Membuat Business Plan Sederhana, Tanpa Ribet, dan Tetap Efektif?

  • 3 min read
  • Jun 03, 2020
business plan

Membuat business plan sering dianggap sulit dan menyita waktu, sebab pebisnis harus terlebih dahulu melakukan berbagai riset untuk dijadikan data pendukung dalam rencana bisnis. Namun, tahukah Anda bila ada trik yang lebih sederhana dalam membuat rencana bisnis? Jika sederhana, apakah efektif? Tentu jawabannya ia, trik ini tetap mewakili berbagai jawaban dalam memecahkan problem bisnis di era ini. Trik ini merupakan rangkuman dan berbagai pertanyaan umum yang selalu diajukan dalam proses penyusunan proposal rencana bisnis.

Tips menyederhanakan proposal bisnis ini tetap efektif, sebab untuk menjawab pertanyaan yang ada tidak diperlukan riset mendalam. Mengapa demikian? Sebab hal ini sudah dijawab oleh para kompetitor Anda sebelumnya. Oleh karena itu, Anda tidak perlu melakukan riset ulang. Tidak sabar untuk mengetahui bagaimana langkahnya? Yuk simak ulasan berikut ini!

Executive Summary

perencanaan bisnis

Pertama cukup buat ringkasan sederhana dalam business plan Anda yang terdiri dari visi, misi, dan tujuan Anda. Cukup buat satu halaman saja, gunakan kata-kata yang ringkas dan padat makna. Jangan memilih kata-kata yang ambigu dan cenderung bertele-tele.

Bila biasanya dalam proposal bisnis, harus membuat latar belakang, identifikasi peluang bisnis, serta penjelasan produk dan lain-lain. Dalam proposal bisnis sederhana ini Anda tidak perlu melakukannya. Anda cukup berfokus pada visi, misi dan tujuan Anda saja.

Target Pasar Business Plan

rencana bisnis

Dalam proposal bisnis yang akan Anda buat, cukup lakukan identifikasi secara terfokus kepada siapa produk-produk Anda diperuntukkan. Tidak perlu secara panjang lebar mengurai kata-kata, langsung pada poin kepada siapa produk ini dijual dan siapa yang umumnya membeli. Lalu dari mana datanya? Tentu secara mudah Anda bisa dapatkan di situs marketplace yang bertebaran di dunia maya. Tidak perlu repot-repot melakukan riset, cukup lihat produk terlaris, lalu bacalah komentar serta testimoni produk tersebut. Nah! Dari situ Anda sudah bisa melihat siapa pembeli produk Anda.

Identifikasi Kompetitor Anda

Dalam mengidentifikasi kompetitor ini hal yang perlu ada identifikasi adalah kekuatan dan kelemahan mereka. Identifikasi apa yang beda dari produk Anda, buatlah nilai unik setelah melakukan identifikasi kompetitor Anda. Loh! Kok sulit lagi? Tenang Anda tidak perlu khawatir, untuk mengidentifikasi hal ini Anda bisa menggunakan Google Trends sebagai alat bantu meneliti kompetitor bisnis Anda.

contoh bisnis plan jasa

Melalui Google Trends Anda bisa melihat daftar toko yang jual menjual produk Anda. Sebagaimana tampak pada gambar di atas.

Lalu bagaimana mengetahui kelebihan dan kelemahan mereka, tentu saja Anda juga tidak perlu meneliti dengan datang langsung ke lokasi. Anda bisa menggunakan marketplace sebagai alat analisis atau langsung melihat website mereka jika mereka punya. Untuk itu, Anda juga bisa mengidentifikasi kualitas mereka dan mencari perbedaan dari model bisnis yang mereka jalankan. Untuk lebih mudahnya, lihat ilustrasi berikut ini.

contoh bisnis plan sederhana untuk mahasiswa

Terlihat bahwa ada beberapa website dari kompetitor Anda dan terlihat juga ada kompetitor Anda di salah satu Marketplace.

Human Resources/Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia merupakan aspek penting yang benar-benar harus Anda perhatikan ketikan menyusun business plan. Apa saja hal yang harus Anda perhatikan menyusun kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) ini. Untuk membantu Anda berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus Anda jawab.

  • Apakah Anda membutuhkan staf untuk menjalankan bisnis Anda?
  • Berapa kemampuan Anda membayar Staf Anda? Dari mana sumbernya?
  • Bagaimana kriteria/spesifikasi keahlian yang Anda butuhkan dari calon Staf Anda?

rencana bisnis

Tentu untuk menjawab hal ini cukup dengan melihat berbagai pamflet lowongan pekerjaan yang sudah tersebar banyak di media massa. Cukup lakukan perbandingan antara satu pamflet dengan lainnya. Buatlah rangkuman, maka Anda dengan mudah Anda telah menyusun business plan bagian SDM.

Vendor/Supplies

Tentu dalam menentukan vendor atau supply ini harus disesuaikan dengan jenis bisnis Anda. Untuk itu Anda perlu menjawab pertanyaan berikut ini:

  • Akankah Anda akan membutuhkan sumber atau proyek dari luar untuk beroperasi? Jika ya, siapa dan bagaimana bentuknya?
  • Bagaimana dengan persediaan yang akan Anda gunakan secara teratur? Dari mana Anda mendapatkan supply?

Untuk menjawab pertanyaan ini, seluruh jawaban tergantung pada Anda. Hal ini tergantung dengan seberapa luas jaringan yang Anda miliki. Selain itu, perlu Anda perhatikan bahwa memiliki patner bisnis dalam bidang yang sama merupakan hal yang penting untuk kemajuan bisnis Anda.

Marketing Business Plan

perencanaan bisnis

Langkah berikutnya dalam menyusun business plan sederhana adalah menentukan strategi pemasaran yang akan Anda gunakan. Dalam membuat rencana pemasaran ini, Anda juga bisa menyederhanakannya dengan cukup menjelaskan beberapa poin penting, sebagai berikut:

  • Bagaimana Anda akan memberikan pelayanan dari produk Anda dengan ideal kepada klien?
  • Bagaimana Anda mengkomunikasikan pelayanan dan produk Anda tersebut, agar dikenal masyarakat?

Dalam menyusun ini sudah banyak tersebar di media massa berbagai teknik pemasaran. Atau Anda juga bisa melihat ulasan dalam artikel kamiĀ 4 Langkah SMART Menentukan Strategi Iklan di Media Sosial

Operasional Business Plan

Langkah selanjutnya dalam membuat business plan Anda adalah menentukan bagaimana cara mengoperasikan bisnis Anda. Secara sederhana, ada dua pertanyaan yang harus Anda jawab yakni:

  • Bagaimana cara Anda menjalankan bisnis Anda?
  • Apa teknik paling efisien untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dalam bisnis Anda?

Berbisnis yang paling baik adalah bisnis yang Anda memiliki pengetahuan dan skill di dalamnya. Jika Anda telah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai bisnis yang akan Anda jalankan. Maka untuk menjawab dua pertanyaan di atas bukanlah hal yang sulit.

Perencanaan Keuangan

Perencanaan keuangan menjadi langkah terakhir Anda ketika menyusun rencana bisnis. Perencanaan keuangan ini tidak boleh Anda kesampingkan. Untuk membuatnya Anda hanya perlu mengidentifikasi dua hal yakni:

  • Berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis Anda?
  • Uraikan bagaimana bisnis Anda akan memperoleh keuntungan/buatlah proyeksi laba dari bisnis Anda.

Untuk lebih mudah memahami bagaimana merencanakan keuangan yang baik Anda bisa melihat artikel kamiĀ Tips Manajemen Keuangan Rumah Tangga

Demikian tips menyusun business plan sederhana, nantikan artikel kami selanjutnya. Selamat mencoba!

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: