Data Survei Ekonomi Pasca Covid-19, Ini Daftar Pekerjaan Terdampak

  • 3 min read
  • Jun 30, 2020
data survei ekonomi

Data survei ekonomi dampak Covid-19 telah dirilis oleh BPS, apa jenis pekerjaan yang paling terdampak? Berikut ulasannya.

Anda pasti telah maklum bahwa berbagai langkah pencegahan Covid-19 membuat lesu pergerakan ekonomi di Indonesia. Mulai dari sektor pemerintahan, perdagangan hingga sektor pertanian mengalami penurunan. Tidak terkecuali mereka yang berprofesi sebagai karyawan ataupun mereka yang melakoni pekerjaan wiraswasta.

Berdasarkan data survei ekonomi atas dampak Covid-19 terhadap 87. 379 responden, berikut adalah daftar pekerjaan dari yang kurang berdampak hingga paling terdampak. Bagaimana dengan pekerjaan Anda? Seberapa besar dampaknya? Yuk, simak ulasan berikut ini:

Pekerja Sektor Mana yang Terdampak?

Pekerja Sektor Pergudangan dan Transportasi

Dalam sektor ini sebanyak 72, 39% dari 786 responden, ternyata masih aktif bekerja di luar rumah saat pandemi. Akibat Covid-19, sebanyak 492 orang mengaku mengalami penurunan pendapat. Artinya, pandemi cukup berdampak besar terhadap pekerja di sektor pergudangan dan transportasi.

Pekerja Sektor Pedagang Besar dan Eceran

Salah satu sektor yang jelas terdampak atas kebijakan social distancing adalah sektor pariwisata. Dampak tersebut berpengaruh terhadap pedagang besar maupun eceran, terbukti berdasarkan data survei sosial ekonomi 2020 ini sebesar 70, 39% pekerja mengaku mengalami penurunan pendapat.

Pekerja Sektor Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

Sebanding dengan penurunan pendapatan yang terjadi pada pedagang besar dan eceran 7 dari 10 responden yang dijadikan sampel mengaku bahwa pada sektor reparasi mobil dan sepeda motor mengalami penurunan pendapatan. Hal ini terjadi sebab penurunan mobilitas masyarakat akibat kebijakan social distancing.

Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

Di antara beberapa sektor di atas ternyata sektor inilah yang paling terdampak di antara lainnya. Sejumlah 76, 64% responden yang bekerja pada sektor mengaku mengalami penurunan pendapatan. Hal ini tidak lain karena adanya larangan berkumpul di lokasi-lokasi tertentu terutama cafe dan sejenisnya. Selain itu, berbagai acara adat seperti pernikahan dan sejenisnya juga dilarang. Nah! Tentu saja sektor ini mengalami dampak paling besar dari kebijakan social distancing ini.

Kelompok Pendapatan Mana yang Paling Terdampak?

Beberapa orang mengira bahwa mereka yang telah berpendapatan tinggi sama sekali tidak terdampak oleh pandemi ini. Namun, sesungguhnya dalam data survei publikasi bps, baik dari pendapatan kategori rendah yakni dibawah 1, 8 juta hingga berpendapatan tinggi yakni 7,2 juta ke atas seluruhnya mengalami penurunan pendapatan. Secara lebih detail berikut adalah listnya:

  • Kelompok berpendapatan 7,2 juta, sebanyak 30,34% mengalami penurunan pendapatan
  • Kelompok berpendapatan 4,8 hingga 7,2 juta, yang mengalami penurunan pendapat sebanyak 31,67%
  • Kelompok berpendapatan 3,0-4,8 juta, sebanyak 37,19% orang mengalami penurunan pendapatan
  • Kelompok berpendapatan 1,8-3,0 juta sebanyak 46,77% mengalami penurunan pendapatan.
  • Kelompok berpendapatan di bawah 1,8 juta, sebanyak 70,53% mengalami penurunan pendapatan.

Berdasarkan data di atas, terlihat bahwa kelompok yang berpendapat rendah lah yang paling terkena dampak dari pandemi Covid-19 ini.

Belanja Online Justru Mengalami Peningkatan

Hal menarik dari data survei ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19 adalah peningkatan/pertumbuhan ekonomi aktivitas belanja online oleh masyarakat. Hal ini logis sebab memang mereka harus berada di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Dari seluruh responden yang mengalami peningkatan aktivitas belanja online mencapai 31%. Namun ada juga yang menurunkan aktivitas belanjanya sebanyak 28%, sisanya tetap sebagaimana aktivitas saat belum pandemi.

Menariknya, 54 dari 100 responden yang belanja online adalah perempuan. Generasi baby boomers juga banyak melakukan aktivitas belanja online ini. Namun, tidak bisa melebihi kuantitas dari aktivitas belanja online generasi milenial.

Komoditas Belanja Rumah Tangga Paling Laris Saat Pandemi

Selain perubahan aktivitas belanja online, ada perubahan juga pada jenis komoditas rumah tangga yang dibeli oleh masyarakat pada data ekonomi pasca Covid-19 ini. Apa komoditas yang paling besar? Berikut detailnya:

  • Listrik mengalami peningkatan sebesar 3%
  • Makanan/minuman mengalami peningkatan 8%
  • Pulsa/Paket data mengalami peningkatan 14%
  • Kesehatan mengalami peningkatan sebesar 20%
  • Bahan makanan/pokok mengalami peningkatan 51%

Peningkatan pada bahan makanan/pokok ini tentu logis, sebab memang terdapat larangan untuk keluar rumah. Alhasil, masyarakat cenderung akan melakukan belanja terhadap makanan pokok untuk konsumsi saat social distancing.

Demikianlah ulasan data survei ekonomi pasca pandemi Covid-19 ini, berdasarkan data diatas apa langkah Anda di saat new normal ini? Data detail terkait di Hasil Survei Sosial Demografi Dampak Covid-19 2020 BPS.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: