Pengertian, Jenis dan Tujuan Audit Keuangan

  • 2 min read
  • Jul 29, 2020
pengertian audit

Pengertian dan Tujuan Audit. Dalam laporan keuangan termasuk juga kinerja yang dilakukan perusahaan sering terjadi resiko salah saji terhadap informasi yang diberikan. Resiko salah saji ini disebabkan oleh banyak faktor, baik disebabkan karena kurang akuratnya laporan keuangan yang disusun atau memang karena kesengajaan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Untuk mengurangi risiko informasi tersebut salah satu yang terpenting adalah dilakukannya Independen Audit oleh Akuntan Publik. Dan ini merupakan cara umum untuk memperoleh informasi yang andal. Dalam rangka mendapatkan informasi yang dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan bagi pengambil keputusan, maka pihak manajemen perusahaan misalnya dapat meminta jasa akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan dari pihak penyaji informasi. Audit laporan keuangan dapat meningkatkan kepercayaan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan. Selanjutnya informasi yang telah diaudit tersebut dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan dengan anggapan bahwa laporan telah lengkap, dan wajar sesuai prinsip akuntansi yang berlaku umum.[1]

Kebutuhan audit cukup besar karena banyak pemakai yang berkepentingan dengan laporan keuangan perusahaan. Manajemen perusahaan akan menunjuk auditor untuk meyakinkan pemakai laporan keuangan bahwa laporan keuangan tersebut dapat diandalkan. Auditor dapat dituntut pengambil keputusan, atau perusahaan bila terbukti bahwa laporan keuangan tersebut ternyata tidak benar, tidak seperti yang dilaporkan dalam laporan audit nya. Auditor bertanggung jawab penuh secara legal atas pekerjaannya yang meyakinkan bahwa informasi tersebut andal.[2]

Apa Itu Audit?

Audit adalah proses pemeriksaan secara sistematis guna memperoleh data-data dan melakukan evaluasi terhadap bukti yang dilakukan secara objektif terhadap asersi-asersi kegiatan dan beberapa peristiwa ekonomi dalam suatu lembaga atau perusahaan. Tujuan dari dilaksanakan audit ini adalah untuk menilai derajat validitas dari asersi kegiatan, penyampaian hasil penilaian dan membuat laporan untuk pihak-pihak yang berkepentingan.

  • Berdasarkan pengertian tersebut dapat diambil beberapa poin penting mengenai pengertian dari audit ini yakni:
  • Audit adalah serangkaian langkah prosedural yang direncanakan, bersifat logis, sistematis, terstruktur dan terorganisir.
  • Proses pemeriksaan atas bukti audit dilakukan secara objektif tanpa ada keberpihakan terhadap siapapun.
  • Asersi umumnya terdiri atas laporan keuangan, laporan operasi internal dan hal pokok lainnya.
  • Asersi yang dinilai derajat kesesuaiannya tersebut menunjukkan seberapa dekat asersi yang dibuat dengan kriteria yang telah disepakati dan ditetapkan sebagai standar.
  • Kriteria tersebut dapat berbentuk peraturan yang ditetapkan pemerintah, kebijakan, aturan internal dan anggaran dasar dari perusahaan.
  • Keharusan adanya laporan tertulis dengan format tertentu yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan.

Jenis-jenis Audit

Setelah memahami apa itu audit, perlu untuk disinggung sedikit mengenai beberapa jenis audit yang selama ini ada. Adapun jenis-jenis audit tersebut adalah sebagai berikut:

1. Audit Laporan Keuangan

Yakni proses pemeriksaan sistematis oleh seorang akuntan publik terhadap laporan keuangan yang diolah dan disajikan oleh perusahaan.

2. Audit Kepatuhan

Yakni proses pemeriksaan sistematis oleh seorang auditor untuk memeriksa tingkat kepatuhan perusahaan dalam menjalankan kebijakan, peraturan internal  dan anggaran dasar yang telah dibuat. Termasuk juga kepatuhan terhadap SOP yang dikerjakan.

3. Audit Operasional

Yakni proses pemeriksaan sistematis oleh auditor untuk menilai seberapa baik dan seberapa sesuai kinerja yang dilakukan perusahaan termasuk pegawai dalam menjalankan standar kinerja yang telah ditetapkan.

Tujuan Audit

Sebagai tambahan, berikut ini adalah ulasan singkat mengenai tujuan dari dilaksanakannya audit. Adapun detailnya adalah sebagai berikut:

1. Pengendalian Operasional

Audit dilaksanakan dalam rangka agar operasional kegiatan perusahaan tetap terkendali dan tidak menyimpang dari standar yang berlaku.

2. Penilaian Kinerja

Audit juga dapat digunakan untuk menilai apakah kinerja suatu perusahaan mengalami perkembangan atau penurunan.

3. Membantu Manajemen

Dalam hal ini hasil laporan audit dapat dijadikan bukti valid oleh top manajemen untuk membuat kebijakan strategis terhadap perusahaan yang dikelolanya.

Demikianlah ulasan singkat dan pengantar mengenai pengertian audit dan beberapa tujuan dilaksanakan proses audit. Simak ulasan lain pada artikel selanjutnya.

[1] Mulyadi, Auditing, (Jakarta: Salemba Empat, 1998), h.7

[2] Syahriyah Semaun, Aspek Hukum dalam Audit Koperasi, Jurnal Hukum Diktum, Volume 8, Nomor 1, Januari 2010, h.98

Post Terkait :

One thought on “Pengertian, Jenis dan Tujuan Audit Keuangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: