7 Strategi Pemasaran Efektif untuk UKM Saat New Normal

  • 2 min read
  • Jun 23, 2020
strategi pemasaran

Bagi mayoritas pengusaha kecil menengah, bangkit dari pandemi bukanlah hal yang mudah. Modal yang mereka miliki tidak cukup untuk membangun kembali bisnis mereka. Mirisnya, modal mereka justru habis ditelan kerugian yang terjadi akibat pandemi. Mungkin artinya Anda perlu strategi pemasaran dengan teknik yang baru.

Alhasil, mereka kini harus kembali mulai dari awal seperti saat memulai usaha baru. Sayangnya, pandemi juga berdampak pada jaringan pemasaran yang telah dibangun sebelumnya. Banyak konsumen loyal dan dropshipper yang lepas, distributor yang tidak kunjung kembali dan permasalahan pemasaran lainnya.

Jika Anda adalah salah satu pelaku usaha yang mengalami kendala tersebut, strategi pemasaran new normal berikut ini patut untuk dicoba. Apa dan bagaimana caranya? Simak ulasan berikut ini:

Strategi Pemasaran Teknik Empathy

Di masa new normal ini strategi penjualan dengan teknik empathy menjadi langkah efektif untuk mempertahankan tumbuh kembangnya bisnis Anda. Bentuk real dari pemasaran dengan metode emphaty ini seperti memberikan bonus handsanitizer atau masker kepada pembeli produk Anda. 

Teknik ini, akan membangun kesan positif konsumen terhadap UKM Anda. Kesan tersebut lama-kelamaan akan menjadi loyalitas yang tentu diharapkan oleh semua produsen.

Strategi Pemasaran Model Solution

Sebagai industri tentu perusahaan Anda memiliki tanggung jawab moral terhadap masyarakat di wilayah Anda. Di era new normal ini saatnya Anda tampil memberikan solusi yang tepat bagi permasalahan yang terjadi di sekitar Anda selama pandemi. 

Sebagai contoh strategi pemasaran ini adalah platform-platform e-learning yang kini menggratiskan biaya kursus di sana. Perusahaan jaringan internet yang memberikan diskon besar-besaran bagi pelajar dan sejenisnya.

Jadi UKM Anda sebagai solusi atas problem yang sedang dihadapi masyarakat, maka otomatis hati masyarakat akan Anda dapatkan.

Strategi Pemasaran Teknik Giving

Strategi pemasaran produk di tengah pandemi dengan teknik giving ini sudah sangat lama diterapkan. Hanya saja, jenis pemberian/hadiahnya lah yang selalu berganti-ganti sesuai dengan perkembangan sosial masyarakat. Nah! Anda harus pintar-pintar mengidentifikasi apa yang dibutuhkan masyarakat dan berikan kontribusi dalam bentuk pemberian yang tepat guna.

Social Benefit

Bisnis Anda juga harus mampu memberikan manfaat sosial yang relevan dengan kondisi saat ini. Sebagai contoh membuat produk hand sanitizer disertai dengan panduan mencuci tangan menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat. Anda juga bisa turut serta mengkampanyekan pentingnya mencuci tangan untuk kesehatan. Hal tersebut tentu merupakan salah satu jenis strategi pemasaran efektif di fase new normal.

Responsible

Tips berikutnya adalah produk Anda harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat saat ini. Sebagai contoh, memberikan pelayanan gratis cek suhu tubuh atau kesehatan saat memasuki restoran yang Anda miliki, juga bagian dari bentuk strategi pemasaran kewirausahaan yang responsible.

Secure

Anda juga harus mampu mendesain produk Anda agar masyarakat yakin bahwa produk tersebut benar-benar aman untuk digunakan atau dikonsumsi. Saat new normal ini konsumen sangat berhati-hati dengan penyakit, oleh karena itu wajib bagi Anda memberikan keyakinan kepada konsumen bahwa produk Anda benar-benar aman. Tujuan strategi pemasaran ini adalah untuk memperoleh kepercayaan dari konsumen.

Manfaatkan Media Sosial

Physical distancing masih merupakan prosedur resmi yang diterapkan saat new normal ini. Oleh karenanya, Anda tidak bisa melakukan konsep strategi pemasaran secara door to door. Dalam hal ini Anda bisa memanfaatkan media sosial sebagai penggantinya.

Pasarkan produk Anda melalui media sosial yang Anda miliki. Buatlah tampilan dan konten yang menarik dan tentu harus memenuhi 6 unsur yang telah disebutkan sebelumnya.

Itulah beberapa strategi pemasaran yang tepat untuk diterapkan di saat new normal. Pastikan teknik pemasaran Anda benar-benar sesuai dan jangan menggunakan teknik yang sensitif seperti isu pandemi dan sejenisnya. Sebab hal itu justru akan membuat konsumen memiliki kesan negatif pada bisnis Anda. 

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: