkap untuk Anda:

Contoh Perjanjian Kontrak Rumah

Contoh  ini lebih mengarah pada sewa properti di lokasi wisata daripada sewa rumah hunian biasa.

Judul# Perjanjian Kontrak Rumah

Judul cukup ditulis sederhana yakni perjanjian kontrak rumah.

Bagian# Pengantar/Konsideran

Pada bagian pengantar surat perjanjian kontrak rumah ini, yang harus Anda perhatikan adalah alamat, tanggal mulai dan berakhirnya masa sewa. Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Terima kasih atas minat Anda untuk menyewa rumah yang berlokasi di [ALAMAT RUMAH] (“Rumah”) dari [TANGGAL MULAI] sampai [TANGGAL AKHIR]. Harap tinjau dan tanda tangani di bawah ini untuk mengonfirmasi persetujuan Anda dengan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian Sewa Sewa Rumah ini. Tanda tangan oleh kedua belah pihak yang disebutkan dalam Perjanjian Sewa Sewa Rumah ini akan mengikat mereka pada kontrak yang memiliki kekuatan hukum, jadi pastikan untuk berkonsultasi dengan pengacara sebelum menandatangani jika Anda ingin melakukannya.

Terkadang menggunakan sedikit informasi secara informal membantu para pihak lebih memahami apa yang mereka setujui dan merupakan langkah penting untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.

Bagian# Jangka Waktu

Pada perjanjian kontrak rumah ini, contoh kalimat yang harus dimuat dalam bagian syarat dan ketentuan adalah sebagai berikut:

  • Kesepakatan untuk menyewa. [PEMILIK] (“Pemilik”) setuju untuk menyewakan rumah yang berlokasi di [ALAMAT RUMAH] kepada [PENYEWA] (“Penyewa”) untuk jangka waktu Perjanjian Sewa Sewa Rumah ini.
  • Jangka waktu sewa. Jangka waktu sewa akan mulai pada [START DATE] dan berakhir pada [END DATE].
  • Penyewa setuju untuk membayar [JUMLAH SEWA] sebagai imbalan atas penggunaan Rumah sesuai dengan ketentuan Perjanjian Sewa Sewa Rumah ini, yang harus dibayar sebagai berikut: [JADWAL PEMBAYARAN SEWA].

Jika  sewa jangka pendek, Anda mungkin ingin seluruh jumlah dibayar sekaligus, tetapi jika lebih lama, mungkin beberapa minggu (seperti dengan properti sewa liburan), atau bulan demi bulan (untuk penggunaan perumahan biasa). Tetapkan jadwal pembayaran dan tanggal jatuh tempo yang sesuai dengan situasi Anda.

Bagian# Cara Pembayaran

Cara pembayaran juga harus Anda atur sedemikian rupa dalam perjanjian kontrak rumah, apakah secara tunai atau transfer. Demikian halnya apakah cicil atau lunas.

  • Pembayaran akan dilakukan dengan [METODE PEMBAYARAN] ke [REKENING] pada atau sebelum tanggal jatuh tempo yang ditetapkan di atas. Pembayaran yang terlambat akan mengakibatkan [KONSEKUENSI PEMBAYARAN TERLAMBAT]; cek yang dikembalikan akan menghasilkan [KONSEKUENSI PERIKSA YANG DIKEMBALIKAN.]
  • Uang jaminan. Penyewa akan membayar kepada Pemilik uang jaminan sebesar Rp [DEPOSIT KEAMANAN] pada hari Perjanjian Sewa Sewa Rumah ini ditandatangani. Ini akan dikembalikan setelah penyerahan Rumah dalam kondisi bersih dan tidak rusak, tunduk pada keausan biasa. Setiap penggunaan uang jaminan untuk mengganti uang Pemilik untuk biaya pembersihan atau perbaikan yang tidak biasa akan dirinci oleh Pemilik setelah uang jaminan dikembalikan.

Bergantung pada persyaratan pembayaran sewa Anda di atas, Anda mungkin ingin menambahkan biaya keterlambatan atau biaya yang dikembalikan.

Bagian# Syarat Penghuni, Resiko dan Tanggung Jawab

Dalam perjanjian kontrak rumah juga harus Anda perhatikan perihal, berapa jumlah penghuninya. Kemudian, siapa yang bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul di kemudian hari dan sejenisnya.

  • Penghuni. Penghuni rumah maksimal adalah [TAMU MAKSIMUM]. Setiap tamu yang tidak sah melebihi jumlah tersebut akan dikenakan biaya tambahan sebesar $ [BIAYA TAMBAHAN] per tamu per hari.
  • Asumsi tanggung jawab dan risiko. Penyewa setuju untuk membebaskan Pemilik dari cedera, tanggung jawab, kerusakan, atau biaya Penyewa, atau tamu Penyewa, yang mungkin timbul karena penghunian Rumah atau area sekitarnya, dan Penyewa menanggung semua risiko yang terkait dengannya.

Bagian adalah tempat untuk mengatur secara detail hal-hal seperti parkir, atau penggunaan fasilitas tertentu, kerusakan dan kebijakan pembersihan, hewan peliharaan, merokok, hal-hal yang spesifik untuk properti rumah tersebut.

Bagian# Ketentuan Lainnya

Ketentuan tambahan dalam perjanjian kontrak rumah tidak harus ada, tetapi terkadang penting dan perlu diperhatikan oleh para pihak.

  • Peraturan dan Ketentuan. Penyewa akan mematuhi Peraturan dan Ketentuan, daftar yang dilampirkan di sini sebagai Bukti A.
  • Ketentuan tambahan. Ketentuan tambahan untuk Perjanjian ini adalah sebagai berikut: [KETENTUAN TAMBAHAN]

Mungkin ada beberapa undang-undang negara atau peraturan lokal yang berkaitan dengan properti sewaan yang mungkin belum dibahas dalam paragraf di atas; tambahkan di sini. Berkonsultasilah dengan pengacara untuk memastikan Anda mematuhi hukum di wilayah Anda.

Bagian# Penutup

Perjanjian Kontrak Rumah ini, termasuk semua lampiran (jika ada), adalah keseluruhan perjanjian antara Pemilik dan Penyewa. Setiap perubahan harus dibuat secara tertulis dan ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Disetujui oleh Para Pihak pada [TANDA TANGAN].

_________________________________________

Pemilik [OWNER]

[ALAMAT PEMILIK]

[Kota, Kode Pos]

[TELEPON]

 [SUREL]

_________________________________________

Penyewa [RENTER]

[ALAMAT PENYEWA]

[Kota, Kode Pos]

[TELEPON]

[SUREL]

Demikianlah contoh dari perjanjian kontrak rumah yang dapat Anda jadikan sebagai patokan untuk membuat surat perjanjian Anda sendiri.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu Terlengkap

Surat Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu merupakan surat perjanjian antara karyawan dan pemberi kerja dengan tanpa menjelaskan secara spesifik durasi waktu/lamanya karyawan bekerja.

Anda dapat menemukan contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu terlengkap secara gratis dalam ulasan di bawah ini.

Contoh Surat Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Surat Perjanjian Kerja

Surat Perjanjian Kerja, selanjutnya disebut (Perjanjian), dibuat pada tanggal 8 Agustus 2020.

ANTARA:

Hukumline 1 yang beralamat di Jl. Hukum Line No.8, Jakarta. Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA (Pekerja)

Dengan

Hukumline 2 beralamat di Jl. Hukum Line No.10, Jakarta. Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA. (Pemberi Kerja)

MENIMBANG:

  1. Pemberi Kerja berpendapat bahwa Pekerja memiliki kualifikasi, pengalaman dan kemampuan yang diperlukan untuk membantu dan memberi manfaat kepada Pemberi Kerja dalam bisnisnya.
  2. Pemberi Kerja ingin mempekerjakan Pekerja dan Pekerja telah setuju untuk menerima dan memasuki pekerjaan tersebut dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan dalam Perjanjian ini.

Menimbang bahwa hal-hal yang dijelaskan di atas dan manfaat dan kewajiban bersama yang ditetapkan dalam Perjanjian ini, penerimaan dan kecukupan yang pertimbangannya dengan ini diakui, para pihak dalam Perjanjian ini setuju untuk menjalankan kesepakatan sebagai berikut:

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Tanggal dan Jangka Waktu Mulai

  1. Karyawan akan memulai pekerjaan full time permanen dengan Pemberi Kerja pada tanggal 8 Agustus 2020 (Awal).
  2. Karyawan harus berhasil menyelesaikan masa percobaan enam (6) bulan (‘Masa Percobaan’) dimulai pada Tanggal Mulai. Kapan pun selama Masa Percobaan, sebagaimana dan jika diizinkan oleh undang-undang, Majikan berhak memutuskan hubungan kerja tanpa pemberitahuan atau kompensasi apapun kepada Karyawan selain gaji yang harus dibayarkan untuk jam kerja yang telah diselesaikan.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Jenis dan Deskripsi Pekerjaan

  1. Jenis pekerjaan Karyawan adalah sebagai berikut: Petugas Hukum.
  2. Karyawan setuju untuk dipekerjakan dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan dalam Perjanjian ini. Karyawan setuju untuk tunduk pada pengawasan umum dan bertindak sesuai dengan perintah, saran, dan arahan dari Majikan.
  3. Karyawan akan melakukan setiap dan semua tugas yang diminta oleh Pemberi Kerja selama masih dalam kategori wajar dan biasanya dilakukan oleh seseorang yang memegang posisi serupa di industri atau bisnis Pemberi Kerja.
  4. Pemberi Kerja dapat membuat perubahan pada jabatan atau tugas Karyawan di mana perubahan tersebut dianggap wajar untuk posisi serupa di industri atau bisnis Pemberi Kerja. Jenis pekerjaan atau tugas Karyawan dapat diubah dengan kesepakatan dan dengan persetujuan Karyawan dan Pemberi Kerja atau setelah periode pemberitahuan yang diwajibkan menurut undang-undang.
  5. Karyawan setuju untuk mematuhi peraturan, regulasi, kebijakan, dan praktik Pemberi Kerja, termasuk yang berkaitan dengan jadwal kerja, liburan dan cuti sakit, yang sewaktu-waktu dapat diadopsi atau diubah.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Kompensasi Karyawan

  1. Kompensasi yang dibayarkan kepada Karyawan atas layanan yang diberikan oleh Karyawan sebagaimana disyaratkan oleh Perjanjian ini (Kompensasi) akan terdiri dari gaji $ 35.000,00 (dolar) per bulan ditambah komisi sesuai dengan rumus komisi berikut: 5000/jam
  2. Kompensasi ini akan dibayarkan sebulan sekali selama Perjanjian ini berlaku. Majikan berhak untuk memotong dari Kompensasi Karyawan, atau dari kompensasi lain dalam bentuk apapun, setiap pemotongan dan pengiriman uang yang berlaku seperti yang atur oleh hukum.
  3. Karyawan memahami dan menyetujui bahwa setiap remunerasi tambahan yang dibayarkan kepada Karyawan dalam bentuk bonus atau remunerasi insentif serupa lainnya akan menjadi kebijakan tunggal Pemberi Kerja dan bahwa Karyawan tidak akan memperoleh atau memperoleh hak atas remunerasi insentif dengan alasan Pekerjaan karyawan.
  4. Pemberi Kerja akan mengganti uang Karyawan untuk semua pengeluaran yang wajar, sesuai dengan kebijakan Pemberi Kerja yang sah yang berlaku dari waktu ke waktu, termasuk namun tidak terbatas pada, biaya perjalanan dan hiburan yang dikeluarkan oleh Karyawan sehubungan dengan bisnis Pemberi Kerja. Biaya akan dibayarkan dalam waktu yang wajar setelah penyerahan bukti pendukung yang dapat diterima.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Tempat kerja

  1. Tempat kerja utama Karyawan adalah di lokasi berikut: Hukum Line.com
  2. Jam kerja normal Karyawan, termasuk istirahat, adalah sebagai berikut: 7 Jam/Hari
  3. Namun demikian, Karyawan akan, setelah menerima pemberitahuan yang wajar dari Pemberi Kerja, akan bekerja tambahan jam dan / atau jam di luar Jam Kerja Normal Karyawan sebagaimana dianggap perlu oleh Pemberi Kerja untuk memenuhi kebutuhan bisnis Pemberi Kerja.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Hak Karyawan

  1. Karyawan hanya berhak atas tunjangan tambahan yang saat ini tersedia seperti yang dijelaskan dalam ketentuan yang sah dari pedoman, manual, dan dokumen kebijakan Perusahaan atau sebagaimana diwajibkan oleh hukum.
  2. Kebijakan Perusahaan dapat berubah, tanpa kompensasi, setelah Perusahaan memberikan pemberitahuan tertulis 60 hari kepada Karyawan tentang perubahan tersebut dan dengan ketentuan bahwa setiap perubahan pada hak-hak karyawan tersebut diambil secara umum sehubungan dengan karyawan lain dan tidak memilih Karyawan.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Hak Cuti

  1. Karyawan berhak atas cuti (tetap digaji) oleh perusahaan selama empat minggu setiap tahun selama jangka waktu Perjanjian ini, atau sebagaimana berhak menurut undang-undang, mana saja yang lebih besar.
  2. Waktu dan tanggal untuk setiap cuti akan ditentukan oleh kesepakatan bersama antara Pemberi Kerja dan Pekerja.
  3. Setelah pemutusan hubungan kerja, Pemberi Kerja akan memberi kompensasi kepada Karyawan untuk cuti yang masih harus dibayar tetapi tidak digunakan.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Konflik Kepentingan

  1. Selama masih aktif bekerja, perlu dipahami dan disepakati bahwa setiap peluang bisnis yang berkaitan dengan atau serupa dengan peluang bisnis aktual atau yang diantisipasi secara wajar oleh Pemberi Kerja (dengan pengecualian investasi pribadi kurang dari 5% dari ekuitas bisnis, investasi dalam bisnis keluarga yang sudah mapan, real estat, atau investasi dalam saham dan obligasi yang diperdagangkan di bursa saham publik) menjadi perhatian Karyawan, adalah peluang milik Pemberi Kerja. Oleh karena itu, Karyawan akan memberitahu Pemberi Kerja tentang peluang tersebut dan tidak dapat mengejar peluang tersebut, secara langsung atau tidak langsung, tanpa persetujuan tertulis dari Pemberi Kerja.
  2. Selama masih aktif bekerja, Karyawan tidak akan, secara langsung atau tidak langsung, terlibat atau berpartisipasi dalam aktivitas bisnis lain apapun yang menurut pertimbangannya yang wajar, dianggap bertentangan dengan kepentingan terbaik Pemberi Kerja . tanpa persetujuan tertulis dari Pemberi Kerja.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Informasi Rahasia

  1. Karyawan mengakui bahwa, dalam posisi apapun yang mungkin dimiliki oleh Karyawan, dalam dan sebagai akibat dari dipekerjakannya Karyawan oleh Pemberi Kerja, Karyawan akan, atau mungkin, dengan memanfaatkan, memperoleh atau menambah informasi yang dirahasiakan oleh Majikan ( Informasi Rahasia) dan Informasi Rahasia adalah milik eksklusif Pemberi Kerja.
  2. Informasi Rahasia akan mencakup semua data dan informasi yang berkaitan dengan bisnis dan manajemen Pemberi Kerja, termasuk namun tidak terbatas pada, teknologi kepemilikan dan rahasia dagang dan catatan akuntansi yang aksesnya diperoleh oleh Karyawan, termasuk Produk Kerja, Perangkat Lunak Komputer, Lainnya. Data Kepemilikan, Operasi Bisnis, Operasi Pemasaran dan Pengembangan, dan Informasi Pelanggan.
  3. Informasi Rahasia juga akan mencakup informasi apa pun yang telah diungkapkan oleh pihak ketiga kepada Perusahaan dan diatur oleh perjanjian kerahasiaan yang dibuat antara pihak ketiga tersebut dan Perusahaan tersebut.
  4. Informasi Rahasia tidak akan mencakup informasi yang: Secara umum dikenal di industri Pengusaha; Sekarang atau selanjutnya tersedia secara umum untuk publik melalui tindakan Karyawan yang tidak salah; Informasi yang secara sah dimiliki oleh Karyawan sebelum diungkapkan oleh Pemberi Kerja kepada Karyawan; Dibuat secara independen oleh Karyawan tanpa penggunaan Informasi Rahasia secara langsung atau tidak langsung; Karyawan berhak memperolehnya dari pihak ketiga yang memiliki hak untuk mentransfer atau mengungkapkannya.

Tugas dan Kewajiban Mengenai Informasi Rahasia

  1. Karyawan setuju bahwa persyaratan material dari kontrak Karyawan dengan Pemberi adalah untuk menjaga semua Informasi Rahasia benar-benar rahasia dan melindungi pembebasannya dari publik. Karyawan setuju untuk tidak membocorkan, mengungkapkan, melaporkan, atau menggunakan, untuk tujuan apa pun, Informasi Rahasia apa pun yang telah diperoleh Karyawan atau yang diungkapkan kepada Karyawan oleh Majikan sebagai akibat karyawan dipekerjakan oleh Majikan. Karyawan setuju bahwa jika ada pertanyaan tentang pengungkapan tersebut, maka Karyawan akan mencari manajemen senior dari Perusahaan sebelum melakukan pengungkapan informasi Perusahaan yang mungkin tercakup dalam Perjanjian ini.
  2. Karyawan setuju dan mengakui bahwa Informasi Rahasia bersifat eksklusif dan rahasia dan bahwa setiap pengungkapan Informasi Rahasia kepada pihak ketiga yang melanggar Perjanjian ini tidak dapat diberi kompensasi yang wajar atau memadai untuk ganti rugi uang, akan menyebabkan cedera yang tidak dapat diperbaiki kepada Majikan , akan sangat mempengaruhi efektivitas dan keberhasilan pelaksanaan bisnis dan niat baik Pemberi Kerja, dan akan menjadi pelanggaran material dari Perjanjian ini.
  3. Kewajiban untuk memastikan dan melindungi kerahasiaan Informasi Rahasia yang diberlakukan pada Karyawan dalam Perjanjian ini akan berlanjut hingga Karyawan tidak lagi dipekerjakan oleh Pemberi Kerja.
  4. Karyawan dapat mengungkapkan Informasi Rahasia apa pun: Kepada pihak ketiga dimana Majikan telah menyetujui secara tertulis untuk pengungkapan tersebut; atau Sejauh yang diwajibkan oleh undang-undang atau oleh permintaan atau persyaratan dari badan yudisial, legislatif, administratif atau pemerintah lainnya setelah memberikan pemberitahuan sebelumnya yang wajar kepada Pemberi Kerja.

Kepemilikan dan Hak atas Informasi Rahasia

  1. Karyawan mengakui dan menyetujui bahwa semua hak, kepemilikan, dan kepentingan dalam Informasi Rahasia akan tetap menjadi milik eksklusif Pemberi Kerja. Oleh karena itu, Karyawan secara khusus menyetujui dan mengakui bahwa Karyawan tidak akan memiliki kepentingan atas Informasi Rahasia, termasuk, namun tidak terbatas pada, tidak ada kepentingan dalam pengetahuan, hak cipta, merek dagang atau nama dagang, meskipun pada kenyataannya Karyawan mungkin telah membuat atau berkontribusi pada pembuatan Informasi Rahasia.
  2. Karyawan melepaskan hak moral apa pun yang mungkin dimiliki oleh Karyawan terkait dengan Informasi Rahasia.
  3. Karyawan setuju untuk segera mengungkapkan kepada Pemberi Kerja semua Informasi Rahasia yang dikembangkan secara keseluruhan atau sebagian oleh Karyawan selama masa kerja Karyawan dengan Pemberi Kerja dan untuk menyerahkan kepada Pemberi Kerja segala hak, kepemilikan, atau kepentingan yang mungkin dimiliki Karyawan dalam Informasi Rahasia. . Karyawan setuju untuk menjalankan instrumen apa pun dan untuk melakukan semua hal lain yang secara wajar diminta oleh Majikan, baik selama dan setelah Pekerja bekerja dengan Majikan, untuk memberikan sepenuhnya kepada Pemberi Kerja semua hak kepemilikan atas barang-barang yang dialihkan oleh Pekerja ke karyawan.

Pengembalian Informasi Rahasia

  1. Karyawan setuju bahwa, atas permintaan Pemberi Kerja atau setelah pemutusan hubungan kerja atau kadaluwarsa, tergantung kasusnya, dari pekerjaan ini, Karyawan akan menyerahkan kepada Pemberi Kerja semua Informasi Rahasia milik Majikan, termasuk namun tidak terbatas pada, semua dokumen , rencana, spesifikasi, disk atau media komputer lainnya, serta setiap duplikat atau cadangan yang dibuat dari Informasi Rahasia dalam bentuk atau media apa pun, yang dimiliki atau dikendalikan oleh Karyawan yang: Mungkin berisi atau berasal dari ide, konsep, kreasi, atau rahasia dagang dan Informasi rahasia dan kepemilikan lainnya sebagaimana didefinisikan dalam Perjanjian ini; atau Terhubung dengan atau berasal dari pekerjaan Karyawan dengan Pemberi Kerja.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Otoritas Pengikatan Kontrak

  1. Terlepas dari adanya syarat atau ketentuan lain yang dinyatakan atau tersirat dalam Perjanjian ini yang sebaliknya, Karyawan tidak akan memiliki wewenang untuk menandatangani kontrak atau komitmen apa pun untuk atau atas nama Pemberi Kerja tanpa terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari Pemberi Kerja.
  2. Terlepas dari syarat atau ketentuan lain yang tersurat maupun tersirat dalam Perjanjian ini, dalam hal Pemberi Kerja akan menghentikan operasi bisnisnya di lokasi di mana Karyawan dipekerjakan, maka, atas pilihan tunggal Pemberi Kerja, dan sebagaimana diizinkan oleh hukum, Perjanjian ini akan berakhir pada hari terakhir bulan di mana Pemberi Kerja menghentikan operasinya di lokasi tersebut dengan kekuatan dan efek yang sama seolah-olah hari terakhir bulan itu pada awalnya ditetapkan sebagai Tanggal Pengakhiran Perjanjian ini.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Pemutusan Hubungan Kerja

  1. Jika hanya ada alasan untuk pemutusan hubungan kerja, Pemberi Kerja dapat memutuskan hubungan kerja Karyawan tanpa pemberitahuan, sebagaimana diizinkan oleh undang-undang.
  2. Karyawan dan Pemberi Kerja setuju bahwa pemberitahuan pemutusan hubungan kerja yang wajar dan memadai oleh Pemberi Kerja adalah lebih dari satu (1) minggu atau pemberitahuan minimum apapun yang diwajibkan oleh hukum.
  3. Jika Karyawan ingin memutuskan hubungan kerja ini dengan Majikan, Karyawan akan memberi Pemberi Kerja waktu lebih dari satu (1) minggu dan jumlah minimum yang disyaratkan oleh hukum. Sebagai alternatif, jika Karyawan bekerja sama dengan pelatihan dan pengembangan pengganti, maka pemberitahuan yang memadai akan diberikan jika pemberitahuan cukup memadai agar Pemberi Kerja dapat mencari dan melatih pengganti.
  4. Tanggal pemutusan hubungan kerja yang ditentukan oleh Karyawan atau Pemberi dapat kedaluwarsa pada hari apa pun dalam sebulan dan setelah Tanggal Pengakhiran, Pemberi Kerja akan segera membayar kepada Karyawan setiap bagian kompensasi yang belum dibayar termasuk liburan yang masih harus dibayar dan waktu yang ditabung, jika ada, dihitung ke Tanggal Pengakhiran.
  5. Setelah pemberitahuan diberikan oleh salah satu pihak untuk alasan apapun, Karyawan dan Pemberi Kerja setuju untuk melaksanakan tugas dan kewajiban mereka berdasarkan Perjanjian ini dengan tekun dan dengan itikad baik hingga akhir periode pemberitahuan. Pemberi Kerja tidak boleh membuat perubahan apa pun pada kompensasi atau syarat atau ketentuan lain apa pun dari Perjanjian ini antara waktu pemberitahuan penghentian diberikan hingga akhir periode pemberitahuan.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Upaya Hukum

  1. Jika terjadi pelanggaran atau ancaman pelanggaran oleh Karyawan atas salah satu ketentuan Perjanjian ini, Karyawan setuju bahwa Pemberi berhak atas perintah permanen, selain dan tidak terbatas pada hak dan upaya hukum lainnya yang tersedia untuk Pemberi Kerja secara hukum atau ekuitas, untuk mencegah atau menahan pelanggaran semacam itu oleh Karyawan atau oleh mitra, agen, perwakilan, pelayan, karyawan, dan / atau setiap dan semua orang yang secara langsung atau tidak langsung bertindak untuk atau dengan Karyawan.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Ketentuan Peralihan

  1. Majikan dan Karyawan mengakui bahwa Perjanjian ini wajar, sah dan dapat dilaksanakan. Namun, jika ada istilah, perjanjian, kondisi atau ketentuan dalam Perjanjian ini yang dianggap tidak sah, batal, atau tidak dapat dilaksanakan oleh pengadilan dengan yurisdiksi yang kompeten, maksud para pihak adalah agar ketentuan tersebut diubah cakupannya oleh pengadilan hanya sejauh dianggap perlu oleh pengadilan tersebut untuk membuat ketentuan tersebut masuk akal dan dapat dilaksanakan dan ketentuan lainnya dalam Perjanjian ini sama sekali tidak akan terpengaruh, dirugikan atau dibatalkan sebagai akibatnya.

Catatan

Setiap pemberitahuan, pengiriman, permintaan, permintaan, atau komunikasi lain yang diperlukan di sini akan dianggap selesai saat dikirimkan secara manual, dikirim oleh agen, atau tujuh (7) hari setelah ditempatkan di pos, prabayar prabayar, ke pihak-pihak berikut ini alamat atau yang nantinya dapat ditunjuk oleh para pihak secara tertulis:

Karyawan:

  • Hukumline
  • Jl. Hujum Line No.8
  • 6666666666
  • hukumline@gmail.com

Pemberi Kerja

  • Hukumline
  • Jl. Hukumline No.10
  • hukumline@gmail.com

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Perubahan Perjanjian

Setiap amandemen atau modifikasi Perjanjian ini atau kewajiban tambahan yang diambil oleh salah satu pihak sehubungan dengan Perjanjian ini hanya akan mengikat jika dibuktikan secara tertulis yang ditandatangani oleh masing-masing pihak atau perwakilan resmi dari masing-masing pihak.

Peraturan Pemerintah

Perjanjian ini akan ditafsirkan sesuai dengan dan diatur oleh hukum negara bagian Hawaii.

Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

Ketentuan Umum

  1. Waktu sangat penting dalam Perjanjian ini.
  2. Judul disisipkan untuk kenyamanan para pihak saja dan tidak untuk dipertimbangkan saat menafsirkan Perjanjian ini. Kata dalam arti tunggal dan termasuk jamak dan sebaliknya. Kata-kata dalam maskulin berarti dan termasuk feminin dan sebaliknya.
  3. Tidak ada kegagalan atau penundaan oleh salah satu pihak dalam Perjanjian ini dalam menjalankan kekuasaan, hak, atau hak istimewa apa pun yang diberikan dalam Perjanjian ini yang akan berlaku sebagai pengabaian, dan pelaksanaan tunggal atau sebagian dari hak, kekuasaan, atau hak istimewa tersebut tidak menghalangi pelaksanaan lebih lanjut dari mereka atau pelaksanaan hak, kekuasaan, atau hak istimewa lain yang disediakan dalam Perjanjian ini.
  4. Perjanjian ini akan diberlakukan untuk kepentingan dan mengikat masing-masing ahli waris, pelaksana, administrator, penerus dan penerima hak, tergantung kasusnya, dari Majikan dan Karyawan.
  5. Perjanjian ini dapat dilaksanakan di beberapa bagian. Tanda tangan faksimili bersifat mengikat dan dianggap sebagai tanda tangan asli.
  6. Perjanjian ini merupakan keseluruhan perjanjian antara para pihak dan tidak ada item atau ketentuan lebih lanjut, baik lisan maupun tertulis. Para pihak dalam Perjanjian ini menetapkan bahwa tidak satupun dari mereka yang membuat pernyataan apapun sehubungan dengan pokok bahasan Perjanjian ini kecuali pernyataan seperti yang secara khusus ditetapkan dalam Perjanjian ini.
  7. SEBAGAI BUKTI, para pihak telah membubuhkan tanda tangan dan materai sebagaimana mestinya pada tanggal 8 Agustus 2020 ini.

KARYAWAN

Hukumline

PEMBERI KERJA

PT. Hukumline

Demikianlah contoh lengkap dari Contoh Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu yang dapat Anda jadikan referensi. Tentu beberapa hal dalam perjanjian ini tidak sesuai dengan kondisi perusahaan Anda. Oleh karenanya, masih harus dilakukan beberapa penyesuaian. Lihat juga contoh perjanjian kerja karyawan pada postingan sebelumnya.

Surat Perjanjian Kerja Karyawan; Template dan Contohnya

Contoh surat perjanjian kerja karyawan ini dapat Anda gunakan untuk secara formal melakukan perjanjian kerja Anda dengan karyawan baru. Kontrak kerja karyawan umumnya berisi rincian seperti jam kerja, tingkat gaji, tanggung jawab karyawan, dll. Jika terjadi perselisihan atau ketidaksepakatan tentang ketentuan kerja, kedua belah pihak dapat merujuk pada kontrak tersebut.

Di bawah ini Anda akan menemukan template surat perjanjian karyawan dapat diunduh secara gratis sehingga dapat Anda gunakan untuk membuat kontrak Anda sendiri.

Template surat perjanjian kerja karyawan Karyawan:

1. Kontrak kerja (JUDUL)

Surat perjanjian kerja karyawan ini, dibuat pada tanggal ____ hari ______________ tahun 20____, dibuat antara [nama perusahaan] dan [nama karyawan] [kota]. Dokumen ini merupakan perjanjian kerja antara kedua pihak ini dan diatur oleh hukum [negara].

2. MENGINGAT

Dalam hal ini pemberi kerja ingin mempertahankan kinerja Karyawan, dan Karyawan ingin memberikan pelayanan kepada Pemberi Kerja, oleh karena itu syarat dan ketentuan ini ditetapkan (Surat Perjanjian Kerja Karyawan).

3. MENIMBANG

Melalui kesepakatan ini, para pihak menyetujui syarat dan ketentuan berikut:

4. Pekerjaan

Karyawan setuju bahwa dia akan setia dan dengan kemampuan terbaiknya untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagaimana diperintahkan oleh Pemberi Kerja. Karyawan harus selalu mematuhi semua kebijakan, aturan, dan prosedur perusahaan.

5. Posisi

Sebagai [jabatan], merupakan kewajiban Karyawan untuk melakukan semua fungsi dan tugas pekerjaan yang penting. Dari waktu ke waktu, Pemberi Kerja juga dapat menambahkan tugas lain dalam lingkup pekerjaan Karyawan yang wajar.

6. Kompensasi

Sebagai kompensasi atas layanan yang diberikan, Karyawan akan dibayar dengan upah Rp ___________ [per jam / per tahun] dan akan tunduk pada tinjauan kinerja (n) [triwulanan / tahunan]. Semua pembayaran akan dikenakan pemotongan pekerjaan wajib (Pajak Negara, Jaminan Sosial, Medicare).

7. Manfaat

Karyawan berhak untuk berpartisipasi dalam program tunjangan apapun yang ditawarkan oleh Pemberi Kerja. Perusahaan saat ini menawarkan [daftar tunjangan, jika ada]. Akses ke manfaat ini hanya akan dimungkinkan setelah masa percobaan telah berlalu.

8. Masa percobaan

Dapat dipahami bahwa [kerangka waktu] kerja pertama merupakan masa percobaan. Selama waktu ini, Karyawan tidak berhak atas cuti berbayar atau tunjangan lainnya. Selama waktu ini, Pemberi Kerja juga menggunakan hak untuk memutuskan hubungan kerja kapan saja tanpa pemberitahuan sebelumnya.

9. Upah Lembur dan Cuti

Setelah masa percobaan, Karyawan berhak atas cuti berbayar berikut ini: • [lamanya waktu liburan] • ​​[lamanya waktu untuk sakit / hari pribadi] • Cuti duka dapat diberikan jika perlu.

Perusahaan berhak untuk mengubah kebijakan cuti berbayar.

10. Pemutusan Hubungan Kerja

Kedua belah pihak bermaksud untuk membentuk hubungan yang panjang dan saling menguntungkan. Namun, hubungan ini dapat diakhiri oleh salah satu pihak kapan saja dengan ketentuan [lamanya waktu] pemberitahuan tertulis dikirimkan ke pihak lain.

Karyawan setuju untuk mengembalikan semua properti Pemberi Kerja setelah pengakhiran.

11. Kerahasiaan

Sebagai Karyawan, Anda akan memiliki akses ke informasi rahasia yang merupakan milik Majikan. Anda tidak diizinkan untuk mengungkapkan informasi ini di luar Perusahaan.

Selama Anda Bekerja dengan Perusahaan, Anda tidak boleh terlibat dalam pekerjaan apa pun untuk Perusahaan lain yang terkait atau bersaing dengan Perusahaan. Anda akan sepenuhnya mengungkapkan kepada Pemberi Kerja Anda setiap hubungan Kerja lain yang Anda miliki dan Anda akan diizinkan untuk mencari pekerjaan lain asalkan (a.) Itu tidak mengurangi kemampuan Anda untuk memenuhi tugas Anda, dan (b.) Anda tidak membantu organisasi lain dalam bersaing dengan majikan.

Diketahui lebih lanjut bahwa setelah pemutusan hubungan kerja Anda, Anda tidak akan meminta bisnis dari salah satu klien Perusahaan untuk jangka waktu setidaknya [kerangka waktu].

12. Penutup

Surat perjanjian kerja karyawan ini mewakili keseluruhan perjanjian antara kedua pihak dan menggantikan perjanjian tertulis atau lisan sebelumnya. Perjanjian ini dapat diubah kapan saja, dengan persetujuan tertulis dari Pemberi Kerja dan Pekerja.

13. Otorisasi Hukum

Karyawan setuju bahwa ia memiliki wewenang penuh untuk bekerja di [nama negara] dan dapat memberikan bukti ini dengan dokumentasi hukum. Dokumentasi ini akan diperoleh oleh Majikan sebagai catatan hukum.

14. Ketentuan Peralihan

Para pihak setuju bahwa jika ada bagian dari surat perjanjian kerja karyawan ini ada yang ditemukan batal atau tidak dapat dilaksanakan, itu akan dihapus dari catatan dan ketentuan lainnya akan mempertahankan kekuatan dan efek penuh mereka.

15. Yurisdiksi

Surat perjanjian kerja karyawan ini akan diatur, ditafsirkan, dan ditafsirkan sesuai dengan hukum [negara, provinsi atau wilayah].

Dalam kesaksian dan perjanjiannya, Majikan telah melaksanakan kontrak ini dengan proses yang semestinya melalui otorisasi dari agen resmi perusahaan dan dengan persetujuan dari Karyawan, yang diberikan di sini secara tertulis.

Tanda tangan karyawan

Tanggal

Tanda Tangan Resmi Perusahaan

Tanggal

Itulah contoh dari surat perjanjian kerja karyawan. Kontrak ini tidaklah baku, Anda bisa mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi perusahaan Anda. Kalimat-kalimat tertentu bisa Anda modifikasi dan ubah sesuai kebutuhan Anda. Untuk memudahkan Anda silahkan download template nya di sini.