Abdurrahman bin Auf, Sahabat Rasulullah Pengusaha Properti Bertangan Emas

  • 4 min read
  • Jun 28, 2020
Sahabat Rasulullah

Pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan sahabat rasulullah ini, ya sahabat yang sangat dermawan “Abdurrahman bin Auf” namanya. Penasaran dengan kisah bisnisnya? Berikut ulasannya.

Bicara tentang perjuangan islam di masa Rasulullah SAW tentunya memiliki kesan tersendiri. Setiap muslim memiliki ingatan masing-masing tentang suka duka perjuangan Sang Nabi Terakhir dalam menegakkan agama Allah.

Namun dengan ridho Allah dan juga perjuangan kaum Muslimin, kebebasan dan kemenangan islam datang pada masanya. Dengan kedermawanan para Muslimin satu dengan yang lainnya, masa-masa sulit hidup sebagai mukminin bisa dilewati dengan tabah.

Pada masa dulu, apabila diadakan sedekah, sahabat rasulullah akan berlomba-lomba untuk memberikan sedekah terbaiknya, mereka tidaklah gila pada harta. Tapi ada salah satu kedermawanan sahabat yang paling tersohor di setiap cerita yakni kebaikan dari Sahabat Rasulullah SAW, Abdurrahman bin Auf sehingga disebut-sebutlah beliau yang “Bertangan Emas” arena betapa luar biasanya dalam mendermakan kekayaan untuk perjuangan islam.

Biografi Abdurrahman bin Auf

Beliau lahir pada 10 tahun setelah Tahun Gajah. Merupakan salah satu dari 8 orang pertama yang menyatakan islam (As- Sabiqunal Awwalun). Beliau berasal dari kabilah Zuhrah bin Kilab yang menyambut kelahirannya dengan kebahagiaan. Besar dengan asuhan yang baik sehingga tumbuh menjadi seorang yang berkepribadian menarik, didikan tersebut beliau dapat dari ayahnya sendiri. Dengan sifat beliau yang bijaksana, dermawan, pemberani dan setia menjadikannya banyak dicintai.

Banyak yang percaya jika beliau merupakan salah satu sahabat yang telah dijamin surganya sebagai seorang yang diberikan kelimpahan harta namun tidak sombong dan justru menjadikannya dermawan.

Beliau wafat pada tahun ke- 32 Hijriyah dan berakhir lah nafas seorang mulia, Abdurrahman bin Auf r.a. yang selama berjalan hidupnya diserahkan untuk kepentingan islam demi amar ma’ruf nahi munkar.

Kedermawanan Sahabat Rasulullah Sang “Bertangan Emas”

Sebuah hadits yang mengatakan tentang Abdurrahman bin Auf akan berjalan masuk surga dengan cara merangkak dan memberitahukan untuk menggunakan hartanya di jalan Allah demi memperingan langkahnya adalah hadits yang memotivasi Abdurrahman bin Auf untuk menjihadkan seluruh hartanya dijalan islam.

Abdurrahman bin Auf adalah seorang yang cerdas dalam berbisnis sehingga apa yang beliau perdagangan selalu membawa keuntungan. Apa yang diusahakannya selalu membawa hasil. Sehingga diibaratkan jika saja beliau mengangkat sebuah batu maka akan ditemukan dibawanya emas dan perak. Namun demikian menjadikan beliau justeru lebih hati-hati dalam mengelola kejayaannya agar kelak tidak menyulitkan langkahnya di akhirat.

Beliau memiliki sifat yang mulia dan kedermawanan tinggi. Beliau ikut dalam shalat berjamaah, berjihad di jalan Allah dan juga mengurus perniagaan. Beliau pandai dalam menggunakan hartanya sebagai bekal di kehidupan selanjutnya. Beliau tidak menikmati hartanya sendirian, namun keluarga, kerabat dan juga kaum Muslimin lainnya ikut merasakan suka cita di setiap kedermawanan beliau.

Abdurrahman bin Auf r.a. Mendermakan 2000 Dinar Hartanya

Pernah suatu ketika saat terjadi Perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf mendermakan setengah hartanya yakni 2000 dinar dari jumlah 4000 dinar untuk keperluan jihad dan 2000 dinar lainnya untuk keluarganya. Selain itu Abdurrahman bin Auf juga memberikan ratusan keping emas sebagai transportasi. Umar bin Khattab yang kala itu melihatnya mengatakan jika itu adalah sebuah kesalahan dengan tidak meninggalkan apapun pada keluarganya. Ketika ditanya oleh Rasulullah SAW apakah benar atau tidak, Abdurrahman bin Auf menjawab jika ia telah meninggal kan yang lebih baik untuk keluarganya yakni apa yang Allah dan Rasul-Nya janjikan tentang rezeki, kebaikan dan penghargaan.

Selain cerita diatasi, Abdurrahman bin Auf merupakan sahabat yang bertanggung jawab dalam urusan hidup keluarga Rasulullah SAW dan umat islam lainnya. Kemana umat islam pergi, beliau akan ikut demi mengurus kebutuhan umat muslim agar tidak kekurangan. Beliau tidak takut habis harta dan miskin. Salah satunya termasuk menjual sebidang tanahnya senilai 40.000 dinar yang hasil penjualannya beliau bagikan kepada Bani Zahrah (kerabat ibu Nabi SAW, Aminah).

Abdurrahman bin Auf r.a. Sahabat Rasulullah Terkaya

Abdurrahman bin Auf adalah sahabat terkaya yang selalu mendampingi Nabi SAW dan memiliki banyak kafilah dagang besar di Madinah. Namanya telah tersohor dengan bisnisnya yang sukses.

Sebuah cerita yang sangat terkenal tentang kedermawanan beliau adalah ketika Madinah menjadi ramai karena datangnya 700 unta dengan bawaan barang dagang penuh di setiap punggungnya. Unta tersebut membuat setiap orang takjub dan Madinah bergemuruh. Unta-unta itu datang dari Abdurrahman bin Auf, hasil dagangnya dari Syria. Selanjutnya harta tersebut beliau bagikan kepada umat islam Madinah.

Kemuliaannya bertambah ketika beliau menyumbang kan 40.000 dirham, 40.000 dinar dan 500 kuda untuk mujahidin. Selain itu, 500 unta untuk mujahidin lainnya dan 400 dinar emas untuk korban Perang Badar. Demi kemakmuran dan kemuliaan umat islam, beliau dengan senang hati memberikan seluruh hartanya.

Perlu kita tahu juga, jika beliau bukan hanya berjihad dengan harta, namun beliau juga ikut dalam medan perang salah satunya Perang Uhud, yang meinggalkan luka pada kakinya yang pincang dan kecadelan karena kehilangan gigi serinya.

Sebuah keberhasilan gemilang dari Abdurrahman bin Auf yang namanya terus dikenang sebagai Sahabat Rasulullah SAW yang paling dermawan.

Rahasia Bisnis Abdurrahman bin Auf adalah “Sedekah”

Semakin kaya Abdurrahman bin Auf, maka semakin tinggi pula sedekah yang diberikan. Dengan usaha, kecerdasan dan juga niat baik beliau dalam memuliakan islam membawanya pada keberhasilan. Setiap usaha yang dilakukan selalu membawa keuntungan, sedikit demi sedikit kesuksesan yang gemilang beliau dapatkan.

Banyaknya harta tidak lantas membuatnya tamak dan memperkaya diri sendiri. Dalam hidupnya, beliau telah meniatkan hartanya untuk perjuangan islam. Kesabaran dan ketabahan yang beliau miliki sekalipun dalam keadaan yang sulit dan pelik, beliau manfaatkan sebaik mungkin dan berfikir bagaimana caranya untuk mensukseskan usahanya yang di mulai dari kecil demi membantu umat islam.

Beliau adalah sahabat yang justeru takut hartanya akan mempersulit langkahnya di akhirat. Beliau percaya dengan janji Allah dan memberikan kita bukti bahwa sedekah justru memperkaya diri.

Semangat dan kecerdasan beliau dalam berbisnis patut kita teladani, termasuk pula menjadi umat muslim yang taat dalam beribadah dan tidak hanya fokus pada dunia.

Semoga kisah diatas menjadikan pribadi kita yang lebih baik dan bijak dalam memandang dunia dan akhirat.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: