Contoh dan Cara Membuat Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

  • 3 min read
  • Jul 28, 2020
perjanjian jual beli tanah

Membuat surat perjanjian bukanlah hal yang sepele, apalagi jika yang dibuat adalah surat perjanjian jual beli tanah. Sebab, surat ini berkaitan dengan aset yang paling berharga dan paling stabil diantara aset lainnya.

Surat perjanjian harus memenuhi unsur-unsur esensial sebagaimana diatur dalam sistem hukum yang berlaku. Bahkan, tanpa memperhatikan ketentuan hukum yang ada sebuah perjanjian bisa dianggap tidak sah dan oleh karenanya batal demi hukum.

Hal yang sering diabaikan ketika proses melakukan perjanjian jual beli tanah adalah tidak detailnya para pihak dalam mengidentifikasi segala hal yang harus termuat dalam perjanjian. Umumnya para pihak sering lupa mencantumkan hal-hal seperti identitas kurang jelas, peran serta para pihak juga kurang jelas, hak dan kewajiban di dalam kontrak pun juga terkadang mengandung kata-kata ambigu.

Perjanjian yang dibuat atas adanya unsur kesalahan ini bisa saja dikemudian hari dikategorikan sebagai perjanjian yang melanggar syarat sah perjanjian, sehingga kontrak yang dibuat kemudian menjadi batal demi hukum atau dapat dibatalkan.

Nah, bagi Anda yang kini sedang kebingungan bagaimana cara membuat surat perjanjian jual beli tanah berikut adalah tipsnya.

Persiapan Sebelum Membuat Perjanjian

1. Identifikasi Subjek Perjanjian

Hal pertama yang harus Anda perhatikan sebelum membuat surat perjanjian adalah perhatikan detail dari subjek (para pihak) yang melakukan perjanjian. Adapun hal pokok yang harus di cantumkan dalam perjanjian adalah berkaitan dengan posisi dan kedudukan hukumnya para pihak, apakah mereka bertindak atas nama sendiri atau sebagai kuasa? Apakah pihak yang bersangkutan adalah pemilik utuh atas objek perjanjian atau tidak? Poin ini harus Anda ketahui dan dicantumkan dalam perjanjian.

2. Identifikasi Objek Perjanjian

Ketika mengidentifikasi objek perjanjian ini yang harus Anda perhatikan adalah apa saja aturan hukum yang mengikat dan apa jenis perikatan yang cocok untuk digunakan? Dalam hal ini Anda harus mendokumentasi seluruh aturan hukum yang berhubungan dengan objek perjanjian, bila objeknya berupa tanah, maka carilah aturan hukum berkaitan dengan tanah ini, mulai pendaftaran hak milik tanah, macamnya dan lain sebagainya.

Cara Membuat Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Setelah melakukan identifikasi subjek dan objek perjanjian, maka langkah selanjutnya adalah buatlah draf surat perjanjian. Adapun susunan dari draf tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pembukaan dan Pendahuluan

Isi dari bagian pembukaan dan pendahuluan dalam surat perjanjian ini adalah judul, kemudian dibawahnya kalimat pembuka, dan selanjutnya adalah Premise (hal-hal yang melatarbelakangi terjadinya kesepakatan).

2. Deskripsi dan Pemaparan Identitas

Deskripsi dan pemaparan identitas ini sangat penting sebab berkaitan dengan syarat sah perjanjian berupa kecakapan para pihak dan adanya kesepakatan. Dalam hal ini hal-hal pokok yang harus termuat adalah penyebutan para pihak biasanya berupa kalimat pihak pertama dan pihak kedua, nama diri, tempat dan tanggal lahir, domisili atau tempat tinggal, dasar hukum/kewenangan berbuat (sebagai kuasa atau bertindak atas nama diri sendiri), pekerjaan atau kedudukannya di masyarakat atau di badan hukum.

3. Premise

Setelah selesai menyebutkan deskripsi lengkap para pihak, maka langkah selanjutnya adalah membuat kalimat yang menunjukkan alasan-alasan para pihak dalam membuat kontrak atau kalimat pertimbangan yang menjadi dasar kontrak.

4. Isi

Untuk isi dari kontrak ini umum berupa hak dan kewajiban masing-masing pihak berdasarkan jenis perikatan yang dilakukan. Hak dan kewajibannya ini bisa dibuat dalam bentuk pasal-pasal khusus.

5. Penutup

Bagian penutup kontrak ini umumnya berisi tempat dibuatnya kontrak, tanggal kontrak dibuat, identitas para saksi, tanda tangan dan materai.

Setidaknya itulah unsur pokok yang harus termuat dalam surat perjanjian, baik jual beli tanah ataupun lainnya.

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Setelah memahami batang tubuh suatu kontrak, langkah selanjutnya adalah mengaplikasikannya dalam kontrak riil. Untuk mempermudah Anda berikut contoh dari surat perjanjian jual beli tanah:

Contoh dari surat perjanjian jual beli tanah tersebut di atas merupakan standar minimal atas suatu kontrak jual beli tanah. Oleh karena itu, Anda harus melakukan pengembangan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan dalam perjanjian yang Anda lakukan. Ini tergantung bagaimana Anda mengidentifikasi subjek dan objek perjanjian yang akan dilakukan.

Post Terkait :

2 thoughts on “Contoh dan Cara Membuat Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: