Petani Go Online, Solusi Alternatif Kesejahteraan Petani di Tengah Pandemi Covid-19

  • 4 min read
  • Mei 14, 2020
petani go online

Aplikasi Petani Go Online, Solusi Alternatif Kesejahteraan Petani di Tengah Pandemi Covid-19. Kebijakan PSBB memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap berbagai sektor ekonomi masyarakat. Banyak pekerja di beberapa sektor mengeluhkan telah kehilangan mata pencaharian mereka, kalangan pebisnis pun juga demikian. Tidak terkecuali di kalangan petani dan peternak, mulai dari harga ternak yang merosot tajam, distribusi pakan dan pupuk yang terhambat dan lain sebagainya banyak terdengar di sana-sini. Oleh karena itu, perlu adanya solusi jitu untuk menghadapi kondisi ini, perlu adanya solusi alternatif untuk tetap menjaga kesejahteraan para petani dan peternak.

Salah satu solusi yang ditawarkan oleh Kominfo dalam mendukung kesejahteraan petani adalah program Petani Go Online. Namun, sayangnya sosialisasi terhadap masyarakat mengenai program ini masih sangat minim. Selain itu, program ini dirilis sejak 2019 sebelum terjadi wabah pandemi Covi-19. Oleh karenanya, arah program perlu dilakukan sinkronisasi dengan situasi saat ini. Namun sebelum membahas urgensi aplikasi ini dalam mengatasi problem ekonomi masyarakat. Terlebih dahulu kita harus mengenal isi dari program tersebut. Untuk itulah artikel ini dihadirkan bagi Anda yang sedang resah menghadapi kondisi yang terjadi saat ini. Lalu apa saja, tawaran dari program ini? Yuk simak ulasannya berikut ini!

Alur dan Proses Kerja

Aplikasi Petani Kominfo
Aplikasi Petani Kominfo sumber aptika.kominfo.go.id

Mengenai alur dan proses kerja dari program ini, terdiri dari 5 (lima) poin mendasar yakni sebagai berikut:

  1. Aset dan Infrastruktur

Infrastruktur dalam program ini berupa persiapan infrastruktur TIK berupa data dan voice. Selanjutnya disusul dengan menyiapkan perangkat akses yang dapat digunakan petani berupa Smartphone dan Sim Card.

  1. Praproduksi

Dalam tahap prapoduksi ini berdasarkan program Petani Go Online, para petani akan diberikan permodalan dan asuransi tani.

  1. Tahap Produksi

Tahap selanjutnya adalah proses produksi, dalam tahap ini petani akan mendapatkan penyuluhan pertanian dan juga penyuluhan periklanan hasil pertanian.

  1. Pasca Produksi

Dalam tahap pasca produksi petani akan mendapatkan beberapa pelatihan berupa pelatihan sortasi, pelatihan grading dan pelatihan packaging.

  1. Pemasaran

Dalam proses pemasaran petani akan mendapatkan pelatihan berupa cara penyiapan logistk dan offtaker.

Tujuan dan Sasaran

Adapun tujuan dari program petani go online ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan ketahanan pangan, serta memelihara keberlanjutan lingkungan. Sedangkan yang merupakan sasaran dari program ini adalah petani tanaman pangan dan hortikultura dengan luas lahan kurang atau sama dengan 2 Ha dan nelayan perikanan tangkap dengan kapasitas kapal kurang atau sama dengan 10 GT.

Ruang Lingkup Program

Ada dua ruang lingkup program yang dimiliki Kominfo, yakni Petani Go Online yang berisikan aplikasi penyuluhan pertanian, aplikasi informasi pengendalian stok, aplikasi jual beli online hasil pertanian. Kedua adalah Aplikasi Nelayan Go Online yang terdiri dari informasi dasar dan aplikasi jual beli online hasil tangkapan ikan.

Aplikasi ini sebenarnya telah dirilis sejak 2019 lalu, target dari program ini adalah 300 rb petani dan nelayan. Untuk penyelenggaraan aplikasi telah diterapkan pada beberapa lokasi sebagai berikut:

Mitra Aplikasi Petani Online

Dalam program petani Go Online ini Kominfo telah menggandeng beberapa platfrom yang berfokus pada bidang pertanian, sebagai berikut:

Beberapa aplikasi petani online
Beberapa aplikasi petani online sumber play.google.com

eFishery

Aplikasi ini berfokus pada bidang perikanan dan peternakan. Alat ini berfungsi untuk melakukan pengendalian pakan dan dosis obat secara terjadwal, serta mampu mencatat pemberian pakan secara realtime.

Aruna

Aplikasi ini khusus bergerak dalam bidang perikanan, aplikasi ini hanya ditujukan untuk para nelayan. Aplikasi ini membantu nelayan mengumpulkan data-data mitra. Selain itu, aplikasi ini membantu nelayan dalam proses pengelolaan bisnis mereka.

Eragano

Aplikasi yang bekerjasama dengan program Petani Go Online berikutnya adalah Eragano yakni aplikasi mobile bidang pertanian. Dengan aplikasi ini petani akan mendapatkan informasi mengenai tata cara bertanam yang baik, serta informasi harga terbaik produk pertanian. Uniknya, aplikasi ini sudah terintegrasi dengan fasilitas pinjaman mikro. Layanan B2B Eragano Store yang terintegrasi dengan hotel, restoran dan katering untuk menjual produk petani.

8Villages

Aplikasi 8Villages ini lebih berfokus pada pemberdayaan masyarakat di pedesaan. Dalam aplikasi ini berisi berbagai layanan seperti pendataan, pemberdayaan komunitas dengan akses informasi dan edukasi, hingga pemasaran produk-produk pertanian dari petani langsung ke konsumen akhir.

TaniHub

TaniHub merupakan aplikasi yang berfokus pada proses distribusi hasil pertanian. TaniHub adalah aplikasi Ecommerce yang menyediakan lima kategori penjualan di dalamnya yakni sayuran organik, sayuran nonorganik, hasil ternak, buah nonorganik, dan bahan pangan organik.

SayurBox

Sebagaimana namanya SayurBox merupakan aplikasi penyedia jasa layanan antar sayur antar pengepul dan pelanggan. Sayurbox juga menjelaskan profil setiap petani. Pemesanan sayur dilakukan sistem pre-order (pemesanan di depan), dua hari sebelum panen dan langsung dikirim pada hari panen tersebut).

Setelah kita membahas program Petani Go Online sebagaimana disinggung di atas, lalu bagaimana inisiatif pemerintah dalam memanfaatkan program ini di tengah Pandemi Covid-19? Sudahkah mereka melakukan langkah-langkah sinkronisasi program ini dengan situasi sekarang?

Mencontoh Negara Lain

Aplikasi eNAM India
Tampilan Aplikasi eNAM India by play.google.com

Salah satu negara yang juga memiliki aplikasi digital platform yang berfokus pada bidang pertanian adalah negara India. Tepatnya sejak 2016 lalu pemerintah India telah merilis aplikasi ini dengan sebutan National Agriculture Market (eNAM). eNAM sendiri adalah portal perdagangan elektronik yang dibuat oleh Pemerintah India untuk menciptakan pasar nasional terpadu untuk komoditas pertanian. Tujuan dari Aplikasi seluler ini adalah untuk memfasilitasi penawaran jarak jauh oleh pedagang dan akses informasi terkait harga kepada petani dan pemangku kepentingan lainnya melalui ponsel cerdas mereka.

Berkaitan dengan situasi Covid-19 ini, langkah yang dilakukan pemerintah India dengan aplikasi eNAM-nya sebagai salah satu program Petani Go Online adalah dengan menambah 200 pasar baru. Langkah ini dilakukan pemerintah India untuk memfasilitasi mereka yang terbelenggu kebijakan Lockdown. Dengan aplikasi ini petani akan terbantu dalam proses distribusi hasil pertanian. Mobilitas pengepul hasil pertanian pun juga berkurang, selain itu adanya aplikasi ini disinyalir akan berdampak positif terhadap kebutuhan pemenuhan pangan nasional.

Langkah Pemerintah Indonesia

Setelah kita melihat langkah pemerintah India, kemudian dapat kita bandingkan dengan langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Bagaimana langkah yang ditempuh? Apa bentuk real-nya? Bagaimana sistemnya?

Berkaitan dengan langkah yang dilakukan pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertanian secara resmi telah mengumumkan kerjasamanya dengan Gojek untuk mendistribusikan pangan murah.

Sebagaimana dinyatakan oleh Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita dalam money.kompas.com (07/04/2020) lalu bahwa Gojek kini bekerjasama dengan Toko Tani miliki Kementerian Pertanian. Fokus utama dari kerjasama ini adalah kemudahan mendapatkan bahan pangan selama pandemi Covid-19.

Pertanyaannya kemudian, lalu bagaimana dengan mereka pengepul? Atau mereka para petani yang kini sedang masa panen? Melihat fokus kerjasama Gojek dengan Toko Tani belum nampak adanya upaya menggandeng masyarakat di pedesaan agar terbantu dalam menjual produknya. Memang Toko Tani sendiri bertindak sebagai pengepul dan petani sebagai supplier, namun kita belum menemui adanya cabang dari Toko Tani sendiri.

Langkah pemerintah bekerjasama dengan Gojek ini sangat menggembirakan kita semua. Namun, masih timbul pertanyaan bagaimana dengan supplier petani? Kemana arahnya? Hal ini masih merupakan pertanyaa besar yang perlu dijawab.

Hemat penulis, selain program kerjasama dengan Gojek, seharusnya pemerintah juga melihat kembali program Petani Go Online yang sejak 2019 lalu sudah mulai diterapkan. Sebagaimana dijelaskan di atas, program tersebut nampak lebih komprehensif dalam mengatasi kebutuhan masyarakat petani. Mulai dari jalur pra produksi hingga proses distribusi semua sudah terkonsep dengan rapi. Optimalisasi program tersebut, secara konseptual lebih komprehensif dibandingkan hanya berfokus pada stok pangan saja.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: