Pertumbuhan Perusahaan E-Commerce di Indonesia

  • 4 min read
  • Jun 27, 2020
Perusahaan E-Commerce di Indonesia

Perusahaan E-Commerce di Indonesia telah tumbuh demikian cepatnya, bagai amoeba yang terus-menerus membelah dirinya. Lalu sampai dimanakah perkembangan e-commerce ini? Mari kita bahas bersama-sama.

Apa itu E-Commerce?

Pengertian E-commerce sendiri sebenarnya bukanlah wujud dari perusahaan, melainkan lebih mengarah kepada sistem jual beli yang memanfaatkan media elektronik. Kini mulai dari jalur produksi hingga distribusi melibatkan e-commerce sebagai medianya. Bentuk paling modern dari e-commerce adalah pemanfaat website sebagai media transaksi.

Jenis-Jenis E-Commerce

Kini E-Commerce telah berkembang sedemikian rupa, sehingga terbagi menjadi beberapa jenis, adapun jenis-jenis dari e-commerce tersebut adalah sebagai berikut:

B2B (Business to Business)

Jenis pertama dari e-commerce adalh B2B, apa itu B2B? Yakni jenis transaksi baik barang atau jasa antar perusahaan dengan memanfaatkan media elektronik. Transaksi semacam ini sering dilakukan oleh perusahaan yang telah saling percaya satu sama lain, dan memiliki hubungan dekat.

Media elektronik yang paling sering digunakan adalah email dan Electronic Data Interchange (EDI) yakni dengan melakukan proses transfer data antar komputer yang telah mendapat persetujuan di antara dua belah pihak.

B2C (Business to Consumer)

Sesuai namanya, jenis e-commerce yang satu ini dilakukan oleh pelaku bisnis secara satu arah kepada konsumen. Media yang sering digunakan adalah website, umumnya pelaku bisnis akan didukung oleh adanya toko/mal online.

Ilustrasi sistem B2C ini adalah seperti toko online di website di mana satu pihak sebagai produsen dan satu pihak sebagai konsumen, toko tersebut tidak memberikan hak kepada konsumen untuk ikut berjualan. Inilah yang disebut B2C. Contoh e-commerce pertama di Indonesia adalah seperti mataharimall online.

C2C (Consumer to Consumer)

Transaksi bisnis semua produk barang atau jasa yang dilakukan antar konsumen. Dalam hal ini ada pihak ketiga sebagai perantara. Dalam skema C2C ini yang melakukan bisnis adalah benar-benar murni konsumen, pihak penyedia hanya terlibat dalam kaitan menyediakan media transaksi saja.

contoh dari bisnis ini adalah pinjaman online dimana pihak ketiga hanya sebagai fasilitator antara pemilik dana dengan pengelola dana. Meskipun begitu dalam hal promosi, pihak ketiga juga ikut terlibat. Contoh lainnya adalah tokopedia, bukalapak dan sejenisnya.

C2B (Consumer to Business)

Merupakan sistem e-commerce kebalikan dari B2C, yakni konsumen lah yang menyediakan jasa untuk produsen. Apa yang diberikan kepada produsen? Yakni bentuk layanan tertentu kepada perusahaan lewat perantara, seperti layanan desain logo untuk perusahaan lewat platform tertentu.

Kini bisnis semacam ini semakin menjamur di Indonesia, perusahaan sering mencari jasa-jasa konsumen terampil lewat media online contoh di Indonesia adalah seperti Sribulancer, Fastwork dan sejenisnya,

B2A (Business to Administration)

B2A ini melibatkan perusahaan dan pengelola layanan administrasi publik, jenis transaksinya adalah pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Intinya pemerintah menggandeng pebisnis dalam rangka melakukan pelayanan masyarakat.

Contoh dari sistem B2A ini adalah seperti Ditjen AHU, Perpajakan dan masih banyak yang lainnya. Anda bisa melihat prakteknya di situs resmi pemerintah, bentuknya adalah pajak online, pengurusan dokumen hukum online dan sejenisnya.

C2A (Consumer to Administration)

Skema transaksi C2A ini sama persis dengan B2A, hanya perbedaannya bila dalam B2A pemerintah bekerjasama dengan perusahaan. Nah! Pada C2A pemerintah bekerjasama hanya dengan individu.

Contoh transaksi jenis ini di Indonesia adalah pembuatan website resmi sekolah, rumah sakit dan sejenisnya di wilayah pemerintahan daerah. Untuk skala nasional seperti website Kementerian tertentu.

O2O (Online to Offline)

Bisnis dengan memanfaatkan media seperti website, media sosial dan lainnya agar konsumen tertarik untuk mengunjungi lokasi fisik secara langsung. Pada dasarnya O2O ini adalah bagian dari pemasaran, hanya saja dilakukan secara online atau biasa disebut online marketing.

Contoh e-commerce di Indonesia adalah seperti mataharimall, tiket online, dan sejenisnya. Atau dalam sistem C2C bisa berlaku hal ini ketika kedua konsumen sepakat untuk melakukan yang sering disebut dengan COD.

Top 10 Perusahaan E-Commerce di Indonesia Tahun 2020

E-Commerce Terbaik di Indonesia

Dewasa ini banyak e-commerce baru bermunculan di Indonesia, diantara perusahaan-perusahaan tersebut ada yang berhasil meraih kesuksesan ada juga yang akhirnya tumbang.

Nah! Dalam artikel ini tidak akan dibahas seluruh perusahaan e-commerce yang ada di Indonesia, melainkan yang saat ini menempati urutan terbaik 10. Adapun perusahan tersebut adalah sebagai berikut:

Zalora

Urutan ke sepuluh di tempati oleh Zalora dengan patokan jumlah pengunjung di tahun 2019 yang mencapai 45 juta pengunjung, baik dari mobile maupun website. Zalora menjadi salah satu e-commerce indonesia 2019 yang layak diperhitungkan.

Sociolla

Bagi laki-laki mungkin masih ada yang belum mendengar e-commerce ini, tapi bagi perempuan pasti sudah sangat familiar dengan pertumbuhan e-commerce di Indonesia yang satu ini. Situs kosmetik ini menempati urutan ke-9 dengan jumlah pengunjung mencapai 51 juta di tahun 2019.

Bhinneka

Tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan situs yang satu ini, yakni situs yang mulanya berfokus pada produk IT ini menempati urutan ke-8 dari sepuluh e-commerce terbaik di Indonesia. Jumlah pengunjung pada 2019 lalu mencapai 63 juta.

Orami

Orami merupakan situs jual beli online yang fokus pada bidang perlengkapan bayi, situs yang berdiri pada 2013 lalu tersebut kini menempati urutan ke-7 situs yang paling banyak dikunjungi. Pada 2019 lalu orami telah memperoleh 89 juta pengunjung.

JD ID

Urutan ke-6 dari situs paling banyak pengunjung adalah JD ID, selama tahun 2019 situs ini telah dikunjungi oleh 105 juta orang. Situs yang memiliki slogan “make the joy happen” telah bertengger sebagai e-commerce yang patut diperhitungan di Indonesia.

Bibli

Situs yang berdiri atas di bawah naungan PT. Global Digital Naga (GDN) salah satu perusahaan e-commerce Indonesia ini, kini menempati urutan ke-5 diantara sepuluh besar e-commerce paling banyak dikunjungi. Bibli telah memperoleh kunjungan sebanyak 353 juta orang pada tahun 2019 lalu.

Lazada

Siapa yang tidak kenal dengan situs yang iklannya terpampang di berbagai website ini. Lazada merupakan salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, menempati urutan ke-4 dengan jumlah pengunjung 445 juta.

Bukalapak

Situs e-Commerce asli Indonesia yang didirikan oleh Achmad Zakky pada tahun 2010 lalu ini kini bertengger pada posisi ke-3 situs e-commerce tersukses di Indonesia. Pada tahun 2019 bukalapak telah dikunjungi oleh 823 juta pengunjung.

Shopee

Satu-satu situs yang memiliki liga sepak bola dan mampu membayar seorang Cristiano Ronaldo untuk menjadi bintang iklan ini, kini bertengger pada posisi kedua dari urutan e-commerce paling banyak dikunjungi. Shopee telah memperoleh 837 juta pengunjung pada 2019 lalu.

Tokopedia

Situs e-commerce terbaik di Indonesia yang menempati puncak tahta adalah miliki William Tanuwijaya. Meskipun sempat dikabarkan telah kebobolan data pada tahun ini, pada 2019 lalu siapa sangka situs ini telah memperoleh kunjungan sebanyak 1, 2 miliar orang. Tentu ini merupakan pencapaian besar dari Tokopedia.

Demikianlah ulasan mengenai Perusahaan E-Commerce di Indonesia, mulai dari jenis e-commerce hingga perkembangan e-commerce Indonesia dewasa ini.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: